• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.6 Teknik Analisis Data

3.6.1. Teknik Uji Instrumen

Dalam praktek pengukuran, masalah yang pertama kali muncul adalah seberapa jauh suatu alat ukur dapat mengungkapkan gejala atau bagian-bagian gejala yang hendak diukur dengan tepat dan memberikan hasil yang diteliti dan dapat menunjukkan dengan sebenarnya bagian gejala yang akan diukur.

Sebuah alat ukur haruslah terlebih dahulu diestimasikan baik validitas maupun reliabilitasnya. Setelah terestimasi dan memenuhi kriteria yang ditentukan maka alat tersebut baru layak untuk digunakan. Oleh karena itu maka uji instrumen penelitian dilakukan. Tujuannya adalah agar skala-skala yang digunakan dalam penelitian ini akurat dan dapat dipercaya. Uji

instrumen penelitian dilakukan dengan menyebarkan 40 kuesioner kepada 40 karyawan ESQ LC Jakarta.

1. Uji Validitas

Menurut Arikunto (2006), validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu

instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah. Dengan kata lain, apakah alat tersebut dapat mengukur apa yang hendak diukur. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Validitas skala dilakukan dengan mengkorelasikan antar skor masing-masing item dengan skor total. Rumus yang digunakan adalah teknik analisis korelasi product moment dari Pearson. Untuk

perhitungannya peneliti menggunakan rumus Korelasi Product Moment sebagai berikut :

Keterangan :

rxy = Angka indeks korelasi product moment

N = Jumlah responden

∑xy = Jumlah hasil perkalian antara skor x dan y

∑y = Jumlah seluruh skor total

∑x = Jumlah skor item

Uji coba terhadap 66 item dari instrumen Komitmen Organisasi

menghasilkan 49 item yang valid. Sedangkan 17 item lainnya tidak valid. Seluruh item valid digunakan sebagai alat ukur penelitian. Adapun nomor-nomor item valid yang digunakan terdapat dalam tabel dibawah ini.

Tabel 3.3

Revisi Blue Print Skala Komitmen Organisasi

Favorable Unfavorable

1. Kebutuhan Materi 1*,5, 9* 3*, 7, 11 3 2. Pengorbanan yang telah

dilakukan karyawan 13, 17, 21 15*, 19, 23 1 3. Persepsi keuntungan dan

kerugian 25, 29, 33* 27, 31*, 35* 3

4. Ikatan emosi 37*, 41*, 45* 39*, 43*, 47* 6 5. Loyalitas 49, 53*, 57* 51, 55*, 59* 4 6. kesesuaian visi, misi, dan

nilai-nilai 61*, 65*, 64* 62*, 63*, 66* 6 7. Keterlibatan karyawan 60*, 56*, 52* 58*, 54*, 50* 6 8. Tanggung jawab 85*, 89, 93 87*, 91, 95* 3 9. Beban moril 97*, 101*, 105* 99*, 103*, 107* 6 10. Tekanan normatif 109*, 112, 113* 110*, 111*, 114* 5 11. Tekanan internal 100*, 104*, 108* 98*, 102*, 106* 6 49 Jumlah Total Indikator Item Ko m it m e n K e rj a K ont inuans Af e k ti f No rm a ti f

*

item yang valid

Sedangkan uji coba terhadap 48 item dari instrumen orientasi religius menghasilkan 35 item yang valid. Sedangkan 13 item lainnya tidak valid. Seluruh item valid digunakan sebagai alat ukur penelitian. Adapun nomor-nomor item valid yang digunakan terdapat dalam tabel dibawah ini.

Tabel 3.4

Revisi Blue Print Orientasi Religius

Favorable Unfavorable

1. Memperoleh keamanan 88*, 92*, 96* 86*, 90*, 94* 6 2. Mengatasi kebingungan 76*, 80*, 84* 74*, 78, 82* 5 3. Memperoleh perlindungan 64*, 68, 72* 62*, 66, 70 3 4. Memperoleh status dan

pembenahan diri 52, 56*, 60 50, 54*, 58 2 5. Mengesampingkan kebutuhan lain 40, 44*, 48* 38*, 42, 46 3 6. Menyelaraskan antara kepercayaan

dan petunjuk agama 28*, 32*, 36* 30*, 34, 38* 5 7. Berkomitmen dengan apa yang ia

yakini 16*, 20*, 24* 14*, 18*, 22* 6 8. Menginternalisasikan seluruh ajaran

agama ke dalam kehidupan 4*, 8, 12* 2*, 6*, 10* 5 35 Jumlah TOTAL Indikator Item O rien tas i Relig iu s Eks tr in s ik In tr in sik

*

item yang valid

2. Uji Reliabilitas

Saifuddin Azwar (2005) mengatakan bahwa reliabilitas adalah konsistensi atau kepercayaan hasil ukur, yang mengandung makna kecermatan pengukuran, atau dengan kata lain menunjukkan sejauh mana suatu alat ukur dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas skala

dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach adalah sebagai

Keterangan :

α = Koefisisen reliabilitas

Sx2 = Varians skor tes

S22 = Varians skor belahan dua

S12 = Varians skor belahan satu

Uji reliabilitas pada skala orientasi religius dan Komitmen Organisasi dilakukan dengan menggunakan Alpha Cronbach. Dari uji reliabilitas

orientasi religius, diperoleh koefisien sebesar 0, 9016. Sedangkan dari uji reliabilitas skala Komitmen Organisasi, diperoleh koefisien sebesar

0,9405. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa instrumen penelitian ini reliabel untuk digunakan, sesuai dengan kaidah Guilford dan pendapat Azwar (2005) bahwa koefisien reliabilitas dikatakan reliabel adalah yang mendekati 1,00.

3.6.2. Uji Persyaratan

Uji persyaratan adalah penghitungan yang dilakukan sebelum melakukan analisa data yang lebih mendalam. Uji persyaratan yang dilakukan terdiri dari uji normalitas dan uji homogenitas dengan menggunakan bantuan program SPSS versi 11.5.

1. Uji normalitas

Jika data yang dianalisis berskala interval pada umumnya mengikuti asumsi distribusi normal. Namun tidak mustahil suatu data tidak mengikuti asumsi normalitas. Uji normalitas dilakukan untuk membuktikan bahwa sebaran data sudah bisa dikatakan normal atau mendekati normal. Uji normalitas sampel atau menguji normal tidaknya sampel adalah dengan mengadakan pengujian terhadap normal tidaknya sebaran data yang akan dianalisis (Arikunto, 2006). Dengan demikian, uji normalitas data dan uji varians adalah hal yang lazim dilakukan sebelum sebuah metode statistik diterapkan.

Adapun uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji Shapiro-Wilk. Uji Shapiro-Wilk adalah salah satu cara untuk menguji

goodness of fit (keselarasan). Dalam hal ini digunakan untuk menentukan

apakah distribusi frekuensi pengamatan dari suatu variabel secara signifikan berbeda dari yang diharapkan atau distribusi frekuensi teoritis. Sehingga hipotesis statistiknya adalah distribusi frekuensi hasil

pengamatan bersesuaian dengan distribusi frekuensi harapan (teoritis) (Sevilla et.al., 1993). Hasil uji normalitas Shapiro-Wilk dapat dilihat pada Tabel 3.5 berikut:

Tabel 3.5

Uji Normalitas Shaphiro Wilk

Statistic df Sig. Orientasi Religius .964 65 .055 Komitmen Kerja .949 65 .010

Shapiro-Wilk

Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa angka probabilitas untuk skala orientasi religius sebesar 0.055 dengan menggunakan taraf

signifikansi alpha 5%. Dengan demikian diketahui bahwa nilai probabilitas

0.055> 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal. Hal ini juga dapat terlihat dari gambar diagram scatterplot keluaran SPSS versi 11.5.

Gambar 2

Scatterplot Orientasi Religius

150 140 130 120 110 100 3 2 1 0 -1 -2 -3

Gambar di atas memperlihatkan bahwa sebaran data variabel orientasi religius berada di sekitar garis uji yang mengarah ke kanan atas. Dengan demikian, data tersebut dapat dikatakan normal.

Sedangkan hasil uji normalitas pada skala Komitmen Organisasi diperoleh angka probabilitas sebesar 0,010 dengan taraf signifikansi alpha 5%.

Dengan demikian diketahui bahwa nilai probabilitas 0.010 < 0.05, maka dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi tidak normal.

Gambar 3

Scatterplot Komitmen Organisasi

200 180 160 140 120 100 80 60 3 2 1 0 -1 -2 -3

2. Uji homogenitas

Tabel 3.6

Test of Homogenity of Variance

Levene

Statistic df1 df2 Sig.

Orientasi Religius Based on Mean .756 1 63 .388

Based on Median .273 1 63 .603

Based on Median and

with adjusted df .273 1 57.192 .603 Based on trimmed mean .584 1 63 .447 Komitmen Organisasi Based on Mean 1.035 1 63 .313 Based on Median 1.124 1 63 .293

Based on Median and

with adjusted df 1.124 1 53.772 .294

Based on trimmed

mean 1.009 1 63 .319

Hasil penghitungan uji homogenitas terhadap variabel Orientasi Religius dihasilkan signifikansi probabilitas sebesar 0,388. Sementara signifikansi probabilitas yang dihasilkan pada variabel Komitmen Organisasi adalah sebesar 0,313. Karena nilai signifikansi probabilitas yang didapat pada kedua variabel > 0,05, maka sampel yang dipergunakan dalam penelitian ini berasal dari populasi yang homogen.

3.6.3. Uji Hipotesis

Teknik uji hipotesis yang dipergunakan dalam peneltiian ini adalah teknik uji korelasi Spearman rho. Teknik uji korelasi ini dipergunakan sebab setelah dilakukan penghitungan uji normalitas dikatehui bahwa data yang terkumpul berdistribusi tidak normal. Adapun formula teknik korelasi spearman rho adalah sebagai berikut;

Keterangan:

rho = koefisien korelasi spearman yang dicari

D = perbedaan skor antara dua kelompok pasangan

N = jumlah kelompok

1 dan 6 = bilangan konstan

Dokumen terkait