METODE PENELITIAN
F. Teknik Analisis Data
Menurut Sugiono (2012) “ Teknik data adalah suatu proses mencari dan menyusun secara sistematis yang diperoleh dari wawancara dan sumber dari lapangan terkait fokus permasalahan”. Model dan teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan pendekatan regresi linear berganda. Untuk keabsahan hasil analisis regresi berganda terlebih dahulu dilakukan uji kualitas instrumen pengamatan,ujinormalitas data dan uji asumsi klasik. Pengolahan data menggunakan software statistik.
1. Uji Kualitas Data
Uji kualitas data yang dihasilkan dari penggunaan instrumen penelitian di evaluasi melalui uji validitas dan reliabilitas.
a. Uji Validitas
Validitas data merupakan suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Untuk kepentingan uji validitas dan reliabilitas ini
48
menggunakan program SPSS. Validitas diuji dengan menggunakan besarnya korelasi antara variabel.Koefisien korelasi dinyatakan dengan r. Signifikansi antara r kemudian diuji. Teknik korelasi yang digunakan adalah corrected item total correlation . Syarat validitas adalah jika rhitung ≥ r tabel.
b. Uji Reliabilitas
Setelah masing-masing alat ukur dapat ditentukan validitasnya,kemudian dilanjutkan dengan reliabilitas. Uji reliabilitas ini hanya dapat dilakukan pada pertanyaan yang telah sahih atau valid. Dalam penelitian ini digunakan pendekatan konsistensi internal. Prosedurnya hanya satu kali pengenaan tes kepada kelompok individu sebagai subjek. Untuk mengukur reliabilitas konsistensi internal dapat menggunakan koefisien Cronbach’s Alpha > 0.60.
Semakin tinggi koefisien alpha, berarti semakin baik pengukuran suatu instrument.
2. Uji Asumsi Klasik
Pengujian asumsi klasik yang digunakan yaitu: uji normalitas, multikolinearitas, dan heteroskedastisitas yang secara rinci dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel dependen dan variabel independen mempunyai distribusi normal atau tidak.Model regresi yang baik adalah yang memiliki distribusi data normal/mendekati normal. Pengujian normalitas ini dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu dengan analisis grafik dan analisis statistik (Ghozali, 2013: 110).
b. Uji Multikolinearitas
49
Menurut Ghozali (2013:105) uji ini bertujuan menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Pada model regresi yang baik antar variabel independen seharusnya tidak terjadi kolerasi. Untuk mendeteksi ada tidaknya multikoliniearitas dalam model regresi diilakukan dengan melihat nilai tolerance dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) yang dapat dilihat dari output SPSS. Sebagai dasar acuannya dapat disimpulkan:
1) Jika nilai tolerance > 10 persen dan nilai VIF < 10, maka dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikolineritas antar variabel bebas dalam model regresi.
2) Jika nilai tolerance < 10 persen dan nilai VIF > 10, maka dapat disimpulkan bahwa ada multikolinaeritas antar variabel bebas dalam model regresi.
c. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedasitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain. Model regresi yang baik adalah yang terjadi homokedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Untuk mendeteksi adanya heterokedastisitas dilakukan dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residualnya (SRESID).
Dasar analisisnya:
1) Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk suatu pola tertentu, yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas.
50
2) Jika tidak ada pola tertentu serta titik–titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
Analisis dengan grafik plot memiliki kelemahan yang cukup signifikan karena jumlah pengamatan mempengaruhi hasil ploting. Semakin sedikit jumlah pengamatan, semakin sulit untuk mengintepretasikan hasil grafik plot.
3. Analisis Regresi Linier Berganda
Penelitian ini menggunakan model analisis regresi linier berganda untuk menganalisis Pengaruh Monitoring, Evalusi dan Tidak Lanjut Terhadap Pencegahan Kecurangan dengan model dasar sebagai berikut :
Y= α + β1 X1+ β2 X2+β3X3+ e Keterangan :
Y = Pencegahan Kecurangan α = Konstanta
X1 = Monitoring X2 = Evaluasi X3 = Tindak Lanjut β1—β3 = Koefisien Regresi e = Standar error
Nilai koefisien regresi disini sangat menentukan sebagai dasar analisis, Hal ini berarti jika koefisien b bernilai positif (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh searah antara variabel independen dengan variabel dependen, setiap kenaikan nilai variabel independen akan mengakibatkan kenaikan variabel dependen. Demikian pula sebaliknya, bila koefisien nilai b bernilai negatif (-), hal ini menunjukkan adanya pengaruh negatif dimana kenaikan nilai variabel independen akan mengakibatkan penurunan nilai variabel dependen.
51
4. Pengujian Hipotesis Penelitian
Ketepatan fungsi regresi sampel dalam menaksir nilai aktual dapat diukur dari goodness of fit nya.Secara statistik, setidaknya ini dapat diukur dari nilai koefisien determinansi, nilai statistik F dan nilai satistik t. Perhitungan statistik disebut signifikan secara statistik, apabila uji nilai statistiknya berada dalam daerah kritis (daerah dimana Ho ditolak).Sebaliknya, disebut tidak signifikan bila uji nilai statistiknya berada dalam daerah dimana Ho diterima.
a. Koefisien Determinasi (𝑅2)
Pengujian Koefisien Determinasi (𝑅2) digunakan untuk mengukur proporsi atau persentase sumbangan variabel independen yang diteliti terhadap variasi naik turunnya variabel independen.Koefisien determinasi berkisar antar nol sampai dengan satu (0≤𝑅2≤1). Hal ini berarti 𝑅2 = 0 menunjukkan tidak adanya pengaruh antara variabel independen dengan variabel dependen, bila 𝑅2semakin besar mendekati 1, menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen dan bila 𝑅2 semakin kecil mendekati nol maka dapat dikatakan semakin kecilnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen.
b. Pengujian Secara Parsial (Uji t)
Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel indepeden mempengaruhi variabel dependen secara signifikan.
Kriteria pengambilan keputusan :
1) Ho diterima dan Ha ditolak jika t hitung < t tabel. Artinya variabel bebas tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
52
2) Ha diterima dan Ho ditolak jika t hitung > t tabel. Artinya variabel bebas berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
c. Pengujian Secara Simultan (Uji F)
Pengujian ini bertujuan untuk menguji H2 apakah variabel-variabel independen secara bersama-sama (Simultan) mempengaruhi variabel dependen secara signifikan. Pengujian simultan ini menggunakan uji-F, yaitu dengan membandingkan antara nilai signifikansi F dengan nilai signifikansi yang digunakan yaitu 0,05.
Bentuk pengujiannya adalah:
1) Ha diterima jika F hitung > F tabeldan Sig <5%. Artinya variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
2) Ha ditolak jika F hitung < F tabel dan Sig >5%.Artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel terikat.
BAB IV