• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.4 Teknik Analisis Data

Teknik Analisis Data merupakan upaya untuk mengolah data yang telah diperoleh dari hasil Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori menjabarkan ke unit-unit, menemukan mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan merumuskan kesimpulan sehingga mudah dimengerti oleh diri sendiri maupun orang lain. Sugiyono (2009:335) mengatakan bahwa analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan pula hubungan tertentu atau menjadi hipotesis.

Miles dan Huberman (dalam Sugiyono 2009:337) mengelompokkan aktivitas dalam analisis data meliputi tiga analisis data, yaitu data reduction (reduksi data), data display (penyajian data), dan conclusion drawing/verification (penarikan kesimpulan atau verifikasi).

a. Reduksi Data

Menurut Sugiyono (2009:338) reduksi data adalah kegiatan pemilihan data dengan memilah bagian-bagian data yang dianggap penting untuk dikumpulkan guna mendukung penelitian dan menghilangkan data yang sekiranya tidak perlu dalam penelitian agar kegiatan penelitian dapat terfokus pada subjek yang dituju.

Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk mengumpulkan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.

Peneliti telah mendapatkan data-data tentang kondisi SMA Negeri 1 Magelang, pembelajaran dengan pendekatan saintifik, serta pembelajaran tari di kelas XI IS 1, kemudian peneliti melakukan pemilihan data yang sesuai dengan rumusan masalah. Data yang sekiranya tidak sesuai dipisahkan.

b. Penyajian Data

Sugiyono (2009:341) menyatakan bahwa tahap penyajian data berisi tentang uraian data yang telah dipilih sesuai dengan sasaran penelitian, yang disajikan secara lengkap dan sistematis. Data yang disajikan merupakan data yang telah dipilih pada tahap reduksi data dan perlu dipertimbangkan efisiensi dan efektivitasnya.

Data yang telah dipilih oleh peneliti, disajikan dalam bentuk uraian-uraian yang sistematis dan ditulis dengan bahasa yang baik dan benar.

c. Penarikan Simpulan

Tahap ini adalah tahap akhir dalam menyajikan data dan dijadikan sebagai isi dari laporan penelitian. Sugiyono (2009:345) menyatakan bahwa penarikan simpulan pengumpulan hasil utama atau pokok selama proses penelitian dengan mengungkapkan keseluruhan hasil penelitian melalui pokok-pokok pikiran tertentu yang dilandasi data empirik. Penarikan simpulan atau verifikasi dilakukan

sejak awal yakni pada saat pertama kali peneliti mengumpulkan data yang berkaitan dengan subjek penelitian. Hasil yang pokok secara singkat, namun jelas.

Peneliti menyimpulkan hasil penelitian yang telah diuraikan secara sistematis.

Berikut ini skema analisis data kualitatif (Miles dan Huberman)

3.5 Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data

Teknik pemeriksaan keabsahan data adalah teknik yang digunakan oleh peneliti dalam menunjukkan bahwa data yang disajikan benar-benar akurat. Menurut Sumaryanto (2007:113) penelitian ini menggunakan derajat kepercayaan yang terdapat tujuh teknik yang dapat digunakan oleh peneliti untuk memeriksa keabsahan data kualitatif yang diperoleh, yaitu; (1) perpanjangan keikutsertaan, (2) ketekunan pengamatan, (3) triangulasi, (4) Pemeriksaan sejawat, (5) analisis kasus negatif, (6) pengecekan kecukupan referensi, dan (7) pengecekan anggota.

Pengumpulan Data

Reduksi Data Penyajian Data

Penarikan Kesimpulan atau Verifikasi

104

BAB 5

PENUTUP

5.1 Simpulan

Penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran seni tari yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Magelang pada kelas XI IS 1, terdiri atas 3 tahapan umum yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap perencanaan meliputi tahapan dimana pendidik mempersiapkan bahan ajar yang akan diterapkan dalam pembelajaran baik melalui media apapun serta merancang Rencana Pelaksanaan Peembelajaran (RPP). Kemudian dalam tahap pelaksanaan ada 5 tahapan yaitu mengamati, tahapan menanya, tahapan menalar, tahapan mencoba, dan tahapan membentuk jejaring. Sedangkan tahapan evaluasi meliputi evaluasi pembelajaran. Pendekatan saintifik adalah cara penerapan pembelajaran kepada siswa yang penerapannya lebih mendekatkan siswa dalam prosedur ilmiah, sehingga metode tersebut mengarahkan pada hasil belajar yang melahirkan peserta didik produktif, kreatif, inovatif, dan afektif melalui penguatan sifat, ketrampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi. Sebaimana yang telah dijelaskan ada 5 tahapan yang dilaksanakan dalam metode ini. Pendekatan saintifik dalam prinsipnya mengarahkan peserta ddik untuk melakukan pembelajaran secara faktual dan tidak bersifak verbalisme.

Pada pelaksanaan proses penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran seni tari memiliki faktor-faktor yang mendukung dan menghambat dalam proses penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Dalam penerapannya, faktor-faktor yang mendukung terbagia atas faktor internal yang

mendukung proses penerapan dan faktor eksternal yang mendukung proses penerapan. Faktor internal yang mendukung dalm prses penerapan pensekatan saintifik dalam pembalajaran yaitu faktor fisiologis, faktor psikologi meliputi motivasi dan minat siswa, intelegensi dan bakat, serta faktor pendukung lainnya meliputi kepala sekolah, guru, jumlah peserta didik, dan sarana prasarana. Sedangkan faktor eksternal yang mendukung penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran yaitu keluarga, keadaan sekolah, dan lingkungan sekitar. Selanjutnya faktor-faktor yang menghambat dalm proses penerapan juga dilihat dari faktor internal yangmmenghambat proses penerapan dan faktor eksternal yang menghambat proses penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Faktor internal yang menghambat yaitu kesehatan dan kedisiplinan. Faktor eksternal yang menghambat dalam proses penerapan pendekatan saintifik dalam pembelajaran yaitu fasilitas ruang praktik dan budaya belajar.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian, saran yang dapat penulis berikan antara lain: 1. Bagi guru seni tari perlu menyesuaikan dengan alokasi waktu yang

sudah ditentukan, dan dalam pembelajaran sebaiknya menerapkan semua tahapan-tahapan dalam metode saintifik agar dapat tercapai tujuan pembelajaran, dan perlu melakukan pembaharuan strategi belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

2. Para siswa diharapkan lebih aktif dan aktif lagi dalam setiap pertemuan sehingga tujuan pembelajaran tercapai dan siswa dapat mendapatkan pengetahuan yang lebih.

3. Bagi SMA Negeri 1 Magelang agar menyediakan ruangan khusus untuk pembelajaran seni tari agar pembelajaran seni tari dapat berjalan terus setiap pertemuan walaupun ada acara di sekolah.

106

Dokumen terkait