• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

K. Teknik Analisis Data

1. Transformasi Data Ordinal ke Interval

Mentransformasi data ordinal menjadi data interval gunanya untuk memenuhi sebagian dari syarat analisis parametrik yang mana data setidaknya berskala interval. Teknik transformasi yang paling sederhana adalah dengan menggunakan MSI (Method of Succesive Interval).93

2. Pengujian Normalitas Data

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal.94 Dalam penelitian ini, uji normalitas menggunakan kolmogorov – smirnov test dengan SPSS 20. Suatu variabel dikatakan normal jika nilainya diatas 0,05.95

3. Pengujian Multikolinearitas96

Multikolinearitas adalah keadaan di mana terjadi hubungan linear yang sempurna atau mendekati sempurna antar variabel independen dalam model regresi. Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubugan linear antar variabel independen dalam model regresi.

Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Pada penelitian ini dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat indikator Value Inflation Factor (VIF) pada model regresi. Menurut Santoso yang dikutip oleh Duwi Priyatno, pada umumnya jika lebih besar dari 5, maka variable tersebut mempunyai persoalan multikolininearitas dengan variabel bebas lainnya.

Setelah dilakukan perhitungan dengan menggunakan SPSS 20, diketahui nilai VIP pada hasil perhitungan regresi adalah kurang dari lima.

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil perhitungan regresi tidak ada masalah multikolinearitas.

93 Riduwan dan Riduwan dan Engkos, Cara Menggunakan, 30.

94 Imam Ghazali. Aplikasi Multivariate dengan program SPSS, 160

95 Imam Ghazali. Aplikasi Multivariate dengan program SPSS (Kudus : Undip 2001), 87

96 Riduwan dan Engkos, Cara Menggunakan, 81.

4. Pengujian Heteroskedastitas

Uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Prasyarat yang harus terpenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya gejala heteroskedastisitas. Pada penelitian ini menggunakan metode pengujian koefisien korelasi Spearman‟s rho. Metode uji heteroskedastisitas dengan korelasi Spearman‟s rho yaitu mengkorelasikan variabel independen dengan nilai unstandardized residual. Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dengan uji 2 sisi. Jika korelasi antara variabel independen dengan residual di dapat signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat dikatakan bahwa tidak terjadi masalah heteroskedastisitas pada model regresi.

5. Analisis Kolerasi Ganda

Mengetahui hubungan antara variabel X1, X2, Y, dan Z digunakan teknik korelasi. Analisis korelasi ganda berfungsi untuk mencari besarnya hubungan antar dua variabel atau lebih secara bersama-sama (bersama- sama) dengan variabel lain.97

6. Analisis Regresi Ganda

Uji regresi digunakan untuk mencari pengaruh antar variabel.

Dalam uji ini digunakan regresi linear berganda dengan rumus:118 Ŷ= α +b1X1 + b2X2 + biXi

Dimana :

Ŷ = (baca Y topi) subjek variabel terikat diproyeksikan X = variabel bebas yang mempunyai nilai tertentu untuk diprediksikan

a = nilai konstanta harga Y jika X = 0

b = nilai arah sebagai penentu ramalan (prediksi) yang menunjukkan nilai

97 Riduwan dan Engkos, Cara Menggunakan, 63.

7. Koefisien Determinasi / Penentu

Koefisien determinasi adalah kuadrat dari koefisien korelasi Pearson Product Moment yang dikalikaan dengan 100%. Dilakukan untuk mengetahui seberapa besar variabel bebas mempunyai kontribusi atau ikut menentukan variabel tak bebas. Derajat koefisien determinasi dicari dengan rumus statistika yang digunakan sebagai berikut:98

KD = r2 x 100 %

Dimana : KD : Nilai koefisien determinasi/penentu r : Nilai koefisien korelasi

8. Uji Hipotesis

Uji hipotesis merupakan bagian yang sangat penting di dalam penelitian. Bagian ini yang menentukan apakah penelitian yang dilakukan cukup ilmiah atau tidak. Untuk melakukan uji hipotesis, peneliti harus menentukan sampel, mengukur instrumen, desain, dan mengikuti prosedur yang akan menuntun dalam pencarian data yang diperlukan. Data yang dikumpulkan kemudian dianalisis melalui prosedur analisis yang benar sehingga peneliti dapat melihat validitas dari hipotesis. Analisis dari data yang dikumpulkan tidak menghasilkan hipotesis terbukti dan tidak terbukti, melainkan mendukung atau tidak mendukung hipotesis.99

Adapun dalam penelitian ini, uji hipotesis yang digunakan dijelaskan dibawah ini:

a. Analisis Jalur ( Path Analysis)

Analisis jalur digunakan untk melukiskan dan menguji model hubungan antar variabel yang berbentuk sebab akibat. Dengan demikian dalam model hubungan antar variabel tersebut, terdapat variabel independen yang dalam hal ini disebut variabel eksogen dan variabel dependen yang disebut variabel endogen. Melalui analisis jalur ini akan dapat ditemukan jalur mana yang paling tepat dan

98 Jonathan Sarwono, Analisis Data Penelitian Menggunakan SPSS (Yogyakarta: CV.

Andi Offset, 2006), 177.

99 Mudrajad, Metode Riset, 62.

singkat suatu variable independen menuju variable dependen terakhir100 Analisis jalur sebaiknya digunakan untuk kondisi yang memenuhi persyaratan sebagai berikut:101

1) Semua variabelnya berskala interval 2) Pola hubungan antarvariabel bersifat linier

3) Variabel-variabel residualnya tidak berkorelasi dengan variable sebelumnya dan tidak berkorelasi satu dengan lainnya.

4) Model hanya bersifat searah.

Langkah-langkah menguji path analysis sebagai berikut:102 1) Merumuskan hipotesis dan persamaan struktural

2) Menghitung koefisien jalur yang didasarkan pada koefisien regresi

3) Menghitung koefisien jalur secara bersama-sama (keseluruhan) 4) Menghitung koefisien jalur secara individu

5) Meringkas dan menyimpulkan

Terdapat dua jalur dalam analisis path yaitu model satu jalur (a single equation path model) dan model dua persamaan jalur (two equation path model). Model pertama hanya mempunyai satu persamaan struktural dan model kedua mempunyai dua persamaan struktural atau dua substruktur.103 Pada penelitian ini menggunakan dua persamaan jalur atau tiga persamaan struktural.

Dari diagram jalur diatas terdiri dari tiga persamaan struktural dimana dirangkum dal am struktural seba gai

100 Riduwan dan Engkos, Cara Menggunakan ,1.

101 Riduwan dan Engkos, Cara Menggunakan ,10.

102 Riduwan dan Engkos, Cara Menggunakan, 12

103 Jonathan, Analisis Data, 150.

X1

X2

Y Z

berikut :

1. Y = ρyx1X1 + ρyx2X2 + ε1

2. Z = ρyx1X1 + ρyx2X2+ ε2

3. Z = ρzyY + ε3

Dimana: X1 = Budaya kerja X2 = Fasilitas Y = Kinerja

Z = Kepuasan mahasiswa

Untuk mempermudah perhitungan tiap pengujian di atas penulis menggunakan program SPSS 20, dimana softwere tersebut telah diformat untuk melakukan perhitungan sesuai perintah.

Sehingga sangat membantu dalam proses pengolahan data maupun analisis hasil data tersebut.

Dokumen terkait