• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODOLOGI PENELITIAN

3.8. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data dalam penelitian kuantitatif adalah menggunakan statistik. Penggunaan teknik analisis dalam penelitian ini bertujuan untuk mempermudah peneliti dalam tahapan-tahapan analisis secara kuantitatif. Beberapa teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini akan dijelaskan lebih lanjut pada setiap sasarannya agar lebih mudah dalam mencapai tujuan.

3.8.1. Analisis Statistik Inferensial

Analisis statistik inferensial merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menganalisis data sampel dan hasilnya diberlakukan untuk populasi, pengambilan sampel dari populasi (Sugiyono, 2008). Menurut Sugiyono (2008) statistik inferensial terbagi atas dua yaitu statistik parametrik dan statistik nonparametrik. Dimana statistik parametrik diperlukan terpenuhinya banyak asumsi terutama berdistribusi normal serta menggunakan data interval dan

rasio, sedangkan statistik nonparametrik tidak berdistribusi normal serta menggunakan data nominal dan ordinal.

Teknik analisis pada penelitian ini menggunakan analisis faktor yang termasuk dalam statistik inferensial nonparametrik, yaitu dengan cara mengidentifikasi parameter/kriteria dalam sebuah penelitian. Menurut Kerlinger (1990), faktor merupakan gagasan dari hipotesis yang mendasari suatu tes atau pengukuran berbagai hal. Analisis faktor bertujuan untuk menyederhanakan parameter/kriteria yang beragam pada variabel penelitian, di mana faktor-faktor tersebut belum teridentifikasi dengan baik (Johnson and Wichern, 1992). Tahapan dalam melakukan analisis faktor, antara lain:

1) KMO dan Barlett's Test. Digunakan untuk menghitung sampel yang ideal dengan cara mencari koefisien korelasi yang akan diamati dengan koefisien korelasi lainnya. Hasil perhitungan sampel dinyatakan ideal dan dapat dianalisis lebih lanjut apabila nilainya > 0,5 dengan signifikasi 0,00. 2) KMO–MSA Anti image correlation. Digunakan untuk menentukan apakah

variabel layak untuk dianalisis. Variabel dengan nilai ≥ 0,5 dapat dianalisis lebih lanjut, sedangkan variabel dengan nilai < 0,5 harus dihilangkan dan diuji kembali pada KMO-MSA. Proses ini perlu dilakukan beberapa kali hingga ditemukan angka yang valid.

3) Ekstraksi faktor. Dilakukan pada faktor yang memiliki nilai KMO–MSA ≥ 0,5 sehingga muncul variabel inti. Pada tahap ekstraksi faktor, digunakan metode Principal Component Analysis untuk mengetahui nilai Initial Eigen Value yang terbentuk. Atribut yang memiliki nilai Initial Eigen Value > 1,000 mengindikasikan jumlah faktor yang terbentuk.

4) Rotasi faktor, diperlukan untuk memperjelas variabel yang termasuk dalam anggota faktor. Rotasi faktor yang digunakan adalah rotasi varimax. Nilai yang paling besar pada tiap variabel yang muncul dalam tabel mengindikasikan bahwa variabel tersebut termasuk ke dalam faktor-faktor. 5) Interpretasi faktor. Setelah terbentuk kelompok-kelompok faktor,

dilakukan penamaan terhadap faktor yang sesuai dengan variabel dalam tiap kelompok dan dikaitkan dengan kajian pustaka.

Pada penelitian ini, analisis faktor berfungsi untuk mencari faktor-faktor yang paling berpengaruh bagi perusahaan penyewa dalam pengambilan keputusan memilih kantor sewa. Metode ini dipilih karena dapat mengetahui faktor-faktor pemilihan kantor sewa yang akan mengelompok berdasarkan nilai dari hasil analisis sehingga dimungkinkan adanya penyederhanaan maupun penambahan kelompok faktor baru yang mana faktor-faktor tersebut belum teridentifikasi dengan baik. Teknik ini sangat bermanfaat dalam bidang riset pasar (market research), yaitu untuk mengetahui preferensi konsumen pada sebuah produk berupa barang maupun jasa.

3.8.2. Analisis Statistik Deskriptif

Statistik deskriptif merupakan statistik yang digunakan untuk menganalisis data yang telah terkumpul dengan cara mendiskripsikan tanpa ada maksud membuat kesimpulan yang general atau umum dan tanpa uji signifikansi (Sugiyono, 2008). Penyajiannya dapat berupa tabel, grafik, diagram, perhitungan modus, median, mean, desil, persentil, rata-rata, persentase dan standar deviasi. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif untuk menganalisis jenis bidang usaha penyewa, tingkat kepuasan penyewa dan tipologi kantor sewa.

1. Analisis Karakteristik Penyewa

Analisis karakteristik penyewa berdasarkan bidang usaha dilakukan dengan perhitungan frequensi dan persentase, kemudian dilakukan deskripsi.

2. Analisis Kepuasan

Analisis kepuasan penyewa dilakukan dengan menggunakan nilai mean dan nilai standar deviasi. Hal ini dilakukan karena kepuasan responden diukur langsung melalui kesesuaian (kepuasan) terhadap kondisi faktor dan bukan diukur melalui dua hal (nilai harapan dan nilai kinerja) sehingga harus dianalisis menggunakan nilai mean dan nilai standar deviasi untuk dapat disajikan melalui diagram kartesius. Setelah diketahui nilai mean dan standar deviasinya, kemudian dilanjutkan dengan pemetaan nilai mean dan nilai standar deviasi ke dalam diagram kartesius. Dari pemetaan

tersebut akan dikelompokkan ke dalam empat kuadran dan akan diketahui faktor mana yang dianggap paling sesuai dan diperhatikan oleh responden dengan nilai mean yang paling besar serta disepakati oleh responden dengan nilai standar deviasi yang paling kecil. Urutan faktor-faktor yang paling dominan pada diagram kartesius dapat dijelaskan sebagai berikut (Angker, 2011) :

1) Nilai Mean Besar, Standar Deviasi Kecil (Kuadran I)

Nilai mean yang besar mempunyai arti bahwa sebagian besar responden memberikan skor yang tinggi terhadap tingkat kepuasan pada kriteria tersebut. Sedangkan nilai standar deviasi yang kecil memiliki arti bahwa sebagian besar responden sepakat dengan jawaban tersebut.

2) Nilai Mean Besar, Standar Deviasi Besar (Kuadran II)

Nilai mean yang besar mempunyai arti bahwa sebagian besar responden memberikan skor yang tinggi terhadap tingkat kepuasan pada kriteria tersebut. Sedangkan nilai standar deviasi yang besar memiliki arti bahwa sebagian besar responden kurang sepakat dengan jawaban tersebut.

3) Nilai Mean Kecil, Standar Deviasi Kecil (Kuadran III)

Nilai mean yang kecil mempunyai arti bahwa sebagian besar responden memberikan skor yang rendah terhadap tingkat kepuasan pada kriteria tersebut. Sedangkan nilai standar deviasi yang kecil memiliki arti bahwa sebagian besar responden sepakat dengan jawaban tersebut.

4) Nilai Mean Kecil, Standar Deviasi Besar (Kuadran IV)

Nilai mean yang kecil mempunyai arti bahwa sebagian besar responden memberikan skor yang rendah terhadap tingkst kepuasan pada kriteria tersebut. Sedangkan nilai standar deviasi yang besar memiliki arti bahwa sebagian besar responden kurang sepakat dengan jawaban tersebut.

3. Analisis Tipologi Kantor Sewa

Analisis preferensi penyewa berdasarkan bidang usahanya dilakukan dengan mentotal jumlah skor dalam kuesioner. Kemudian dicari nilai mean dan dilakukan pengurutan berdasarkan nilai mean paling besar untuk diketahui urutan prioritas preferensi penyewa terhadap faktor-faktor pemilihan kantor sewa. Nilai mean dapat digunakan apabila distribusi datanya tidak terdapat nilai yang ekstrim dan apabila terdapat data dengan nilai yang ekstrim maka akan digunakan median atau modus. Mean sering digunakan dibanding yang lainnya karena lebih memenuhi persyaratan untuk ukuran pusat yang baik. Setelah diketahui urutan prioritas preferensi, maka selanjutnya dapat dideskripsikan.