BAB III METODE PENGAMATAN
E. Teknik Analisis Data
Dalam proses analisis terdapat tiga komponen utama yang harus dipahami oleh setiap peneliti kualitatif. Ketiga komponen tersebut terlibat dalam proses analisis dan saling berkaitan serta menentukan hasil akhir analisis. Menurut Miles and Hubberman (dalam H.B. Sutopo, 2002: 91-93) tiga komponen tersebut adalah:
a. Reduksi Data
Merupakan komponen pertama dalam analisis yang merupakan proses selektif, pemfokusan, penyederhanaan dan abstraksi data dari pengumpulan data yang berlangsung dengan membuat ringkasan dari catatan data yang diperoleh di lapangan.
b. Penyajian Data
Merupakan suatu rakitan organisasi informasi, deskriptif dalam bentuk narasi yang memungkin simpulan pengamatan dapat dilakukan, sajian ini disusun secara secara logis dan sistematis sehingga mudah dibaca, mudah dipahami. Sajian data ini mengacu pada rumusan masalah yang telah dirumuskan sebagai pertanyaan pengamatan. Dengan melihat penyajian data, penulis akan mengerti apa yang terjadi dan memungkinkan untuk mengerjakan sesuatu pada analisis data. Sajian data selain dalam bentuk narasi kalimat, juga dapat berbentuk seperti jenis matriks, gambar/skema, dan tabel sebagai pendukung narasinya.
c. Penarikan Kesimpulan
Dalam awal pengumpulan data, peneliti sudah harus mulai mengerti apa arti dari hal hal yang ia temui dengan melakukan pencatatan peraturan- peraturan, pernyataan- pernyataan yang mungkin arahan sebab akibat dan proposisi- proposisi sehingga memudahkan dalam pengambilan kesimpulan.
commit to user
20 BAB IV
DISKRIPSI DISPERINDAG KOTA SURAKARTA
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta berdiri pada tahun 1950, yang pada saat itu bernama Kantor Pengadaan dan Penyaluran di bawah Departemen Perekonomian Umum yang menangani masalah bidang industri, bidang perdagangan dan bidang koperasi. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta yang mula mula tugasnya mengurus tentang pemberian izin pendirian perusahaan dan usaha dagang, tetapi setelah berjalan 5 (lima) tahun yakni 1955 berganti nama menjadi Kantor Industri Perdagangan dan Koperasi.
Berdasarkan pada Surat Keputusan Menteri Perindustrian dan
Perdagangan RI Nomor : 814/MPP/Kep/4/1996 tanggal 16 April 1996, kemudian berganti nama menjadi Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Pada surat keputusan tersebut berisi tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Departemen Perindustran Dan Perdagangan Kotamadya Surakarta yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas dan fungsi Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan Kotamadya Surakarta.
Pada waktu otonomi daerah digulirkan pada taahun 2000, Kantor Departemen Perindutrian dan Perdagangan Kotamadya Surakarta mengalami perubahan dan perkembangan dengan berganti nama menjadi Dinas Perindustrian Perdagangan dan Penanaman Modal Kotamadya Surakarta yaitu berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta Nomor 6 Tahun 2001, yang berisi tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Kota Surakarta yang termuat dalam Lembaran Daerah Kota Surakarta tahun 2001 Nomor 14 Seri D.12. Kemudian mengalami perubahan dan perkembangan lagi dengan berganti nama menjadi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta yang berdasarkan Peraturan Daerah Kota Surakarta Nomor 6 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Perangkat Daerah Kota Surakarta.
commit to user
A. Visi dan Misi
Sebagai Organisasi yang baik, dalam menjalankan tugasnya Disprindag mempunyai visi dan misi sebagai pedomannya. Visi dan misi Dinas perindustrian dan perdagangan kota Surakarta yaitu:
1. Visi
Terwujudnya Kota Solo sebagai kota perdagangan dan industri yang maju dan berwawasan budaya.
2. Misi
a. Mengembangkan dan meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui
pengembangan sektor riil, pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi (UMKMK) dengan fasilitas kredit, menuntaskan penataan PKL, melanjutkan program revitalisasi pasar tradisional, meningkatkan kemampuan manajemen pedagang pasar serta mempromosikan keberadaan pasar dan pedagang.
b. Pengembangan budi pekerti, tata krama dan tata nilai budaya jawa
melalui ranah pendidikan, keteladanan, penyelengaraan event-event dan program-program pendukung lainnya.
c. Memperkuat karakter kota dengan aksentuasi jawa dan melestarikan
aset-aset budaya, baik yang tangible (bendawi) maupun intangible (tak bendawi).
d. Meningkatkan pelayanan dan perluasan akses masyarakat di bidang
pendidikan, antara lain dengan program sekolah gratis, sekolah plus, bantuan pendidikan masyarakat, pengembangan sarana dan prasarana pendidikan, meningkatkan kualitas tenaga pendidik dan kependidikan.
e. Meningkatkan pelayanan dan perluasan akses masyarakat di bidang
kesehatan, diantaranya melalui program Pelayanan Kesehatan Masyarakat Surakarta (PKMS), meningkatkan kualitas kesehatan bersertifikasi ISO, makin memberdayakan Posyandu Balita dan
commit to user
Lansia, perbaikan gizi masyarakat serta menekan angka kematian ibu dan bayi.
f. Meningkatkan akses ke lapangan kerja dengan titik berat pada
menciptakan wirausahawan-wirausahawan baru melalui pelatihan, bantuan permodalan dan membangun jejaring pemasaran produk.
g. Membuka lapangan kerja baru dengan menciptakan iklim investasi
yang makin kondusif (Kota Ramah Investasi) dan suasana kota yang aman dan damai.
h. Meningkatkan sarana dan prasarana kota antara lain jalan dan
jembatan, transportasi, air bersih, sanitasi dan drainase, penuntasan pemugaran Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), penertiban hunian tak berizin, pengembangan ruang terbuka hijau dan pengelolaan persampahan.
B. Kedudukan, Tugas dan Fungsi
Disperindag sangat penting perananannya sebagai unsur pelaksana pemerintah daerah dibidang perindustrian dan perdagangan dalam mengembangkan
perekonomian daerah. Dalam menjalankan perananannya Disperindag mempunyai Kedudukan, tugas dan fungsi sebagai berikut:
3. Kedudukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta
Kedudukan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Berdasarkan Keputusan Walikota Surakarta No.21 Tahun 2008 tentang Pedoman Uraian Tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Surakarta. Berikut ini adalah kedudukan Disperindag:
c. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta merupakan
unsur pelaksana pemerintah daerah di bidang perindustrian dan Perdagangan.
commit to user
d. Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta dipimpin Oleh
seorang Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertaggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
4. Tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta
Tugas Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta mempunyai tugas pokok melaksanakan sebagian tugas umum pemerintah Kota Surakarta pada bidang perindustrian dan perdagangandalam rangka pengembangan perekonomian dikota Surakarta.
5. Fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta
Dalam menyelenggarakan tata usaha dinas, menyelenggarakan pembinaan dan bimbingan untuk mengembangkan pengusaha industri, mengembangkan pembinaan perdagangan luar negeri dan dalam negeri, melakukan pengawasan terhadap badan usaha milik daerah, serta perlindungan terhadap konsumen Disperindag mempunyai fungsi sdebagai berikut:
h. Penyelenggaraan Kesekretariatan dinas.
i. Penyusunan rencana progam, pengendalian evaluasi pelaporan.
j. Penyelenggaraan bimbingan terhadap perindustrian
k. Pembinaan dan Pengembangan pengusaha industri menengah, besar,
kecil dan pengendalian pencemaran.
l. Penyelenggaraan perlindungan terhadap konsumen
m. Penyelenggaraan sosialisasi
n. Pembinaan jabatan fungsional
C. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah pedoman pokok yang di gunakan sebagai kerangka dalam melaksanakan suatu organisasi untuk mengetahui status dan kedudukan pegawai. Selain itu, struktur organisasi memberikan informasi tentang tata kerja pegawai sehingga kelancaran jalannya pekerjaan dapat terkoordinasi.
commit to user
Adapun struktur organisasi Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta pada Gambar 4.1
KEPALA DINAS
SUBBAGIAN PERENCANAAN,
EVALUASI DAN PELAPORAN
BIDANG PERDAGANGAN PERLINDUNGAN KONSUMENBIDANG PENGAWASAN DAN BIDANG PERINDUSTRIAN SEKSI INDUSTRI BESAR DAN MENENGAH SEKRETARIAT SUBBAGIAN KEUANGAN SUBBAGIAN UMUM DAN KEPEGAWAIAN
SEKSI INDUSTRI KECIL SEKSI PERDAGANGANDALAM NEGERI
SEKSI PERDAGANGAN LUAR NEGERI
SEKSI PENGAWASAN
SEKSI PERLINDUNGAN KONSUMEN
Sumber : Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta.
Struktur organisasi Disperindag terdiri dari beberapa bidang yaitu bidang kesekretariatan, bidang perindustrian, bidang perdagangan, bidang perlindungan, dan pengawasan konsumen. Setiap bidang mempunyai tugas dan fungsinya masing-masing, namun dalam menjalankan tugasnya harus tetap menjalin kerjasama yang baik dalam masing-masing bidang agar tujuan bersama dapat tercapai.
commit to user
1. Bidang kesekretarian
Bidang kesekretariatan mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan, pengkoordinasian penyelenggaraan tugas secara terpadu, pelayanan administrasi, dan pelaksanaan di bidang perencanaan, evaluasi dan pelaporan, keuangan, umum dan kepegawaian. Bidang kesekretariatan mempunyai beberapa Bagian Sekretariat yaitu, Subbagian Perencaan, Evaluasi dan pelaporan , Subbagian Keuangan, Subbagian umum dan kepegawaian.
2. Perindustrian
Bidang perindustrian mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan pelaksanaan di bidang industri kecil dan industri menengah dan besar. Untuk melaksanakan tugasnya bidang perindustrian mempunyai fungsi :
a. Melaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis di bidang industri
menengah, besar, dan kecil.
b. Menyelenggarakan pameran dan promosi di bidang industri,
menyelenggarakan pembinaan dan pendampingan keterampilan industri, mengelola magang dan alih teknologi.
c. Menyelenggarakan pembinaan mutu atau kualitas hasil industri sesuai
dengan Estándar Nasional Industri ( SNI ), ISO 9000 dan Gugus Kendali Mutu ( GKM ).
d. Menyelenggarakan pelatihan keterampilan teknik industri meliputi :
Achievement Motivation Training ( AMT ), Creation and Formation of Enterpreneur ( CEFE ) dan kewirausahaan.
e. Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas sesuai tugas dan
fungsinya.
Bidang perindustrian terdiri dari :
a. Seksi Industri Kecil mempunyai tugas melaksanakan pembinaan dan
pengembangan industri kecil. Untuk melaksanakan tugasnya Seksi Industri Kecil mempunyai fungsi :
commit to user
1) Menyusun dan melaksanakan program pembinaan dan pengambangan
industri kecil, menengah dan besar, menyiapkan dan mebina program bapak angkat.
2) Memfasilitasi kegiatan pameran dan promosi bidang industri kecil,
memfasilitasi pembinaan mutu atau kualitas hasil industri kecil, memfasilitasi pelatihan keterampilan teknik industri kecil.
b.Seksi Industri Menengah dan Besar mempunyai tugas melaksanakan
pembinaan dan pengembangan industri menengah dan besar. Untuk melaksanakan tugasnya Seksi Industri Menengah dan Besar mempunyai fungsi :
1) Menyusun dan melaksanakan program pembinaan dan pengambangan
industri menengah dan besar, memfasilitasi program kemitraan antar pengusaha besar, menengah dan kecil dan mengklarifikasi jenis indutri.
2) Memfasilitasi magang dan alih teknologi industri menengah dan
besar, memfasilitasi pembinaan mutu atau kualitas hasil industri menengah dan besar, memfasilitasi pelatihan keterampilan teknik industri menengah serta menyiapkan dan membina program bapak angkat.
3. Perdagangan
Bidang Perdagangan di bagi menjadi 2 seksi yaitu Seksi Perdagangan Luar Negeri dan Seksi Perdagngan Dalam Negeri yang masing- masing di pimpin oleh Kepala Seksi. Adapun tugas masing- masing di tuliskan sebagai berikut :
a. Seksi Perdagangan Dalam negeri mempunyai tugas memberikan
bimbingan teknis pembinaan dan pengembangan perdagangan dalam negeri.
b. Seksi Perdagangan Luar Negeri mempunyai tugas memberikan bimbingan
commit to user
4. Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumen
Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumen mempunyai tugas melaksanakan penyiapan perumusan kebijakan teknis, pembinaan dan
pengawasan dibidang pengawasan perlindungan konsumen. Dalam
pelaksanaannya Bidang Pengawasan dan Perlindungan Konsumsi terdapat 2 seksi yaitu seksi Pengawasan dan Seksi Perlindungan Konsumen yang masing- masing di pimpin oleh Kepala Seksi.
commit to user
28 BAB V PEMBAHASAN
Industri kecil menengah di Kota Surakarta berkembang semakin pesat seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat yang bervariatif, seperti industri makanan, industri gerabah, Industri tekstil dan lain lainnya. Hal ini biasa terjadi karena adanya campur tangan Pemerintah (DISPERINDAG) dan keseriusan masyarakat untuk menjadikan industrinya berkembang pesat. Dalam kegiatan tersebut DISPERINDAG mempunyai peran penting yaitu melakukan pembinaan, pengawasan, dan menjadi fasilitator bagi pelaku industri kecil menengah. Kota Surakarta dapat menjadi salah satu sentra IKM yang dapat menopang perekonomian masyarakatnya. IKM ini dinilai dapat meningkatkan kesejahteraan warganya sebagai pelaku IKM dan dapat memenuhi kebutuhan hidup.
A. Peran DISPERINDAG dalam pengembangan Industri kecil dan Menengah di Kota Surakarta
Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu staff Dinas Perindustrian
dan Perdagangan kota Surakarta sangat penting peranannya untuk
mengembangkan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur perekonomian kearah yang lebih baik, maju dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan lebih luas bagi pertumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan industri kecil dan menengah pada khususnya. Peran-peran Disperindag tersebut adalah sebagai berikut:
1. Disperindag memberikan binaan terhadap IKM baru
Misalnya: Pada Indutri konveksi dengan mlakukan Perbaikan proses produksi, peningkatan standart produk yang di hasilkan
2. Disperindag melakukan pembinaan terhadap perusahaan- perusahaan
commit to user
menguntungkan, dan mengusahakan peningkatan serta pengembangan kerja sama tersebut.
Misalnya: Industri kecil dan industri menengah bekerja sama dalam hal bahan baku dan pemasaran yaitu Usaha tenun lidi bekerja sama dengan CV swastama
3. Disperindag melakukan pengembangan dan pengawasan terhadap IKM
Misalnya Apabila terdapat waktu luang, Disperindag melakukan kunjungan ke Industri untuk mengetahui perkembangan dan melakukan pengawasan di berbagai Industri kecil dan menengah.
4. Disperindag juga memfasilitasi IKM
Misalnya Memberikan pelatihan pelatihan, Promosi melalui pameran, dam pemberian bantuan bantuan peralatan produksi.
5. Disperindag mewujudkan perkembangan industri kecil menengah
kearah yang lebih baik, secara sehat dan berhasil guna.
Misalnya membina industri-industri yang sedang mengalami krisis.
6. Disperindag mewujudkan persaiangan yang baik dan sehat serta
mencegah persaingan yang tidak jujur.
Misalnya Dengan menetapkan harga jual produk yang sama di antara anggota kelompok industri. Melalui musyawarah yang di fasilitasi oleh Disperindag.
7. Mencegah pemusatan atau penguasaan industri oleh satu kelompok atau
perorangan dalam bentuk monopoli yang merugikan masyarakat. Misalnya Perluasan kampung batik laweyan yang awalnya hanya berada di kelurahan laweyan menjadi Kecamatan Laweyan.
Salah satu alasan utama DISPERINDAG dalam mengembangkan Industri kecil menengah adalah potensi alamiahnya yang besar dalam memberi andil bagi penyelesaian masalah kesempatan kerja. Alasan tersebut diharapkan dapat semakin memperkuat daya saing IKM yang sumber daya manusianya sebagian besar berpendidikan menengah ke bawah.
commit to user
Dalam menjalankan perannya untuk mengembangkan IKM di
Surakarta,DISPERINDAG mempunyai beberapa tujuan dalam pengembangan IKM di Surakarta. Berdasarkan hasil wawancara dengan salah satu staff perindustrian, tujuan Disperindag dalam mengembangkan IKM dikota Surakarta adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan rakyat secara adil dan
merata dengan memanfaatkan dana, sumber daya alam, dan hasil budidaya serta dengan memperhatikan keseimbangan an kelestarian lingkungan hidup.
b. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara bertahap, mengubah struktur
perekonomian kearah yang lebih baik, maju, sehat, dan lebih seimbang sebagai upaya untuk mewujudkan dasar yang lebih kuat dan luas bagi petumbuhan ekonomi pada umumnya, serta memberikan nilai tambahan bagi pertumbuhan industri pada khususnya.
c. Meningkatkan kemampuan dan penguasaan serta mendorong terciptanya
tekhnologi yang tepat guna dan menumbuhkan kepercayaan terhadap kemampuan dunia usaha nasional.
d. Meningkatkan keikutsertaan masyarakat dan kemampuan golongan
ekonomi lemah, termasuk pengrajin agar berperan serta aktif dalam pengembangan industri.
e. Memperluas dan memeratakan kesempatan kerja dan kesempatan berusaha
serta meningkatkan peranan koperasi industri.
f. Meningkatkan penerimaan devisa melalui peningkatan ekspor hasil
produksi nasional yang bermutu, di samping penghematan devisa melalui pengutamaan pemakaian hasil produksi dalam negeri, guna mengurangi ketergantungan luar negeri.
g. Mengembangkan pusat pusat pertumbuhan industri yang menunjang
commit to user
h. Menunjang dan memperkuat stabilitas nasional yang dinamis dalam
rangka memperkokoh ketahanan nasional.
Menurut data dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta pada tahun 2011 yang dikirim untuk melengkapi data di BPS, di Kota Surakarta terdapat sebanyak 6.098 unit usaha dengan rincian 55 Industri Besar, 106 Industri Menengah, 1.437 Industri Kecil Formal dan 4.509 Industri Kecil Non Formal.
Tabel 5.1. Data Industri Menengah dan Kecil Berdasarkan Kelompok Usaha di Kota Surakarta Tahun 2011 menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta.
Cabang Industri/ Bidang Usaha Industria l Group Perusahaan Esta blishment Tenaga Kerja Ma n Power (1) (2) (3)
INDUSTRI BESAR/ MENENGAH Industri Logam Mesin Kimia/ Aneka dan Hasil Pertanian dan Kehutanan
Menengah 106 8.159
INDUSTRI KECIL
1. Formal 1.437 27.363
2. Non Formal 4.509 13.152
Jumlah 6.098 57.568
commit to user
Tabel 5.2. Banyaknya Kelompok Usaha dan Jumlah Unit Usaha Di Kota Surakarta Tahun 2011 menurut Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta.
Sumber: Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta
Berdasarkan data pada Tabel 5.2 , terdapat 32 sentra yang tersebar di Kota Surakarta. Karena keterbatasan tenaga fungsional di Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Surakarta yang hanya berjumlah 1 orang sehingga sebagian besar sentra-sentra tersebut belum mendapatkan pembinaan secara kontinyu.
Cabang Industri/ Bidang Usaha Industr ia l Gr oup
Jumlah Kelompok (Sentra) Centra l Group Industr y
Jumlah Unit Usaha Number of Esta blisment A. Industri Hasil Pertanian dan
Kehutanan 1. Tahu 2 40 2. Tempe 5 102 3. Krupuk 1 27 4. Karak 1 11 5. Kue Basah 1 34 6. Kusen 2 13
7. Mebel +Bubut Kayu 2 116
8. Sangkar Burung 1 25
B. Industri Logam Mesin Kimia/ Aneka 1. Gitar 1 5 2. Batik 3 118 3. Pakaian Jadi 6 209 4. Kain Perca 1 80 5. Cinderamata 70 6. Sepatu 10 7. Dop 1 21 8. Shutle Cocks 1 50 9. Letter 1 17 10. Dandang Kompor 1 4 11. Timbangan 1 5 12. Las 1 7 13. Sabun 5 14. Madu 1 Jumlah 32 602
commit to user
Sejauh ini dinas hanya memberikan pembinaan berupa pelatihan dan bantuan mesin / peralatan
Tabel 5.3. Perkembangan Nilai Investasi Pada Sektor Industri dan Perdagangan di Kota Surakarta Tahun 2011
Sumber: Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Surakarta
Berdasarkan hasil wawancara dengan staff Perindustrian, Disperindag melakukan beberapa upaya untuk mengembangkan IKM di Surakarta, Pengembangan Industri Kecil dan Menengah (IKM) pada hakekatnya merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah dan masyarakat. Dengan mencermati permasalahan yang dihadapi oleh IKM, maka kedepan perlu diupayakan hal-hal sebagai berikut :
a. Penciptaan Iklim Usaha yang Kondusif Pemerintah perlu mengupayakan
terciptanya iklim yang kondusif antara lain dengan mengusahakan Cabang Industri/ Bidang
Usaha Industria l Group 2010 2011
(1) (2) (3)
INDUSTRI LOGAM, MESIN DAN KIMIA I. FORMAL 1. Skala Besar 16 16 2. Skala Menengah 39 43 3. Skala Kecil 530 569 INDUSTRI ANEKA I. FORMAL 1. Skala Besar 28 29 2. Skala Menengah 45 47 3. Skala Kecil 450 488 INDUSTRI HASIL PERTANIAN I. FORMAL 1. Skala Besar 9 10 2. Skala Menengah 16 16 3. Skala Kecil 330 358
commit to user
ketenteraman dan keamanan berusaha serta penyederhanaan prosedur perijinan usaha, keringanan pajak dan sebagainya.
b. Bantuan Permodalan Pemerintah perlu memperluas skim kredit khusus
dengan syarat-syarat yang tidak memberatkan bagi IKM, untuk membantu peningkatan permodalannya, baik itu melalui sektor jasa finansial formal, sektor jasa finansial informal, skema penjaminan, leasing dan dana modal ventura. Pembiayaan untuk Industri Kecil dan Menengah(IKM) sebaiknya menggunakan Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang ada, maupun non bank.
c. Perlindungan Usaha Jenis-jenis usaha tertentu, terutama jenis usaha
tradisional yang merupakan usaha golongan ekonomi lemah, harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah, baik itu melalui undang -undang maupun peraturan pemerintah yang bermuara kepada saling menguntungkan.
d. Pengembangan Kemitraan Perlu dikembangkan kemitraan yang saling
membantu antara IKM, atau antara IKM dengan pengusaha besar di dalam negeri maupun di luar negeri, untuk menghindarkan terjadinya monopoli dalam usaha. Disamping itu juga untuk memperluas pangsa pasar dan pengelolaan bisnis yang lebih efisien. Dengan demikian IKM akan mempunyai kekuatan dalam bersaing dengan pelaku bisnis lainnya, baik dari dalam maupun luar negeri.
e. Pelatihan Pemerintah perlu meningkatkan pelatihan bagi IKM baik dalam
aspek kewiraswastaan, manajemen, administrasi dan pengetahuan serta keterampilannya dalam pengembangan usahanya. Disamping itu juga perlu diberi kesempatan untuk menerapkan hasil pelatihan di lapangan untuk mempraktekkan teori melalui pengembangan kemitraan rintisan.
f. Membentuk Lembaga Khusus Perlu dibangun suatu lembaga yang khusus
bertanggung jawab dalam mengkoordinasikan semua kegiatan yang berkaitan dengan upaya penumbuhkembangan IKM dan juga berfungsi untuk mencari solusi dalam rangka mengatasi permasalahan baik internal maupun eksternal yang dihadapi oleh IKM.
commit to user
g. Memantapkan Asosiasi Asosiasi yang telah ada perlu diperkuat, untuk
meningkatkan perannya antara lain dalam pengembangan jaringan informasi usaha yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan usaha bagi anggotanya.
h. Mengembangkan Promosi Guna lebih mempercepat proses kemitraan
antara IKM dengan Industri besar diperlukan media khusus dalam upaya mempromosikan produk-produk yang dihasilkan. Disamping itu perlu juga
diadakan talk show antara asosiasi dengan mitra usahanya.
Mengembangkan Kerjasama yang Setara Perlu adanya kerjasama atau koordinasi yang serasi antara pemerintah dengan dunia usaha (IKM) untuk menginventarisir berbagai isu-isu mutakhir yang terkait dengan perkembangan usaha.
Industri Kecil Menengah juga memberi manfaat sosial yang berarti bagi perekonomian, antara lain sebagai berikut :
1.Industri kecil menegah dapat menciptakan peluang berusaha yang luas
dengan pembiayaan yang relative murah.
2.Industri kecil menengah turut mengambil perananan dalam peningkatan
dan mobilisasi tabungan domestik.
3.Industri kecil menengah mempunyai kedudukan komplementer terhadap
industri besar, karena industri kecil menengah menghasilkan produk yang relatif murah dan sederhana, yang biasanya tidak di hasilkan oleh industri besar.
commit to user
Gambar 5.1.
Distribusi Pembinaan Sentra IKM Kota Surakarta
Sumber: Dinas Perdagangan dan Perindustrian kota Surakarta.
Hingga saat ini 7 sentra IKM telah dibina oleh Dinas, 11 sentra belum mendapat binaan dan mulai tahun 2012 ini sejumlah 5 sentra IKM yang berada diluar binaan dinas menjadi sasaran binaan TPL IKM.
B. Kendala-kendala DISPERINDAG dalam melaksanakan Pengembangan IKM di Kota Surakarta
Dalam melaksanakan Pengembangan Industri Kecil Menengah di Kota Surakarta DISPERINDAG masih memiki beberapa kendala. Kendala-kendala tersebut diantaranya adalah:
1. DISPERINDAG kurang aktif dalam melaksanakan pembinaan Industri
Kecil Menengah, karena masih banyak IKM yang belum diberi pembinaan.
2. Kurangnya sarana dan prasarana pendukung dalam melaksanakan
penyuluhan dan pembinaan IKM, misalnya jumlah komputer masih terbatas, peralatan industri yang di gunakan praktek dalam peyuluhan masih kurang.
commit to user
3. Dana yang tersedia masih kurang, sehingga banyak Industri kecil
menengah yang belum bias dijangkau dan dibantu oleh DISPERINDAG.
4. Bantuan peralatan yang diberikan kadang tidak di gunakan.
Meskipun industri kecil menengah selalu diidentikan dengan industri yang