• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

F. Teknik Analisis Data

Patton (Moleong, 2010:280) mengatakan bahwa analisis data merupakan mengatur urutan data mengorganisasikan ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Data yang sudah dikumpulkan dianalisis menurut langkah-langkah berikut:

2. Mendeskripsikan data yang berhubungan dengan latar tempat, latar waktu dan latar sosial.

3. Mengklasifikasikan data melalui tuturan yang dapat diabstraksikan sebagai data latar tempat, latar waktu dan latar sosial pada novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman.

4. Menginterpretasikan data berdasarkan hubungan sebab-akibat ucapan dan penokohan tokoh utama.

2) Menganalisis data hasil inventarisasi untuk mendapatkan fungsi latar dalam novel.

TEMUAN PENELITIAN

Pada bab ini akan dijelaskan tentang temuan, analisis data, dan pembahasan. Temuan data dalam penelitian ini yaitu data-data yang berhubungan dengan analisis latar yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman. Setelah itu, dilakukan analisis data yang terdapat temuan data dengan mengaitkan dengan teori yang dijelaskan pada bab II. Setelah data dianalisis, maka dilakukan tahap pembahasan.

1) Temuan latar yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman

Bedasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka latar yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman ini berjumlah empat puluh sembilan (49) data. 1) latar tempat berjumlah 17, 2) latar waktu berjumlah 27, dan 1) latar sosial berjumlah 20. Penjelasannya dapat dilihat pada temuan data berikut ini.

Latar Tempat

Tidak semua latar tempat digarap secara teliti dalam berbagai fiksi. Pada sebuah karya tertentu penunjukan latar hanya sekedar sebagai latar, lokasi hanya sekedar tempat terjadinya peristiwa-peristiwa, dan kurang mempengaruhi perkembangan alur dan tokoh. Misalnya nama-nama tempat tertentu sekedar disebut: Jakarta, hotel, Yogyakarta, Malioboro, dan lain sebagainya, sehingga nama-nama itu dapat diganti dengan nama-nama lain. Latar tempat itu mengisyaratkan bahwa terjadi peristiwa yang bisa dilakukan subjek/pelaku. Latar tempat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman ditemukan sebanyak

Pertama, latar tempat “Rumah Sakit” yaitu adanya ruangan operasi, ruang inap, ruang tunggu, dan lain-lain. Di Rumah Sakit ada dokter yang selalu siap siaga, rekan medis dan beberapa perawat. Kedua, tangga “Halte Transjakarta”, tempat pemberhentian orang yang akan pulang dari kantor atau pergi di luar rumah. seperi karyawan buruh pabrik, Guru, Karyawan Swasta dan tentunya Elisa sendiri. Halte ini sangat penting bagi masyarakat sebelum bepergian dan juga tempat istirahat sejenak setelah bekerja sebelum pulang. Ketiga, “Monumen Nasional”, yaitu tempat bersejerah yang didirikan oleh Presiden Soekarno dan gedung kemerdekaan, Bundaran Hotel Indonesia, Kantor Gubenur Jakarta, kantor Komisi Pemilihan Umum dan beberapa tempat lainnya yang pernah di singgahi oleh Tokoh Elisa Untuk bertemu dengan sang Idolanya Joko Widodo. Semua tempat tersebut hanya berhenti sehingga beberapa saat saja ketika tokoh ingin bertemu dengan tokoh idolanya yaitu Ir. Joko Widodo Presiden RI.

2. Latar Waktu

Latar waktu berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah “kapan” tersebut biasanya dihubungkan dengan peristiwa sejarah. Pengetahuan dan persepsi pembaca terhadap waktu sejarah itu kemudian dipergunakan untuk mencoba masuk ke dalam suasana cerita, apakah berupa penanggalan, penyebutan peristiwa bersejarah, penggambaran situasi malam, siang, sore, dan lain-lain. Misalnya, senin, sekarang, 16 Desember, pada zaman dahulu, atau pada pukul 13.00 WIB. Semua itu merupakan berbagai keterangan tentang latar waktu. Latar waktu dalam

tujuh (27) data. Pertama, latar waktu yaitu dengan kata-kata “Sebulan”. Waktu dijelaskan tokoh dalam novel merupakan 30 kalau dihitung dengan hari. Kedua, waktu yang dijelaskan tokoh dalam novel merupakan waktu, pagi hingga siang hari. Waktu itu dijelaskan secara rinci dan diurai di dalam novel ini. Ketiga, keesokan paginya, kejadian semalam, tiga hari kemudian, Malam itu, empat bulan, dan waktu terperinci juga di gunakan seperti pukul 13.30 WIB. Tangal 28 September.

3. Latar Sosial

Latar sosial menyaran pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehidupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks. Ia dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan, pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap, dan lain-lain. Latar sosial juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan, misalnya rendah, menengah, dan atas.

Latar sosial dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman ditemukan sebanyak dua puluh (20). Pertama, latar sosial dapat meyakinkan dan menggambarkan suasana kedaerahan tertentu melalui kehidupan sosial masyarakat seperti acara Car Free Day. Kegiatan ini diadakan untuk memberikan ruang dan waktu bagi warga agar menikmati suasana tanpa polusi. Kedua, adanya keyakinan dalam diri Elisa untuk berobat seperti saya juga minum ramuan yang konon sangat bagus untuk penderita stroke. Ketiga, adanya sikap dan pandangan

Jika saya yang sudah tua telah terlanjur salah asuh, sebelum terlambat untuk mendidik yang masih muda-muda. Latar sosial terlihat jelas dari peristiwa yang dialami oleh tokoh dan beberapa tokoh cara berpikir, sikap dan keyakinan, cara tokoh meyakini sesuatu, nilai dan norma sosial, cara tradisi/kebiasaan hidup. B. Analisis Latar yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa

Herman

Berdasarkan temuan data yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman dilakukan analisis data. Data yang dianalisis tersebut berupa latar tempat, waktu dan sosial. Data ini dianalisis berdasarkan yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman. Berikut ini paparan analisis data analisis latar yang terdapat dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman.

b. Latar tempat dalam Novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman Pelukisan tempat tertentu dengan sifat khasnya secara rinci biasanya menjadi bersifat kedaerahan atau berupa pengangkatan suasana daerah. Pengangkatan suasana kedaerahan, sesuatu yang mencerminkan unsur warna kedaerahan yang menyebabkan latar tempat menjadi unsur yang dominan dalam karya yang bersangkutan. Tempat menjadi sesuatu yang bersifat khas, tipikal, dan fungsional. (Nurgiyantoro, 2010:316). Latar akan mempengaruhi pengaluran dan penokohan, dan karenanya menjadi koheren dengan cerita secra keseluruhan. Sifat kedaerahan tak hanya ditentukan oleh rincinya deskripsi lokasi, melainkan terlebih harus didukung oleh sifat kehidupan sosial masyarakat penghuninya. Dengan kata lain, latar sosial, latar spiritual justru lebih menentukan ketipikalan

keseluruhan terdapat beberapa latar tempat. Setelah dilakukan penelitian terdapat latar dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman. Latar tempat itu mengisyaratkan bahwa terjadi peristiwa yang bisa dilakukan subjek/pelaku. Berikut dijelaskan latar tempat dalam novel Menggapai Mentari.

Data No. 2

Bulan pertama, saya berpergian dengan taksi. Setelah sebulan terlewati, kondisi saya berangsur pulih, saya mulai naik Transjakarta atau kendaraan umum. Pada saat saya melangkah menaiki tangga Halte Transjakarta, napas saya mulai tersengal. Pikiran negatif mulai simpang-siur di benak Elisa. (Herman, 2016: 21)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu tangga Halte Transjakarta dan taksi. Tangga Halte Transjakarta merupakan tempat pemberhentian mobil Transjakarta. Tokoh Elisa sering berhenti di tangga halte Transjakarta sebelum memasuki bus. Alat transportasi tersebut merupakan alat transportasi yang paling cepat saat itu, sebab ada rute tersendirinya. Halte itu juga banyak yang berjualan makanan ringan sambil menunggu mobil angkutan datang. Elisa dan beberapa karyawan swasta menunggu di Halte. Halte itu juga jalan alternatif menghilangkan capek setelah bekerja seharian sebab di sana ada kursi yang nyaman untuk duduk. Tokoh Elisa biasanya berhenti di Halte sebelum berpergian, seperti karyawan dan pengajar. Elisa cenderung beristirahat jika sudah letih mencari Jokowi. Selanjutnya peristiwa latar juga terlihat pada saat kunjungan ke Monas. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

“Demi menurunkan kadar kolesterol, saya memutuskan untuk mulai olahraga. Olahraga yang paling mudah dan murah adalah lari pagi. Saya memutuskan untuk lari pada minggu pagi saat Car Free Day di Jakarta cukup panjang dari Bundaran Senayan sampai Monumen Nasional (monas), pagi hingga siang hari. Dengan berjalan waktu serta semakin padatnya masyarakat yang berolahraga di sana, lokasi Car Free Day pun ditambah. Bisa berolahraga di lingkungan yang tenang bersih, segar, dan bebas polusi di Kota Metropolitan yang senantiasa hiruk-pikuk merupakan suatu kebahagiaan yang tak terperi bagi saya. (Herman, 2016: 22)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari latar tempat tersebut merupakan peristiwa yang ada dan benar-benar terjadi. Monumen Nasional adalah lambang negara Indonesia. Monumen itu juga melambangkan berdirinya bangsa Indonesia. Monumen Nasional berdiri di bawah pemerintahan Presiden Soekarno. Disini terlihat tokoh Elisa berolahraga di Monumen Nasional demi menurunkan kadar kolestrol. Tokoh Elisa memutuskan untuk lari pagi di bundaran senayan sampai Monas. Monumen ini adalah lambang Ibu Kota dan sekaligus tanda bahwa bangsa ini berdiri kokoh. Hal itu terlihat pada kutipan “Bundaran Senayan sampai Monumen Nasional (monas), pagi hingga siang hari”. Monumen ini selain lambang Ibu Kota juga lambang Ibu Kota negara yang banyak di kunjugi atau tempat favorit keluarga ketika berlibur. Di sini adalah tempat olahraga yang sering dikunjungi Elisa setiap minggu. Selanjutnya peristiwa tempat terjadinya terjadi di rumah sakit. Hal itu terlihat sebagai berikut.

Data No. 7

Awal mulanya, saya merawat Jacky bersama sahabat Elisa. Ketika itu, ia baru pulang dari Rumah Sakit setelah operasi jantung dan menderita stroke yang kedua kali. (Herman, 2016: 28)

Menggapai Mentari yaitu latar “rumah sakit” merupakan tempat dimana tokoh bersama tokoh lain berada di rumah sakit. Di rumah sakit biasanya terdapat ruangan operasi, ruang inap, ruang tunggu. Disini terlihat bahwa tokoh Elisa berda di Rumah Sakit untuk mendampingi pasiennya yang sakit Stroke. Rumah sakit juga merupakan segala tempat untuk memeriksa kesehatan pasien. Tokoh utama yaitu Elisa dengan tokoh lain sedang berada di rumah sakit, karena merawat temannya. Elisa biasanya ke rumah sakit bila penyakit pertigonya kambuh. Elisa tidak akan ke rumah sakit kalau tidak ada yang sakit. Elisa tahu bahwa tempat rumah sakit merupakan tempat yang sangat menghantui pemikirannya. Selanjutnya, peristiwa tempat juga terlihat pada keberadaan tokoh di sebuah tempat yaitu apartemen yang digunakan sebagai tempat istirahat. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 11

saya sempat bingung dan takut untuk merawat dia di rumah dalam kondisi seperti itu. Setelah beristirahat selama 30 menit di lobi gedung itu, akhirnya dengan berat hati, kami pun membawanya pulang. Sesampainya di Apartemen, saya mulai mencatat semua hasil tekanan dan gejala apa saja yang terlihat selama lima hari dia berada di rumah. (Herman, 2016: 40)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu di apartemen dan lobi gedung. Apartemen merupakan tempat istirahat, fungsinya sama dengan rumah, dan hotel. Namun, yang berbeda dengan apartemen adalah fasilitasnya. Disini terlihat tokoh sedang beristirahat di lobi Apartemen. Apartemen biasanya lebih mahal, baik penjualannya maupun penyewaannya. Apartemen biasanya di sewa perbulan, dan biayanya rata-rata di

“Setelah beristirahat selama 30 menit di lobi gedung itu. Lobi gedung biasanya dilengkapi dengan berbagai perangkat meja dan kursi, yang berfungsi sebagai ruang duduk atau ruang tunggu. Sebelum berangkat ke apartemen, Elisa beristirahat terlebih dahulu di lobi gedung. Kegiatan Elisa selama lima hari di rumah yang terdapat di dalam kutipan yaitu mencatat semua hasil tekanan dan gejala apa saja yang terlihat dengan pasiennya itu.

Selanjutnya, peritiwa latar tempat juga terlihat pada peristiwa berkumpulannya tokoh utama dengan teman-temannya di warung dekat Universitas Indonesia. Warung tersebut merupakan tempat biasa beristirahat dan diskusi tokoh dengan teman-teman dekatnya. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 13

“Mulanya, satu kelas berisi sekitar 17 murid. Akhirnya yang melaju hanya tinggal tiga orang: saya, Lena, dan Kathy. Kerena tinggal bertiga, kelas kami pun tidak bisa dilanjutkan. Namun, kami masih kerap berkumpul melepas rindu di warung samping Universitas Indonesia atau restoran di mal. Lama-kelamaan hanya sesekali kami bertemu karena terpisah benua. Kami berkumpul jika sama-sama pulang ke Indonesia, di Plaza Senayan, Jakarta untuk melepas rindu. (Herman, 2016: 47)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu ketika Elisa berkumpul di warung samping Universitas Indonesia dan restoran di mal. Artinya Warung tersebut merupakan tempat berkumpul Elisa bersama teman-temannya untuk melepas rindu. Selain di warung samping Universitas Indonesia, tokoh Elisa dan teman-temannya juga berkumpul di restoran di mal. Restoran adalah tempat menjual menu makanan dan minuman dengan pelayanan yang baik dalam sebuah bangunan dengan standar tertentu yang

latar tempat juga terlihat ketika tokoh pergi ke arah Senayan dari semanggi dan terakhir Elisa berada kearah Bundaran Hotel Indonesia. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 17

“Sebagai catatan, setelah kena serangan vertigo saya selalu ditemani putra saya berlari dari Semanggi ke arah Senayan pada Car Free Day. Tetapi, karena kali ini putra saya tidak bisa menemani saya mencoba berlari ke arah yang berlawanan. Saya ingat betul pagi itu, Minggu 15 Desember 2013 sekitar pukul 07.15, saya berlari sendirian ke arah Bundaran Hotel Indonesia Kempinski. (Herman, 2016: 59-60)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari karya Elisa Herman. Ketika tokoh menjelaskan latar tempat yang disinggahi yaitu semanggi, Senayan dan Bundaran Hotel Indonesia. Artinya setelah terkena serangan penyakit vertigo, tokoh Elisa selalu ditemani putranya pada kegiatan Car Free Day pada hari minggu. Tetapi, karena putranya tidak bisa menemani, akhirnya tokoh Elisa berlari sendirian ke arah Bundaran HI. Bundaran HI merupakan tempat yang berada persis di persimpangan jalan depan Hotel Indonesia, di Jakarta Pusat. Disitu terdapat monumen patung Selamat Datang khusus dibangun untuk menyambut kontingen duta olahraga pada pesta Asian Games tahun 1962. Sekarang Bundaran HI menjadi tempat strategis di Ibu Kota bagi para demonstrans untuk menyuarakan aspirasi serta membentangkan segala bentuk poster dan spanduk saat berunjuk rasa. Selanjutnya, peritiwa latar tempat juga terlihat ketika tokoh berada di Mal. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 21

“Tiba di Mal, saya bergegas mencari apa yang sedang saya butuhkan. Akhirnya setelah mencari ke sana-kemari sekitar pukul 17.00, saya menemukan tempat isi ulang dan catrige baru di Mal.

perjalanan pulang dari mal, saya sempat menanyakan alamat kantor Bapak Joko Widodo kepada pengemudi taksi yang saya tumpangi. Paginya sekitar pukul 06.30, saya langsung berangkat ke kantor Gubernur di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9 sesuai keterangan pengemudi taksi kemarin. (Herman, 2016: 64)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu ketika Elisa berada di Mal dan kantor Gubernur di Gedung Balai Kota Provinsi DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan No.8-9. Mal adalah tempat pusat perbelanjaan dengan arsitektur berupa bangunan tertutup dengan suhu yang diatur. Umumnya mal memiliki tiga lantai. Biasanya di mal, lebih lengkap dibandingkan dg tempat perbelanjaan yang lain. Serta memberikan kenyamanan dan keamanan berbelanja bagi pengunjung. Di mal ini tokoh Elisa sedang mencari tempat isi ulang catrige baru. Sementara Kantor Gubenur merupakan tempat kepala pemerintahan wilayah. Tempat ini adalah tempat yang akan dikunjungi tokoh Elisa untuk bertemu dengan tokoh idolanya Bapak Jokowi. Selanjutnya, peritiwa latar tempat juga terlihat ketika Elisa dari Salemba menuju jalan Merdeka Barat. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 29

“Pukul 10.45, saya pun bertolak dari Salemba ke tempat tujuan saya di jalan Medan Merdeka Barat. Saya sengaja berangkat lebih awal, ada waktu luang untuk menenangkan diri sebelum bertemu dengan beliau karena lokasi tujuan saya, paling lama ditempuh dalam waktu 20 menit. (Herman, 2016: 86)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu Salemba dan di jalan Medan Merdeka Barat. Artinya latar tempat di gambarkan yaitu “dari Salemba ke tempat tujuan Elisa di jalan Medan Merdeka Barat”. Salemba adalah nama sebuah kawasan di kecamatan

yang terletak di daerah tersebut. beberapa gedung yang dekat di daerah ini adalah Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Jalan Merdeka Barat adalah nama salah satu jalan di Jakrta yang mengelilingi kawasan Monas dan termasuk dalam wilayah Civic Center. Sebagian jalan ini dilalui oleh Transjakarta. Tujuan Elisa datang kesini adalah untuk bertemu dengan Bapak Jokowi. Sela- njutnya peristiwa latar juga terlihat penggambarannya ketika Elisa berada di kantor Kemenkes RI. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 30

“Siang itu, dengan semangat berpijar saya berangkat ke kantor Kemenkes RI di jalan Percetakan Negara untuk berjumpa dengan Bapak Dirjen. Jadwal saya untuk bertemu beliau pada pukul 13.00. Tetapi, karena saya tiba lebih awal, pukul 12.00 dan kebetulan beliau sedang kosong, saya langsung dipersilahkan masuk. Pukul 13.00. (Herman, 2016: 92)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat kejadian tokoh yang berada di kantor kemenkes. Kantor itu merupakan kantor pusat kesehatan Indonesia. Disana dihuni oleh menteri-menteri yang telah di tunjuk presiden untuk melakukan tugasnya yaitu memantau dan memberikan keputusan apa saja yang berkaitan dengan kesehatan seluluruh masyarakat Indonesia. Elisa ke kantor tersebut mencari Joko Widodo sosok idola yang sangat ia kagumi. Selanjutnya, Elisa juga pergi ke tempat lain. Kali ini ia pergi ke kantor KPU. Hal itu terlihat sebagai berikut.

Data No. 32

“Siang itu, 29 Mei 2014, saya tiba di kantor KPU lebih awal dari jadwal, masih lengang. Di pintu masuk saya sempat dicegat. “Ibu

bertanya. (Herman, 2016: 115)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang disajikan oleh Elisa terlihat jelas bahwa Elisa sekarang mengunjungi sebuah tempat yang bernama KPU. KPU merupakan sebuah singkatan dari Komisi Pemilihan Umum. KPU merupakan kantor pusat dimana kantor itu berfungsi memutuskan kepala daerah atau presiden dari hasil pemilihan umum oleh warga negara Indonesia. Kantor KPU juga mempunyai tugas selain harus independen, juga terbuka mengenai informasi tentang pemilihan umum. KPU tugas biasanya memutuskan tentang pemilihan Presiden melalui KPU Daerah. Selanjutnya, peristiwa latar tempat juga diperlihatkan oleh tokoh Elisa ketika tokoh pergi ke posko di sebelah bundaran Hotel Indonesia. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 33

“saya terdiam. Pantasan tadi pagi ketika saya berhenti di posko depan Menara BCA, suara hati sempat mengingat kisah pertama kali saya bertemu Jokowi di depan pos polisi Bundaran HI. (Herman, 2016: 126)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu ketika Elisa berada di depan pos polisi Bundaran HI. Bundaran HI merupakan singkatan dari tempat Bundaran Hotel Indonesia. Hotel ini termasuk salah satu hotel tertua di Indonesia. Semenjak Jakarta bernama Batavia dulunya. Tokoh berada di dekat pos polisi di Bundaran HI. Pos polisi ini merupakan tempat penjagaan polisi jika ada sesuatu yang terjadi di Bundaran Hotel Indonesia. Sebab, di tempat ini sering terjadi demo dan kampanye tentang pemilihan Presiden atau menjatuhkan Presiden seperti peristiwa 98. Selanjutnya,

berikut.

Data No. 39

Benar, begitu tiba di halte GBK semua penumpang turun dan tangga halte Transjakarta sontak penuh sesak. Bahkan, untuk jalan keluar dari tangga halte orang harus mengantre panjang. Selepas dari tangga, saya semakin terpesona melihat orang-orang lalu-lalang di sekitar GBK. (Herman, 2016: 158)

Berdasarkan data di atas, terlihat latar tempat yang terjadi di dalam novel Menggapai Mentari yaitu ketika Elisa tiba di halte GBK dan tangga halte Transjakarta. Halte ini merupakan tempat pemberhentian sebelum seseorang pergi menggunakan Transjakarta. Halte Transjakarta di desain berbeda dari halte angkutan umum lainnya. Halte di sediakan tempat penyebrangan yang biasanya terletak dekat lampu lalu lintas atau dibuat zebra cross. Di dalam halte disediakan tempat duduk, tempat sampah, papan informasi mengenai rute Transjakarta, dan lain-lain. Artinya, tokoh yang berada di tangga Halte menyaksikan orang-orang lalu-lalang di sekitar GBK. Selanjutnya peristiwa terjadi pada Elisa adalah untuk mencari identitas Pak Jokowi hal itu terlihat dengan tempat yang disinggahinya di depan istana merdeka. Hal itu terlihat pada kutipan berikut.

Data No. 43

Dokumen terkait