Bab III Metodologi Penelitian
3.4 Teknik Analisis Data
Pada penelitian ini, untuk menguji hipotesis peneliti menganalisis dengan analisis regresi linier berganda dengan terlebih dahulu menguji dengan uji validitas dan uji reliabilitas serta peneliti menguji dengan uji asumsi klasik yang terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas. Rumusan persamaan regresi linier berganda (Sudarmanto:2005) adalah sebagai berikut:
Y = a + b1X1 + b2X2 + …. + bnXn + e
Dari rumus tersebut, maka persamaan regresi berganda yang akan dianalisis dalam penelitian ini, yaitu:
Rumus 3.1
Persamaan Regresi Linier Berganda Y = a + b1X1 + b2X2 + e
Keterangan:
Y = Keputusan Pembelian X1 = Green Advertising X2 = Desain Produk e = Standar eror
16
BAB IV
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
Proses penelitian dilakukan dengan membagikan kuisioner kepada 200 responden.
Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah mengkonsumsi air mineral ADES.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh karakteristik pribadi terhadap keputusan pembelian air mineral ADES.
4.1 Gambaran Karakteristik Responden
Responden dalam penelitian ini adalah konsumen yang pernah mengkonsumsi ADES.
Berdasarkan kuisioner yang dibagikan pada kosnumen, maka akan disajikan mengenai karakteristik responden yang dibuat untuk memberikan gambaran umum tentang reaponden yang merupakan konsumen air mineral ades.
Gambaran umum karakteristik responden dikategorikan berdasarkan usia, jenis kelamin, dan pekerjaan. Berikut ini tampilan data dari masing-masing karakteristik responden.
4.1.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Karakteristik responden konsumen air mineral ades berdasarkan usia disajikan dalam tabel 4.1 sebagai berikut:
Tabel 4.1 Karakteristik Responden Berdasarkan Usia
Usia Jumlah Responden Persentase (%)
< 20 tahun 63 31,5%
20 – 30 tahun 88 44%
> 30 tahun 49 24.5%
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
17
Tabel 4.1 diatas dapat diperoleh gambaran bahwa 200 responden yang membeli air mineral ades sebagian besar berusia 20 – 30 tahun yaitu 88 orang (44%) merupakan konsumen air mineral ades paling besar dari keseluruhan responden. Pada urutan kedua pada usia < 20 tahun yaitu 63 orang (31,5%) merupakan konsumen air ades yang cukup besar.
4.1.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Karakteristik responden konsumen air mineral ades berdasarkan jenis kelamin disajikan dalam tabel 4.2 sebagai berikut:
Tabel 4.2 Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
Jenis Kelamin Jumlah Responden Persentase
Laki-Laki 91 45,5%
Perempuan 109 54,5%
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan tabel 4.2 ditas karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin terdapat jumlah terbanyak yaitu 109 (54,5%) responden yaitu perempuan, sedangkan responden laki-laki hanya 91 responden (45,5%).
4.1.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Karakteristik responden konsumen air mineral ades berdasarkan pekerjaan disajikan dalam tabel 4.3 sebagai berikut:
Tabel 4.3 Karakteristik Responden Berdasarkan Pekerjaan
Pekerjaan Jumlah Responden Persentase
Pelajar / Mahasiswa 96 48%
Pegawai Swasta 47 23,5%
Pegawai Negri 7 3,5%
18
Wiraswasta 27 13,5%
Lainnya 23 11,5%
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan pada tabel 4.3 diatas menunjukkan bahwa sebagian pekerjaan responden adalah 96 (48%) orang merupakan pelajar / mahasiswa. Paling sedikit jumlah responden adalah 7 responden (3,5%) merupakan pegawai negri.
4.2 Pengujian Validitas dan Reliabilitas
Untuk mendukung hasil penelitian maka item pertanyaan dari instrument akan dilakukan uji validitas dan reliabilitas.
4.2.1 Uji Validitas
Pengujian validitas pada penelitian ini dilihat dari pendekatan dengan menghitung korelasi antara skor item dengan skor total item yang merupakan uji validitas instrument.
Apabila hasil perhitungan r hitung > r tabel (Imam Ghozali dalam Dyah Ayu Anisha Pradipta, 2012:41), maka kuisioner dikatakan valid adalah dengan tingkat signifikansi 0,05, df = 197 dan r tabel 0,139.
Tabel 4.4 Uji Validitas Data
No. Variabel Indikator
Empirik
r hitung r tabel Keterangan
1. Green Advertising X1_1 0,601 0,139 Valid
X1_2 0,712 Valid
X1_3 0,734 Valid
X1_4 0,755 Valid
2. Desain Produk X1_1 0,425 Valid
X2_2 0,703 Valid
X2_3 0,815 Valid
19
X2_4 0,795 Valid
3. Keputusan Pembelian Y_1 0,795 Valid
Y_2 0,765 Valid
Y_3 0,885 Valid
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan data yang telah diolah dari semua indikator empirik dinyatakan valid, hal ini dikarenakan semua indicator empiric mempunyai nilai r hitung > r tabel untuk sampel sebanyak 200 orang pada tingkat signifikansi 5%, maka kuisioner dikatakan valid adalah dengan tingkat signifikansi 0,05, df = 197 dan r tabel 0,139. Nilai r hitung pada tabel 4.4 diatas menunjukkan bahawa semua indikator tersebut adalah valid.
4.2.2 Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas ini menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha untuk mengetahui bahwa instrument ynag digunakan reliable. Suatu instrument dikatakan reliable bila koefisien Cronbach’s Alpha > 0,60 (Arikunto, 2002:171).
Tabel 4.5 Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Green Advertising 0,652 Reliabel
Desain Produk 0,636 Reliabel
Keputusan Pembelian 0,737 Reliabel
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan hasil uji reliabiltas perhitungan pada tabel diatas dengan nilai Cronbach’s Alpha dengan nilai variabel green advertising sebesar 0,652 , variabel desain produk sebesar 0,636 sedangkan variabel keputusan pembelian sebesar 0,737, Keseluruhan nilai Cronbach’s Alpha diatas 0,60 sehingga indikator empirik dari keseluruhan variael dinyatakan reliable sehingga untuk selanjutnya item-item pada konsep variabel sebagai alat ukur.
20 4.3 Uji Asumsi Klasik
4.3.1 Uji Normalitas
Tabel 4.6 Uji Normalitas Data Variabel
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Pengujian Normalitas dalam penelitian ini menggunakan uji kolmogorov-smirnov dengan cara membandingkan p-value dengan tingkat signifikansi alpha 0,05.
Jika p-value > 0,05, maka unstandardized residual terdistribusi normal. Uji normalitasnya dilakukan terhadap residual dari regresi (Imam Gozhali, 2001). Dilihat dari tabel nilai signifikansinya lebih besar dari nilai taraf signifikansi 0,05, maka residual terdistribusi normal.
4.3.2 Uji Multikolinearitas
Pengujian ini dilakukan berdasarkan nilai VIF untuk mengetahui ada atau tidaknya gejala multikolinearitas dari hasil output regresi. Apabila nilai VIF > 10 dikatakan adanya gejala multikolinearitas (Imam Ghozali, 2001).
Tabel 4.7 Uji Multikolinearitas
Variabel VIF
Green Advertising 1,037
Desain Produk 1,037
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Dari hasil analisis diatas menunjukkan adanya nilai VIF > 10. Hal ini berarti ada gejala multikolinearitas yang berarti bahwa semua variabel dapat digunakan sebagai variabel yang saling independen.
21 4.3.3 Uji Heteroskedastisitas
Untuk mengetahui ada tidaknya Heteroskedastisitas dengan menggunakan uji Park.
Dikatakan tidak terjadi heteroskedastisitas apabila t hitung < t tabel atau sig.t > 0,05 (Imam Ghozali, 2001). Berdasarkan tabel 4.8 dapat diketahui sig.t 0,106 > 0,05 hal ini
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014) 4.4 Analisis Regresi Linier Berganda
Setelah melakukan uji asusmi klasik regresi berganda terpenuhi maka interpretasi terhadap hasil analisis regresi linier berganda dapat dilakukan. Adapun output hasil analisis regresi linier berganda untuk mengetahui pengaruh karakteristik pribadi terhadap keputusan pembelian air mineral ades.
Tabel 4.9 Hasil Analisis Regresi Linier Berganda
Coefficientsa
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
22
Dari hasil analisis regresi berganda dapat disusun persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 15,176 + ( -0,086 X1) + (- 0,190X2) + e
Dari hasil persamaan regresi linier diatas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
1. Variabel Green Advertising (X1) mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) sebesar -0,086 dengan nilai signifikansi 0,155 > 0,05. Variabel Green Advertising (-0,086). Sehingga, hasil ini berbeda dengan penelitian yang ada, yaitu rendahnya pengetahuan yang ditampilkan melalui iklan yang ditampilkan tidak dapat membujuk konsumen atau belum terlalu besar untuk terpengaruh dalam memutuskan pembelian terhadap produk ades berdasarkan iklan hijau yang ditampilkan. Responden menganggap penyampaian iklan yang tidak menarik perhatian konsumen dan kurangnya respom konsumen pada iklan yang ditampilkan, hal ini akan menurunkan tingkat minat konsumen terhadap keputusan pembelian. Hal ini dijelaskan jika setiap variabel bebas (X1) turun, maka akan berpengaruh pada penurunan keputusan pemebelian ades. Dari hasil penelitian yang sebelumnya menyatakan hasil yang sama yaitu hasil tidak signifikan antara iklan terhadap keputusan pembelian. Penelitian yang berjudul Pengaruh Green Advertisng Terhadap Persepsi Tentang Green Brand Dan Keputusan Pembelian (Survei Pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Administrasi Angkatan 2010/2011 Universitas Brawijaya Konsumen Air Minum Kemasan Merek Ades). Berdasarkan hasil penelitian tersebut diketahui nilai t-hitung adalah 0,910 dengan nilai signifikan sebesar 0,365 > 0,05 yang berarti bahwa iklan (X1) memiliki pengaruh yang tidak signifikan terhadap keputusan pembelian.
2. Variabel Desain Produk (X2) mempunyai pengaruh yang negatif dan tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian (Y) sebesar -0,190 dengan nilai signifikansi 0,004 <
23
0,05. Hal ini belum membuktikan responden ketika memilih produk ades. Desain produk ades yang ditampilkan melalui pemilihan warna hijau, pemilihan nama produk ades, informasi sesuai isi pesan produk peduli lingkungan, serta kemasan yang dapat diremukkan hal ini belum cukup membujuk minat bagi repsonden untuk memutuskan pembelian terhadap produk ades. Responden cenderung pada pemilihan kualitas airnya dan harga yang cukup terjangkau. Responden menganggap bahwa desain produk ades yang ditawarkan adalah desain produk yang biasa dan tidak menarik minat konsumen untuk membeli ades berdasarkan desain produk ades yang ditampilkan Hal ini dijelaskan jika setiap variabel bebas (X2) turun, maka akan berpengaruh pada penurunan keputusan pembelian ades. Hasil penelitan yang dilakukan oleh Komari Fitriah (2009) berjudul “Kontribusi Inovasi dan Citra Produk Terhadap Keputusan Pembelian Serta Dampaknya Terhadap Loyalitas Konsumen, Pada Pengguna Telepon Seluler Nokia. Terdapat pengaruh langsung inovasi (X1) terhadap loyalitas konsumen (Y2) sebesar 0,18 dan pengaruh tidak langsung melalui keputusan pembelian (Y1) sebesar 0,8026.
4.5 Pengujian Hipotesis
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
24 4.5.1 Uji t (Pengujian Hipotesis Secara Parsial)
1. Uji Hipotesis 1 : Green advertising berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa green advertising tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian air minum ades Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung – 0,046 < t tabel 1,652 dengan taraf signifikansi 0,05 sehingga Ho diterima, Ha ditolak. Hal tersebut karena responden belum menyadari dan tidak ikut berpartisipasi akan pentingnya pemahaman green advertising yang ditampilkan pada produk Ades. Responden membeli ades bukan berdasarkan pada iklan yang ditampilkan melainkan konsumen hanya membeli Ades sebagai kebutuhan saja.
2. Uji Hipotesis 2 : Desain produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa desain produk tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian air minum ades Hal ini ditunjukkan oleh nilai t hitung – 0,232 < t tabel 1,652 dengan taraf signifikansi 0,05 sehingga Ho diterima, Ha ditolak. Karena konsumen masih tidak tertarik pada desain produk yang ditampilkan pada produk Ades. Konsumen membeli produk Ades bukan berdasarkan pada desain produk melainkan faktor lainnya seperti harga yang terjangkau dan kualitas airnya. Keinginan dari konsumen untuk ikut serta berpartisipasi dalam memilih produk ramah lingkungan belum dapat disadari untuk waktu saat ini.
Ada kemungkinan kesadaran dari konsumen dalam memutuskan pembelian produk ramah lingkungan pada jangka waktu yang akan datang.
27
4.5.2 Uji F (Pengujian Hipotesis Secara Simultan)
Hasil uji signifikansi simultan (Uji Statistik F) sebagai berikut : Tabel 4.11 Hasil Uji Statistik F Model Sum of
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan pengujian pengaruh variabel bebas secara bersama-sama terhadap variabel terikatnya dilakukan dengan uji F. Hasil perhitungan statistik menunjukkan nilai F hitung = 6,358 dengan signifikansi sebesar 0,002 < 0,005. Nilai F tabel dengan df 197 sehingga diperoleh 3,04. Dengan demikian nilai F hitung 6,358 lebih besar dari nilai F tabel 3,04. Hal ini berarti variabel green advertising dan desain produk secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap variabel keputusan pembelian.
Pada pengujian hipotesis 3 yaitu green advertising dan desain produk berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian. Maka, pada hasil pengujian secara simultan bahwa green advertisng dan desain produk memilik pengaruh positif yang sedikit terhadap keputusan pembelian pada produk ades. Sedangkan, pengaruh lainnya berdasrkan pada faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.5.3 Koefisien Determinasi Tabel 4.12 Koefisien Determinasi
F Sig.F R2 Adjusted R2
6,358 0,002 0,061 0,051
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan nilai koefisien determinasi (Adjusted R Square) sebesar 0,051 atau 5,1%, artinya keputusan pembelian air mineral ades dapat dijelaskan oleh variabe green advertising dan desain produk, sedangkan sisanya yaitu 94,9%
28
keputusan pembelian dipengaruhi oleh variabel-variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Faktor lain yang mempengaruhi keputusan pembelian ades adalah harga produk yang murah, lokasi penjualan, rendahnya pengetahuan konsumen melalui iklan yang ditampilkan, kualitas air mineral ades yang cukup baik.
4.6 Hasil Jawaban Pertanyaan Terbuka 4.6.1 Green Advertising
Iklan yang diciptakan untuk membujuk para konsumen untuk lebih ramah lingkungan.
Hal ini disadari oleh ades dalam menciptakan iklan yang berdasarkan lingkungan. Iklan tidak hanya menampilkan keunggulan produk tapi adanya keunggulan lainnya yaitu pengetahuan mengenai gaya hidup ramah lingkungan. Berdasrkan hal tersebut iklan hijau ades yang menampilkan cara sebagai konsumen agar bijak dalam memilih produk ramah lingkungan.
1. Apakah iklan ADES versi “Pilih, Minum. Dan Remukkan” mempengaruhi Anda dalam memilih produk ADES?
Tabel 4.13 Tabel Faktor Alasan Konsumen Green Advertising
No. Alasan Ya Jumlah Persentase
1. Mengkampanyekan iklan peduli lingkungan 46 23%
2. Kemampuan pesan iklan dalam menarik perhatian konsumen
37 18,5%
3. Kemenarikan, kreatifitas dan keunikan cerita yang ditampilkan pengiklan
1. Penyampaian iklan tidak menarik perhatian 22 11%
29 konsumen
2. Tingkat kesadaran responden terhadap iklan rendah
18 9%
3. Rendahnya pengetahuan konsumen terhadap iklan kepedulian lingkungan
12 6%
Total Tidak 52 26%
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan hasil yang paling tinggi adalah 46 (23%) responden menyatakan alasan konsumen memilih produk ades dengan green advertising berdasarkan adanya kampanye iklan tentang kepeduliannya terhadap lingkungan sehingga konsumen memilih produk ades tersebut. Sedangkan alasan paling rendah adalah 12 responden (6%) menyatakan tidak adanya pemahaman atau pengetahuan konsumen terhadap iklan hijau pada produk ades tersebut.
4.6.2 Desain Produk
Pemilihan desain produk bagi perusahaan sangat penting dalam memasarkan sebuah produk pada konsumen. Desain produk yang ditampilkan ades dari segi logo ades memilih lambing pohon yang dibentuk melalui remukkan pohon. Dari pemilihan warna biasanya produk lain memilih warna dasar biru sebagai kesegaran, tapi ades memilih warna hijau sebagai produk peduli ramah lingkungan. Dari segi kemasan ades yang dapat diremukkan, hal ini dapat mengurangi jumlah penumpukkan sampah.
2. Apakah desain produk (kemasan, logo, warna) mempengaruhi Anda dalam memilih produk ADES?
Tabel 4.14 Tabel Faktor Alasan Konsumen Desain Produk
No. Alasan Ya Jumlah Persentase
1. Responden tertarik terhadap meremukkan botol sesuai iklan sehingga ikut mengkampanyekan
38 19%
30
sesuai iklan peduli lingkungan tersebut
2. Kemenarikan desain gambar dan logo kemasan
2. Tingkat pengetahuan responden yang rendah terhadap informasi dari desain kemasan ades
24 12%
3. Responden tidak tertarik pada gambar logo ades 17 8,5%
Total Tidak 74 37%
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan hasil tabel diatas menunjukkan alasan utama responden memilih produk ades berdasarkan desain produk sebesar 38 responden (19%) adalah responden tertarik terhadap meremukkan botol sesuai iklan sehingga responden ikut mengkampanyekan sesuai iklan ades mengenai kepedulian ades terhadap lingkungan, sehingga dapat mengurangi jumlah volume penumpukkan sampah. Sedangkan alasan responden yang paling rendah dalam memilih ades berdasar desain produk ades sebesar 17 responden (8,5%) merupakan tidak tertariknya responden pada gambar dan logo ades.
31 4.6.3 Keputusan Pembelian
Iklan hijau mempunyai peran yang sangat kuat untuk mebujuk para konsumen dalam memilih sebuah produk. Dalam membuat keputusan untuk membeli seorang konsumen dalam membeli sebuah produk bisa dipengaruhi oleh informasi produk yang diiklankan. Dalam memutuskan untuk membeli sebuah produk konsumen perlu mencari informasi apa yang dibutuhkan. Keyakinan dalam memilih produk mempengaruhi dalam memutuskan seoang konsumen untuk memilih produk mana yang tepat dan sesuai kebutuhannya.
3. Apakah Anda membeli produk ADES berdasarkan iklan ramah lingkungan?
Tabel 4.15 Tabel Faktor Alasan Konsumen Membeli Ades berdasar iklan
No. Alasan Ya Jumlah Persentase
1. Responden yakin terhadap pesan iklan ramah lingkungan
45 22,5%
2. Adanya ketertarikan pengiklan dalam mengajak konsumen untuk menyadari pentingnya kepedulian terhadap lingkungan
2. Hanya sekedar membeli kebutuhan saja 30 15%
3. Rendahnya pengetahuan tentang iklan ramah lingkungan
23 11,5%
Total Tidak 90 45%
32
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan hasil data tabel diatas menunjukkan hasil alasan tertinggi responden dalam membeli produk ades berdasar iklan hijau adalah 45 (22,5%) responden menyatakan responden keyakinannya ketika membeli produk ades terhadap isi pesan iklan ramah lingkungan. Sedangkan, 23 alasan responden paling sedikit (11,5%) menyatakan rendahnya pengetahuan tentang iklan ramah lingkungan.
4. Apakah Anda yakin terhadap produk ADES ketika memutuskan untuk membeli produk ADES?
Tabel 4.16 Tabel Faktor Alasan Konsumen Yakin terhadap Ades
No. Alasan Ya Jumlah Persentase
1. Gambar, logo dan informasi produknya menarik perhatian konsumen sesuai pesan iklan kepedulian lingkungan
37 18,5%
2. Responden yakin saat membeli ades tersebut untuk ikut serta melestarikan lingkungan alam dengan cara meremukkan botol akan mengurangi jumlah volume penumpukkan sampah
33 16,5%
3. Responden yakin terhadap kualitas produk ades 24 12%
4. Memutuskan membeli produk ades karena suka terhadap desain kemasannya yang dapat diremukkan
13 6,5%
Total Ya 107 53,5%
No. Alasan Tidak
1. Harganya terjangkau 37 18,5%
33
2. Kualitas airnya cukup berkualitas jika dibandingkan produk lainnya
32 16%
3. Dapat ditemukan dengan mudah 24 12%
Total Tidak 93 46,5%
Total 200 100%
(Sumber : Data Primer Diolah, 2014)
Berdasarkan hasil data tabel diatas menunjukkan alasan paling tinggi konsumen sebesar 37 (18,5%) responden menyatakan keyakinannya ketika memutuskan pembelian produk ades adalah responden tertarik pada gambar, logo, dan informasi produknya sesuai isi pesan iklan kepedulian lingkungan. Sedangkan, hasil alasan paling rendah sebesar 24 responden (12%) yaitu produk ades dapat ditemukan dengan mudah.
34
BAB V KESIMPULAN
Pada bab ini dikemukakan kesimpulan yang dapat ditarik dari hasil analisis yang telah diuraikan, implikasi terapan untuk penelitian mendatang.
5.1 Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari green advertising dan desain produk terhadap keputusan pembelian air mineral ades. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan:
1. Green advertising dan desain produk yang dipertimbangkan dalam membeli produk air mineral ades sangat penting dalam keputusan pembelian konsumen.
2. Pengujan secara parsial variabel green advertising menunjukkan adanya pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian air mineral ades. Dengan hal ini konsumen membeli bukan berdasarkan green advertising produk air mineral ades yang ditampilkan. Sikap dari konsumen yang kurang tanggap akan informasi atau pengetahuan konsumen mengenai progam green advertising pada iklan hijau produk ades. Rendahnya pengetahuan konsumen seperti pemahaman isi pesan iklan Ades belum cukup kuat untuk mengajak konsumen ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan kerusakan lingkungan alam yang dan tidak dapat membujuk minat konsumen untuk terpengaruh dalam memutuskan pembelian terhadap produk ades berdasarkan iklan hijau yang ditampilkan.
3. Pengujan secara parsial variabel desain produk menunjukkan adanya mempunyai pengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian air mineral ades.
Hal ini menunjukkan konsumen membeli produk air mineral ades bukan berdasarkan desain produk seperti botol yang dapat diremukkan, kemenarikan desain logo gambar, pemilihan warna, isi pesan produk sesuai iklan produk peduli lingkungan, kemasan botol plastik tipis yang didapat diremukkan pada botol ades. Hal ini belum dapat membuktikan membujuk calon konsumen untuk beralih pada produk ramah lingkungan guna konsumen lebih berpatisipasi dalam upaya mengutamakan keselamatan, kelestarian lingkungan alam dalam pencegahan kerusakan lingkungan alam.
35
4. Pengujian secara simultan menyatakan bahwa variabel green advertising dan desain produk secara bersama-sama mempunyai pengaruh positif terhadap variabel keputusan pembelian. Dengan demikian responden semakin tanggap untuk melakukan keputusan pembelian air mineral ades.
5.2 Implikasi Terapan
1. Pengaruh dari produk ades terhadap konsumen menunjukkan sedikit pengaruh sebesar 5,1% terhadap keputusan pembelian. Faktor lainnya yang mempengaruhi keputusan pembelian sebesar 94,9%. Konsumen belum menyadari pentingnya produk ramah lingkungan. Untuk saat ini konsumen memutuskan pembelian pada produk air mineral dalam kemasan berdasarkan faktor lainnya seperti harga, kualitas air. Kesadaran konsumen untuk memutuskan pembelian produk ramah lingkungan belum untuk jangka waktu pendek ini, ada kemungkinan konsumen akan memutuskan pembelian pada produk ramah lingkungan pada jangka waktu yang akan datang.
2. Perusahaan dapat meningkatkan penjualannya, perusahaan dapat memberikan
edukasi manfaat tentang produk ramah lingkungan sepe rti promosi perusahaan melalui sebuah event untuk penyampaian pesan iklan pada
konsumen sehingga konsumen dapat mengerti manfaat yang timbul dari produk Ades dan dapat terjalin relasi antara produsen dan konsumen yang baik. Sehingga dapat menciptakan citra produk pada ades tersebut.
5.3 Keterbatasan Penelitian.
1. Penelitian ini hanya pada lingkup wilayah kecil di Salatiga. Penelitian ini belum dapat digeneralisir pada lingkup wilayah yang luas dan waktu yang berbeda. Hal ini dikarenakan perbedaan budaya, gaya hidup, dan sosial dari konsumen pada wilayah yang tertentu.
2. Pada penelitian ini, belum ada tanggapan positif responden pada green advertising dan desain produk terhadap keputusan pembelian konsumen. Pada penelitian yang akan datang, kemungkinan ada hasil yang berbeda dalam jangka waktu tertentu.
36
DAFTAR PUSTAKA
Kotler, Philip. 2004. Marketing in Venus. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama.
Kotler, Philip & Amstrong, Gary .2001. Marketing Introduction an Asian Perspective. Jakarta : Erlangga.
Sugiyono, Prof.Dr. 2008. Metodologi Penelitian Bisnis. Bandung: Alfabeta.
Praharjo, Ardik, dkk, 2012. PENGARUH GREEN ADVERTISING TERHADAP PERSEPSI TENTANG GREEN BRAND DAN KEPUTUSAN PEMBELIAN (SURVEI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU ADMINISTRASI ANGKATAN 2010/2011 UNIVERSITAS BRAWIJAYA KONSUMEN AIR MINUM KEMASAN MEREK ADES). Jurnal Universitas Brawijaya. Malang:
Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.
Shimp, Terence. 2000. Promosi dan Periklanan, Aspek Tambahan Komunikasi Pemasaran Terpadu. Jakarta: Erlangga.
Kasali, R. 1992. Manajamen Periklanan: Konsep dan Aplikasi di Indonesia, Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.
Meliana, Fransiska. 2008. Atribut Produk yang Dipertimbangkan Konsumen Dalam Keputusan Pembelian Coca-Cola di Salatiga. Jurnal. Malang: Fakultas Ekonomi Universitas Brawijaya.
Arifin, Adyatama. 2012. PENGARUH PERIKLANAN TERHADAP PENGAMBILAN KEPUTUSAN PEMBELIAN KONSUMEN PASTA GIGI PEPSODENT DI KOTA MAKASSAR. Skripsi. Makassar: Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
Schiffman, Leon dan Leslie, L. Kanuk. 2008. Perilaku Konsumen. Edisi Ketujuh. Diterjemahkan oleh: Zoelkifli Kasip. Jakarta: Indeks.
Rahmansyah. 2013. Pengaruh Green Marketing Dalam Iklan Produk Terhadap Keputusan Membeli Konsumen. Skripsi. Makassar: Fakultas Ekonomi Universitas Hasanuddin.
37
Widjaja & Sondang. 2014. Analisa Persepsi Konsumen Tentang Atribut Produk AMDK. Jurnal Manajemen Pemasaran Petra Vol.2. Surabaya: Universitas Kristen Petra.
Ghozali, Imam. 2006. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Progam SPSS (Cetakan IV). BP UNDIP
Ramadhan. 2009. Analisis Faktor-faktor Yang Mempenagruhi Keputusan Pembelian Konsumen Produk Fashion. Jurnal. Universitas Sebelas Maret
Pratama, Bryan T.N. 2013. Pengaruh Green Product Dan Green Advertising Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen (Survey Pada Konsumen Supermarket Superinso cabang Metro Bandung). Jurnal. Universitas Komputer Indonesia
Lampiran 1 : Kuisioner Penelitian
KUISIONER PENELITIAN
ANALISAPENGARUH GREEN ADVERTISNG dan DESAIN PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN
(Studi Kasus ADES Pada Iklan Pilih, Minum, dan Remukkan) Petunjuk Pengisian
Berilah tanda centang (√) untuk alternatif jawaban yang anda anggap paling tepat
Berilah tanda centang (√) untuk alternatif jawaban yang anda anggap paling tepat