BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3. Persentase Jawaban Responden
Tabel IV.2
Kriteria Jawaban Responden Kriteria Keterangan
SS Sangat Setuju
S Setuju
KS Kurang Setuju TS Tidak Setuju STS Sangat Tidak Setuju
Dibawah ini akan dilampirkan persentase jawaban dari setiap pernyataan yg telah disebarkan kepada responden.
Tabel IV.3
Persentase Jawaban Responden Kinerja Karyawan
No Pernyataan SS 5
S 4
KS 3
TS 2
STS 1
Kualitas Kerja
1
Saya dapat
menyelesaikan
pekerjaan sesuai dengan standar yang telah ditentukan perusahaan
9 orang (21,4%)
24 orang (57,1%)
8 orang (19%)
1 orang
(2,4%) 0%
2
Saya dapat
menyelesaikan
pekerjaan dengan teliti
10 orang (23,8%)
22 orang (52,4%)
8 orang (19%)
2 orang
(4,8%) 0%
Kuantitas Kerja
3
Saya diberi
kesempatan
berinisiatif sendiri untuk mencapai target kerja yang ditetapkan perusahaan
3 orang (7,1%)
30 orang (71,4%)
9 orang
(21,4%) 0% 0%
4
Saya berusaha memenuhi target pekerjaan yang telah saya rencanakan
3 orang (7,1%)
24 orang (57,1%)
9 orang (21,4%)
6 orang
(14,3%) 0%
Keandalan
5 Saya selalu
mengerjakan tugas 2 orang 26 orang 10 orang 4 orang 0%
dengan tepat waktu (4,8%) (61,9%) (23,8%) (9,5%)
6
Saya selalu berusaha menjadi orang yang dapat diandalkan oleh orang lain (kelompok/
tim)
4 orang (9,5%)
23 orang (54,8%)
12 orang (28,6%)
3 orang
(7,1%) 0%
Sikap
7
Saya selalu terbuka pada pendapat orang lain
18 orang (42,9%)
10 orang (23,8%)
12 orang
(28,6%) 0%
2 orang (4,8%)
8
Saya mampu
bekerjasama dengan rekan kerja saya
15 orang (35,7%)
8 orang (19%)
10 orang (23,8%)
9 orang
(21,4%) 0%
Sumber : Data Pengolahan 2019
Dari tabel diatas bisa dilihat persentase jawaban dari variabel kinerja karyawan dimana mayoritas jawaban dari responden setuju hal ini berarti angket yang disebar kepada responden bernilai baik karena sesuai dengan pemikiran karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya- Binjai.
Tabel IV.4
Persentase Jawaban Responden Disiplin Kerja
No Pernyataan SS 5
S 4
KS 3
TS 2
STS 1
Tingkat Kehadiran 1
Saya selalu masuk kerja tepat pada waktunya
2 orang (4,8%)
26 orang (61,9%)
10 orang (23,8%)
4 orang
(9,5%) 0%
2
saya pulang dari kantor sesuai dengan jam kantor
4 orang (9,5%)
23 orang (54,8%)
12 orang (28,6%)
3 orang
(7,1%) 0%
Ketaatan pada Atasan 3
saya menaati atasan sesuai dengan prosedur kerja yang
18 orang (42,9%)
10 orang (23,8%)
12 orang
(28,6) 0%
2 orang (4,8%)
berlaku
4
saya selalu bersikap dan bertingkah laku sopan kepada atasan
15 orang (35,7%)
8 orang (19%)
10 orang (23,8%)
9 orang
(21,4%) 0%
Kesadaran Bekerja
5
Saya akan
ditegur oleh atasan jika saya
bermalas-malasan untuk bekerja
2 orang (4,8%)
26 orang (61,9%)
10 orang (23,8%)
4 orang
(9,5%) 0%
6
Apabila saya menunda-nunda pekerjaan akan berdampak buruk kepada kinerja saya
4 orang (9,5%)
23 orang (54,8%)
12 orang (28,6%)
3 orang
(7,1%) 0%
Tanggung Jawab
7
Saya dapat menyelesaikan sejumlah
pekerjaan yang menjadi
tanggung jawab saya
18 orang (42,9%)
10 orang (23,8%)
12 orang
(28,6) 0%
2 orang (4,8%)
8
Saya
bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan
18 orang (42,9%)
12 orang (28,6%)
9 orang (21,4%)
1 orang (2,4%)
2 orang (4,8%) Sumber : Data Pengolahan 2019
Dari tabel diatas bisa dilihat persentase jawaban dari variabel disiplin kerja dimana mayoritas jawaban dari responden setuju hal ini berarti angket yang disebar kepada responden bernilai baik karena sesuai dengan pemikiran karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya- Binjai.
Tabel IV.5
Persentase Jawaban Responden Motivasi
No Pernyataan SS 5
S 4
KS 3
TS 2
STS 1
Kerja Keras 1
Saya selalu fokus pada pekerjaan saat berada di kantor
2 orang (4,8%)
26 orang (61,9%)
10 orang (23,8%)
4 orang
(9,5%) 0%
Orientasi Masa Depan 2
Saya selalu memberikan hasil kerja yang terbaik untuk kemajuan perusahaan
4 orang (9,5%)
23 orang (54,8%)
12 orang (28,6%)
3 orang
(7,1%) 0%
Tingkat Cita-cita yang Tinggi
3
Saya bersungguh-sungguh dalam bekerja untuk menggapai cita-cita saya
18 orang (42,9%)
10 orang (23,8%)
12 orang
(28,6) 0% 2 orang (4,8%) Orientasi Tugas/Sasaran
4
Saya selalu berusaha agar pekerjaan yang saya terima dapat diselesaikan sesuai target perusahaan
18 orang (42,9%)
12 orang (28,6%)
9 orang (21,4%)
1 orang (2,4%)
2 orang (4,8%)
Usaha untuk Maju 5
Saya selalu berusaha bekerja lebih baik untuk memajukan perusahaan
10 orang (23,8%)
22 orang (52,4%)
8 orang (19%)
2 orang
(4,8%) 0%
Ketekunan
6
Saya selalu bersungguh dalam mengerjakan pekerjaan yang diberikan instansi
10 orang (23,8%)
22 orang (52,4%)
8 orang (19%)
2 orang
(4,8%) 0%
Rekan kerja yang dipilih
7
Saya memiliki rekan kerja yang selalu kompak dalam menyelesaikan pekerjaan sehingga membuat saya termotivasi
3 orang (7,1%)
30 orang (71,4%)
9 orang
(21,4%) 0% 0%
Pemanfaatan waktu 8
Saya selalu berusaha menyelesaikan pekerjaan lebih cepat
3 orang (7,1%)
24 orang (57,1%)
9 orang (21,4%)
6 orang
(14,3%) 0%
Sumber : Data Pengolahan 2019
Dari tabel diatas bisa dilihat persentase jawaban dari variabel motivasi dimana mayoritas jawaban dari responden setuju hal ini berarti angket yang disebar kepada responden bernilai baik karena sesuai dengan pemikiran karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya- Binjai.
4. Model Regressi a. Uji asumsi klasik
Dalam regressi liniear berganda yang dikenal dengan beberapa asumsi klasik regressi berganda atau dikenal dengan BLUE (Best Linear Unbias Estimation). Pengujian asumsi klasik secara sederhana bertujuan untuk
mengidentifikasi apakah model regressi merupakan model yang baik atau tidak.
Ada beberapa pengujian asumsi klasik secara sederhana bertujuan untuk mengidentifikasi apakah model regressi merupakan yang baik atau tidak. Ada beberapa pengujian asumsi klasik tersebut yakni :
1) Normalitas 2) Multikolinearitas 3) Heterokedastistas 1) Normalitas
Pengujian normalitas data dilakukan untuk melihat apakah dalam model regressi, variable dependent dan independentnya memiliki distribusi normal atau tidak, jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regressi memenuhi asumsi normalitas.
Gambar IV.1 Hasil Uji Normalitas
Sumber : Data Pengolahan 2019
Dilihat dari gambar IV.1 di atas dapat dilihat bahwa data menyebar mengikuti garis diagonal artinya data antara variabel terikat (Y) dan variabel bebasnya (X1 dan X2) memiliki hubungan atau distribusi yang normal atau memenuhi uji asumsi normalitas.
2) Multikolieneritas
Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi diantaranya variabel bebas, dengan ketentuan :
a) Bila Tolerence < 0,1 atau sama dengan VIF > 10 maka terdapat masalah multikolinearitas yang serius.
b) Bila Tolerence > 0,1 atau sama dengan VIF < 10 maka tidak terdapat masalah multikolinearitas.
Dengan SPSS versi 24.00 maka dapat diperoleh hasil uji multikolinearitas sebagai berikut :
Tabel IV.6
Hasil Uji Multikolinearitas Coefficientsa
Model
Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)
DISIPLIN KERJA ,485 2,061
MOTIVASI ,485 2,061
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber : Data Pengolahan 2019
Berdasarkan tabel IV.6 diatas dapat diketahui bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) untuk variabel disiplin kerja (X1) sebesar 2.061 dan variabel motivasi (X2) sebesar 2.061. Dari masing-masing variabel independen memiliki nilai yang lebih kecil dari nilai 10. Demikian juga nilai Tolerence pada variabel disiplin kerja (X1) sebesar 0,485 dan motivasi (X2) sebesar 0.485. Dari masing-masing variabel nilai tolerance lebih besar dari 0,1 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinearitas antara variabel independen yang di indikasikan dari nilai tolerance setiap variabel independen lebih besar dari 0,1 dan nilai VIF lebih kecil dari 10.
3) Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas dilakukan untuk mengetahui apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Untuk mengetahui apakah terjadi atau tidak terjadi heterokedastisitas dalam model regresi penelitian ini, analisis yang dilakukan adalah dengan metode informal. Metode informal dalam pengujian
heterokedastisitas yakni metode grafik dan metode Scatterplot. Dasar analisis yaitu sebagai berikut :
a) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik membentuk suatu pola yang teratur maka telah terjadi heterokedastisitas.
b) Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar tidak teratur, maka tidak terjadi heterokedastisitas.
Dengan SPPS versi 24.00 maka dapat diperoleh hasil uji heterokedastisitas sebagai berikut :
Gambar IV.2
Hasil Uji Heterokedastisitas
Sumber : Data Pengolahan 2019
Bentuk gambar IV.2 diatas, dapat dilihat bahwa penyebaran residual adalah tidak teratur dan tidak membentuk pola. Hal tersebut dapat dilihat pada titik-titik atau plot yang menyebar. Kesimpulan yang bisa diambil adalah bahwa tidak terjadi heterokedastisitas.
b. Regresi Linier Berganda
Model regresi linier berganda yang digunakan adalah kinerja karyawan sebagai variabel dependen dan disiplin kerja dan motivasi sebagai variabel independen. Dimana analisis berganda berguna untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel dependen terhadap variabel independen. Berikut hasil pengelolaan data dengan menggunakan SPSS versi 24.00.
Tabel IV.7
Hasil Uji Regresi Linear Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,136 1,744 ,652 ,519
DISIPLIN KERJA ,291 ,068 ,340 4,267 ,000
MOTIVASI ,665 ,080 ,664 8,330 ,000
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber : Data Pengolahan 2019
Dari tabel IV.7 diatas diketahui nilai-nilai sebagai berikut :
1) Konstanta = 1.136
2) Disiplin Kerja = 0,291
3) Motivasi = 0,665
Hasil tersebut dimasukkan kedalam persamaan regresi linier berganda sehingga diketahui persamaan berikut :
Y = 1,136 + 0,2911 - 0,6652
Keterangan :
1) Konstanta sebesar 1,136 menunjukkan bahwa apabila nilai variabel independen dianggap konstan maka kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya akan meningkat.
2) Ξ²1 sebesar 0,291 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa apabila disiplin kerja mengalami kenaikkan maka akan diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,291 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan.
3) Ξ²2 sebesar 0,665 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa apabila motivasi mengalami kenaikkan maka akan diikuti oleh peningkatan kinerja karyawan sebesar 0,665 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan.
c. Pengujian Hipotesis 1) Uji t atau Uji Parsial
Untuk uji t dalam penelitian ini digunakan untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing variabel independen dalam memepengaruhi variabel dependen. Alasan lain uji t dilakukan yaitu untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara individual terdapat hubungan yang signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (Y). Rumus yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
Dimana : t = nilai t hitung r = koefisien korelasi n = jumlah sampel
π‘ = π π β 2
1 β π2
Bentuk pengujian :
a) H0 : rs = 0, artinya tidak terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
b) Ha : rs β 0, artinya terdapat hubungan signifikan antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).
Kriteria pengambilan keputusan yaitu sebagai berikut :
a) H0 diterima apabila β ttabelβ€ thitung β€ ttabelpada Ξ± = 5%. Df = n β 2 b) H0 ditolak apabila thitung > ttabel atau βthitung < -ttabel
Berdasarkan hasil pengelolaan data dengan SPSS versi 24.00 maka diperoleh hasil uji statistik t sebagai berikut:
Tabel IV.8
Hasil Uji Statistik t (parsial) Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized Coefficients
t Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) 1,136 1,744 ,652 ,519
DISIPLIN KERJA ,291 ,068 ,340 4,267 ,000
MOTIVASI ,665 ,080 ,664 8,330 ,000
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber : Data Pengolahan 2019
Hasil pengujian statistik pada tabel diatas dapat dijelaskan sebagai berikut:
a) Pengaruh Dispiplin Kerja (X1) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Bedasarkan tabel IV. 8 diatas diperoleh t hitung untuk variable disiplin kerja sebesar 4,267 untuk kesalahan 5% uji 2 pihak dan dk = n-2 (42 -2 = 40), di peroleh t tabel 2,021. Jika t hitung > t tabel maka didapat pengaruh yang signifikan antara X1 dan Y, demikian juga sebaliknya jika t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara X1 dan Y, didalam hal ini t-hitung
= 4,267 > t tabel = 2,021. Ini berarti terdapat pengaruh antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai.
Selanjutnya terlihat pula nilai probabilitas t yakni sig adalah 0,000 sedang taraf signifikan Ξ± yang ditetapkan sebelumnya adalah 0,05, maka nilai sig 0,000 β€ 0,05, sehingga H0 di tolak ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara disiplin kerja dengan kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai.
b) Pengaruh Disiplin Kerja (X2) Terhadap Kinerja Karyawan (Y) Bedasarkan tabel IV. 8 diatas diperoleh t hitung untuk variable disiplin sebesar 8,330 untuk kesalahan 5% uji 2 pihak dan dk = n-2 (42 - 2 = 40), di peroleh t tabel 2,021. Jika t hitung > t tabel maka didapat pengaruh yang signifikan antara X2 dan Y, demikian juga sebaliknya jika t hitung < t tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara X2 dan Y, didalam hal ini t hitung
= 8,330 > t tabel = 2,021. Ini berarti terdapat penagruh antara motivasi dengan kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai.
Selanjutnya terlihat pula nilai probabilitas t yakni sig adalah 0,000 sedang taraf signifikan Ξ± yang ditetapkan sebelumnya adalah 0,05, maka nilai sig 0,000 <
0,05, sehingga H0 di tolak ini berarti ada pengaruh yang signifikan antara motivasi dengan kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai.
2) Uji F (Uji Simultan)
Uji F atau juga disebut uji signifikan serentak dimaksudkan untuk melihat kemampuan menyeluruh dari variabel bebas yaitu disiplin kerja dan motivasi untuk dapat atau menjelaskan tingkah laku atau keragaman variabel terikat yaitu kinerja karyawan. Uji F juga dimaskud untuk mengetahui apakah semua variabel
memiliki koefisien regresi sama dengan nol. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program SPSS versi 24.00, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel IV. 9
Hasil Uji Simultan (Uji-F) ANOVAa
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 481,571 2 240,785 142,796 ,000b
Residual 65,762 39 1,686
Total 547,333 41
a. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN b. Predictors: (Constant), MOTIVASI, DISIPLIN KERJA
Sumber : Data Pengolahan 2019
Dari tabel IV. 9 diatas bisa dilihat bahwa nilai f adalah 142,796, kemudian nilai sig nya adalah 0,000
a. Bila πβππ‘π’ππ > ππ‘ππππ atau -πβππ‘π’ππ < -ππ‘ππππ , maka Ho ditolak karena adanya korelasi yang signifikan antara variabel X1 dan X2 dengan Y.
b. Bila πβππ‘π’ππ β€ ππ‘ππππ atau -πβππ‘π’ππ β₯ -ππ‘ππππ , maka Ho diterima karena tidak adanya korelasi yang signifikan antara variabel X1 dan X2 dengan Y.
Taraf signifikan yang digunakan adalah 5%, uji dua pihak dan dk = n-k-1 Bedasarkan tabel IV. 9 diatas diperoleh f hitung untuk variable disiplin kerja dan motivasi sebesar 142,796 untuk kesalahan 5% uji 2 pihak dan dk = n-k-1 (42-2-n-k-1=39), di peroleh f tabel 3,24. Jika f hitung > f tabel maka didapat pengaruh yang signifikan antara X1 dan X2 terhadap Y, demikian juga sebaliknya jika f hitung < f tabel maka tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara X1 dan X2 terhadap Y, didalam hal ini f hitung = 142,796 > f tabel = 3,24. Ini berarti
pengaruh positif antara disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya- Binjai.
Selanjutnya terlihat pula nilai probabilitas f yakni sig adalah 0,000 sedang taraf signifikan Ξ± yang ditetapkan sebelumnya adalah 0,05, maka nilai sig 0,000
<a 0,05, sehingga H0 di tolak ini berarti ada pengaruh positif yang signifikan antara disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai.
d. Koefisien Determinasi (R-Square)
Koefisien determinasi ini berfungsi untuk mengetahui persentase besarnya pengaruh variabel independen dan variabel dependen yaitu dengan mengakuadratkan koefisien yang ditemukan. Dalam penggunannya, koefisien determinasi ini dinyatakan dalam persentase (%). Untuk mengetahui sejauh mana kontribusi atau persentase disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan maka dapat diketahui melalui uji determinasi.
Tabel IV.10 Hasil Uji Determinasi
Model Summaryb
Model R
R Square
Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 ,938a ,880 ,874 1,29854
a. Predictors: (Constant), MOTIVASI, DISIPLIN KERJA b. Dependent Variable: KINERJA KARYAWAN
Sumber : Data Pengolahan 2019
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa nilai R sebesar 0,938 atau 93,8%
yang berarti bahwa hubungan antara kinerja karyawan dengan variabel bebasnya, yaitu disiplin kerja dan motivasi adalah erat. Pada nilai R-Square dalam penelitan ini sebesar 0,880 yang berarti 88% variasi dari kinerja karyawan dijelaskan oleh
variabel bebas yaitu disiplin kerja dan motivasi. Sedangkan sisanya 12%
dijelaskan oleh varibel lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini. Nilai R-Square (R2) atau koefisien determinasi dalam penelitian ini yaitu sebesar 0,874 yang berarti 87,4% kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai dapat dijelaskan oleh disiplin kerja dan motivasi. Sedangkan 12,6% dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
Kemudian standard error of the estimated artinya mengukur variabel dari nilai yang diprediksi. Standard error of the estimated disebut juga standar diviasi.
Standard error of the estimated dalam penelitian ini adalah sebesar 1.29584
dimana semakin kecil standar deviasi berarti model semakin baik dalam memprediksi kinerja karyawan.
B. Pembahasan
Analisis hasil temuan penelitian ini adalah analisis terhadap kesesuaian teori, pendapat, maupun penelitian terdahulu yang telah dikemukakan hasil penelitian sebelumnya serta pola perilaku yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut. Berikut ini ada tiga (3) bagian utama yang akan dibahas dalam analisis hasil temuan penelitian ini, yaitu sebagai berikut :
1. Pengaruh Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian diatas antara disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya β Binjai thitung sebesar 4,267 sedangkan ttabel sebesar 2,021 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,000 β€ 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh signifikan disiplin kerja terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya β Binjai.
Sutrisno (2009, hal.87) Menyatakan βdisiplin karyawan yang baik akan mempercepat tujuan perusahaan, sedangkan disiplin yang merosot akan menjadi penghalang dan meperlambat pencapaian perusahaanβ.
Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang di lakukan oleh Jufrizen (2018) yang menyimpulkan bahwa disiplin kerja berpengaruh terhadap kinerja karyawan. Evawati (2016) dalam jurnalnya yang berjudul βPengaruh Disiplin kerja dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Sentra Operasi Terminal PT. Angkasa Pura IIβ, menyimpulkan bahwa: adanya pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai pada Dinas Sentra Operasi Terminal PT.
Angkasa Pura II.
Penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan Mujtahidin (2013) dalam penelitiannya yang berjudul Pengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Pengawas di Kementerian Agama Kab.
Tasikmalaya. Menyimpulkan bahwa: disiplin kerja berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Karyawan pegawai pada Pada Bagian Pengawas di Kementerian Agama Kab.Tasikmalaya.
2. Pengaruh Motivasi Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian diatas antara motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai diperoleh thitung sebesar 8,330 sedangkan ttabel sebesar 2,021 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,000 β€ 0,05 berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil tersebut didapat kesimpulan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima yang menunjukkan bahwa secara parsial ada pengaruh signifikan antara motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai.
Menurut Samsudin (2010, hal. 281) mengemukakan bahwa motivasi adalah proses mempengaruhi atau mendorong dari luar terhadap seseorang atau kelompok kerja agar mereka mau melaksanakan sesuatu yang telah ditetapkan.
Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jufrizen (2017) yang menyimpulkan bahwa motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perawat pada Rumah Sakit Umum Madani Medan. Evawati (2016) dalam jurnalnya yang berjudul βPengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Sentra Operasi Terminal PT. Angkasa Pura Iβ menyimpulkan bahwa motivasi dan disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Marpaung dkk, (2014) dengan judul βPengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokerto)β menyimpulkan bahwa: βmotivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokertoβ.
3. Pengaruh Disiplin Kerja Dan Motivasi Bersama-sama Terhadap Kinerja Karyawan
Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai pengaruh disiplin kerja dan motivasia terhadap kinerja karyawan pada PT Mewah Indah Jaya - Binjai. Dari uji ANOVA (Analysis Of Varians) pada tabel diatas didapt Fhitung
sebesar 142,796 sedangkan Ftabel diketahui sebesar 3,24. Berdasarkan hasil tersebut dapat diketahui bahwa tingkat signifikan sebesar 0,000 β€ 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa variabel disiplin kerja
dan motivasi secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT Mewah Indah Jaya - Binjai.
Penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Evawati (2016) dalam jurnalnya yang berjudul βPengaruh Disiplin dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai pada Dinas Sentra Operasi Terminal PT. Angkasa Pura Iβ menyimpulkan bahwa motivasi dan disiplin berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.
Penelitian ini mendukung penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Marpaung dkk, (2014) dengan judul βPengaruh Motivasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokerto)β menyimpulkan bahwa: βmotivasi berpengaruh terhadap kinerja karyawan pada Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokertoβ.
72 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dikemukakan sebelumnya maka dapat diambil kesimpulan dari penelitian mengenai pengaruh disiplin kerja dan motivasi terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya - Binjai
1. Secara parsial (Uji t) bahwa disiplin kerja memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya β Binjai.
2. Secara parsial (Uji t) bahwa motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT. Mewah Indah Jaya β Binjai.
3. Secara simultan (Uji F) bahwa disiplin kerja dan motivasi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan pada PT.
Mewah Indah Jaya β Binjai.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dalam hal ini penulis dapat menyarankan hal-hal sebagai berikut :
1. PT. Mewah Indah Jaya β Binjai seharusnya memberikan sanksi ketat kepada karyawan yang masih sering terlambat dalam masuk kerja demi menjaga kulitas kinerja karyawan.
2. Atasan harus lebih sering memotivasi karyawan karena kurangya motivasi yang didapatkan karyawan dari atasan akan menjadikan para karyawan sering bermalas-malasan dalam bekerja karena menganggap atasan kurang perhatian terhadap kinerja dari para karyawan .
3. Kinerja yang belum maksimal setelah diterapkannya disiplin kerja dan adanya motivasi yang diberikan kepada karyawan hendaknya di evaluasi apa penyebab kurang maksimalnya kinerja para karyawan tersebut.
Anoraga, Pandji. (2009), Manajemen Bisnis, cetakan ketiga, Jakarta: Rineka Cipta Danang, Sunyoto. (2013). Metodologi Penelitian Akuntansi. Bandung: PT Refika
Aditama Anggota Ikapi.
Evawati. (2016). βPengaruh Disiplin Dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Perawat Bagian Anak RSU Tangerangβ. Jurnal Ilmiah.
Fuzi Waliyul Mujtahidin. (2013). Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pada Bagian Pengawas Di Kementerian Agama Kab. Tasikmalaya. Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi Tasikmalaya.
Jufrizen. (2017). Pengaruh kemampuan dan motivasi terhadap kinerja perawat: Studi pada Rumah Sakit Umum Madani Medan. Jurnal Riset Sains Manajemen, 1(1), 27-34. DOI: 10.5281/zenodo.1036809
Jufrizen. (2018). Peran Motivasi Kerja Dalam Memoderasi Pengaruh Kompensasi dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan. Prosiding: The National Conference Management And Business (NCMAB)2018
Hasibuan, Malayu S.P, (2011), Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Cetakan Kelima Belas, Jakarta: Bumi Aksara.
Hasibuan, Malayu. S.P, (2007), Organisasi & Motivasi Dasar Peningkatan Produktivitas, Cetakan Kelima, Jakarta: Bumi Aksara.
Mangkunegara, Anwar Prabu, (2013). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: terbitan PT Remaja Rosdakarya
Mathis, Robert L dan John H. Jackson (2009), Manajemen Sumber Daya Manusia, Salemba Empat, Jakarta.
Marpaung, Iga Mawarni, Hamid, Djamhur & Iqbal, Muhammad. (2014). Pengaruh Motivasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Karyawan (Studi Pada Karyawan Rumah Sakit Reksa Waluya Mojokerto)β. Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), 15 (2), 1-18
Moeheriono. 2012. Pengukuran Kinerja Berbasis Kompetensi. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Mudrajad Kuncoro, (2013). Metode Riset untuk Bisnis dan Ekonomi, Edisi 4.
Jakarta: Erlangga.
Rivai, Veithzal. (2009). Sumber Daya Manusia. Jakarta: Raja Grafindo Persada.