BAB III METODE PENELITIAN
C. Uji Coba Produk
5. Teknik Analisis Data
Teknik analisis data yang digunakan untuk menilai inventori Resiliensi bersifat kuantitatif dan kualitatif.
a. Data kualitatif
Data kualitatif yang diperoleh dari hasil uji ahli Bimbingan dan Konseling, uji ahli bahasa, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil berupa masukan, tanggapan, dan saran untuk kemudian dilakukan analisis secara deskriptif untuk penyempurnaan inventori Resiliensi.
b. Data kuantitatif
1) Data dari hasil uji ahli Bimbingan dan Konseling dianalisis dengan kriteria sebagai berikut:
Skor Kriterium = Skor Kriteria Tertinggi X Jumlah Butir X Jumlah Responden
(Sumber:Sugiono, 2007)
Pada data hasil uji ahli Bimbingan Konseling terdapat skor tertinggi yaitu empat, jumlah butir yaitu delapan, dan jumlah responden yaitu satu, sehingga didapatkan perhitungan kriteria sebagai berikut:
4x8x1=32
Secara kontinum dapat dibuat kategori seperti pada Gambar 3.2.
8 16 24 32
Tidak Kurang Sesuai Sangat
Sesuai Sesuai Sesuai
Gambar 3.2 Klasifikasi Kontinum Hasil Penilaian Ahli BK
2) Data dari hasil uji ahli bahasa dianalisis dengan rumus yang sama dengan uji ahli Bimbingan Konseling, dengan data hasil uji ahli bahasa terdapat skor tertinggi yaitu empat, jumlah butir yaitu sembilan, dan jumlah responden yaitu satu, sehingga didapatkan perhitungan kriteria sebagai berikut:
4x9x1=36
Secara kontinum dapat dibuat kategori seperti pada Gambar 3.3.
9 18 27 36
Tidak Kurang Baik Sangat
Baik Baik Baik
Gambar 3.3 Klasifikasi Kontinum Hasil Penilaian Ahli Bahasa 3) Data dari hasil uji calon pengguna produk dianalisis dengan rumus yang sama
dengan uji ahli dari Bimbingan Konseling dan ahli bahasa , dengan data hasil uji calon pengguna produk terdapat skor tertinggi yaitu empat, jumlah butir yaitu sembilan, dan jumlah responden yaitu dua, sehingga didapatkan perhitungan kriteria sebagai berikut:
4x9x2=72
Secara kontinum dapat dibuat kategori seperti pada Gambar 3.4.
18 36 54 72
Tidak Kurang Baik Sangat
Baik Baik Baik
Gambar 3.4 Klasifikasi Kontinum Hasil Uji Coba Calon Pengguna Produk
4) Data dari hasil uji coba kelompok kecil dianalisis dengan rumus yang sama dengan uji ahli Bimbingan Konseling, bahasa, dan calon pengguna produk,
37
dengan data hasil uji kelompok kecil terdapat skor tertinggi yaitu empat, jumlah butir yaitu sembilan, dan jumlah responden yaitu 15, sehingga didapatkan perhitungan kriteria sebagai berikut:
4x8x15=480
Secara kontinum dapat dibuat kategori seperti pada Gambar 3.5
. 120 240 360 480
Tidak Kurang Baik Sangat
Baik Baik Baik
Gambar 3.5 Klasifikasi Kontinum Hasil Uji Kelompok Kecil 5) Data dari hasil uji coba produk tahap awal dianalisis dengan cara:
a. Menghitung koefisien korelasi item-item melalui prosedur analisis dan seleksi item.
Kriteria untuk menentukan kualitas butir-butir pernyataan hasil analisis butir soal dihitung dengan menggunakan rumus product moment.
b. Menghitung koefisien reliabilitas
Koefisian reliabilitas dihitung dengan menggunakan rumus alpha dari Cronbach. Secara ringkas, kriteria tingkatan reliabilitas ini disajikan dalam tabel 3.2 Kategori tingkat reliabilitas.
Tabel 3.2 Kategori Tingkat Reliabilitas Instrumen Angka Korelasi Kriteria
0.800 – 1.000 Tinggi 0.600 – 0.800 Cukup 0.400 – 0.600 Agak rendah 0.200 – 0.400 Rendah 0.000 – 0.200 Sangat rendah (Sumber: Arikunto, 2002:245)
6) Penghitungan klasifikasi skor inventori Resiliensi
Data dari penghitungan klasifikasi skor inventori Resiliensi dianalisis menggunakan kategorisasi berdasar model distribusi normal, seperti yang dikemukakan oleh Azwar (2010:109), yaitu:
X < (µ-1,0σ) (µ-1,0σ) ≤ X < (µ+1,0σ) (µ+1,0σ)≤ X
Keterangan:
µ = mean teoritis
σ = satuan deviasi standar.
39 BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN
Uraian dalam bab IV ini dibagi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian tersebut adalah: (1) Penyajian Data Hasil Uji Coba, (2) Analisis Data,dan (3) Revisi Produk Pengembangan. Secara rinci kajian tentang hasil penilaian pengembangan produk adalah sebagai berikut:
A. Penyajian Data Uji Coba
Data hasil uji coba adalah data yang diperoleh pada saat melakukan uji coba kepada ahli bimbingan dan konseling, ahli bahasa, uji coba produk awal, dan uji coba kelompok kecil.
1. Data Hasil Penilaian Uji Ahli Bimbingan dan Konseling 1) Data Kuantitatif
Data kuantitatif hasil dari penilaian ahli Bimbingan dan Konseling disajikan pada tabel 4.1 berikut ini:
Tabel 4.1 Data kuantitatif hasil penilaian ahli Bimbingan dan Konseling
No. Aspek yang Dinilai Skor
1 2 3
1 Kesesuaian antara sub variabel dengan indikator 4 2 Kesesuaian antara indikator dengan descriptor 3 3 Kesesuaian antara deskriptor dengan pernyataan 4
4 Skala yang digunakan dalam inventori 4
5 Pengembangan inventori dalam bentuk teks 3
6 Kegunaan inventori dalam upaya pemberian layanan BK 3 7 Kelayakan inventori sebagai acuan dalam mengetahui tingkat
resiliensi mahasiswa
4
8 Ketepatan isi inventori dengan kondisi mahasiswa perguruan tinggi agama islam (PTKIN) saat ini
3
Jumlah Skor 28
Data yang diperoleh dari ahli Bimbingan dan Konseling adalah data berdasarkan pengisian instrumen validasi yang berkaitan dengan konten atau isi inventori. Ahli Bimbingan dan Konseling memberikan penilaian pada rentang 1-4 pada setiap pertanyaan. Berdasarkan hasil penilaian dari ahli Bimbingan dan Konseling seperti yang diuraikan di atas, jumlah skor hasil pengumpulan data dari uji ahli bimbingan dan konseling adalah 28. Nilai 28 termasuk dalam kategori interval “kurang sesuai dan sesuai”, tetapi lebih mendekati sesuai. Hal ini berarti inventori resiliensi yang dikembangkan telah sesuai. Skor ini diperoleh
41
berdasarkan penghitungan data kuantitatif yang telah diuraikan pada bab III.
2) Data Kualitatif
Berdasarkan hasil uji ahli Bimbingan dan Konseling didapatkan saran untuk penyempurnaan inventori Resiliensi sebagai berikut.
a) Semua pernyataan hendaknya berkaitan dengan diri mahasiswa.
b) Pastikan semua sub variabel, indikator, deskriptor, dan pernyataan berkenaan dengan Resiliensi.
c) Karena subjek penelitian mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam, maka konteks inventori disesuaikan dengan kondisi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam.
2. Data Hasil Penilaian Uji Coba Produk Awal
Uji coba produk awal inventori Resiliensi ini dilakukan setelah uji ahli Bimbingan dan Konseling. Uji coba tahap awal inventori Resiliensi dilakukan di IAIN Tulungagung dengan subjek coba adalah mahasiswa semester II, IV, dan VI. Uji coba produk awal inventori Resiliensi dilakukan pada tanggal 12 Juli 2018 dengan subyek seluruh mahasiswa bimbingan dan konseling islam IAIN Tulungagung. Berikut ini adalah uraian hasil uji coba produk tahap awal.
1) Hasil uji validitas
Hasil analisis adalah berupa informasi mengenai kualitas masing-masing item pernyataan dalam inventori Resiliensi. Item dikatakan valid jika memiliki sumbangan korelasi ≥ 0,3 (Cronbach,
1990). Tabel hasil uji validitas inventori Resiliensi dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.2 Hasil Uji Validitas
No
43
49 0,644 Valid Langsung dipakai
50 0,544 Valid Langsung dipakai
51 0,641 Valid Langsung dipakai
52 0,355 Valid Langsung dipakai
53 0,418 Valid Langsung dipakai
54 0,369 Valid Langsung dipakai
55 0,243 Tidak Valid Dihapus
56 0,333 Valid Langsung dipakai
57 0,644 Valid Langsung dipakai
58 0,544 Valid Langsung dipakai
59 0,641 Valid Langsung dipakai
60 0,355 Valid Langsung dipakai
Tabel di atas dapat dijelaskan bahwa terdapat enam item pernyataan yang dihapus dikarenakan memiliki korelasi di bawah 0,3 sehingga tidak bisa dipakai. Adapun item pernyataan yang dihapus adalah nomer 11, 18, 37, 44, 47, dan 55 sedangkan nilainya adalah 0,198 ; 0,243 ; 0,243 ; 0,198 ; 0,243 ; 0,243 jadi item pernyataan yang memiliki nilai lebih dari 0,3 sebanyak 54 item pernyataan. Sehingga dalam pengembangan inventori resiliensi mahasiswa bimbingan dan konseling islam ini item pernyataan yang memenuhi realibilitas sebanyak 54 item.
2) Hasil uji reliabilitas
Hasil uji lapangan dilakukan selain untuk mendapatkan data yang digunakan untuk melakukan uji validitas dari setiap item pernyataan inventori Resiliensi, data yang diperoleh juga dimanfaatkan untuk
45
melakukan uji reliabilitas. Untuk mengetahui koefisien reliabilitas menggunakan rumus cronbach alpha atau dengan rumus alpha.
Koefisien alpha bisa diukur dengan menggunakan uji statistik cronbach alpha dengan program analisis data SPSS For Windows versi 20.
Kriteria tinggi rendahnya tingkat koefisien reliabilitas ada 5 macam yaitu tinggi, cukup, agak rendah, dan sangat rendah. Secara ringkas kriteria tingkatan reliabilitas ini dapat diliat pada tabel berikut ini;
Tabel 4.3 Kriteria Tingkatan Reliabilitas
Angka korelasi Krireria 0,800 – 1,000 Tinggi 0,600 – 0,800 Cukup 0,400 – 0,600 Agak rendah 0,200 – 0,400 Rendah
Tabel 4.4 Hasil Uji Reliabilitas
Case Processing Summary
N %
Cases
Valid 180 100,0
Excludeda 0 ,0
Total 180 100,0
a. Listwise deletion based on all variables in the procedure.
Berdasarkan hasil pengujian realibilitas di atas, diketahui bahwasanya Hasil di atas pada tabel Case Processing Summary dapat diketahui bahwa Cases valid semua responden sejumlah 180 subyek atau 100%, artinya semua valid, jadi
tidak ada yang dikeluarkan (Excluded a) sehingga jumlah total 180 atau 100%
dari jumlah yang ada.
Tabel 4.5 Hasil Statistik Uji Reliabilitas
Reliability Statistics
Cronbach's Alpha N of Items
0,933 60
Pada tabel Reliability Statistics pada kolom Cronbach's Aplha di atas diperoleh dengan banyak item 60 per koesioner dan jumlah responden 180 orang diperoleh nilai korelasi sebesar 0,933. Nilai ini sangat bagus sekali atau tergolong sangat kuat.
Jadi dapat disimpulkan bahwa inventori resiliensi tersebut sudah bisa dibagikan ke responden, karena hasil pengukurannya sudah dapat dipercaya berdasarkan nilai korelasi yang diperoleh sebesar 0.933
3. Data Hasil Penilaian Uji Ahli Bahasa 1) Data Kuantitatif
Data kuantitatif hasil dari penilaian ahli bahasa disajikan pada tabel 4.6 berikut ini:
47
Tabel 4.6 Data kuantitatif hasil penilaian ahli bahasa
No. Aspek yang Dinilai Skor
1 2 3
1 Kualitas bahasa 4
2 Pilihan jawaban 4
3 Pemilihan kalimat perintah pengerjaan inventori 3
4 Penggunaan bahasa dalam teks 3
5 Tingkat kemudahan pemahaman kalimat 4
6 Ketepatan penyajian data dalam inventori 4
7 Tingkat kemudahan dalam pengerjaan inventori 4
8 Kelengkapan inventori 4
Jumlah Skor 30
Data yang diperoleh dari ahli bahasa adalah data yang berisi mengenai pertanyaan-pertanyaan mengenai inventori yang dikembangkan. Ahli bahasa memberikan penilaian pada rentang 1-4 pada setiap pertanyaan. Berdasarkan hasil penilaian dari bahasa seperti yang diuraikan di atas, jumlah skor hasil pengumpulan data dari uji bahasa adalah 30. Nilai 30 termasuk dalam kategori interval “baik dan sangat baik”, tetapi lebih mendekati sangat baik. Hal ini berarti inventori resiliensi yang dikembangkan sangat baik. Skor ini diperoleh berdasarkan penghitungan data kuantitatif yang telah diuraikan pada bab III.
2) Data Kualitatif
Berdasarkan hasil uji ahli bahasa didapatkan saran untuk penyempurnaan inventori resiliensi, yaitu hendaknya bahasa yang digunakan lebih mengikuti bahasa remaja saat ini, sehingga lebih mudah
diterima. Jika memungkinkan gunakan bahasa indonesia yang baku tetapi dapat diterima anak remaja saat ini.
4. Data Hasil Uji Coba Calon Pengguna Produk 1) Data Kuantitatif
Data kuantitatif hasil dari uji coba calon pengguna produk disajikan pada tabel 4.7 berikut ini:
Tabel 4.7 Data kuantitatif hasil uji coba calon pengguna produk
No. Aspek yang Dinilai Skor
Konselor / Dosen BK
1 2 3
1 Ketepatan penyajian data dalam inventori 4 2 Tingkat kemudahan dalam pengerjssn inventori 4 3 Tingkat kegunaan inventori Resiliensi sebagai alat
pengumpul data tingkat resiliensi mahasiswa
3
4 Kemenarikan ditinjau dari segi pemilihan bahasa dalam inventori
4
5 Penggunaan bahasa dalam inventori 4
6 Kejelasan tulisan dalam inventori 4
7 Kualitas inventori 4
8 Kelengkapan inventori 4
9 Panduan penggunaan inventori inventori Resiliensi 3
Jumlah Skor 34
Data yang diperoleh dari uji coba calon pengguna produk adalah data yang berisi berisi pertanyaan-pertanyaan tentang keterbacaan secara keseluruhan dalam inventori, diantaranya bahasa yang digunakan dalam setiap pernyataan, petunjuk penggunaan inventori. Subjek coba calon
49
pengguna produk memberikan penilaian pada rentang 1-4 pada setiap pertanyaan. Berdasarkan hasil uji coba calon pengguna produk seperti yang diuraikan di atas, jumlah skor hasil pengumpulan data dari subjek coba calon pengguna produk adalah 34. Berdasarkan penjumlahan nilai kedua subjek coba tersebut didapatkan 34. Nilai 34 termasuk dalam kategori interval “baik dan sangat baik”, tetapi lebih mendekati sangat baik. Hal ini berarti inventori Resiliensi yang dikembangkan sangat baik.
Skor ini diperoleh berdasarkan penghitungan data kuantitatif yang telah diuraikan pada bab III.
2) Data Kualitatif
Berdasarkan hasil uji coba calon pengguna produk didapatkan saran untuk penyempurnaan inventori Resiliensi, yaitu penggunaan sebaiknya inventori yang diberikan berbentuk buku bukan kertas lembaran.
5. Data Hasil Uji Kelompok Kecil 1) Data Kuantitatif
Data kuantitatif hasil dari uji kelompok kecil disajikan pada tabel 4.8 berikut ini:
Tabel 4.8 Data kuantitatif hasil uji coba kelompok kecil
No. Aspek yang Dinilai Skor Total
1 2 3
1 Petunjuk pengisian inventori 49
2 Tingkat kemudahan dalam mengoperasikan inventori
56
3 Kemenarikan ditinjau dari segi pemilihan 56
background dan warna dalam inventori
4 Penggunaan bahasa dalam inventori 54
5 Kejelasan tulisan dalam inventori 50
6 Kejelasan penyajian hasil analisis inventori inventori Resiliensi
50
7 Kejelasan penyajian data inventori secara keseluruhan
54
8 Tingkat kegunaan inventori inventori Resiliensi sebagai alat pengumpul data tingkat resiliensi mahasiswa
57
Jumlah Skor 426
Seperti uji coba calon pengguna produk, data yang diperoleh dari uji kelompok kecil adalah data yang berisi berisi pertanyaan-pertanyaan tentang keterbacaan secara keseluruhan dalam inventori, diantaranya bahasa yang digunakan dalam setiap pernyataan, petunjuk penggunaan program, dan bentuk aplikasi dari inventori Resiliensi. Subjek coba uji kelompok kecil memberikan penilaian pada rentang 1-4 pada setiap pertanyaan. Berdasarkan hasil uji kelompok kecil seperti yang diuraikan di atas, jumlah skor total hasil pengumpulan data dari uji kelompok kecil adalah 426. Nilai 426 termasuk dalam kategori interval “baik dan sangat baik”, tetapi lebih mendekati sangat baik. Hal ini berarti inventori Resiliensi yang dikembangkan sangat baik. Skor ini diperoleh berdasarkan penghitungan data kuantitatif yang telah diuraikan pada bab III.
51
2) Data Kualitatif
Berdasarkan hasil uji kelompok kecil didapatkan saran untuk penyempurnaan inventori Resiliensi, yaitu akan lebih baik inventori yang digunakan berbentuk buku bukan lembaran dan diberikan sampul sesuai dengan kondisi remaja saaat ini.
B. Analisis Data
Analisis data di sini menjelaskan secara rinci tentang hasil analisis data uji coba yang dilakukan pada ahli Bimbingan dan Konseling, ahli bahasa, subjek coba uji produk awal, dan subjek coba kelompok kecil.
1. Analisis Data Hasil Uji Ahli Bimbingan dan Konseling 1) Analisis Data Kuantitatif
Tabel 4.1 menunjukkan penilaian ahli Bimbingan dan Konseling mempunyai nilai 23 yang berarti sesuai. Berikut ini adalah hasil penilaian dari ahli Bimbingan dan Konseling mengenai inventori Resiliensi yang dikembangkan.
a. Kesesuaian antara sub variabel dengan indikator
Tabel 4.1 menunjukkan bahwa skor dari kesesuaian antara sub variabel dengan indikator adalah tiga. Dari hasil uji ahli Bimbingan dan Konseling, diketahui bahwa antara sub variabel dengan indikator inventori Resiliensi telah sesuai.
b. Kesesuaian antara indikator dengan deskriptor
Berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling, skor yang diperoleh dari kesesuaian antara indikator dan deskriptor adalah tiga.
Hal ini berarti jabaran deskriptor yang dicantumkan pada kisi-kisi inventori Resiliensi sudah sesuai dengan indikator. Namun, ada beberapa deskriptor yang dirasa kurang cocok dengan indikator, maka dari itu perlu deskriptor tersebut perlu diganti. Hal yang perlu direvisi adalah deskriptor “Tenang dalam kondisi tertekan di tengah masalah”, karena deskriptor tersebut dianggap tidak cocok dengan indikator
“emotion regulation”.
c. Kesesuaian antara deskriptor dengan pernyataan
Berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling, kesesuaian antara item-item pernyataan dengan deskriptor memiliki skor dua yang berarti kurang sesuai, sehingga beberapa pernyataan yang ada dalam inventori Resiliensi perlu ditinjau ulang kesesuaiannya dengan deskriptor sebelum diujikan di lapangan.
d. Kesesuaian Pengembangan inventori dalam bentuk inventori
Berdasarkan penilaian dari ahli Bimbingan dan Konseling skor kesesuaian pengembangan inventori dalam bentuk inventori adalah tiga. Hal ini berarti inventori telah sesuai untuk dikembangkan dalam bentuk inventori, asalkan isi dari inventori telah valid dan reliabel.
e. Kelayakan inventori sebagai acuan dalam mengetahui tingkat resiliensi mahasiswa
53
Berdasarkan penilaian ahli bimbingan dan konseling, skor kelayakan inventori sebagai acuan dalam mengetahui tingkat resiliensi adalah dua yang berarti kurang layak. Hal ini berarti perlu diadakan pembenahan sebagai persyaratan yang mendukung inventori.
f. Ketepatan antara isi inventori dengan kondisi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam saat ini
Berdasarkan penilaian ahli Bimbingan dan Konseling, skor ketepatan antara isi inventori dengan kondisi mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam saat ini adalah tiga yang berarti sudah sesuai.
2) Analisis Data Kualitatif
Berdasarkan penilaian dari uji ahli Bimbingan dan Konseling yang bersifat kualitatif, terdapat beberapa saran atas keseluruhan inventori Resiliensi ini, diantaranya semua pernyataan hendaknya berkaitan dengan diri mahasiswa, hendaknya semua sub variabel, indikator, deskriptor, dan pernyataan berkenaan dengan Resiliensi, serta hendaknya konteks inventori disesuaikan dengan kondisi Bimbingan dan Konseling Islam, karena subjek penelitian adalah mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam.
2. Analisis Data Hasil Uji Coba Produk Awal 1) Analisis data hasil uji validitas
Berdasarkan hasil Berdasarkan hasil uji validitas inventori Resiliensi kepada 180 mahasiswa dapat disimpulkan bahwa semua item
pernyataan sebanyak 60, 52 item dinyatakan valid dan 8 item dinyatakan tidak valid. Pernyataan yang tidak valid dihapus dari item pernyataan.
2) Analisis data hasil uji reliabilitas
Berdasarkan hasil uji reliabilitas tersebut, disimpulkan bahwa inventori Resiliensi memiliki reliabilitas yang tinggi karena hasil nilai cronbach alpha 0,933 sehingga disimpulkan bahwa masing- masing item pernyataan dalam inventori Resiliensi dinyatakan reliabel karena telah memenuhi syarat reliabilitas.
3. Analisis Data Hasil Uji Ahli Bahasa 1) Analisis Data Kuantitatif
Tabel 4.6 menunjukkan penilaian ahli bahasa mempunyai nilai 30 yang berarti sangat baik. Berikut ini adalah hasil penilaian dari ahli bahasa mengenai inventori Resiliensi yang dikembangkan.
a. Kualitas tata kalimat
Berdasarkan uji bahasa, skor yang diperoleh mengenai pilihan inventori adalah empat yang berarti sangat sesuai. Namun, berdasarkan catatan dari ahli bahasa diupayakan gunakan bahasa remaja saat ini.
b. Pemilihan kata dan kalimat
Berdasarkan uji ahli bahasa mengenai pemilihan kata dan kalimat diperoleh skor tiga yang berarti sesuai. Akan tetapi berdasarkan catatan dari ahli bahasa terdapat kata yang kurang baku, disarankan gunakan kata yang baku.
55
c. Penggunaan tanda baca dalam inventori
Berdasarkan penilaian dari ahli bahasa, skor penggunaan bahasa dalam inventori adalah baik. Akan tetapi terdapat masukan dari ahli bahasa, yaitu sebaiknya dicermati ulang dalam penggunaan tanda baca dalam inventori.
2) Analisis Data Kualitatif
Berdasarkan penilaian dari uji ahli bahasa yang bersifat kualitatif, terdapat saran berkaitan dengan perbaikan inventori, yaitu akan lebih baik jika inventori ini berbentuk buku dan diberi sampul yang menarik tapi simpel.
4. Analisis Data Hasil Uji Coba Calon Pengguna Produk 1) Analisis Data Kuantitatif
Tabel 4.7 menunjukkan penilaian konselor mempunyai nilai 68 yang berarti sangat baik. Berikut ini adalah hasil uji coba calon pengguna produk mengenai inventori Resiliensi yang dikembangkan.
a. Penggunaan bahasa dalam inventori
Berdasarkan uji coba calon pengguna produk, subjek coba pertama dan kedua memberikan skor empat yang berarti baik.
Menurut subjek coba calon pengguna produk kedua, bahasa yang digunakan dalam inventori sangat komunikatif, sehingga mahasiswa akan terbantu dalam mengoperasikan inventori.
b. Manual petunjuk penggunaan inventori Resiliensi
Berdasarkan uji coba calon pengguna produk, subjek coba pertama memberikan nilai tiga yang berarti baik, dan subjek coba kedua memberikan skor empat yang berarti sangat baik. Menurut subjek coba calon pengguna produk, sebaiknya ada petunjuk pengerjaan yang lebih detail sehingga mungkin mempermudah pengerjaan terlebih untuk orang berkebutuhan khusus.
2) Analisis Data Kualitatif
Berdasarkan penilaian dari uji coba calon pengguna produk yang bersifat kualitatif, terdapat saran berkaitan dengan perbaikan inventori, yaitu tampilan inventori dibuat yang menarik tidak hanya polos dan diupayakan berbentuk buku.
5. Analisis Data Hasil Uji Kelompok Kecil 1) Analisis Data Kuantitatif
Tabel 4.8 menunjukkan penilaian subjek uji kelompok kecil yang terdiri dari 15 mahasiswa memiliki skor 426 yang berarti sangat baik. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata mahasiswa menganggap bahwa inventori Resiliensi yang dikembangkan sudah sangat baik.
2) Analisis Data Kualitatif
Berdasarkan penilaian dari uji ahli bahasa yang bersifat kualitatif, terdapat saran berkaitan dengan perbaikan inventori, yaitu inventori resiliensi dibuat berbentuk buku dan di berikan desain atau gambar-gambar sesuai dengan kondisi remaja saat ini, karena akan terlihat lebih menarik.
57
C. Revisi Produk
Dari hasil analisis uji coba inventori Resiliensi melalui uji coba ahli Bimbingan dan Konseling serta bahasa, uji coba produk awal, uji coba calon pengguna produk, dan kelompok kecil, masih perlu dilakukan revisi untuk penyempurnaan inventori ini. Revisi dilakukan berdasarkan penilaian dan saran ahli Bimbingan dan Konseling, ahli bahasa, subjek coba produk awal, subjek coba calon pengguna produk, serta subjek uji kelompok kecil yang dijelaskan berikut ini:
1. Revisi Produk Berdasarkan ahli Bimbingan dan Konseling
Berdasarkan hasil uji coba produk oleh ahli Bimbingan dan Konseling terdapat beberapa hal yang harus direvisi. Berikut ini merupakan beberapa hal yang harus direvisi.
1) Kesesuaian antara sub variabel dengan indikator
Pada dasarnya antara sub variabel dan indikator yang dikembangkan dalam kisi-kisi inventori Resiliensi ini telah sesuai.
Namun ada beberapa sub variabel hanya terdiri atas satu indikator, yaitu sub Reaching Out. Sehingga, menurut ahli, sub variabel yang hanya terdiri atas indikator perlu ditambahkan. Pada indikator reaching Out tidak ditambahkan, karena menurut peneliti indikator yang ada sudah cukup mewakili teori Reaching Out.
2) Kesesuaian antara indikator dengan deskriptor
Berdasarkan uji ahli BK, antara indikator dan deskriptor yang telah dikembangkan pada kisi-kisi inventori Resiliensi telah sesuai. Akan
tetapi terdapat deskriptor yang dianggap tidak cocok dengan indikator Impluse control, yaitu mampu mengendalikan fikiran. Oleh karena itu descriptor dirubah menjadi mampu mengendalikan fikiran dan perilaku dalam kondisi tertekan.
3) Kesesuaian antara deskriptor dengan pernyataan
Berdasarkan uji ahli Bimbingan dan Konseling, terdapat kekurangsesuaian antara deskriptor dan pernyataan. Pernyataan yang dikembangkan dari deskriptor yang dianggap tidak cocok dengan indikator yang dikembangkan secara otomatis dihilangkan. Pernyataan lain yang dianggap kurang sesuai dengan dengan deskriptor diperbaiki..
Berdasarkan uji ahli Bimbingan dan Konseling, terdapat kekurangsesuaian antara deskriptor dan pernyataan. Pernyataan yang dikembangkan dari deskriptor yang dianggap tidak cocok dengan indikator yang dikembangkan secara otomatis dihilangkan. Pernyataan lain yang dianggap kurang sesuai dengan dengan deskriptor diperbaiki..