BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik analisis data
c. Mampu mengembangkan strategi metode pembelajaran
a. Mempu meningkatkan produktifitas belajar mengajar
b. Mampu membuat inovasi dalam setiap proses pengajaran
8, 9
10, 11
12, 13, 14
E. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data adalah proses penyederhanaan data kedalam bentuk yang lebih mudah dibaca dan diinterprestasikan, sehingga data yang telah terkumpul dapat dianalisa dan kemudian dapat diambil suatu kesimpulan. Pada proses ini, penulis menggunakan teknik analisis data secara deskriptif untuk memaparkan hasil yang diperoleh. Teknik yang digunakan adalah dengan mencari persentase setiap jawaban yang dipilih responden setelah data diedit dan ditabulasikan terlebih dahulu. Adapun rumus yang penulis gunakan dalam analisis data adalah rumus persentase, yaitu:
Keterangan P = Angka Persentase F = Frekuensi
N = Jumlah sampel obyek penelitian
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Profil SMP Al-MUBARAK 1. Historis Smp Al–Mubarak
Yayasan Al–Mubarak didirikan pada tahun 1964, di Bendungan Hilir Jakarta Pusat dan melalui pengembangan dakwahnya dalam bidang pendidikan
pada tahun 1964 dengan salah seorang pendiri yaitu KH. Abdullah bin H. Syarmilli dan KH. Abdurrahman bin H. Muasyim (Almarhum).
Pembentukan Yayasan Al–Mubarak dilatar belakangi oleh keinginan beliau untuk memajukan masyarakat yang berwawasan intelektual tanpa melupakan ajaran dan nilai–nilai islam di era globalisasi dan modernisasi yang sebagaimana sabda Rasullah di sebutkan antara lain ” Pendidikan itu adalah modal yang ditanamkan tanpa mengenal akhir karena mencakup kehidupan di dunia dan di akhirat.” (Education Is Investation Without End).
Untuk merealisasikan cita–citanya inilah sebagai langkah awal mendirikan Pendidikan tingkat : TK, SD, SMP, Al–Mubarak yang berdomisili di Ibukota negara RI tepatnya di Bendungan Hilir Jakarta Pusat. Dalam perjalannya mendapatkan respon positif dan masyarakat dan mengalami perkembngan, hal mana sebagai salah satu bukti yang nyata yaitu dengan menyusul didirikannya Pendidikan MTS Al- Mubarak di lingkungan Masjid Al–Mubarak.
Yayasan Al–Mubarak di bawah kepemimpinan sejak dini, bahwa KH. Abdurrahman telah mengantisipasi sejak dini, bahwa untuk memperluas pengembangan bidang pendidikan perlu memiliki lokasi baru dalam wilayah Botabek yakni di Pondok Aren Cileduk Tangerang dengan pemikiran untuk tetap berpartisipasi dalam pembangunan di bidang pendidikan.
Berdasarkan atas pertimbangan bahwa pada lokasi tersebut perlu ada fasilitas pendidikan yang memadai, maka didirikan TK, SD, SLTP, SLTA Islam Al – mubarak beserta rumah dinas guru dan karyawan dalam satu lokasi yang luas arealnya ± 9.350 M2 dan telah diresmikan pada tanggal 11 April 1993 dengan pembukaan awal tahun pelajaran 1993 / 1994.
2. Visi Dan Misi SMP Al–Mubarak Visi SMP Al– Mubarak adalah :
” Menciptakan sumber daya manusia yang menguasai IPTEK berdasarkan IMTAK.
Sedangkan misinya adalah :
2. Mewujudkan suasana kekeluargaan antara sesama komunitas sekolah. Dari Visi dan Misi yang ada di sekolah tersebut, dapat diketahui bahwa sekolah ini berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan dan mempunyai nilai kreatif yang cukup tinggi, bisa dilihat dari visi yang diterapikan yaitu menciptakan sumber daya manusia yang mengusai IPTEK berdasarkan IMTAK.
Meningkatkan produktivitas kegiatan belajar mengajar, maksudnya yaitu guru sebagai fasilitator harus dapat menghasilkan siswa yang mempunyai prestasi dan kemampuan serta kreatifitas dalam pembelajaran, misalnya yaitu memberikan permainan dalam memberikan tugas kepada siswanya agar mereka dapat berfikir kreatif.
Mewujudkan suasana kekeluargaan antara sesama komunitas sekolah. Hal ini di maksudkan agar suasana guru, staf, dan juga siswa dapat terjalin komunikasi yang baik dan menimbulkan rasa kekeluargaan serta tali silaturahmi sehingga seluruh sumber daya manusia yang ada di sekolah dapat bekerja sama dalam mewujudkan mutu pendidikan yang berkualitas. Hal ini dilakukan berdasarkan IMTAK setiap SDM yang ada di sekolah.
B. Keadaan Personil Guru, Pegawai dan Siswa SMP Al–Mubarak 1. Keadaan Guru dan Pegawai SMP Al-Mubarak.
Demi menujang kelancaran kegiatan pembelajaran, perlu dodukung oleh tenaga pendidik yang memadai, yang sesuai dengan kebutuhan sekolah. Adapun data tentang tenaga pendidik yang terdapat di SMP Al–Mubarak adalah sebagai berikut :
SMP Al–Mubarak memiliki 1 orang kepala sekolah, 1 orang wakil kepala sekolah, dan 20 orang tenaga kerja pendidik yang mayoritas berlatar belakang sarjana pendidikan. Sebanyak 12 orang dari tenaga pendidik berjenis kelamin perempuan, sedangkan 8 tenaga pendidik lainnya berjenis kelamin laki-laki.
Dalam lingkungan lembaga pendidikan ini, tenaga kerja dibedakan dalam dua kelompok, yaitu tenaga administrasi dan tenaga pendidik. Tenaga administrasi tidak terlibat dalam kegiatan belajar mengajar, melainkan khusus pada bidang tat
usaha, tenaga administrasi di SMP Al–Mubarak berjumlah 2 orang. Sedangkan tenaga pendidik adalah orang-orang yang terlibat dalam kegiatan belajar mengajar dikelas, yaitu Guru. Adapun mengenai rincian nama, status pegawai dan latar belakang pendidikan guru bisa dilihat pada lampiran.
2. Keadaan Siswa SMP Al - Mubarak
Siswa SMP Al–Mubarak untuk tahun pelajaran 2006 / 2007 berjumlah 278 siswa, terdiri dari 114 siswa laki-laki dan 164 siswa perermpuan. Rinciannya bisa dilihat pada tabel dibawah ini
Tabel . 1
Jumlah Siswa SMP Al – Mubarak 2006 / 2007
Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
VII / I VIII / II IX / III 36 45 33 45 65 54 81 110 87 Jumlah 114 164 278
Sumber : diperoleh dari data rekapitulasi siswaTahun ajaran 2006 / 2007 Dari tabel diatas, dapat dilihat bahwa jumlah siswa–siswi Al–Mubarak cukup banyak, jumlah siswa dalam tiap kelasnya ± 36 orang dengan jumlah gabungan kelas ( antara kelas pagi dan siang ) ada sebayak 5 kelas
Latar belakang siswa SMP Al – Mubarak berasal dari beraneka ragam suku di Indonesia, antara lain : Jawa, Sunda, Jakarta, Aceh, Padang. Keadaan ekonominya kelas menengah ke bawah. Pekerjaan orang tua siswa rata-rata Wiraswasta, namun ada juga sebagian dari mereka yang pegawai negri.
C. Keadaan Sarana dan Prasarana SMP Al–Mubarak
Guna terciptanya keberhasilan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran disekolah, tidak terlepas dari tersedianya sarana dan prasarana yang memadai. Kemapuan dalam melaksanakan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dalam suatu lembaga pendidikan sangat penting, karena dapat menunjang keberhasilan penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang ada disekolah
tersebut. Adapun sarana dan prasarana yang dimiliki SMP Al–Mubarak Pondok Aren adalah sebagai berikut :
Ruang Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah menjadi satu ruang, didalamnya terdapat 2 buah kursi dan meja kerja, 1 buah TV, 2 buah lemari kaca untuk menyimpan dokumen-dokumen penting sekaligus untuk menyimpan piala-piala prestasi yang diperoleh siswa dan sekolah, 1 buah kipas angin, dan seperangkat kursi dan meja tamu.
Ruang guru terpisah dengan ruang kepala sekolah, didalamnya terdapat meja kursi untuk masing-masing guru yang berjumlah 20 buah, 1 unit televisi 21 inci, 1 buah kipas angin, 1 buah dispenser 9 buah lemari yang digunakan untuk menyimpan arsip-arsip para guru, 1 buah Whiteboard dan 2 buah spidol, 1 buah papan daftar piket guru, 1 buah jam dinding dan 1 buah kalender akademik,
Ruang tata usaha terletak dilantai bawah berjauhan dengan ruang kepala sekolah dan ruang guru, didalamnya terdapat : 1 buah telepon, 2 unit komputer dan 1 unit printer, 1 buah mesin tik 5 buah meja dan kursi, 2 buah lemari kaca yang digunkan untuk menyimpan arsip-arsip sekolah, 1 buah papan indeks jumlah siswa, 1 buah papan daftar guru, 1 buah papan grafik perkembangan jumlah siswa dari tahun ajaran 1993 / 1994 sampai dengan tahun ajaran 2006 / 2007, 1 buah jam dinding dan 1 buah kalender akademik.
Terdapat 5 ruang kelas yang penggunaannya secara bergiliran (pagi dan siang), masing–masing kelas dilengkapi dengan meja dan kursi siswa yang jumlahnya ± 36 buah, 1 buah meja dan kursi guru, 1 buah pas bunga dilengkapi dengan bunga imitasi, 1 buah taplak meja, 1 buah lemari kelas, 1 buah globe dunia, 1 buah white board, 1 buah penghapus white board, 2 buah spidol, 1 buah penggaris kayu, 1 buah buku jurnal kelas beserta buku absensi, 1 buah jam dinding, 1 buah bingkai daftar piket, 1 buah bingkai daftar mata pelajaran, 1 buah kalender, sepasang foto presiden dan wakil presiden, 1 buah bingkai lambang pancasila, dan berbagai jenis hasil karya -karya siswa.
Di ruang BK, terdapat 1 unit meja dan 2 kursi konsultasi siswa, taplak meja, vas bunga beserta bunganya, buku agenda konsultasi siswa, 3 buah pulpen,
1 buah kalender akademik, 1 buah papan tata tertib siswa beserta point pelanggaran.
Ruang UKS dilengkapi dengan 1 buah meja dan kursipanjang, 1 buah kotak lemari obat, 1 buah dispenser, 1 buah kalender, dan 1 buah tandu.
Ruang Laboratorium komputer dilengkapi 10 unit komputer, 1 buah printer, 1 buah papan white board, 1 buah spidol, 1 meja guru disertai kursinya, 8 buah kursi siswa, 1 buah air conditioner (AC), 1 buah lemari, dan 1 buah jam dinding.
Sekolah memiliki masjid yang dilengkapi dengan 6 buah karpet berbentuk sajadah, 12 buah Al – Qur’an, seperangkat sound system, 7 buah seperangkat alat shalat / mukena, 8 buah tikar, 4 buah kipas angin, 1 buah jam dinding dan 1 buah lemari.
Sebagai sarana tambahan sekolah ini dilengkapi dengan lapangan sepak bola (Futsal), lapangan Basket, kantin, toilet guru dan siswa, ruang penjaga sekolah atau pos satpam.
Dari hasil observasi diperoleh gambaran bahwa keadaan sarana dan presarana SMP Al– Mubarak 63,70 % dalam keadaan baik. Dengan adanya sarana dan prasarana yang cukup memadai memungkinkan guru dan siswa dapat melakukan kegiatan belajar – mengajar dengan baik, sehingga keadaan tersebut dapat menunjang keefektifan proses belajar mengajar di sekolah tersebut. Selain itu, penggunaan sarana dan prasarana di SMP Al–Mubarak Pondok Aren sangat membantu siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar di kelas.
D. Deskripsi dan Analisis Data
Dalam mengumpalkan data, penulis menggunakan beberapa teknik yang diantaranya teknik wawancara dan angket. Wawancara yang penulis lakukan adalah untuk mengetahui pengembangan kompetensi guru dalam peningkatan mutu pengajaran, hal ini dilakukan untuk mendapatkan data–data yang lebih akurat. Sedangkan angket tertutup sebanyak 15 item yang berbentuk pilihan ganda
yang harus dijawab oleh guru–guru yang mengajar di SMP Al–Mubarak Pondok Aren dengan memberikan tanda silang.
Kemudian hasil angket yang telah dikumpulkan ditabulasikan ke dalam bentuk presentase dan diolah kemudian dapat diperoleh kesimpulan, hal ini dapat dilihat dan dijelaskan dalam analisis data secara keseluruhan.
Data yang telah dikumpulkan dari hasil angket yang disebarkan kepada guru–guru kemudian di olah dengan menggunakan rumusan distribusi frekuensi. Maksud dan pengolahan tersebut agar data yang diperoleh dapat memberikan arti dan penjelasannya dari tujuan penelitian yang dilakukan.
Untuk memudahkan menganalisis data hasil penelitian tersebut, maka setiap item dimasukan ke dalam tabulasi yang disesuaikan dengan teknik analisis data sehingga dengan demikian dapat ditari kesimpulan seberapa besar tingkat implementasi pengembangan kompetensi guru dalam peningkatan mutu pengajaran dapat di lihat dari hasil angket di bawah ini.
Tabel. 2
Pengembangan Kompetensi Guru
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
1. Ya 17 85 %
Tidak 3 15 %
Jumlah 20 100 %
Melihat data pada tabel 2 di atas menunjukkan bahwa responden yang menjawab ” Ya” sebanyak 85 % sedangkan yang menjawab ”tidak” sebanyak 15 %. Hal ini berarti bahwa Kepala Sekolah melakukan pengembangan kompetensi guru untuk meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar.
Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Kompetensi Guru
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
2. Ya 13 65 %
Tidak 7 35 %
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan data pada tabel 3 di atas dapat di ketahui bahwa responden yang menjawab ” Ya ” sebanyak 65 %, sedangkan responden yang menjawab ”tidak” sebanyak 35 %. Hal ini menunjukkan bahwa guru melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi yang telah diprogamkan kepada sekolah
Tabel 4
Kegiatan Yang Dilaksanakan Dalam Pengembangan Kompetensi Guru
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
3. Pengarahan / Bimbingan 3 15 %
Diskusi / Seminar 4 20 %
Pelatihan / Work Shop 13 60 %
Jumlah 20 100 %
Melihat data pada tabel 4 tersebut di atas menunjukkan bahwa responden yang menjawab ” pelatihan / Work Shop ” sebanyak 60 % yang menjawab ” Diskusi / Seminar ” sebanyak 20 %, sedangkan yang menjawab ” Pengarahan /
bimbingan ” sebanyak 15 %. Hal ini menunjukkan bahwa pelatihan / Work Shop kegiatan yang dilaksanakan dalam pengembangan kompetensi guru.
Tabel. 5
Keikut sertaan Dalam Penataran / Seminar pendidikan
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
4. Selalu 14 70 %
Sering 4 20 %
Kadang – kadang 2 10 %
Tidak pernah - -
Jumlah 20 100 %
Pada data tabel 5 tersebut di atas menunjukkan bahwa responden yang mengatakan ” Selalu ” sebanyak 70 %, guru tersebut adalah mereka yang menganggap bahwa hal tersebut merupakan layanan yang baik bagi guru untuk mengembangkan dan meningkatkan yang dimiliki, ” Sering ” sebanyak 20 % sedangkan yang menyatakan ” kadang – kadang ” sebanyak 10 %, dan ” tidak pernah ” sebanyak 0 %. Hal ini berarti bahwa Kepala Sekolah selalu mengikitsertakan guru – guru dalam berbagai penataran / seminar pendidikan dalam upaya meningkatkan mutu pembelajaran.
Tabel. 6
Keikutsertaan Guru Dalam Kegiatan Pengembangan Kompetensi No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
5. 1 -3 kali 2 10 %
4 – 6 kali 3 15 %
Lebih dari 6 kali 15 75 %
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan data pada tabel 6 diatas tersebut diatas menunjukkan bahwa responden yang menjawab ” lebih dari 6 kali ” sebanyak 75 %, yang menjawab
” 4 – 6 ” kali ” sebanyak 15 %, sedangkan yang mengatakan ” 1-3 kali ” sebanyak 10 %. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari 6 kali para guru telah mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi yang diprogramkan Kepala Sekolah.
Tabel. 7
Respon Guru – Guru Dalam Mengikuti Pendidikan Dan Pelatihan Yang Diselenggarakan Oleh Sekolah
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
6. Baik 13 65 %
Cukup baik 7 35 %
Kurang baik - -
Jumlah 20 100 %
Dari data tabel 7 diatas menunjukkan bahwa responden yang menjawab ” baik ” sebanyak 65 %, sedangkan ” cukup baik ” sebanyak 35 %, sedangkan yang menjawab ” kurang baik ” sebanyak 0 %. Hal ini berarti bahwa dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan yang di selenggarakan oleh sekolah guru– guru meresponnya dengan baik.
Tabel. 8
Hambatan Dalam Kegiatan Pengembangan Kompetensi
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
7. Selalu 2 10 %
Sering 4 20 %
Kadang – kadang 9 45 %
Tidak pernah 5 25 %
Jumlah 20 100 %
Data pada tabel 8 tersebut diatas menunjukkan bahwa dalam melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi yang diprogramkan Kepala
Sekolah, guru kadang – kadang mengalami hambatan – hambatan. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang menjawab ” kadang – kadang ” sebanyak 45 %, ” tidak pernah ” sebanyak 25 %, ” sering ” sebanyak 20 %, sedangkan yang mengatakan ” selalu ” sebanyak 10 %.
Tabel. 9
Efektivitas Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Kompetensi
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
8 Baik 16 80 %
Cukup baik 4 20 %
Kurang baik - -
Jumlah 20 100 %
Dari data pada tabel 9 tersebut di atas menunjukkan bahwa pelaksanaan kegiatan pengembangan kompetensi yang dilaksanakan oleh guru sesuai yang diprogramkan Kepala Sekolah berjalan dengan baik. Hal ini dapat di lihat dari jawaban responden yang menjawab ” baik ” sebanyak 80 %, ” cukup baik ” sebanyak 20 %, sedangkan ” kurang baik ” sebanyak 0 %.
Tabel. 10
Pemantauan atau Pengawasan
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
9 Selalu 5 25 %
Sering 11 55 %
Kadang – kadang 4 20 %
Tidak Pernah - -
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan data pada tabel 10 tersebut diatas dapat diketahui bahwa responden yang mengatakan ” sering ” sebanyak 55 %, ” selalu ” sebanyak 25 %, sedangkan yang ” kadang - kadang ” sebanyak 20 %, dan ” tidak pernah ”
sebanyak 0 %. Hal ini berarti bahwa selama kegiatan pengembangan kompetensi guru berlangsung Kepala Sekolah sering mengadakan pemantauan atau pengawasan terhadap para guru yang sedang mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi demi tercapainya kegiatan tersebut.
Tabel.11 Evaluasi Belajar
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
10 Selalu 5 25 %
Sering 13 65 %
Kadang – kadang 2 10 %
Tidak pernah - -
Jumlah 20 100 %
Data pada tabel 11 tersebut diatas menunjukkan bahwa setelah kegiatan pengembangan kompetensi dilaksanakan Kepala Sekolah sering mengadakan evaluasi terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan oleh para guru untuk mengukur keberhasilan kegiatan tersebut. Hal ini dapat terlihat dari jawaban responden yang mengatakan ” sering ” sebanyak 65 %, ” selalu ” sebanyak 25 %, ” kadang – kadang ” 10 %, sedangkan yang mengatakan ” tidak pernah ” 0 %.
Tabel. 12 Keberhasilan Kegiatan
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
11. Sangat berhasil 14 70 %
Cukup berhasil 6 30 %
Kurang berhasil - -
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan data pada tabel 12 tersebut diatas dapat diketahui bahwa responden yang mengatakan ” sangat baik ” sebanyak 70 %, sedangkan yang
mengatakan ” cukup baik ” sebanyak 30 %, dan ” kurang baik ” sebanyak 0 %. Hal ini menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan kompetensi guru yang di programkan Kepala Sekolah sangat berhasil sepenuhnya dilaksanakan oleh guru.
Tabel. 13
Implementasi Hasil Pengembangan Kompetensi Dalam Proses Pengajaran No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
12. Selalu 3 15 %
Sering 12 60 %
Kadang – kadang 5 25 %
Tidak pernah - -
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan dari data pada tabel 13 tersebut diatas dapat diketahui bahwa responden yang mengatakan ” sering ” sebanyak 60 %, ” kadang – kadang ”, 25 % sedangkan yang mengatakan ” selalu ” sebanyak 15 %, dan yang mengatakan ” tidak pernah ” 0%. Hal ini menunjukkan bahwa setelah mengikuti berbagai kegiatan pengembangan kompetensi guru yang diprogramkan Kepala Sekolah, guru sering mengimplementasikan hasil yang diperoleh dalam proses pengajaran.
Tabel. 14
Peningkatan Yang Dapat Diimplementasikan Dalam Pembelajaran
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
13. Penyusunan SATPEL / RPR 4 20 %
Dalam melaksanakam metode Pembelajaran 9 45 %
Dalam menggunakan media pembelajaran 5 25 %
Dalam melaksanakan evaluasi & feed back 2 10 %
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan data dari tabel 14 tersebut diatas dapat diketahui bahwa responden yang menjawab ” Dalam melaksanakan metode pembelajaran ”
sebanyak 45 %, yang menjawab ” dalam menggunakan media pembelajaran ” sebanyak 25 %, sedanngkan yang menjawab ” penyusunan SATPEL / RPP ” sebanyak 20 %, dan yang menjawab ” dalam melaksankan eveluasi dan feed back ” sebanyak 10 %. Hal ini dapat menunjukkan bahwa peningkatan yang guru dapat implementasikan dalam pembelajaran adalah melaksanakan metode pembelajaran.
Tabel. 15
Penerapan Metode Pembelajaran
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
14. Metode Ceramah 5 25 %
Metode pemberian tugas 3 15 %
Metode diskusi 8 40 %
Metode tanya jawab 7 20 %
Jumlah 20 100 %
Data pada tabel 15 tersebut diatas menunujukkan bahwa metode atau teknik pembelajaran yang sering diterapkan guru berdasarkan pelatihan yang pernah diikuti dalam proses belajar mengajar adalah metode diskusi. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang mengatakan ” metode diskusi ” sebanyak 40 %, yang mengatakan ” metode ceramah ” sebanyak 25 %, sedangkan yang mengatakan ” metode tanya jawab ” sebanyak 20 %, dan yang mengatakan ” metode pemberian tugas ” sebanyak 15 %.
Tabel. 16
Peningkatan Profesioanlisme Dalam Mengajar
No. Alternatif Jawaban Frekuensi Presentase ( % )
15. Sangat meningkat 2 10 %
Meningkat 10 50 %
Cukup meningkat 8 40 %
Jumlah 20 100 %
Berdasarkan dari tabel 16 tersebut diatas dapat diketahui bahwa responden yang mengatakan ” meningkat ” sebanyak 50 %, yang mengatakan ” cukup meningkat ” sebanyak 40 %, yang mengatakan ” sangat meningkat ” sebanyak 10 % sedangkan yang mengatakan ” kurang meningkat ” sebanyak 0 %. Hal ini menunjukkan bahwa dengan adanya berbagai kegiatan penetaran / seminar pendidikan yang telah diikuti dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam mengajar.
E. Interpretasi Data
Berdasarkan analisis data tersebut penulis dapat interpretasikan bahwa pelaksanaan pengembangan kompetensi guru yang diprogramkan oleh Kepala Sekolah dapat dikatakan berjalan dengan baik. Dimana hal itu dapat terlihat dari jawaban responden yang mengatakan bahwa 80 % guru (selalu & sering) melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi yang telah diprogramkan Kepala Sekolah serta dapat terlihat pula dari jawaban responden yang mengatakan 75 % guru sudah lebih dari 6 kali mengikuti kegiatan pengembangan kompetensi yang diprogramkan Kepala Sekolah 15 % guru mengatakan 4 kali dan 10 % guru mengatakan 1 – 3 kali.
Dalam pengembangan terhadap kemampuan dan keterampilan guru, kegiatan yang terlaksana adalah Kepala Sekolah memberikan pelatihan – pelatihan pendidikan terhadap kemampuan dan keterampilan guru, Kepala Sekolah memberikan wawasan keilmuan yang luas kepada guru dalam merumuskan tujuan – tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar
guru–guru dan Kepala Sekolah memberikan pengetahuan dan keterampilan mengajar kepada guru.
Hal ini dapat terlihat dari jawaban responden dimana 60 % responden mengatakan bahwa Kepala Sekolah sering memberikan pelatihan–pelatihan pendidikan terhadap kemampuan dan keterampilan guru dalam mengajar, didukung pula dengan jawaban responden yang mengatakan 65 % (sering ) bahwa Kepala Sekolah memberikan wawasan keilmuan yang luas kepada guru–guru dalam merumuskan tujuan–tujuan pendidikan dan meningkatkan kemampuan mengajar guru–guru serta dapat dilihat pula dari jawaban responden yang mengatakan 70 % sering bahwa Kepala Sekolah juga memberikan berbagai pengetahuan dan keterampilan mengajar kepada guru.
Adapun pengembangan melalui penataran, kegiatan yang terlaksana adalah Kepala Sekolah mengikut sertakan guru –guru dalam berbagai penataran – penataran / seminar pendidikan sebagai upaya peningkatan mutu, sehingga diharapkan dengan mengikuti berbagai penataran / seminar pendidikan dapat meningkatkan kompetensi para guru. Hal ini dapat terlihat dari jawaban responden dimana 75 % (sering) responden mengatakan bahwa Kepala Sekolah mengikutsertakan guru–guru dalam berbagai penataran / seminar pendidikan, serta dapat dilihat pula dari jawaban responden yang mengatakan 75 % (meningkat) guru merasa bahwa dengan adanya penataran / seminar pendidikan yang telah diikuti dapat meningkatkan kompetensi yang telah dimiliki.
Setelah guru–guru melaksanakan kegiatan pengembangan kompetensi yang diprogramkan Kepala Sekolah kemudian Kepala Sekolah melakukan eveluasi terhadap kegiatan pengembangan kompetensi guru, pada aspek ini yang terlaksana adalah Kepala Sekolah melakukan evaluasi untuk mengukur keberhasilan kegiatan pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan oleh guru dan penerapan hasil yang diperoleh dalam proses pengajaran. Untuk mengetahui sejauh mana hasil yang diperoleh dari kegiatan pengembangan kompetensi guru tersebut Kepala Sekolah melakukan evaluasi terhadap kegiatan – kegiatan yang telah dilaksanakan oleh guru, hal ini dapat dilihat dari jawaban responden dimana 65 % (sering) guru mengatakan bahwa Kepala Sekolah
mengadakan evaluasi terhadap kegiatan tersebut untuk mengukur keberhasilan dan kegiatan pengembangan kompetensi yang telah dilaksanakan oleh guru. Hal ini didukung pula dengan perolehan jawaban responden 50 % responden mengatakan bahwa Kepala Sekolah melakukan pemantauan atau pengawasan terhadap kegiatan pengembangan kompetensi guru tersebut.
Adapun dalam proses pengajaran guru senantiasa mengimplementasikan hasil yang diperoleh oleh kegiatan pengembangan kompetensi yang pernah diikutinya di dalam proses belajar mengajar, hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang mengatakan 70 % guru (sering) mengimplementasikan hasil yang diperoleh dari kegiatan pengembangan kompetensi yang diprogramkan Kepala Sekolah di dalam proses pengajaran serta dapat dilihat pula dari jawaban responden yang mengatakan 60 % guru (sering) menerapkan teknik dan metode pembelajaran berdasarkan pelatihan dan pengembangan di dalam proses belajar – mengajar.
Dari hasil kegiatan evaluasi dapat diketahui bahwa dengan adanya kegiatan pengembangan kompetensi guru yang diprogramkan Kepala Sekolah,