BAB IV GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Langkah-langkah yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Mencari alamat website perusahaan dengan menggunakan search engine dan data yang ada di Bursa Efek Indonesia yang memuat informasi mengenai perusahaan.
2. Mengidentifikasi elemen pelaporan perusahaan melalui internet menurut teori Spanos (2006) dan menambahkan item laporan investasi oleh distribusi kepada pemilik untuk dua periode pelaporan dan catatan atas laporan keuangan untuk dua periode pelaporan dalam kriteria informasi akuntansi dan keuangan.
3. Mengetahui tentang luas pengungkapan perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia selama periode November 2012. Sebagai pedoman dalam menganalisis mengenai hal tersebut penulis menggunakan landasan teori seperti yang dilakukan dalam langkah 2. Untuk memudahkan penulis melakukan analisis populasi yang telah ditentukan maka penulis menggunakan tabel 3.1 yang berisi kriteria-kriteria penilaian internet disclosure indeks menurut teori Spanos.
Tebel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index
Kriteria Perusahaan Perbankan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15
1) Content Variables (60%)
a) Informasi Akuntansi & Keuangan (30%) Neraca dan laporan laba rugi periode terakhir Laporan interim periode terakhir Laporan arus kas periode terakhir Laporan investasi oleh dan distribusi
kepada pemilik periode terakhir
Catatan atas laporan keuangan untuk laporan keuangan periode terakhir
Annual report periode terakhir
Neraca dan laporan laba rugi tahun yang lalu Laporan interim tahun yang lalu Laporan arus kas tahun yang lalu Laporan investasi oleh dan distribusi kepada pemilik tahun yang lalu
Catatan atas laporan keuangn untuk laporan keuangan periode tahun lalu
Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index (Lanjutan)
Kriteria Perusahaan Perbankan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 Harga saham saat ini
Share price history
Dividen untuk periode terakhir
Dividen tahun yang lalu
Peluncuran berita
Laporan analis
Daftar analis
b) Informasi Mengenai Corporate Governance(25%)
Struktur kepemilikan
Diagram organisai
Informasi tentang direktur
Informasi tentang executive officere Informasi mengenai komite audit Kompensasi untuk manajemen dan direktur
Artikel organisasi
Resolusi/keputusan rapat pemegang saham Diskusi dan atau pengungkapan risiko
Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index (Lanjutan)
Kriteria Perusahaan Perbankan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 C) Pertanggungajawaban Sosial Perusahaan dan Informasi Sumber Daya Manusia (15%)
Halaman khusus untuk CSR
Laporan kebijakan sosial
Informasi mengenai penghematan
energi/sumber daya
Profil karyawan
Pelatihan karyawan
Kegiatan donasi atau sponsor
untuk suatu komunikasi atau badan amal
Diskusi mengenai kualitas produk
d) Kontak Detail Hubungan Investor (30%)
Nama pengurus relasi investor
E-mail untuk hubungan investor
Nomor telepon untuk hubungn investor Alamat pos untuk hubungan investor
Website dengan bahasa Inggris
Tabel 3.1 Kriteria Internet Disclosure Index (Lanjutan)
Kriteria Perusahaan Perbankan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 FAQ (Frequently Asked Questions)
Kalender finansial
2) Presentation variables (40%)
a) Material Processable Formats (40%)
Annual report dalam format PDF
Data keuangan dengan
format yang bisa diproses
Video atau audio file
b) Technological Adventages dan User Support (60%)
One click untuk mendapatkan halaman informasi
atau hubungan investor
One click mendapatkan berita
tentang perusahaan
Layanan online untuk permintaan para investor Mailing list/e-mail mengenai berita perusahaaan
Search engine internal
Peta website
Link untuk hubungan dengan website lain √ : Bila perusahaan menyajikan Kriteria Internet Disclosure Index
4. Melakukan perhitungan dari item-item kriteria pelaporan yang disajikan oleh perusahaan perbankan dalam website perusahaan dengan menggunkan teori Spanos (2006: 8). Rumus yang digunakan adalah:
Index total:
(total index variabel content x 0,6) + (total index variabel persentation x 0,4)
Index content variables:
30% x 15% x 25% x 30% x 4 4 3 3 2 2 1 1 A A A A A A A A n x n x n x n x
Index persentation variables:
60% x 40% x 2 2 1 1 B B B B n x n x Keterangan:
x : jumlah item yang dilaporkan
n : jumlah keseluruhan item
A1 : item informasi akuntansi dan keuangan A2 : item informasi corporate goverenance
A3 : item pertanggungjawaban sosial perusahaan dan informasi sumber daya manusia
A4 : item kontak detail hubungan investor B1 : item material processable formats
B2 : item technological adventages dan user support
5. Menentukan luas pengungkapan informasi yang disajikan oleh perusahaan perbankan dalam website perusahaan berdasarkan kriteria yang dikemukakan oleh Clark dan Schkade (1983) dalam Rohendra (2008) yaitu:
Tipe pengungkapan Nilai index (%) Radikal/Full Disclosure 80,01% – 100 % Mayor/Fair Disclosure 60,01% – 80 % Minor/Adequate Disclosure 0 % — 60%
6. Mengklasifikasikan ukuran perusahaan berdasarkan market capitalization. Sebagai pedoman untuk mengklasifikasikan ukuran perusahaan berdasarkan market capitalization penulis menggunakan teori menurut Ang (1997: 6.5).
37 BAB IV
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
1. Bank ICB Bumi Putera Tbk
Bank ICB Bumiputera didirikan pada tanggal 12 Januari 1990 sebagai Bank publik oleh AJB Bumiputera 1912, perusahaan asuransi tertua di Indonesia. Di tahun 2002, Bank go public dan mendaftarkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham “BABP”. Selama
tahun 2004-2007 setelah terjadinya beberapa perpindahan saham, ICB Financial Group Holdings (ICBFGH), grup usaha dari beberapa Bank dengan operasional global di 14 negara, menjadi pemegang saham mayoritas. Di tahun 2009, dengan visi baru untuk menjadi Bank Ritel terkemuka, Bank Bumiputera, secara resmi berubah nama menjadi Bank ICB Bumiputera dengan logo dan identitas korporasi baru.
2. Bank Capital Indonesia Tbk
PT Bank Capital Indonesia, Tbk dahulu bernama PT Bank Credit Lyonnais Indonesia didirikan pada tanggal 20 April 1989, sebagai bank campuran (joint venture) antara Credit Lyonnais SA, Perancis (disebut
“CL”) dengan PT Bank Internasional Indonesia. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS) yang diselenggarakan pada tangggal 31 Agustus 2004 secara resmi saham Credit Lyonnais telah diakuisisi oleh
Sdr. Danny Nugroho dan Bank dirubah dari PT Bank Credit Lyonnais Indonesia menjadi PT Bank Capital Indonesia, Tbk.
3. Bank Ekonomi Raharja Tbk
PT Bank Ekonomi Raharja, Tbk. didirikan pada tanggal 15 Mei 1989 dengan nama awal PT Bank Mitra Raharja. Pada tahun yang sama di bulan September, namanya diubah menjadi PT Bank Ekonomi Raharja yang kemudian lebih dikenal sebagai Bank Ekonomi. Setelah memperoleh izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia pada tanggal 12 Februari 1990, Bank Ekonomi mulai beroperasi secara komersial sebagai bank umum pada 8 Maret 1990. Bank Ekonomi adalah perusahaan publik yang telah mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Sejak 22 Mei 2009, Bank Ekonomi menjadi bagian dari grup institusi keuangan internasional, HSBC Holdings Plc., melalui anak perusahaannya, HSBC Asia Pacific Holdings (UK) Limited. Grup HSBC mengambil alih 88,89% saham Bank Ekonomi dan kemudian melalui penawaran tender, kepemilikannya meningkat menjadi 98,96%.
4. Bank Central Asia Tbk
Bank Central Asia Tbk didirikan pada 21 Februari 1957 dengan nama Bank Central Asia NV dan pernah merupakan bagian penting dari Grup Salim. Pada tahun 2000 menjual saham sebesar 22,55% yang berasal dari divestasi BPPN. Per 30 juni 2009 kepemilikan saham
dipegang oleh FarIndo Investments (Mauritius) Ltd qualitate qua (qq) Farallon Capital Management LLC sebesar 47,15%, Anthony Salim 1,76%, dan Masyarakat 49.94%.
5. Bank Bukopin Tbk
Bank Bukopin berdiri tanggal 10 Juli 1970 memfokuskan diri pada segmen UMKMK, saat ini telah mengembangkan usahanya ke segmen komersial dan konsumer. Ketiga segmen ini merupakan pilar bisnis Bank Bukopin, dengan pelayanan secara konvensional maupun syariah, yang didukung oleh sistem pengelolaan dana yang optimal, keandalan teknologi informasi, kompetensi sumber daya manusia dan praktek tata kelola perusahaan yang baik. Bank Bukopin juga telah membangun jaringan micro-banking yang diberi nama “Swamitra”, sebagai wujud program
kemitraan dengan koperasi dan lembaga keuangan mikro.
6. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk
Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk berdiri sejak 5 Juli 1946, BNI merupakan bank pertama yang didirikan dan dimiliki oleh Pemerintah Indonesia. Pada tahun 1955, status Bank Negara Indonesia diubah menjadi bank komersial milik pemerintah. Tahun 1992, status hukum dan nama BNI berubah menjadi PT Bank Negara Indonesia (Persero), sementara keputusan untuk menjadi perusahaan publik diwujudkan melalui penawaran saham perdana di pasar modal pada tahun 1996.
Pada akhir tahun 2011, Pemerintah Republik Indonesia memegang 60% saham BNI, sementara 40% saham selebihnya dimiliki oleh pemegang saham publik baik individu maupun institusi, domestik dan asing. Saat ini, BNI adalah bank terbesar ke-4 di Indonesia berdasarkan total aset, total kredit maupun total dana pihak ketiga.
7. Bank Nusantara Parahyangan Tbk
PT Bank Nusantara Parahyangan Tbk (Bank BNP) berkedudukan di Bandung, Bank BNP semula didirikan dengan nama PT Bank Pasar Karya Parahyangan yang berorientasi bisnis pada usaha ritel, kemudian pada bulan Juli 1989 ditingkatkan statusnya menjadi Bank Umum Nasional dengan harapan dapat meningkatkan pelayanan jasa perbankannya lebih luas dan dapat membidik sektor ekonomi yang lebih besar lagi, sekaligus berganti nama menjadi PT Bank Nusantara Parahyangan. Tahun 2000 berdasarkan keputusan RUPSLB tanggal 15 September 2000, Bank BNP mengubah status perusahaan menjadi perusahaan publik (terbuka). Pada tanggal 17 Desember 2007, kepemilikan mayoritas saham Bank BNP telah beralih kepada ACOM CO., LTD. Japan (ACOM) dan The Bank of Tokyo Mitsubishi UFJ, Ltd. (BTMU) melalui akuisisi saham sebanyak 75,41% saham Bank BNP, dimana ACOM menguasai 55,41% dan BTMU menguasai 20% dari seluruh saham yang telah dikeluarkan Bank BNP, sehingga dengan demikian keduanya menjadi Pemegang Saham Pengendali Bank BNP.
Selanjutnya per 31 Desember 2011, komposisi saham ini menjadi 75,51% saham dimana ACOM menguasai 60,31% dan BTMU menguasai 15.20% dari seluruh saham.
8. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk
Bank Rakyat Indonesia (BRI) adalah salah satu bank milik pemerintah yang terbesar di Indonesia. Pada awalnya Bank Rakyat Indonesia (BRI) didirikan di Purwokerto, Jawa Tengah oleh Raden Bei Aria Wirjaatmadja dengan nama De Poerwokertosche Hulp en Spaarbank der Inlandsche Hoofden atau "Bank Bantuan dan Simpanan Milik Kaum Priyayi Purwokerto", suatu lembaga keuangan yang melayani orang-orang berkebangsaan Indonesia (pribumi). Lembaga tersebut berdiri tanggal 16 Desember 1895, yang kemudian dijadikan sebagai hari kelahiran BRI. Sejak 1 Agustus 1992 berdasarkan Undang-Undang Perbankan No. 7 tahun 1992 dan Peraturan Pemerintah RI No. 21 tahun 1992 status BRI berubah menjadi perseroan terbatas. Kepemilikan BRI saat itu masih 100% di tangan Pemerintah Republik Indonesia. Pada tahun 2003, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk menjual 30% saham bank ini, sehingga menjadi perusahaan publik dengan nama resmi PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk., yang masih digunakan sampai dengan saat ini.
9. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk
Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk Berdiri dengan nama Postpaar Bank pada tahun 1897, di tahun 1942-1945 berubah nama menjadi Chokin Kyoku dan berubah nama menjadi Bank Tabungan Negara tahun 1963. Bank BTN resmi dimiliki pemerintah (BUMN) tahun 1968 dan 1992 menjadi Persero. Bank BTN melakukan pencatatan perdana dan listing di Bursa Efek Indonesia tahun 2009.
10.Bank Mutiara Tbk
Bank Mutiara dahulunya bernama Bank Century sebelum tahun 2009. Karena bank ini bermasalah, Bank Century berubah nama menjadi Bank Mutiara pada 21 November 2008 setelah pengambilalihan saham Bank Century oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Kepemilikan saham dipegang Lembaga Penjamin Simpanan 99,6% dan Pemegang Saham Lama 0,4%.
11.Bank Danamon Indonesia Tbk
Bank Danamon Indonesia Tbk Didirikan pada tahun 1956 sebagai Bank Kopra Indonesia, 1976 Berubah nama menjadi PT Bank Danamon Indonesia. 1989 Menjadi perusahaan publik melalui penawaran saham di Bursa Efek Jakarta. Akibat dari krisis keuangan Asia Bank Danamon diambil alih oleh pemerintah. Pada tahun 2000 Legal merger dengan 8 bank yang diambil alih Pemerintah (Bank Taken Over) dan pada tahun
2003 dilakukan akuisisi mayoritas saham Pemerintah oleh Asia Financial (Indonesia) Pte. Ltd. Pada tahun 2011 bank Danamon merayakan hari jadi Danamon yang ke-55.
12.Bank Pundi Indonesia Tbk
PT Bank Pundi Indonesia Tbk. berdiri pada tanggal 11 September 1992 dengan nama PT Executive International Bank. Pada tanggal 9 Agustus 1993 Perseroan mulai beroperasi sebagai Bank Umum di Jakarta. Nama Perseroan kemudian diubah menjadi PT. Bank Eksekutif International. Bank Pundi (d/h Bank Eksekutif) berkembang menjadi Perusahaan Terbuka setelah tanggal 22 Juni 2001 memperoleh Pernyataan Efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam). Pada tanggal 30 Juni 2010 telah menyetujui perubahan nama Perseroan dari PT Bank Eksekutif International Tbk., menjadi PT Bank Pundi Indonesia Tbk. seiring kesepakatan masuknya PT Recapital Securities sebagai Pemegang Saham Pengendali.
13.Bank Jabar Banten Tbk
Pendirian Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dilatarbelakangi oleh Peraturan Pemerintah Republik Indonesia nomor 33 tahun 1960 tentang penentuan perusahaan di Indonesia milik Belanda yang dinasionalisasi. Salah satu perusahaan milik Belanda yang berkedudukan di Bandung yang dinasionalisasi yaitu NV Denis (De Erste Nederlansche
Indische Shareholding) yang sebelumnya perusahaan tersebut bergerak di bidang bank hipotek. Pada tanggal 27 Juni 1978, nama PD. Bank Karya Pembangunan Daerah Jawa Barat diubah menjadi Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat. Tanggal 16 April 1999, bentuk hukum Bank Jabar diubah dari Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Pada tanggal 29 November 2007 maka nama perseroan berubah menjadi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten dengan sebutan (call name) Bank Jabar Banten. Tanggal 5 Juli 2010, perseroan telah resmi berubah menjadi bank bjb.
14.Bank Kesawan Tbk
Pada tahun 1913 Khoe Tjin Tek dan Owh Chooi Eng mendirikan NV Chunghwa Shangyeh (The Chinese Trading Company Limited) di Medan, sebagai pendiri beliau bertindak masing-masing sebagai Direktur Utama dan Komisaris Utama. NV Chunghwa Shangyeh bergerak dalam bidang simpan pinjam keuangan selain juga bergerak di bidang perdagangan umum. Tahun 1958 NV Chunghwa Shangyeh resmi melakukan kegiatan sebagai Bank Umum dan pada tahun 1962 bentuk usaha berganti menjadi Perseroan Terbatas dengan nama PT Bank Chunghwa Shangyeh. Tahun 1965, PT Bank Chunghwa Shangyeh berganti nama menjadi PT Bank Kesawan. Tahun 2009 Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas I kepada para Pemegang Saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu ("HMETD"). Tahun 2011
Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas II ("PUT II") kepada para Pemegang Saham dalam rangka penerbitan Hak Memesan Efek Terlebih
Dahulu (“HMETD”) dan Qatar National Bank S.A.Q menjadi Pemegang
Saham Pengendali Bank yang memiliki 69,59 % dari modal ditempatkan dan disetor Bank.
15.Bank Mandiri (Persero) Tbk
Bank Mandiri didirikan pada 2 Oktober 1998, sebagai bagian dari program restrukturisasi perbankan yang dilaksanakan oleh pemerintah Indonesia. Pada bulan Juli 1999, empat bank pemerintah (Bank Bumi Daya, Bank Dagang Negara, Bank Ekspor Impor Indonesia dan Bank Pembangunan Indonesia) dilebur menjadi Bank Mandiri. Sampai dengan hari ini, Bank Mandiri meneruskan tradisi selama lebih dari 140 tahun memberikan kontribusi dalam dunia perbankan dan perekonomian Indonesia. Hingga Desember 2011, total aset Bank Mandiri telah mencapai Rp 551,9 Triliun.
16.Bank Bumi Arta Tbk
Bank Bumi Arta yang semula bernama Bank Bumi Arta Indonesia didirikan di Jakarta pada tanggal 3 Maret 1967. Tanggal 18 September 1976, Bank Bumi Arta mendapat izin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk menggabungkan usahanya dengan Bank Duta Nusantara. Tanggal 14 September 1992 Bank Bumi Arta Indonesia diganti menjadi
Bank Bumi Arta. Pada tanggal 1 Juni 2006 Bank Bumi Arta melaksanakan Penawaran Umum Perdana (IPO/Initial Public Offering) dengan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta sebesar 9,10% dari saham yang ditempatkan, sehingga sejak saat itu Bank Bumi Arta menjadi Perseroan Terbuka.
17.Bank CIMB Niaga Tbk
Bank CIMB Niaga berdiri pada tanggal 26 September 1955 dengan nama Bank Niaga. Bank Niaga menjadi perusahaan terbuka di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (kini Bursa Efek Indonesia/BEI) pada tahun 1989. Pada bulan November 2002, Commerce Asset-Holding Berhad (CAHB), kini dikenal luas sebagai CIMB Group Holdings Berhad (CIMB Group Holdings), mengakuisisi saham mayoritas Bank Niaga dari Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Khazanah yang merupakan pemilik saham mayoritas CIMB Group Holdings mengakuisisi kepemilikan mayoritas Lippo Bank pada tanggal 30 September 2005. Seluruh kepemilikan saham ini berpindah tangan menjadi milik CIMB Group pada tanggal 28 Oktober 2008 Penggabungan ini menjadikan Bank CIMB Niaga menjadi bank terbesar ke-5 dari sisi aset, pendanaan, kredit dan luasnya jaringan cabang. Dengan komitmennya pada integritas, ketekunan untuk menempatkan perhatian utama kepada nasabah dan semangat untuk terus unggul.
18.Bank Internasional Indonesia Tbk
PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) didirikan 15 Mei 1989. BII mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya (sekarang Bursa Efek Indonesia atau BEI) pada tahun 1989. Per 30 September 2012, sebesar 97,29% saham BII dimiliki oleh Malayan Banking Berhad (Maybank), grup keuangan terbesar di Malaysia. BII merupakan salah satu dari 10 bank terbesar di Indonesia.
19.Bank Pemata Tbk
Permata Bank dibentuk sebagai hasil merger dari 5 bank di bawah pengawasan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), yakni PT Bank Bali Tbk, PT Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, PT Bank Artamedia, dan PT Bank Patriot pada tahun 2002. Di tahun 2004, Standard Chartered Bank dan PT Astra International Tbk mengambil alih Permata Bank dan kepemilikan gabungan pemegang saham utama ini meningkat menjadi 89,01% pada tahun 2006. Saat ini Permata Bank telah berkembang menjadi sebuah bank swasta utama yang berfokus di segmen Konsumer dan Komersial.
20.Bank Sinar Mas Tbk
Pada tahun 2005 PT. Sinar Mas Multiartha, Tbk yang merupakan Kelompok Usaha Sinarmas yang berada di bawah kelompok usaha Financial Services mengambil alih PT. Bank Shinta Indonesia yang
didirikan pada tahun 1989 yang memulai operasionalnya sejak Maret 1990. PT. Bank Shinta Indonesia mengalami perubahan nama menjadi Bank Sinarmas pada Desember 2006. Tanggal 13 Desember 2010 Bank Sinarmas mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia.
21.Bank Swadesi Tbk
Bank Swadesi dulu bernama Bank Pasar Swadesi yang berdiri pada tahun 1968 di Surabaya. Pada tahun 1984, kepemilikan Bank diambil alih oleh Keluarga Chugani yang menumbuhkembangkan bank ini sehingga pada tanggal 2 September 1989, Bank Swadesi secara resmi beroperasi menjadi Bank Umum dengan nama PT Bank Swadesi. Pada tahun 1990, Bank Swadesi melakukan penggabungan usaha (merger) dengan PT Bank Perkreditan Rakyat Panti Daya Ekonomi, pada tahun 2002 Bank Swadesi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta dan tercatat sebagai lembaga perbankan ke-22 yang "go public". Pada tanggal 22 Juni 2007 dilakukan akuisisi antara pemegang saham mayoritas Bank Swadesi dengan Bank Of India dengan membeli 76% dari keseluruhan saham Bank Swadesi. Dengan demikian secara resmi Bank of India telah menjadi pemegang saham mayoritas dan mengambil alih pengendalian Bank Swadesi.
22.Bank Tabungan Pensiun Nasional Tbk
BTPN didirikan di Bandung, Jawa Barat pada tahun 1958 untuk pensiunan militer yang diberi nama Bank Pegawai Pensiunan Militer
(Bapemil), dan kemudian berubah nama pada tahun 1986 menjadi Bank Tabungan Pensiunan Nasional. BTPN mulai tercatat di Bursa Efek Jakarta pada tahun 2008.
23.Bank Victoria Internasional Tbk
PT. Bank Victoria International didirikan di Jakarta pada tahun 1992. Tahun 1994 PT. Bank Victoria International memperoleh ijin dari Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk beroperasi sebagai Bank Umum dan mulai beroperasi secara komersil. Pada tahun 1997 PT. Bank Victoria International memperoleh ijin dari Bank Indonesia sebagai Pedagang Valuta Asing. Tahun 2007 Bank menerbitkan Obligasi II dan Obligasi Subordinasi I Baru dan Bank telah mengakuisisi Bank Swaguna sebagai entitas anak PT Bank Victoria International Tbk. Pada tahun 2008 Bank melakukan Penawaran Umum Terbatas (PUT) IV.
24.Bank Artha Internasional Tbk
PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk., semula didirikan dengan nama PT. Inter-Pacific Financial Corporation tanggal 7 September 1973, dengan ruang lingkup usaha sebagai lembaga keuangan bukan bank, pada tanggal 10 Juli 1990, PT. Inter-Pacific Financial Corporation mencatatkan sahamnya pada Bursa Efek Surabaya. Tanggal 2 Februari 1993 PT. Inter-Pacific Bank mendapatkan izin usaha sebagai bank umum pada tanggal 14 April 2005, PT. Bank Artha Graha menggabungkan diri kedalam PT. Bank
Inter-Pacific, Tbk. Tanggal 16 Agustus 2005, PT. Bank Inter-Pacific, Tbk berganti nama menjadi PT. Bank Artha Graha Internasional, Tbk.
25.Bank Mayapada Internasional Tbk
Bank Mayapada Internasional Tbk didirikan pada 10 Januari 1990. Kepemilikina saham per 31 Desember 2010 PT. Mayapada Karunia 25,31%, PT. Mayapada Kasih 3,20%, Brilliant Bazzar Limited Ltd 8,36%, Summertime Ltd 24,43%, CGML IPB Customer Collateral ACC 3,83%, Wingfiled Global Trading Pte. Ltd 7,68%, CGMI 1 Client Safekeeping Acc 19,20% dan Masyarakat 7,99%.
26.Bank Windu Kentjana Internasional Tbk
PT Bank Windu Kentjana International Tbk ("Bank WIndu") merupakan Bank Devisa yang sahamnya telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia, tanggal 24 Juni 2010. Hingga saat ini, Bank Windu telah memiliki 72 (tujuh puluh dua) kantor. Latar belakang Bank Windu merupakan bank hasil penggabungan (merger) pada 28 November 2007 antara PT Bank Multicor Tbk dan PT Bank Windu Kentjana. Dalam penggabungan tersebut, pihak yang menggabungkan diri adalah PT Bank Windu Kentjana sedangkan pihak yang menerima penggabungan adalah PT Bank Multicor Tbk, dengan demikian dalam proses penggabungan tersebut PT Bank Multicor Tbk bertindak sebagai surviving bank. Tanggal
8 Januari 2008 merupakan tanggal kelahiran PT Bank Windu Kentjana International, Tbk.
27.Bank Mega Tbk
Bank Mega tbk Berawal dari sebuah usaha milik keluarga bernama PT. Bank Karman yang didirikan pada tahun 1969 dan berkedudukan di Surabaya, selanjutnya pada tahun 1992 berubah nama menjadi PT. Mega Bank dan melakukan relokasi Kantor Pusat ke Jakarta. Seiring dengan perkembangannya PT. Mega Bank pada tahun 1996 diambil alih oleh PARA GROUP (PT. Para Global Investindo dan PT. Para Rekan Investama). Pada tahun 2000 dilakukan perubahan nama dari PT. Mega Bank menjadi PT. Bank Mega. Dalam rangka memperkuat struktur permodalan maka pada tahun yang sama PT. Bank Mega melaksanakan Initial Public Offering dan listed di BEJ maupun BES. Dengan demikian sebagian saham PT. Bank Mega dimiliki oleh publik dan berubah namanya menjadi PT. Bank Mega Tbk.
28.Bank NISP OCBC Tbk
Bank OCBC NISP (sebelumnya dikenal dengan nama Bank NISP) didirikan pada tanggal 4 April 1941 di Bandung dengan nama NV Nederlandsch Indische Spaar En Deposito Bank. terutama melayani segmen Usaha Kecil dan Menengah (UKM). Bank OCBC NISP resmi menjadi bank komersial pada tahun 1967, bank devisa pada tahun 1990
dan menjadi perusahaan publik di Bursa Efek Indonesia pada tahun 1994. Pemegang saham pengendali dipegang oleh OCBC Bank-Singapura