• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2009: 335). Data yang diperoleh dalam penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif.

63 1. Analisis Kualitatif

Data kulaitatif diperoleh dari lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, wawancara. Data yang diperoleh kemudian dianalisi secara diskriptif kualitatif. Adapun langkah-langkah menganalisis data kualitatif menurut model Milles dan Huberman (1992: 16) sebagai berikut.

a. Reduksi Data

Reduksi data adalah merangkum, memilih topik hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya dan membuang yang tidak perlu.

b. Penyajian Data

Penyajian data kualitatif adalah dengan teks yang naratif, berisi informasi data-data dari hasil observasi.

c. Penarikan Kesimpulan

Proses penarikan kesimpulan dari data-data yang ada dengan bukti yang valid dan konsisten, sehingga kesimpulan yang diperoleh sesuai dengan rumusan masalah sejak awal.

Data yang diperoleh dari hasil observasi selanjutnya dianalisis untuk mendeskripsikan pelaksanaan indikator-indikator tiap aspek yang tercantum dalam lembar observasi aktivitas siswa maupun aktivitas guru terlaksana atau tidak. Indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran ini ditandai dengan perolehan skor dari hasil observasi tiap siklus. Uraian mengenai teknik analisis data secara lebih terperinci diuraikan sebagai berikut.

a. Analisis lembar observasi

Observasi dilaksanakan selama proses pembelajaran. Pelaksanaan observasi berpedoman pada pedoman observasi. Pedoman observasi berisi pada indikator-indikator hal yang diamati. Hal yang diamati ada 2 aspek yakni observasi terhadap aktivitas guru pada saat pembelajaran dengan

64

menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan observasi aktivitas siswa.

Lembar observasi guru dan sisiwa dituangkan dalam indikator-indikator sejumlah masing-masing 10 butir. Butir dalam lembar observasi guru dan siswa berisi 10 pernyataan dengan pilihan jawaban menggunakan skala Likert. Data hasil observasi selanjutnya dianalisis untuk mendiskripsikan pelaksanaan kegiatan pembelajaran menggunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hal ini dilakukan untuk mengetahui apakah pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan indikaot-indikator yang tertuang dalam lembar observasi guru dan sisiwa.

Indikator keberhasilan dalam proses pembelajaran ini ditandai dengan perolehan skor dari hasil observasi tiap siklus. Skor perolehan tersebut selanjutnya didiskripsikan dan sisajikan dalam bentuk prosentase. Kriteria yang digunakan untuk mengungkapkan aktivitas siswa dan guru selama proses pembelajaran dalam penelitian ini sesuai dengan kriteria standar yang diungkapkan oleh Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2006: 107) yang menyatakan bahwa keberhasilan proses pembelajaran dapat dilihat dari tingkatan yang dijelaskan dalam tabel berikut.

Tabel 9

Taraf Keberhasilan Proses Pembelajaran Taraf keberhasilan Kualifikasi 85 % - 100 % Sangat Baik (SB)

70 % - 84 % Baik (B)

55 % - 69 % Cukup (C)

46 % - 54 % Kurang (K)

65 b. Analisi Catatan Lapangan

Catatan lapangan merupakan diskripsi mengenai apa yang dilihat, didengar dan dirasakan dalam penelitian. Hasil kegiatan observasi berbagai aspek problem kelas meliputi pembelajaran di kelas, suasana kelas, pengelolaan kelas, hubungan interaksi antara guru dan siswa, dan interaksi siswa dengan siswa. Catatan lapangan digunakan untuk mencatat kejadian yang mungkin muncul di luar lembar observasi yang dituangkan secara deskriptif dalam catatan.

2. Analisis Kuantitatif

Data Kuantitatif diperoleh dari tes hasil belajar siswa. Data Kuantitatif dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan penyajian tabel dan persentase. Data dalam bentuk persentase dideskripsikan dan diambil kesimpulan tentang masing-masing komponen dan indikator berdasarkan kriteria yang ditentukan. Uraian lebih terperinci adalah sebagai berikut.

a. Tes Hasil Belajar

Tes Hasil belajar dilaksanakan pada akhir siklus. Dalam penelitian ini, hasil tes digunakan untuk mengukur ada tidaknya peningkatan prestasi belajar IPS kelas V SDN Bronggang setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe TGT. Hasil tes siswa dianalisis secara kuantitatif. Hasil tes kemudian dideskripsikan dan dihitung rata-rata tes siswa tersebut. Jika hasil tes siswa mengalami kenaikan sesuai standar nilai yang telah ditentukan, maka diasumsikan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif tipe TGT dapat meningkatkan prestasi belajar

66

siswa, lebih spesifik untuk menentukan ketuntasan siswa kelas V SDN Bronggang dalam belajar IPS.

Hasil tes juga digunakan sebagai bahan refleksi dan pertimbangan guna menentukan ada tindakan lanjutan. Adapun cara mencari rerata dari sekumpulan nilai yang diperoleh siswa dapat menggunakan rumus mean

(M). Menurut Anas Sudijono, (2008: 81), adalah sebagai berikut:

M = N

x

Keterangan

M = Rerata

x = Jumlah seluruh skor N = Jumlah siswa

Selanjutnya untuk menghitung persentase siswa yang lulus adalah sebagai berikut : P = N F x 100 % Keterangan : P = Angka persentase

F = Frekuensi yang sedang dicari persentasenya (Jumlah siswa yang

mencapai nilai ≥ KKM)

N = Banyaknya individu dalam subjek penelitian (dalam hal ini adalah jumlah siswa sebagai subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN Bronggang)

67

Dari pedoman di atas maka didapatkan data perbandingan nilai rata-rata sebelum tindakan dan setelah tindakan siklus I, serta persentase siswa yang nilainya di atas maupun yang masih di bawah KKM. Apabila nilai rata-rata siklus I lebih besar daripada rata-rata nilai sebelum tindakan, serta persentase jumlah siswa yang nilainya berada di atas KKM mengalami peningkatan pada siklus I, maka dapat diambil kesimpulan sementara bahwa prestasi belajar IPS siswa kelas V SDN Bronggang meningkat. Namun hal ini masih perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam, apakah nilai setelah siklus I sudah mencapai batas indikator ketuntasan dalam penelitian ini. Jika sudah maka tidak lagi dilakukan tindakan lanjutan siklus 2 namun jika nilai dan persentase ketuntasan masih di bawah indikator ketuntasan dalam penelitian maka perlu dilakukan tindakan lanjutan siklus II.

Dokumen terkait