BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik Analisis Data
Analisis data dalam penelitian merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dan memerlukan ketelitian dan kritisan dari penelitian. Proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lainnya, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.15
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan analisis data dilapangan model Miles and Huberman. Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu. Pada saat wawancara, penelitian sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah analisis belum memuaskan maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu diperoleh data yang kredibel. Aktivitas dalam analisis dilakukan secara interaktif dan berlangsung
14Sugiono. h. 441
15
Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan (Jakarta: Bumi Aksara, 2009). h. 29
secara terus-menerus sampai tuntas. Aktivitas dalam analisis data yaitu data
reduction, display, dan conclusion drawing/verification.16
Berdasarkan pendapat diatas, maka teknik analisis data adalah suatu kegiatan untuk memproses data yang telah dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Proses pertama, mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal pokok, memfokuskan pada hal-hal penting, dicari tema dan polanya. Proses kedua, data display (penyajian data) dalam penelitian kualitatif. Penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flow
chart, dan sejenisnya. Proses ketiga, menarik kesimpulan, kesimpulan dalam
penelitian kualitatif merupakan temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang temuan sebelumnya belum jelas.
16
Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D (Bandung: Alfabeta, t.t.). h. 337
37 BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. Profil Kampung Tanjung Ratu Ilir
1. Sejarah Singkat Kampung Tanjung Ratu Ilir
Awal mulanya Kampung Tanjung Ratu berada di Lampung Utara, setelah beberapa abad pada zaman penjajahan Belanda Kampung Tanjung Ratu pindah ke Ilir, yang berdomisili di ulak ramai kali pengubuan, berkisar pada tahun 1828 Belanda membangun jalan raya atau yang sekarang disebut jalan lintas tengah Sumatera, Tanjung Ratu Ilir dipindah lagi diseberang Way Pengubuan, tepatnya sekarang berada disebelah jembatan gantung yang menghubungkan Kampung Tanjung Ratu dengan Kampung Purnama Tunggal. Setelah jalan lintas yang dibangun Belanda selesai, masyarakat mulai membangun rumah-rumah di pinggir jalan raya.
Kampung Tanjung Ratu adalah salah satu kampung yang berada di Kecamatan Way Pengubuan Kabupaten Lampung Tengah, dengan batasan Kampung sebagai berikut:
a. Batas Utara : Kampung Purnama Tunggal b. Batas Selatan : Pabrik BW Devisi Tapioka c. Batas Timur : Kampung Way Kekah d. Batas Barat : Kampung Candi Rejo
38
Luas Wilayah Kampung Tanjung Ratu Ilir adalah 3.500 Ha, yang terbagi menjadi VII Dusun dan 26 RT. Adapun struktur organisasi Pemerintahan Kampung Tanjung Ratu Ilir sebagaimana dalam gambar di bawah ini:
Gambar 4.2
Struktur Organisasi Kampung Tanjung Ratu Ilir
Sumber: Data Monografi Kampung Tanjung Ratu Ilir 2020
KEPALA DESA SAMSURI SEKERTARIS DESA SELAMAT JAPARUDIN KASI PEMERINTAHAN DEDI SAPUTRA KASI PEMBERDAYAAN DESA SAMSUL ARIFIN KASI KESEJAHTERAAN DESA SUDIBYO KAUR UMUM ISMAIL YUSUF KAUR KEUANGAN SLAMET DUSUN I HERMAN SYANENDRA DUSUN II HASANUSI DUSUN III JOKO DUSUN IV SUPRAPTO DUSUN V RIADI DUSUN VI SUYETNO DUSUN VII SLAMET
2. Keadaan Penduduk Kampung Tanjung Ratu Ilir
Keadaan penduduk di Kampung Tanjung Ratu Ilir terdiri dari 1.280 kepala keluarga, dengan jumlah penduduk 4.491, yang terdiri dari 2.222 laki-laki dan 2.269 perempuan. Pada umumnya, mayoritas penduduk masyarakat Kampung Tanjung Ratu Ilir beragama Islam. Adapun mata pencaharian atau profesi yang ada di Kampung Tanjung Ratu Ilir Kecamatan Way Pengubuan tertera dalam tabel di bawah ini:
Tabel 4.1
Mata Pencaharian Kampung Tanjung Ratu Ilir
NO Mata Pencaharian Jumlah
1 PNS 25 2 TNI/POLRI 10 3 Satpol PP 15 4 Pensiunan 35 5 Pedagang 350 6 Petani 870 7 Tukang 80 Total 1.385
Sumber: Data Monografi Kampung Tanjung Ratu Ilir 2020
Keadaan mata pencaharian di Kampung Tanjung Ratu Ilir mayoritas sebagai petani. Di Kampung Tanjung Ratu Ilir ini terdiri dari VII Dusun, setiap dusun di pimpin oleh Kepala Dusun, adapun untuk masing-masing dusun memiliki jumlah penduduk yang berbeda. Khususnya untuk dusun VI yang menjadi tempat dalam penelitian ini memiliki jumlah 165 KK dengan jumlah penduduk 636, yang terdiri dari 310 laki-laki dan 289 perempuan. Masyarakat Kampung Tanjung Ratu Ilir sebagai masyarakat yang beretnis Jawa, memiliki budaya yang sebagian besar dipengaruhi oleh ajaran Islam. Budaya tersebut di pertahanklan oleh masyarakat Kampung Tanjung Ratu Ilir sejak dahulu hingga sekarang, adapun budaya
tersebut adalah yasinan, tahlil, dan berzanji budaya ini dilaksanakan seminggu sekali oleh masyarakat dengan membaca surat yasin pada malam jum’at. Sedangkan kegiatan tahlil dilaksanakan bersamaannya
dengan kegiatan yasinan atau pada saat masyarakat mempunyai hajat atau kematian, dan berzanji dilakaukan oleh masyarakat dengan cara membaca kitab al-berzanji. Biasanya dilakukan seminggu sekali pada malam jum’at diikuti oleh ibu-ibu jama’ah pengajian Kampung Tanjung Ratu Ilir. Selain budaya yasinan, tahlil dan berzanji, masyarakat Kampung Tanjung Ratu Ilir juga berusaha melestarikan budaya bangsa agar bisa mencerminkan nilai-ni;lai luhur bangsa yang berdasarkan Pancasila. Caranya dengan melakukan pembinaan kepada generasi muda, agar mereka tidak melupakan nilai tradisi yang telah dilakukan terun-temurun.
3. Sarana dan Prasarana Kampung Tanjung Ratu Ilir
Kampung Tanjung Ratu Ilir mempunyai sarana dan prasarana yaitu:
a. Sarana peribadahan, seperti masjid, mushola, gereja kristen protestan, dan gereja katholik.
b. Sarana olahraga, seperti lapangan sepak bola, lapangan volly, lapangan bulu tangkis, dan lapangan tenis meja.
c. Sarana kesehatan, seperti puskesmas pembantu, posyandu, dan rumah bersalin.
d. Sarana pendidikan, seperti Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Lembaga Pendidikan Agama.
Tabel 4.2
Jumlah Sarana dan Prasarana Kampung Tanjung Ratu Ilir
NO Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Sarana Peribadahan 14
2 Sarana Olahraga 13
3 Sarana Kesehatan 7
4 Sarana Kesehatan 5
Total 39
Sumber: Data Monografi Kampung Tanjung Ratu Ilir 2020
Berdasarkan keterangan tabel 4.2 di atas, dapat dilihat bahwa di Kampung Tanjung Ratu Ilir memiliki 14 bangunan peribadahan yang terletak di Dusun I berjumlah 2 bangunan, Dusun II berjumlah 2 bangunan, Dusun III berjumlah 1 bangunan, Dusun IV berjumlah 3 bangunan, Dusun V berjumlah 2 bangunan, Dusun VI berjumlah 2 bangunan, Dusun VII berjumlah 2 bangunan. Untuk sarana olahraga seperti lapangan sepak bola berjumlah 1 lapangan, lapangan volly berjumlah 3 lapangan, lapangan bulu tangkis berjumlah 7 lapangan, sedangkan lapangan tenis meja berjumlah 2 lapangan. Sarana kesehatan di Kampung Tanjung Ratu Ilir memiliki puskesmas pembantu berjumlah 1 bangunan, posyandu berjumlah 5, rumah bersalin berjumlah 1. Di Kampung Tanjung Ratu Ilir Memiliki 5 bangunan sarana pendidikan dengan rincian yaitu Taman Kanak-kanak (TK) memiliki 1 bangunan, Sekolah Dasar (SD) memiliki 3 bangunan, dan Lembaga Pendidikan Agama memiliki 1 bangunan.
4. Keadaan Pendidikan Masyarakat Kampung Tanjung Ratu Ilir
Adapun untuk tingkat pendidikan di Kampung Tanjung Rtu Ilir dapat di lihat dalam tabel dibawah ini:
Tabel 4.3
Tingkat Pendidikan Masyarakat di Kampung Tanjung Ratu Ilir
NO Tingkat Pendidikan Jumlah
1 Tamat SD 1.500 2 Tamat SLTP 830 3 Tamat SLTA 500 4 Tamat D3 15 5 Tamat S1 30 6 Tamat S2 - 7 Tamat S3 - Total 2.875
Sumber: Data Monografi Kampung Tanjung Ratu Ilir 2020
5. Visi dan Misi Kampung Tanjung Ratu Ilir
Visi dari Kampung Tanjung Ratu Ilir adalah “Aman, Tertib,
Sejahtera” visi merupakan cita-cita yang akan dituju dimasa yang akan datang oleh segenap warga Kampung Tanjung Ratu Ilir. Dengan visi ini diharapkan akan terwujud masyarakat yang sejahtera, aman dari segala tindak kejahatan dan tertib dalam melakukan semua aktivitasnya. Adapun Misi dari Kampung Tanjung Ratu Ilir sebagai berikut:
a. Meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
b. Meningkatkan partisipasi kepada masyarakat dalam pembangunan. c. Mewujudkan tata pemerintahan yang baik yang didukung sumber daya
yang memadai.
d. Meningkatkan kemampuan dan peran wanita dalam semua aspek kehidupan.
e. Meningkatkan keamanan dalam lingkungan masyarakat dalam setiap tindak kejahatan dan kekerasan.
B. Peran Orangtua Dalam Memotivasi Belajar Anak Di Dusun VI Tanjung Mulya Kampung Tanjung Ratu Ilir Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah
Peran orangtua seharusnya adalah sebagai orang pertama dalam meletakkan dasar-dasar pendidikan terhadap anak-anaknya. Pada pelaksanaannya keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama dan utama dalam masyarakat, karena dalam keluargalah manusia dilahirkan, berkembang menjadi dewasa dan keluarga juga merupakan lembaga pendidikan tertua, dan bersifat informal. Berikut adalah hasil wawancara dengan orangtua siswa kelas VI SD yang ada di Dusun VI Tanjung Mulya Kampung Tanjung Ratu Ilir sebagai berikut:
1. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Bibit Wahono orangtua dari Aura Aprilia mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “saya kurang memperhatikan kegiatan belajar anak saya dirumah, dikarekan kesibukan saya dalam bekerja sebagai petani, sehingga saya tidak mengetahui bagaimana perkembangan belajar anak saya.”1
2. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Ahmadi orangtua dari Winne Prakusia mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “dalam memotivasi belajar anak mungkin bisa dikatakan kurang, karena pagi hingga sore saya harus bekerja dan istri sayapun juga bekerja sehingga pada saat anak belajar,
saya dan istri kurang memperhatikan apakah anak saya sudah belajar atau belum.”2
3. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Reni orangtua dari Friska Ariani mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “saya selalu berusaha memberikan motivasi kepada anak saya terutama dalam belajar seperti mengingatkannya belajar, berusaha untuk menemani anak saat belajar dan memberikan fasilitas yang dibutuhkan oleh anak.”3
4. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Derto orangtua dari Arga Dinata mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “saya sebagai orangtua mempunyai kewajiban dalam membimbing anak agar anak mampu mempunyai prestasi yang baik disekolah. Saya berusaha meluangkan waktu untuk mengawasi dan memberikan nasehat untuk belajar.”4
5. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Tyas Imam Sutikno orangtua dari Desna Natalia mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “sebenarnya saya sebagai orangtua sudah memberikan motivasi seperti memberikan nasehat dan pembiayaan. Tetapi, karena kesibukan dalam pekerjaan saya sebagai pedagang sehingga saya kurang memperhatikan perkembanga belajar anak.”5
2 Wawancara dengan bapak Ahmadi, 29 Mei 2020
3
Wawancara dengan ibu Reni, 30 Mei 2020
4
Wawancara dengan bapak Derto, 30 Mei 2020
6. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Santi orangtua dari Sesilia mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “dalam memotivasi belajar anak,
Alhamdulillah saya sudah memberikan yang terbaik, tetapi dalam memenuhi kebutahan belajar anak masih kurang dikarenakan faktor ekonomi.”6
7. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Rodiyah orangtua dari Adi Pratama mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “saya sudah memotivasi anak dengan cara meberikan nasehat dan mengingatkan ketika waktunya belajar, tetapi terkadang anak saya lebih suka menonton tv dari pada belajar.”7
8. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Gotin orangtua dari Dewi mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “dalam hal memotivasi belajar anak itu adalah
nomor satu bagi saya, karena saya menginginkan anak memiliki prestasi yang baik disekolah. Oleh karena itu saya berusaha untuk mendidik anak saya.”8
9. Berdasarkan hasil wawancara dengan bapak Susanto orangtua dari Naviza mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “kalau hanya sekedar memotivasi dalam
belajar saya sudah berusaha untuk memberikan motivasi walaupun hanya dalam bentuk kata-kata atau nasehat tetapi saya juga menyadari bahwa
6
Wawancara dengan ibu Santi, 31 Mei 2020
7
Wawancara dengan ibu Rodiyah, 01 Mei 2020
waktu yang saya berikan itu kurang terutama saat siang sampai sore hari karena pekerjaan yang memang tidak bisa ditinggalkan.”9
10. Berdasarkan hasil wawancara dengan ibu Suharseh orangtua dari Keyza mengenai bagaimana peran orangtua dalam memotivasi belajar anak sehingga diperoleh jawaban “sebagai orangtua saya hanya bisa
memberikan apa yang anak butuhkan tanpa memperhatikan perkembangan belajar anak saya karena tuntutan pekerjaan agar saya dapat memnuhi kebutuhan anak.”10
Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua diketahui bahwa perkembangan belajar anak sudah cukup baik, orangtua sudah cukup berperan dalam memotivasi belajar anak. Bentuk motivasi yang diberikan orangtua hanya pada pembiayaan dan kata-kata atau nasehat, tetapi keseharian anak masih kurang mendapatkan perhatian karena sibuk dengan pekerjaan sebagai petani dan pedagang. Fasilitas yang diberikan orangtua kepada anak kurang memadai, selain itu anak kurang mendapatkan perhatian dari orangtua bersikap tidak perduli terhadap waktu belajar, seperti menonton tv disaat jam belajar dan bermain dengan teman-temannya.
Menurut penulis peran orangtua dalam memotivasi belajar anak memiliki hubungan yang signifikan yang saling mempengaruhi satu sama lain antara lingkungan keluarga dan motivasi belajar. Dengan demikian mendidik yang diterapkan orangtua kepada anak sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar. Selain itu hal yang perlu diperhatikan oleh orangtua
9
Wawancara dengan bapak Susanto, 02 Mei 2020
adalah menjalin hubungan baik dengan anak. Dengan hal tersebut, akan terciptalah suasana yang menyenangkan dalam keluarga dan pada akhirnya akan mempengaruhi keberhasilan anak. Dapat dikatakan bahwa berjalannya pendidikan itu tidak terlepas dari yang namanya lingkungan keluarga, dimana lingkungan keluarga berperan penting pada peningkatan mutu pendidikan dan lingkungan keluarga juga menjadi motivasi bagi anak untuk meningkatkan prestasi belajarnya.
Salah satu dari peranan orangtua terhadap keberhasilan pendidikan anaknya adalah dengan memberikan perhatian dan motivasi, terutama perhatian pada kegiatan belajar mereka di rumah. Perhatian orangtua memiliki pengaruh psikologis yang besar terhadap kegiatan belajar anak. Dengan adanya perhatian dan motivasi dari orangtua, anak akan lebih giat dan lebih bersemangat dalam belajar karena ia tahu bahwa bukan dirinya sendiri saja yang berkeinginan untuk maju, akan tetapi orang tuanya pun demikian.
Perhatian orangtua dalam bentuk lain dapat berupa pemberian bimbingan dan nasihat, pengawasan terhadap belajar, pemberian motivasi dan penghargaan, serta pemenuhan fasilitas belajar. Pemberian bimbingan dan nasihat menjadikan anak memiliki tujuan, pemberian pengawasan terhadap belajarnya adalah untuk melatih anak memiliki kedisiplinan, pemberian motivasi dan penghargaan agar anak terdorong untuk belajar dan berprestasi, sedangkan pemenuhan fasilitas yang dibutuhkan dalam belajar adalah agar anak semakin teguh pendiriannya pada suatu tujuan yang ingin dicapai dengan memanfaatkan fasilitas yang ada.
C. Kendala Orangtua Dalam Memotivasi Belajar Anak Di Dusun VI Tanjung Mulya Kampung Tanjung Ratu Ilir Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah
Berdasarkan hasil wawancara dengan orangtua rata-rata kendala yang dihadapi oleh orangtua dalam memotivasi belajar anak antara lain:
1. Orangtua sibuk dengan pekerjaannya sebagai petani dan pedagang. Sehingga waktu dan kesempatan pada siang hari sudah habis digunakan untuk bekerja, sedangkan malam harinya orangtua sudah kelelahan akibat pekerjaan yang dianggap sangat berat tersebut. Hal ini menjadikan Orangtua menyerahkan sepenuhnya pada pihak sekolah.
2. Motivasi orangtua dalam melaksanakan pembelajaran dinilai masih kurang. Hal ini karena pihak orangtua hanya menyerahkan pembinaan dan pendidikan sepenuhnya pada pihak sekolah, tingkat perhatian orangtua dalam memotivasi anaknya untuk belajar dinilai masih sangat minim atau kurang sebab orangtua tidak dapat memberikan tuntunan dan ketauladanan bagi anaknya sendiri yaitu dengan alasan kesibukan dan kelelahan akibat pekerjaan masing-masing.
3. Kerjasama antara orangtua dengan pihak sekolah masih kurang. Adapun bentuk kerjasama antara orangtua dengan pihak sekolah hanyalah dalam bentuk memberikan siswa pelajaran, akan tetapi ini kurang berjalan dengan lancar dan masih belum efektif sebab orangtua kurang perhatian dan tatkala di tanya pihak sekolah baru ditanggapinya. Hal ini tentunya
juga dikarenakan kepedulian orangtua terhadap pendidikan anak dianggap masih sangat minim.
D. Solusi Kendala Yang Dihadapi Oleh Orangtua Dalam Memotivasi Belajar Anak Di Dusun VI Tanjung Mulya Kampung Tanjung Ratu Ilir Kecamatan Way Pengubuan Lampung Tengah
Solusi dalam mengatasi kendala umum yang dihadapi oleh orangtua dalam memotivasi belajar anak adalah dengan melakukan pembinaan dan pendidikan yang mestinya bisa dilakukan orangtua dirumah meliputi:
1. Pembiasaan, membiasakan juga berarti mengajar, melatih dan memudahkan seseorang yang telah membiasakan sesuatu pekerjaan atau perbuatan, akan terlatih dengan pekerjaan itu dan mudah mengerjakannya. Oleh karena itu anak jika dibiasakan sejak dini, maka ia akan terlatih dengan ajaran-ajaran itu dan mudah untuk melakukannya.
2. Pengawasan, adalah suatu metode pendidikan terhadap anak-anak yang perlu dimiliki orangtua, agar anak tetap melaksanakan peraturan (hukum) yang berlaku.
3. Pemberian hadiah, merupakan cara yang dapat mendorong anak agar lebih semangat dalam belajar.
4. Pemberian hukuman, adalah tindakan yang ditujukan kepada anak secara sadar dan sehingga menimbulkan nestapa, dan dengan adanya nestapa itu anak menjadi sadar akan perbuatannya dan berjanji di dalam hatinya untuk tidak mengulangi.
51 BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan dari hasil data yang diperoleh, dapat disimpulkan dan dipahami bahwa peran orangtua dalam memotivasi belajar anak belum dikatakan baik karena motivasi hanya pada pembiayaan dan kata-kata atau nasehat, sedangkan keseharian anak masih kurang mendapatkan perhatian dari orangtua. Maka, orangtua diharapkan dapat memperhatikan pendidikan anaknya, yaitu dengan cara menjadi panutan, cermin bagi anak, fasilitator, dan motivator. Bentuk motivasi yang dapat di berikan oleh orangtua kepada anak adalah hadiah, pujian, gerak tubuh dan hukuman.
B. Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, untuk memotivasi belajar anak saran yang penulis berikan kepada para orangtua antara lain:
1. Bagi orangtua hendaknya lebih memperhatikan pendidikan anaknya dengan cara memberikan motivasi kepada anak untuk terus belajar.
2. Meningkatkan peran orangtua semaksimal mungkin untuk dapat membimbing dan mengarahkan anak agar lebih bersemangat dalam belajar.
3. Memberikan pengertian kepada semua orangtua bahwa masa depan anak ada ditangan mereka, dan pengorbanan yang tulus hendaknya mereka berikan untuk kemajuan anak-anak mereka kelak.
4. Selain itu, orangtua hendaknya selalu aktif dalam memberikan motivasi. Adapun motivasi yang diberikan dapat berupa perhatian, dorongan belajar pada anak, bimbingan, teguran, dan pemberian fasilitas belajar serta terpenuhinya kebutuhan belajar yang memadai.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Aziz. Sosiologi Skematika Teori dan Terapan. Jakarta: Bumi Aksara, 1993. Abdul Majid. Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2013. Abdurrahman An-Nahlawi. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam ( Di Rumah Di
Sekolah Dan Di Masyarakat). Bandung: CV. Diponegoro, 2016.
Abdurrahman Fathoni. Metodologi Penelitian dan Teknik Penyusunan Skripsi. Jakarta: Rineka Cipta, 2011.
Ahmadi, Abu. Psikologi Belajar. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2013.
Anas Salahudiin. Filsafat Pendidikan. Bandung: CV Pustaka Setia, 2011. Aunurahman. Belajar Dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta, 2012.
Cucu Suhana. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama, 2010. Dedi Mulyana. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja
Rosdakarya, 2010.
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2007.
Dindin Jamaludin. Paradigma Pendidikan Anak Dalam Islam. Bandung: CV Pustaka Setia, 2013.
Fuad Ihsan. Dasar Dasar Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta, 2003.
Hasbullah. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012.
Joko Subagyo. Metodologi Penelitian (Dalam Teori dan Praktik). Jakarta: Rineka Cipta, 2011.
Lexy J. Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Rosdakarya, 2009. Nurul Zuriah. Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan. Jakarta: Bumi
Aksara, 2009.
Oemar Hamalik. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara, 2011. Paizaludin Dan Ermalinda. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Alfabeta, 2013.
QS. Al-Insyirah : 5 QS. An-Nisa : 9. QS. Luqman : 17.
Sardiman A.M. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: CV. Rajawali, 2011.
Setya Ningsih. Peran Orangtua Terhadap Motivasi Belajar Anak Di SMP
Muhammadiyah 1 Berbah Sleman, Yogyakarta.
http://digilib.uin-suka.ac.id/9639/1/BAB%20I%2C%20IV%2C%20DAFTAR%20PUSTAK A.pdf, t.t.
Shakuntala Devi. Bangunkan Kejeniusan Anak Anda. Bandung: Nuansa, 2002. Slameto. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta,
2003.
Sugiono. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta, 2011.
Syaiful Bahri Djamara dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta, 2010.
Uhar Suharsaputra. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan Tindakan. Bandung: Refika Aditama, 2012.
Victor Jimmi. Peranan Orangtua Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa
Di Madrasah Ibtidaiyah Nurul Huda
Palembang.http://eprints.radenfatah.ac.id/1123/1/VICTOR%20JIMMI%2
0%2811270103%29.pdf, t.t.
PERAN ORANGTUA DALAM MEMOTIVASI BELAJAR
ANAK DI DUSUN VI TANJUNG MULYA KAMPUNG
TANJUNG RATU ILIR KECAMATAN WAY PENGUBUAN
LAMPUNG TENGAH
OUTLINE
HALAMAN SAMPUL HALAMAN JUDUL
HALAMAN NOTA DINAS HALAMAN PERSETUJUAN HALAMAN PENGESAHAN ABSTRAK ORISINALITAS PENELITIAN HALAMAN MOTTO HALAMAN PERSEMBAHAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB IPENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah B. Pertanyaan Penelitian
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian