BAB III METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kuantitatif, yakni menguji dan menganalisis data dengan perhitungan angka-angka dan kemudian menarik kesimpulan dari pengujian tersebut dengan rumus dibawah ini:
1. Regresi Linier Berganda
Dalam menganalisis data digunakan analisis regresi linier berganda. Dimana analisis berganda berguna untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut hasil pengolahan data dengan menggunakan IBM SPSS Statistic versi 22.00.
Rumus yang digunakan adalah :
Keterangan :
Y = Variabel Kinerja pegawai a = Bilangan konstan atau nilai tetap X1 = Variabel Disiplin kerja
X2 = Variabel Budaya organisasi
b1 = Pengaruh x1 terhadap y jika x2 kostan b2 = Pengaruh x2 terhadap y jika x1 kostan ε = Standar Error
Model persamaan regresi tersebut digunakan untuk menjelaskan arah hubungan dari variabel X1 dan X2 terhadap Y, apakah berslope positif atau negatif. Jika harga koefisien beta (P1 dan P2) dari variabel bebas X1 dan X2
bernilai positif maka kepuasan kerja akan semakin tinggi (bertambah), sebaliknya jika harga koefisien beta bernilai negatif maka kepuasan kerja akan semakin rendah (berkurang).
a. Uji Normalitas
Uji Normalitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi, variable dependen dan independennya memiliki distribusi normal atau tidak. Jika data enyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang kuat antara variable bebas, maka terjadi multikolinearitas demikian juga sebaliknya. Dalam penelitian ini multikolinearitas menggunakan tolerance dan VIF (Varians Information Factor).
Kriteria pengujian yang digunakan adalah :
1) Jika nilai VIF diangka 1 atau memiliki toleransi mendekati angka 1, maka dikatakan tidak terdapat masalah multikolinearitas.
2) Jika koefisien antara variabel bebas kurang dari 0,10, makan menunjukkan adanya multikolinearitas.
c. Uji Heterokedatisitas
Uji Heterokedatisitas bertujuan menguji apakah model regresi tujuan ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Heterokedatisitas pada penelitian ini dapat dilihat melalui grafik scatterplot. Suatu model regresi dikatakan tidak ada heterokedatisitas apabila grafik scatterplot terlihat bahwa tidak
adanyapola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu.
Cara mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SDRESID. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitasnya dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentuu pada grafik scatterplot antara SDRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah yang telah diprediksi dan sumbu X residual (Y prediksi Y sesungguhnya) yang telah di standardized. Dasar analisis heterokedastisitas, sebagai berikut :
2. Jika ada pola tertentu, seperti titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas.
3. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak heterokedastisitas.
4. Uji Hipotesis
a. Uji t (Uji Parsial)
Uji t dilakukan untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara parsial mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (Y). Uji t digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui kemampuan dari masing-masing variabel dalam mempengaruhi variabel dependen. Alasan lain uji t dilakukan yaitu untuk menguji apakah variabel
bebas (X1) secara individual terdapat hubungan yang parsial atau tidak terhadap variabel terikat (Y).
(Sugiyono, 2012, hal 250) Keterangan :
t = Nilai t hitung r = Koefisien korelasi
n = Banyaknya pasangan rank
lalu hasil dari uji t dibandingkan dengan t tabel = ± t (α/2,n-1). Kriteria Pengujian Hipotesis : terima Ho jika –t tabel ≤ t hitung ≤ + t tabel Hal lain tolak Ho jika –t tabel ≥ t hitung ≥ + t tabel, atau dengan distribusi kurva normal t.
Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian ini adalah : 1) Pengujian kepemimpinan dan kepuasan kerja karyawan
a). Jika hitung < t tabel maka Ho diterima, artinya kepemimpinan tidak berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Serasi Elitindo Medan.
b). Jika hitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Serasi Elitindo Medan.
2) Pengujian budaya organisasi dan kepuasan kerja karyawan
t =
√ √a) Jika hitung < t tabel maka Ho diterima, artinya budaya organisasi berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Serasi Elitindo Medan.
b) Jikathitung > ttabel maka Ho ditolak, artinya budaya organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan PT. Serasi Elitindo Medan.
c) Uji F (Simultan)
Uji statistik F (simultan) dilakukan untuk mengetahui apakah variabel bebs (independen) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan atau hipotesis kedua. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan significane level taraf nyata 0,05 ( = 5%). Kriteria pengujian hipotesis yaitu:
Ho : = 0 artinya Budaya Organisasi dan Kepemimpinan tidak berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Serasi Elitindo Medan.
Ho : ≠ 0 artinya Budaya Organisasi dan Kepemimpinan berpengaruh terhadap kepuasan kerja karyawan PT. Serasi Elitindo Medan.
Uji statistik yang digunakan adalah uji distribusi F . dimana cara rumusnya adalah :
(Sugiyono, 2010, hal. 257) F hitung
=
( ` )/( )/Dimana :
R = kuadrat koefsien korelasi = K = jumlah variabel bebas
n = banyaknya sampel
dibandingkan dengan F tabel = F (α, n-k-1) Kriteria pengujian :
Gambar III-2
Kriteria Pengujian distribusi F
F tabel
Dasar pengambilan keputusan dalam pengujian ini adalah :
a) Tolak Ho jika hitung ≥ F tabel , artinya Kepemimpinan dan Budaya Organisasi berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan. b) Terima Ho jika hitung ≤ F tabel , artinya Kepemimpinan dan Budaya
Organisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kepuasan kerja karyawan.
b. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengatur seberapa jauh dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisien determinasi berada
diantara nol dan satu. Nilai R2 yang kecil menjelaskan variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Data dalam penelitian ini dipengaruhi oleh nilai signifikan koefisien variabel yang bersangkutan setelah dilakukan pengujian. Untuk mengetahui seberapa besar persentase hubungan variabel X1 dan X2 terhadap Y (kepuasan kerja) digunakan uji determinasi dengan rumus:
(Sugiyono, 2012, hal 277) Keterangan: D = Koefisien determinasi R = R square 100% = Persentase kontribusi D = R2 x 100%
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Deskripsi Data
Dalam penelitian ini, penulis menjadikan pengolahan data dalam bentuk angket yang terdiri dari 5 pertanyaan untuk variabel X1, 5 pertanyaan untuk variabel X2 dan 5 pertanyaan untuk variabel Y, di mana yang menjadi variabel X1 adalah Disiplin Kerja, variabel X2 adalah Budaya Organisasi dan yang menjadi variabel Y adalah Kinerja Karyawan. Angket yang disebarkan ini diberikan kepada 76 orang Karyawan sebagai sampel penelitian dan dengan menggunakan metode Likert Summated Rating (LSR).
Tabel IV-1 Skala Likert PERNYATAAN BOBOT Sangat Setuju 5 Setuju 4 Kurang Setuju 3 Tidak Setuju 2
Sangat Tidak Setuju 1
Dan ketentuan di atas berlaku baik di dalam menghitung variabel X1 dan X2 bebas (Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi) maupun variabel terikat (Kinerja Karyawan).
1. Identitas Responden
Responden penelitian ini seluruh Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa sebanyak 76 orang, yang terdiri dari beberapa karakteristik, baik usia,
jenis kelamin maupun tingkat pendidikan yang dimiliki karyawan. Dari kuesioner yang disebarkan diperoleh data karyawan sebagai berikut:
Tabel IV-2
Distribusi Responden Berdasarkan Jenis Kelamin
No Jenis Kelamin Jumlah Persentase (%)
1 Laki-laki 42 orang 68%
2 Perempuan 20 orang 22%
Jumlah 76 orang 100%
Sumber : Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa
Dari tabel di atas diketahui bahwa jumlah responden mayoritas adalah Perempuan sebanyak 42 orang (68%). Karena sewaktu menyebar angket, mayoritas yang dijumpai peneliti adalah karyawan yang berjenis kelamin laki - laki.
Tabel IV-3
Distribusi Responden Berdasarkan Usia
No Usia Jumlah Persentase (%)
1 ≤ 25 Tahun 12 orang 19%
2 26 - 40 Tahun 46 orang 74%
3 > 40 tahun 4 orang 7%
Jumlah 76 100%
Sumber : Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa
Dari tabel di atas diketahui bahwa mayoritas usia responden yaitu usia 26 - 40 tahun yaitu sebanyak 46 orang (74%). Pada usia antara ≤ 25 tahun yaitu sebanyak 12 orang (19%) dan usia > 40 tahun yaitu sebanyak 4 orang (7%).
Tabel IV-4
Distribusi Responden Berdasarkan Pendidikan
No Pendidikan Jumlah Persentase (%)
1 SMA 12 orang 19%
2 Diploma 31 orang 50%
3 Sarjana 19 orang 31%
Jumlah 76 100%
Sumber : Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa
Dari tabel di atas diketahui bahwa sebagian besar pendidikan responden adalah Diploma yaitu sebanyak 31 orang (50%). Meskipun demikian pendidikan SMA juga dijumpai sebanyak 12 orang (19%) dan Sarjana berjumlah 19 orang (31%).
2. Analisis Variabel Penelitian
Untuk lebih membantu berikut ini penulis sajikan tabel hasil skor jawaban responden dari angket yang penulis sebarkan yaitu :
Tabel IV-5
Skor Angket untuk Variabel X1 (Disiplin Kerja) Frekuensi Jawaban No SS S KS TS STS Jumlah F % F % F % F % F % F % 1 2 3 4 5 23 24 39 19 31 30,26 31,58 51,32 25,00 40,79 49 45 29 53 38 64,47 59,21 38,16 69,74 50,00 4 7 8 4 7 5,26 9,21 10,53 5,26 9,21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 76 76 76 100 100 100 100 100 Sumber : Data Penelitian Diolah (2017)
a. Jawaban responden tentang Saya tepat waktu dalam bekerja, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 64,47% .
b. Jawaban responden Saya mengikuti aturan yang berlaku pada perusahaan, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 59,21%.
c. Jawaban responden tentang Saya mengikuti SOP dalam setiap pekerjaan, sebagian besar responden menjawab sangat setuju sebesar 51,32%.
d. Jawaban responden tentang Saya teliti dalam mengerjakan pekerjaan, khususnya menengah keatas, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 69,74%.
e. Jawaban responden tentang Saya memakai seragam saat bekerja, khususnya menengah keatas, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 50%.
Tabel IV-6
Skor Angket untuk Variabel X2 (Budaya Organisasi) Frekuensi Jawaban No SS S KS TS STS Jumlah F % F % F % F % F % F % 1 2 3 4 5 24 24 19 29 22 31,58 31,58 25,00 38,16 28,95 43 47 42 34 47 56,58 61,84 55,26 44,74 61,84 9 5 15 13 7 11,84 6,58 19,74 17,11 9,21 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 76 76 76 100 100 100 100 100 Sumber : Data Penelitian Diolah (2017)
a. Jawaban responden tentang Saya bertanggung jawab atas pekerjaan dan tindakan, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 56,58% .
b. Jawaban responden tentang Saya berani dalam melakukan inovasi dalam bekerja, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 61,84%.
c. Jawaban responden tentang Saya memiliki visi dan misi yang sama dengan perusahaan, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 55,26%.
d. Jawaban responden tentang Pengendalian dan pengarahan karyawan dalam bekerja dilakukan dengan teratur dan tepat, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 44,74%.
e. Jawaban responden tentang Atasan memberikan kritik dan saran yang dapat diterima dengan baik oleh karyawan, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 62,84%.
Tabel IV-7
Skor Angket untuk Variabel Y(Kinerja Karyawan) Frekuensi Jawaban No SS S KS TS STS Jumlah F % F % F F F % F % F % 1 2 3 4 5 30 33 31 30 27 39,47 43,42 40,79 39,47 35,53 38 35 35 32 49 50,00 46,05 46,05 42,11 64,47 8 8 10 14 0 10,53 10,53 13,16 18,42 0,00 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 0 76 76 76 76 76 100 100 100 100 100 Sumber : Data Penelitian Diolah (2017)
a. Jawaban responden tentang Saya mampu menyelesaikan pekerjaan saya setiap harinya, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 50% .
b. Jawaban responden tentang Saya mengerjakan pekerjaan sesuai dengan standar perusahaan, sebagian besar responden menjawab sangat setuju dan setuju sebesar 46,05%.
c. Jawaban responden Saya mampu menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 46,05%.
d. Jawaban responden tentang Saya mampu memaksimalkan sarana dan prasarana perusahaan dengan baik, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 42,11%.
e. Jawaban responden tentang Saya mampu bekerjasama antar karyawan dengan baik, sebagian besar responden menjawab setuju sebesar 64,47%.
3. Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyimpangan dari asumsi klasik pada regresi berganda. Adapun pengujian asumsi klasik yang digunakan adalah uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heterokedastisitas.
a. Uji Normalitas
Pengujian ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen (terikat) dan variabel independen (bebas) keduanya mempunyai distribusi normal atau tidak. Uji normalitas yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan Uji Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual.
Uji ini dapat digunakan untuk melihat model regresi normal atau tidaknya dengan syarat. Yaitu apabila mengikuti garis diagonal dan menyebar disekitar garis diagonal tersebut.
1). Jika data yang menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.
2). Jika data menyebar jauh dari diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.
Gambar IV-1
Hasil Uji Normalitas P-Plot of Regression Standardized Residual
Dari hasil uji P-Plot Regression tersebut dapat dilihat bahwa model regresi bersifat normal dengan data mengikuti garis diagonal dan menyebar disekitar titik garis diagonal, maka dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normalitas.
b. Uji Multikolinieritas
Uji ini bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (independen). Model regresi yang baik seharusnya bebas multikolinieritas dapat dilihat dari : nilai tolerance dan lawannya, dan Variance Inflation Faktor (VIF). Jika nilai tolerance lebih besar dari 0,1 atau nilai VIF lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi multikolinieritas pada data yang akan diolah. Berikut hasil uji Mutlikolonieritas yang telah diolah :
Tabel IV-8
Hasil Uji Multikolonieritas Coefficientsa Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 Disiplin Kerja ,927 1,079 Budaya Organisasi ,927 1,079
a. Dependent Variable: Kinerja
Berdasarkan hasil uji diatas kedua variabel independen yakni Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi memiliki nilai Variance Inflation Faktor (VIF), nilai tolerance yang telah ditentukan atau 0,927 dan 0,927 > 0,1 dan nilai Variance Inflation Faktor (VIF) 1,079 dan 1,079 < 10, sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala Multikolinieritas. c. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaNamaan varian dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varian dari residual satu pengamatan yang lain
tetap, maka disebut homoskedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Model regresi yang baik adalah yang homokedastisitas atau tidak terjadi heterokedastisitas.
Cara mendeteksi ada atau tidaknya heterokedastisitas adalah dengan melihat grafik Plot antara nilai prediksi variabel terikat (dependen) yaitu ZPRED dengan residualnya SDRESID. Deteksi ada tidaknya heterokedastisitasnya dapat dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentuu pada grafik scatterplot antara SDRESID dan ZPRED dimana sumbu Y adalah yang telah diprediksi dan sumbu X residual (Y prediksi Y sesungguhnya) yang telah di standardized. Dasar analisis heterokedastisitas, sebagai berikut :
4. Jika ada pola tertentu, seperti titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, melebar kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heterokedastisitas.
5. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan bawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak heterokedastisitas.
Gambar IV-2
Dari grafik Scatterplot terlihat bahwa jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar di atas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y, maka mengindikasikan tidak terjadi heterokedastisitas. Hal ini dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi heterokedastisitas pada model regresi sehingga model regresi layak dipakai untuk melihat Kinerja Karyawan Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa berdasarkan masukan variabel independen yakni Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi.
4. Regresi Linier Berganda
Dalam menganalisis data digunakan analisis regresi linier berganda. Dimana analisis berganda berguna untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat. Berikut hasil pengolahan data dengan menggunakan IBM SPSS Statistic versi 22.00 :
Tabel IV-9
Hasil Uji Regresi Linier Berganda Coefficientsa
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,511 2,218 ,681 ,498 Disiplin Kerja ,367 ,093 ,319 3,950 ,000 Budaya Organisasi ,578 ,079 ,594 7,355 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja
Dari table diatas maka dapat diketahui nilai-nilai sebagai berikut :
Konstanta (a) = 1,511
Disiplin Kerja (X1) = 0,367 Budaya Organisasi (X2) = 0,578
Dari hasil tersebut maka dapat diketahui model persamaan regresi linearnya adalah sebagai berikut :
Y = 1,511 + 0,367 X1 + 0,578 X2 + Keterangan :
1. Nilai “a” = 1,511 menunjukkan apabila nilai dimensi Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi bernilai nol. Maka Kinerja Karyawan Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa sebesar 1,511, atau dapat dikatakan bahwa Kinerja Karyawan tetap bernilai 1,511 apabila tidak dipengaruhi oleh Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi.
2. Disiplin Kerja (X1) sebesar 0,367 dengan arah hubungannya positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan Disiplin Kerja maka akan diikuti oleh kenaikan Kinerja Karyawan sebesar 0,367 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan.
3. Budaya Organisasi (X2) sebesar 0,578 dengan arah hubungan positif menunjukkan bahwa setiap kenaikan Budaya Organisasi maka akan diikuti oleh kenaikan Kinerja Karyawan sebesar 0,578 dengan asumsi variabel independen lainnya dianggap konstan.
5. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis merupakan analisis data yang dilakukan selama penelitian untuk menjawab rumusan masalah dan membuktikan hipotesis penelitian. Analisis yang dilakukan dalam penelitian ini adalah melakukan Uji t dan Uji F dengan menggunakan program IBM SPSS Statistics 22.00.
a. Uji t (t-Test).
Uji t dilakukan untuk menguji apakah variabel bebas (X) secara parsial mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap variabel terikat (Y). Hasil pengolahan data IBM SPSS Statistics 22.00 dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel IV-10 Hasil Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,511 2,218 ,681 ,498
Disiplin Kerja ,367 ,093 ,319 3,950 ,000 Budaya
Organisasi ,578 ,079 ,594 7,355 ,000
a. Dependent Variable: Kinerja
Untuk kriteria uji t dilakukan pada tingkat α = 5% dengan dua arah dengan nilai n = 76 – 2 = 60 adalah 2,000. Berdasarkan tabel diatas maka dapat disimpulkan mengenai uji hipotesis dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat adalah sebagai berikut :
1) Pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah Disiplin Kerja secara individual mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap Kinerja Karyawan dari pengolahan data IBM SPSS Statistics versi 22.00 maka dapat diperoleh hasil uji t sebagai berikut :
a) t-hitung = 3,950 b) t-tabel = 2,000
Dari kriteria pengambilan keputusan :
a). Ho diterima jika : -2,000 ≤ 3,950 ≤ 2,000
b). Ha diterima jika : 3,950 ≥ 2,000 dan –3,950 ≤ -2,000
Berdasarkan hasil pengujian secara individual pengaruh Disiplin Kerja terhadap Kinerja Karyawan diperoleh nilai t-hitung sebesar 3,950 > t-tabel 2,000 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, dapat disimpulkan bahwa Ha diterima (Ho ditolak), hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan bertanda positif antara Disiplin Kerja
terhadap Kinerja Karyawan pada Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa.
2) Pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah Budaya Organisasi secara individual mempunyai hubungan yang signifikan atau tidak terhadap Kinerja Karyawan dari pengolahan data IBM SPSS Statistics versi 22.00 maka dapat diperoleh hasil uji t sebagai berikut :
a) t-hitung = 7,355 b) t-tabel = 2,000
Dari kriteria pengambilan keputusan :
a). Ho diterima jika : -2,000 ≤ 7,355 ≤ 2,000
b). Ha diterima jika : 7,355 ≥ 2,000 dan –7,355 ≤ -2,000
Berdasarkan hasil pengujian secara individual pengaruh Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan diperoleh nilai t-hitung 7,355 > 2,000 dan mempunyai angka signifikan sebesar 0,000 ≤ 0,05. Berdasarkan kriteria pengambilan keputusan, dapat disimpulkan bahwa Ha diterima (Ho ditolak), hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan bertanda positif antara Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa.
Uji F atau juga disebut juga dengan uji signifikan serentak dimaksudkan untuk melihat kemampuan menyeluruh dari variabel bebas yaitu Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi untuk menjelaskan tingkah laku atau keragaman Kinerja Karyawan. Uji F juga dimaksudkan untuk mengetahui apakah semua variabel memiliki koefisien regresi sama dengan nol. Berikut adalah hasil statistik pengujiannya :
Tabel IV-11 Uji F
ANOVAa Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 211,481 2 105,740 46,111 ,000b
Residual 167,401 73 2,293
Total 378,882 75
a. Dependent Variable: Kinerja
b. Predictors: (Constant), Budaya Organisasi, Disiplin Kerja
Dari hasil pengolahan dengan menggunakan IBM SPSS Statistics versi 22.00, maka dapat diperoleh hasil sebagai berikut :
1) F hitung = 46,111 2) F tabel = 3,15 Kriteria Pengujian :
1) Tolak Ho apabila 46,111 < 3,15 atau -46,111 > -3,15 2) Terima Ha apabila 46,111 > 3,15 atau -46,111 < 3,15
Berdasarkan hasil uji Fhitung pada tabel IV-11 diatas dapat nilai F hitung 46,111, sementara nilai F tabel berdasarkan dk = n – k – 1 = 59 dengan tingkat signifikan 5% adalah 3,15. Jadi F hitung 46,111 > F tabel 3,15 kemudian dilihat dengan hasil nilai probabilitas signifikan 0,000 <
0,05, maka Ha diterima dan (H0 ditolak), Dari hasil perhitungan SPSS di atas menunjukkan ada pengaruh signifikan secara simultan Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi terhadap Kinerja Karyawan pada Karyawan PT. Sinar Sosro Tanjung Morawa.
6. Uji Koefisien Determinasi
Tujuan dari uji koefisien determinasi adalah untuk mengetahui jumlah besaran persentase dari variabel bebas dalam mempengaruhi variabel terikat nilai dari koefisien determinasi ini bias dilihat pada table dibawah ini..
Tabel IV-12
Uji Koefisien Determinasi Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,747a ,558 ,546 1,51432
a. Predictors: (Constant), Budaya Organisasi, Disiplin Kerja
b. Dependent Variable: Kinerja
Pada tabel diatas, dapat dilihat hasil analisis regresi secara keseluruhan menunjukkan nilai R sebesar 0,747 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan Kinerja Karyawan (variabel dependen) dengan Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi (variabel independen) mempunyai tingkat sebesar :
D = R² x 100% D = 0,747 x 100% D = 74,7%
Angka ini mengidentifikasikan bahwa Kinerja Karyawan (variabel dependen) mampu dijelaskan oleh Disiplin Kerja dan Budaya Organisasi
(variabel independen) sebesar 74,7%, sedangkan selebihnya sebesar 25,3% dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak diteliti.