METODE PENELITIAN A Model Penelitian
C. Uji Coba Produk 1 Desain Uji Coba
6. Teknik Analisis Data
Data yang diperoleh dari beberapa instrumen akan dianalisis sebagai berikut.
a. Analisis hasil validasi kelayakan LKPD IPA
Angket validasi LKPD dianalisis dengan mencari rata-rata penilaian antara dua penilai. Perolehan rata-rata skor dari setiap komponen aspek penilaian dengan menggunakan rumus:
94 Keterangan:
�̅ = rerata skor
∑�= jumlah total skor tiap komponen n = jumlah validator/ penilai
Selanjutnya, semua data yang sudah diperoleh pada tiap butir penilaian kemudian dijumlah disebut sebagai skor aktual (X). Skor aktual yang bersifat kuantitatif ini diubah menjadi nilai kualitatif dengan berpedoman pada konversi skor menjadi skala lima untuk mengetahui kelayakan kualitas LKPD IPA yang dikembangkan. Adapun acuan pengubahan skor menjadi skala lima tersebut dapat dilihat pada Tabel 10.
Tabel 10. Konversi Skor Aktual Menjadi Nilai Skala Lima
No. Rentang Skor Nilai Kategori
1. X �̅� + 1,80 sbi A Sangat baik 2. �̅� + 0,60 sbi X ≤�̅� + 1,80 sbi B Baik 3. �̅� - 0,60 sbi X ≤�̅� + 0,60 sbi C Cukup 4. �̅� - 1,80 sbi X ≤�̅� - 0,60 sbi D Kurang
5. X ≤�̅� - 1,80 sbi E Sangat Kurang (Sumber: Eko Putro Widoyoko, 2009: 238)
Keterangan:
X = skor aktual skor yang dicapai)
�̅� = rerata skor ideal (1/2 (skor tertinggi ideal + skor terendah ideal)) sbi = simpangan baku skor ideal = (1/2) (1/3) (skor tertinggi ideal –
skor terendah ideal)
Skor tertinggi ideal = ∑butir kriteria x skor tertinggi Skor terendah ideal = ∑butir kriteria x skor terendah
Tabel 10 dijadikan sebagai pedoman konversi skor ke nilai pada penelitian ini. Nilai kelayakan produk dalam penelitian ini akan
ditentukan dengan nilai minimum “C” dengan kategori cukup baik.
95 memberikan hasil akhir minimal “C” maka produk pengembangan LKPD IPA ini layak digunakan.
Reliabilitas dari validasi dosen ahli dan guru IPA dapat ditetapkan dengan menggunakan formula Borich (1994: 385), dengan persamaan sebagai berikut.
PA = 100% {1- −
+
}...(6)
Keterangan:A = skor tertinggi B = skor terendah
Hasil validasi LKPD IPA reliabel jika memiliki reliabilitas di atas 75%.
b. Analisis keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing
Analisis keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing diperoleh melalui pengamatan yang dilakukan seorang observer. Data keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing ditinjau dari kegiatan guru dan peserta didik dianalisis dengan skor yang diperoleh pada masing kegiatan di setiap pertemuan sebanyak tiga pertemuan. Analisis keterlaksanaan pembelajaran dengan pendekatan inkuiri terbimbing menggunakan persamaan berikut.
%keterlaksanaan = ∑ pe pe∑ pe pee e y g e x % ...(7)
Persamaan 7 tersebut selanjutnya diubah menjadi data kualitatif dengan menggunakan kriteria seperti pada Tabel 11.
96 Tabel 11. Persentase Keterlaksanaan Pembelajaran
No Persentase (%) Kategori 1. 80 ≤ X ≤ 100 Sangat Baik 2. 60 ≤ X ≤ 80 Baik 3. 40 ≤ X ≤ 60 Cukup 4. 20 ≤ X ≤ 40 Kurang 5. 0 ≤ X ≤ 20 Sangat Kurang
(Sumber: Eko Putro Widoyoko, 2009: 242)
c. Analisis penguasaan keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik
Untuk mengetahui perkembangan keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik setelah adanya pengembangan LKPD IPA ini dilakukan dengan cara sebagai berikut.
1) Merekapitulasi setiap item pernyataan lembar observasi keterampilan proses maupun keterampilan sosial peserta didik berdasarkan penilaian observer untuk setiap pertemuan.
2) Menghitung jumlah skor setiap pertemuan. 3) Menghitung rata-rata skor setiap pertemuan.
4) Menghitung persentase hasil penskoran dari setiap pertemuan dengan menggunakan persamaan:
�̅ =∑��
� � % ... (8) Keterangan:
�̅ = persentase skor
∑�� = jumlah skor yang diperoleh
� = skor maksimal
97 Hasil persentase keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik melalui lembar observasi pada setiap pertemuan diperoleh berupa data kuantitatif yang kemudian diubah menjadi data kualitatif dengan menggunakan pedoman penskoran pada Tabel 12.
Tabel 12. Persentase Penguasaan Kemampuan
No Tingkat
Penguasaan (%) Nilai Huruf
Kategori/ Predikat 1. 86-100 A Sangat Baik 2. 76-85 B Baik 3. 66-75 C Cukup 4. 55-65 D Kurang 5. ≤ 54 E Sangat Kurang
(Sumber: Ngalim Purwanto, 2002: 102)
5) Menganalisis persentase penguasaan keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik
Tingkat penguasaan keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik diperoleh dari perhitungan selisih persentase ketercapaian keterampilan proses maupun keterampilan sosial peserta didik pada pertemuan 1 ke pertemuan 2, pertemuan 2 ke pertemuan 3, dan pertemuan 1 ke pertemuan 3. Dari selisih persentase tersebut, akan diketahui perkembangan keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik mengalami peningkatan atau penurunan.
6) Menganalisis rata-rata persentase penguasaan keterampilan proses dan keterampilan sosial peserta didik selama tiga kali pertemuan
98 sebagai persentase akhir penguasaan keterampilan proses maupun keterampilan sosial peserta didik setelah menggunakan LKPD IPA hasil pengembangan.
d. Analisis hasil respon peserta didik terhadap LKPD IPA
Respon peserta didik setalah menggunakan LKPD IPA yang dikembangkan harus dilakukan pengubahan nilai kualitatif menjadi nilai kuantitatif. Pengubahan nilai kualitatif pada angket respon peserta didik menjadi nilai kuantitatif sesuai dengan ketentuan pada Tabel 13.
Tabel 13. Ketentuan Pengubahan Nilai Kualitatif Menjadi Kuantitatif
Pilihan Jawaban Skor Pernyataan
Positif Negatif
Sangat setuju Selalu 4 1
Setuju Sering 3 2
Tidak setuju Jarang sekali 2 3
Sangat tidak setuju Tidak pernah 1 4 (Sumber: Eko Putro Widoyoko, 2009: 236)
Adapun langkah-langkah untuk menganalisis hasil penilaian peserta didik terhadap LKPD IPA yang telah dikembangkan dengan menggunakan angket adalah sebagai berikut.
1) Merekapitulasi setiap item pernyataan angket respon peserta didik terhadap LKPD.
2) Menghitung jumlah skor pada setiap nomor indikator. 3) Menghitung rata-rata skor pada setiap nomor indikator. 4) Menghitung jumlah skor pada setiap aspek.
99 6) Skor jumlah rata-rata tiap aspek yang bersifat kuantitatif ini diubah
menjadi nilai kualitatif dengan berpedoman pada konversi skor menjadi skala lima untuk mengetahui respon peserta didik terhadap LKPD IPA yang dikembangkan. Adapun acuan pengubahan skor menjadi skala lima tersebut dapat dilihat pada Tabel 10.
217 DAFTAR PUSTAKA
Abdul Majid. (2014). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya. Agus Krisno, dkk. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam untuk SMP/ MTs Kelas VIII.
Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Akhmad Sudrajat. (2007). Pengertian Pendekatan, Strategi, Metode, Teknik dan Model Pembelajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Akinbobola, Akinyemi Olufunminy & Afolabi, Folashade. (2010). Analysis of Science Process Skills in West African Senior Secondary School Certificate Physics Practical Examinations in Nigeria. American-Eurasian Journal of Scientific Research. 5(4): 234-240. ISSN 1818-6785.
Ali Muhtadi. (2005). Penanaman Nilai-nilai Agama dalam Pembentukan Sikap dan Perilaku Siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu Luqman Al-Hakim Yogyakarta. Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan. Nomor 1 Tahun VIII.
Andi Prastowo. (2012). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
_____________. (2014). Pengembangan Bahan Ajar Tematik: Tinjauan Teoretis dan Praktik. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Anita Ekantini. (2014). Pengembangan LKPD IPA dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Berpadu Eksperimen untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMP. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Asri Widowati. (2011). Pengembangan Critical Thinking Mahasiswa Melalui Penerapan Pendekatan Inquiry pada Matakuliah Pendidikan Sains. Majalah Ilmiah Pembelajaran. Nomor 1. Volume 7.
Bambang Daroeso. (1986). Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Surabaya: Aneka Ilmu.
Bambang Murdaka Eka Jati & Tri Kuntoro Piyambodo. (2013). Fisika Dasar Edisi 2 untuk Mahasiswa Ilmu-ilmu Eksakta, teknik & Kedokteran. Yogyakarta: Andi Offset.
Borich, Gary D. (1994). Observation Skill for Effective Teaching: Research-Based Practice. Seventh Edition. New York: M M Publishing Company.
Bremer, Christine D. & Smith, John. (2004). Teaching Social Skills. Journal. October 2004. Vol. 3. Issue 5. National Center on Secondary Education and Transition Information Brief.
218 Campbell, Neil A. & Reece, Jane B. (2010). (Terjemahan Damaring Tyas
Wulandari). Biologi Edisi 8 Jilid 3. Jakarta: Erlangga.
Carin, Arthur A. & Sun, Robert B. (1989). Teaching Science Through Discovery. Columbus: Charles E. Merrill Publishing Company.
Chiapetta, Eugene L. (1997). Inquiry-Based Science: Strategies and Techniques for Encouraging Inquiry in the Classroom. Journal.
Danu Aji Nugraha, Achmad Binadja, & Supartono. (2013). Pengembangan Bahan Ajar Reaksi Redoks Bervisi SETS, Berorientasi Konstruktivistik. Journal of Innovative Science Education. JISE 2 (1).
Depdiknas. (2006). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Jakarta: Balai Pustaka. _________. (2007). Panduan Penyusunan KTSP Lengkap: Kurikulum Tingkat
Satuan Pendidikan SD, SMP, dan SMA. Yogyakarta: Pustaka Yudistira. Depkes. (2007). Standar Nasional Rekam Medik Kedokteran Gigi. Jakarta:
Direktorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI.
Dewi Susilowati. (2015). Pengembangan LKS IPA Berbasis Inkuiri Terbimbing dengan Tema Energi di Kehidupan untuk Meningkatkan Sikap Ilmiah dan Keterampilan Proses Sains Siswa SMP. Skripsi. Universitas Negeri Yogyakarta.
Djauhar Siddiq. (2008). Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Depdiknas.
Eko Putro Widoyoko. (2009). Evaluasi Program Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Endang Widjajanti (2008). Kualitas Lembar Kerja Siswa. Makalah. Diakses pada
tanggal 17 April 2015 dari
http://staff.uny.ac.id/system/files/pengabdian/endang-widjajanti-lfx-ms- dr/kualitas-lks.pdf
Enok Maryani & Helius Syamsudin. (2009). Pengembangan Program Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Kompetensi Keterampilan Sosial. Jurnal Penelitian. Vol. 9 No. 1.
Froyd, Jeffey & Simpson, Nancy. (2010). Student-Centered Learning Addressing Faculty Questions abaout Student-Centered Learning. Diakses dari http://ccliconference.org/files/2010/03/Froyd_Stu-CenteredLearning.pdf pada tanggal 7 Oktober 2015.
219 Giambattista, Alan, Cartthy, Richardson Betty Mc., & Colmen, Richardson Robert. (2010). Physics 2nd Edition. New York: Mc Graw-Hill Companies, Inc.
Giancoli, Douglas C. (2014). Alih Bahasa: Irzam Hardiansyah. Fisika: Prinsip dan Applikasi. Edisi ke-7 Jilid 1. Jakarta: Erlangga.
Halliday, David, Resnick, Robert, & Jearl, Walker. (2005). Fundamentals of Physics. United States of America: John Wiley & Sons, Inc.
Hanafiah & Cucu Suhana. (2012). Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Refika Aditama.
Heffernan, John. (2011). Children with Social Skills Deficit: Effect, Potential Contributers, and Potential Interventions: A Literature Review. Integrated Studies Project. Alberta: Athabasca University.
Hondi Panjaitan. (2014). Pentingnya Menghargai Orang Lain. Jurnal Humaniora. Vol. 5. No.1. April 2014.
Karamustafaoglu, Sevilay. (2011). Improving the Science Process Skills Ability of Science Student Teachers Using I Diagrams. Eurasian J. Phys. Chem. Educ. 3(1): 26-38. ISSN: 1306-3049.
Karnadi. (2009). Pengaruh Jenis Kelamin dan Kreativitas Terhadap Kemampuan Mengemukakan Pendapat Anak Kelas Rendah di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar. Vol. 10 No. 2.
Khalid, Tahsin. (2010). An Integrated Inquiry Activity in an Elementary Teaching Methods Classroom. Journal. Science Activities, 47: 29-34. ISSN 0036- 8121.
Koballa, Thomas R. & Chiappetta, Eugene L.. (2010). Science Instruction in the Middle and Secondary Schools. USA: Pearson.
Kuhlthau, Carol Collier. (2010). Guided Inquiry: School Libraries in the 21st Century. School Libraries Worldwide. January 2010, Volume 16, Number 1.
Kuhlthau, Carol C., Maniotes, Leslie K., Caspari, Ann K. (2012). Guided Inquiry Design: A Framework for Inquiry in Your School. California: ABC- CLIO, LLC.
_____________________________________________. (2015). Guided Inquiry: Learning in the 21st Century, 2nd Edition. California: ABC-CLIO, LLC.
220 Lickona, Thomas. (2008). Pendidikan Karakter: Panduan Lengkap Mendidik Siswa menjadi Pintar dan Baik. Diterjemahkan oleh Lita S. Bandung: Nusa Media.
Llewellyn, Douglas J. (2011). Differentiated Science Inquiry. California: A SAGE Company.
Meltzer, David E. & Espinoza, Amy Woodland. (1997). Guided Inquiry: Let Students ”Discover” the Laws of Physics for Themselves. Journal. Science Scope. Nomor 21. Volume 2.
Miftakhul Jannah, Sugianto, & Sarwi. (2012). Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berorientasi Nilai Karakter melalui Inkuiri Terbimbing Materi Cahaya pada Siswa Kelas VIII Sekolah Menengah Pertama. Journal of Innovative Science Education. Volume 1. Nomor 1
Mohammad Ishaq. (2007). Fisika Dasar. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Muhammad Takdir Ilahi. (2012). Revitalisasi Pendidikan Berbasis Moral. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.
Muhibbin Syah. (2008). Psikologi Pendidikan: Dengan Pendekatan Baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muijs, R. D. & Reynolds, D. (2008). Effective Teching-Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ngalim Purwanto. (2002). Prinsip-prinsip dan Teknik Evaluasi Pembelajaran. Bandung: Rosdakarya.
Oni Arlitasari, Pujayanto, dan Rini Budiharti. (2013). Pengembangan Bahan Ajar IPA Terpadu Berbasis SALINGTEMAS dengan Tema Biomassa Sumber Energi Alternatif Terbarukan. Jurnal Pendidikan Fisika. Vol. 1, No. 1. April 2013.
Opara, Jacinta Agbarachi. (2011). Inquiry Instructional Method and the School Science Curriculum. Jornal of Social Sciences. Federal College of Education (Technical): Omoku-Nigeria
Padilla, Michael J. (1990). The Science Process Skills. Journal Research Matters- to the Science Teacher. No. 9004, March 1, 1990. Diakses dari https://www.narst.org/publications/research/skill.cfm pada tanggal 1 September 2015.
Patta Bundu. (2006). Penilaian Keterampilan Proses dan Sikap Ilmiah dalam Pembelajaran Sains – SD. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Direktorat Ketenagaan.
221 Plowman & Smith. (2008). Exercise Phsiology for Health, Fitness, and
Performance. New York: Lippincot William & Wilkins.
Poerwadarminta, Wilfridus Josephus Sabarija. (1997). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Rashid, Tallat. (2010). Development of Social Skills among Children at Elementary Level. Bulletin of Educational and Research. June 2010, Vol. 32, No. 1.
Sabar Nurohman. (2010). Penerapan Seven Jump Method (SJM) Sebagai Upaya Peningkatan Keterampilan Proses Sains Mahasiswa. Yogyakarta: FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta.
Sanni Merdekawati & Himmawati Puji Lestari. (2011). Developing Student Worksheet in English Based On Constructivism Using Problem Solving Approach for Mathematics Learning On the Topic of Social Arithmetics. Proceeding.
Sitiatava Rizema Putra. (2013). Desain Belajar Mengajar Kreatif Berbasis Sains. Yogyakarta: Diva Press.
Slamet Suyanto, Paidi, & Insih Wilujeng. (2011). Lembar Kerja Siswa (LKS). Makalah. Disampaikan dalam acara Pembekalan Guru Daerah Terluar dan Tertinggal di Akademi Angkatan Udara Yogyakarta pada tanggal 26 November-6 Desember 2011.
Sloane, Ethel. (2003). Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula. Jakarta: EGC.
Smith, John Ward. (1998). Mechanics of Fluids. Seventh Edition. London: Nelson Thornes
Starr, Ecie & McMillan, Beverly. (2010). Human Biology. USA: Brooks/ Cole, Cengange Learning
Steedly, Kathlyn M., Schwartz, Amanda, Levin Michael, & Luke, Stephen D. (2008). Social Skills and Academic Achievement. Journal. Evidence for Education, Volume III, Issue 2. August 2008.
Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Suharsimi Arikunto. (2008). Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sujarwo. (2012). Integrasi Pendidikan Karakter dalam Kegiatan Sekolah. Artikel. Disampaikan Dalam IHT Kurikulum Karakter di SMP MTA Gemolong Sragen”. Diakses pada tanggal 9 April 2015 dari
222 http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pengabdian/dr-sujarwo-
mpd/artikel-karakter-smp.rtf.
Sutarjo Adisusilo. (2012). Pembelajaran Nilai-Karakter: Kontruktivisme dan VCT sebagai Inovasi Pendekatan Pembelajaran Afektif. Jakarta: Rajawali Pers. Sutrisno. (2006). Fisika dan Pembelajarannya. Yogyakarta: FMIPA UNY.
Syaiful Sagala. (2011). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: PT Alfabeta. Thiagarajan, Sivasailam, Semmel, Dorothy S. & Semmel, Melvyn I. (1974).
Instructional Development for Training Teachers of Exceptional Children. Bloomington: Indiana University.
TÖMAN, Ufuk. (2013). Extended Worksheet Developed According to 5E Model Based on Contructivist Learning Approach. International Journal on New Trends in Education and Their Implications. October 2013. Volume 4, Issue: 4.
Trianto. (2013). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Villagonzalo. (2014). Process Oriented Guided Inquiry Learning: An Effective Approach in Enhancing Students’ Academic Performance. Journal. Presented at the DLSU Research Congress 2014 De La Salle University, Manila, Philippines.
W. Gulo. (2008). Strategi Belajar-Mengajar. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.
Wanapri Pangaribuan. (2012). Metode Pendidikan Berkarakter oleh Ayah pada Anak untuk Keberhasilan Anak di Sekolah dan Dipekerjaan. Majalah/ Jurnal Generasi Kampus. Volume 5, Nomor 1, April 2012.
Wasis & Sugeng Yuli Irianto. (2008). Ilmu Pengetahuan Alam Jilid 2 untuk SMP dan MTs Kelas VIII. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
West, Jhn B. (2007). Pulmonary Physiology and Pathophysiology: An Integrated, Case-Based Approach. New York: Wolters Kluwer, Lippincott William & Wilkins.
Wina Sanjaya. (2009). Strategi Pembelajaran: Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
223 Yuyun Juariah (2012). Pengaruh Penerapan Pembelajaran “Learning by Doing” Melalui Metode Inkuiri terhadap Hasil Belajar Dan Keterampilan Sosial Siswa: Studi Eksperimen pada Mata Pelajaran IPS kelas VIII SMPN 42 Bandung.Tesis. Universitas Pendidikan Indonesia. Diakses pada tanggal 20 April 2015 dari http://repository.upi.edu/10515/.
Zainudin. (2013). Pengertian Kerjasama. Diakses dari www.etd.library.ums.ac.id pada tanggal 21 Desember 2015.