Sugiyono (2014:89) menyatakan bahwa analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang telah diperoleh melalui wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi dengan cara mengorganisasikan data kedalam katagori, menjabarkan ke dalam unit unit, melakukan sintesa, menyusun kedalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri dan orang lain.
Teknik analsis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan model analisis seperti yang telah diberikan oleh Miles dan Huberman (Sugiyono, 2014:91), yaitu:
1. Reduksi Data
Data yang diperoleh di lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu perlu dicatat secara teliti dan rinci. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal hal yang pokok, memfokuskan pada hal hal yang penting, dicari tema dan polanya. Data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang
40
jelas dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
2. Penyajian Data
Setelah direduksi, maka langkah berikutnya adalah penyajian data. Penyajian data dalam penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar katagori, flowchart dan sebagainya. Miles dan Huberman (1984) menyatakan: “the most frequent from of display data for qualitative reseacrh data in the past has been narative text “, dijelaskan bahwa yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks bersifat naratif.
3. Verifikasi Data dan Menarik Kesimpulan
Langkah ketiga adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Namun bila kesimpulan memang telah didukung oleh bukti bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang dapat dipercaya.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah yang dapat menjawab rumusan masalah yang sudah dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan.
41
Tahapan tahapan dalam analisis data diatas merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan, sehingga saling berhubungan antara tahapan satu dan tahapan yang lainnya. Analisis dilakukan secara berkesinambungan dari awal sampai akhir penelitian, untuk mengetahui bagaimana mekanisme pelepasan hak atas tanah untuk pembangunan jalan tol dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi sikap proaktif masyarakat dalam pelepasan hak atas tanah.
42
Tabel 1. Konsep dan Metode Penelitian
No Konsep Metode Sumber Data
1. Mekanisme Pelepasan Hak Atas Tanah
a. Tahap Perencanaan 1. Menentukan letak dan
luas tanah yang dibutuhkan untuk pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera di Provinsi Lampung
b. Tahap Persiapan
1. Membentuk tim satgas
2. Sosialisasi rencana pembangunan Jalan Tol
3. Pendataan Awal Lokasi
4. Konsultasi Publik 5. Surat Keputusan Wawancara. Wawancara. Wawancara, Dokumentasi. Wawancara, Dokumentasi. Wawancara, Dokumentasi. 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU) 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa). 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa), 3. Mk, Sr, Sh, Al (warga yang terkena pembebasan lahan) 4. Bw (Aparat Desa). 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa) 3. Bw (Aparat Desa). 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa), 3. Mk, Sr, Sh, Al (warga yang terkena pembebasan lahan) 4. Bw (Aparat Desa). 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan
43
Gubernur Tentang Penetapan Lokasi (Penlok)
c. Tahap Pelaksanaan 1. Membentuk tim satgas
2. Pengumpulan data kepemilikan tanah masyarakat
3. Validasi Data Kepemilikan
4. Penilaian ganti kerugian untuk tanah yang akan dibebaskan
5. Musyawarah tentang penetapan besaran dan bentuk ganti kerugian
6. Pemberian ganti kerugian kepada
masyarakat yang terkena pembebasan lahan
d. Tahap Penyerahan Hasil
Wawancara, Dokumentasi. Wawancara. Wawancara. Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Kementerian PU) 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa). 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa), 3. Mk, Sr, Sh, Al
(warga yang terkena pembebasan lahan) 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU) 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU) 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa), 3. Mk, Sr, Sh, Al
(warga yang terkena pembebasan lahan) 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa), 3. Mk, Sr, Sh, Al
(warga yang terkena pembebasan lahan) 1. Su (Kepala TU Tim
Pembebasan Lahan Kementerian PU)
44
2. Hambatan Dalam
Mekanisme Pelepasan Hak Atas Tanah a. Proses pendataan kepemilikan tanah masyarakat b. Koordinasi dengan masyarakat yang berdomisili diluar desa c. Ketidaktepatan waktu
masyarakat dalam mengumpulkan data kepemilikan tanah d. Bukti kepemilikan tanah
masyarakat Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara 1. My (Kepala Desa) 2. Bw (Aparat Desa) 1. My (Kepala Desa) 2. Bw (Aparat Desa) 1. My (Kepala Desa) 2. Bw (Aparat Desa) 1. My (Kepala Desa) 2. Bw (Aparat Desa) 3. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Sikap Proaktif Masyarakat Dalam Pelepasan Hak Atas Tanah Untuk Pembangunan Jalan Tol
a. Kebijakan Ganti Rugi Yang Menguntungkan
b. Pemahaman Terhadap Pentingnya Pembangunan Untuk Kepentingan Umum (Jalan Tol Trans Sumatera) c. Kualitas Layanan Publik
1. Transparasi mekanisme pemberian ganti rugi 2. Komunikasi dua arah
yang dilakukan oleh tim pelepasan hak atas tanah d. Peran Kepala Desa
e. Pemaksaan atau takut akan sanksi yang berlaku
Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara Wawancara 1. Su (Kepala TU Tim Pembebasan Lahan Kementerian PU), 2. My (Kepala Desa), 3. Mk, Sr, Sh, Al
(warga yang terkena pembebasan lahan). 1. Mk, Sr, Sh, Al (warga
yang terkena pembebasan lahan) 1. Mk, Sr, Sh, Al
(warga yang terkena pembebasan lahan)
1. Mk, Sr, Sh, Al (warga yang terkena pembebasan lahan) 1. Mk, Sr, Sh, Al
(warga yang terkena pembebasan lahan)
IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN
A.Sejarah Singkat Desa Sabah Balau
Desa Sabah Balau Kecamatan Tanjung Bintang Kabupaten Lampung Selatan dahulu lebih dikenal dengan nama Desa Siti Rejo. Desa Siti Rejo merupakan pemekaran dari Desa Suwaluh yang sampai saat ini letaknya disebelah utara Desa Siti Rejo. Desa Siti Rejo hanya berjarak 3Km dari Kota Bandar Lampung. Kehidupan sekelompok masyarakat di Desa Siti Rejo sangat rukun dan damai meskipun dalam keadaan primitif.
Kehidupan di Desa Siti Rejo pada saat itu juga dihiasi dengan hal-hal yang berbau mistis. Konon cerita, di Desa Siti Rejo terdapat mahluk halus yang menyerupai anak kecil mencari yuyu (sejenis kepiting) dan katak pada malam hari. Kepala makhluk halus ini mengeluarkan api yang menyala bagaikan obor (seperti jangkitan).
Seiring berjalannya waktu, seluruh warga Desa Siti Rejo mengetahui hal tersebut dan hingga pada saat itu warga merasa resah akan keberadaan makhluk halus tersebut sehingga aparat desa memutuskan untuk menembak makhluk tersebut. Namun yang terjadi pada saat itu adalah makhluk halus berkepala obor semakin banyak.
46
Setelah kejadian itu Desa Siti Rejo makin termasyur namun bukan dengan nama Siti Rejo tetapi kata janggitan (Sabah Balau) yang identik dengan mahluk halus (hantu). Kepopuleran Desa Sabah Balau menenggelamkan nama Desa Siti Rejo sehingga oleh para pejabat pada saat itu desa siti rejo di ganti dengan nama Desa Sabah Balau.
Seiring berjalannya waktu para warga sabah balau yang di motori oleh para perangkat desa, tokoh masyarakat dan pemuda bersatu untuk mengubah sabah balau menjadi ikon baru yang terang benderang di era modern. Seluruh warga masyarakat menciptakan brand baru Sabah Balau yang semula terang karena makhluk aneh menjadi terang benderang dengan gebyar kembang api dalam setiap ulang tahun Desa Sabah Balau dan program 300 lampu di seluruh penjuru Desa Sabah Balau.