• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

F. Teknik Analisis Data

Analisis data secara statistik, memungkinkan peneliti melakukan tafsiran yang berarti mengenai hasil penyelidikan Arikunto (2010 : 214). Perlakuan penelitian ada dua cara, yaitu :

1) Pengajaran menggunakan model pembelajaran discovery learning. 2) Pengajaran tanpa menggunakan model pembelajaran discovery learning.

Perlakuan pengajaran pada kelas eksperimen maupun pengajaran pada kelas konvensional dalam proses pembelajaran memiliki kesamaan materi atau topik yang disampaikan, sedangkan perbedaan kedua pengajaran ini terletak pada model pembelajaran, pada kelas eksperimen pengajaran menggunakan model pembelajaran discovery learning dalam proses pembelajaran, sedangkan pada kelas konvensional tidak menggunakan model pembelajaran discovery learning dalam proses pembelajaran.

3) Membuat Daftar Skor Mentah

Karangan yang telah dibuat siswa itu kemudia dinilai dengan klasifikasi penilaian sebagai berikut:

Tabel 1.2 Rubrik Penilaian Menulis Cerita Fantasi dan Skor

No. Aspek yang dinilai Deskripsi Skor

1. Tema Sangat baik: Tema sangat sesuai dengan isi cerita fantasi

5 Baik: Tema sesuai dengan isi cerita

fantasi

4 Cukup: Tema cukup sesuai dengan isi

cerita fantasi

3 Kurang: Tema kurang sesuai dengan isi

cerita fantasi

2 Sangat kurang: Tema tidak sesuai

dengan isi cerita fantasi

1 2. Amanat Sangat baik: Amanat sangat sesuai

dengan isi cerita fantasi

5 Baik: Amanat sesuai dengan isi cerita

fantasi

4 Cukup: Amanat cukup sesuai dengan isi 3

cerita fantasi

Kurang: Amanat kurang sesuai dengan isi cerita fantasi

2 Sangat kurang: Amanat tidak sesuai

dengan isi cerita fantasi

1 3. Diksi (Pilihan kata) Sangat baik: Diksi sangat sesuai dengan

fakta yang terdapat di dalam cerita fantasi

5

Baik: Diksi sesuai dengan fakta yang terdapat dalam film pendek

4 Cukup: Diksi cukup sesuai dengan fakta

yang terdapat dalam cerita fantasi

3 Kurang: Diksi kurang sesuai dengan

fakta yang terdapat dalam cerita fantasi

2 Sangat kurang: Diksi tidak sesuai

dengan fakta yang terdapat dalam cerita fantasi

1

4. Makna kias Sangat baik: Makna kias yang

digunakan membuat gambaran isi cerita fantasi dalam cerita Kekuatan Ekor Biru Nataga

5

Baik: Makna kias yang digunakan membuat gambaran isi cerita fantasi

4 Cukup: Makna kias yang digunakan

membuat gambaran isi cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

3

Kurang: Makna kias yang digunakan membuat gambaran isi cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

2

Sangat kurang: Makna kias yang

digunakan membuat gambaran isi cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

1

5. Kata konkret Sangat baik: Kata yang dipilih sudah sangat memperkonkret makna isi cerita fantasi

5

Baik: Kata yang dipilih sudah

memperkonkret makna isi cerita fantasi

4 Cukup: Kata yang dipilih sudah cukup

memperkonkret makna isi cerita fantasi

Kurang: Kata yang dipilih kurang memperkonkret makna isi cerita fantasi

2 Sangat kurang: Kata yang dipilih tidak

memperkonkret makna isi cerita fantasi

1

6. Pengimajian Sangat baik: Kata yang dipilih sangat mampu memberikan gambaran yang nyata mengenai isi cerita fantasi

5

Baik: Kata yang dipilih mampu memberikan gambaran yang nyata mengenai isi cerita fantasi

4

Cukup: Kata yang dipilih cukup mampu memberikan gambaran yang nyata mengenai isi cerita fantasi

3

Kurang: Kata yang dipilih kurang mampu memberikan gambaran yang nyata mengenai isi cerita fantasi

2

Sangat kurang: Kata yang dipilih tidak mampu memberikan gambaran yang nyata mengenai isi cerita fantasi

1

7. Nada dan Suasana Sangat baik: Sikap penyair sangat mampu menggambarkan suasana cerita film pendek di dalam puisi

5

Baik: Sikap penyair mampu

menggambarkan suasana cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

4

Cukup: Sikap penyair cukup mampu menggambarkan suasana cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

3

Kurang: Sikap penyair kurang mampu menggambarkan suasana cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

2

Sangat kurang: Sikap penyair tidak mampu menggambarkan suasana cerita fantasi pendek dalam Kekuatan Ekor Biru Nataga

1

Jumlah skor tertinggi: 35

Perhitungan nilai akhir sebagai berikut:

Nilai Perolehan Siswa = x 100

Tabel 1.3 Rentang Skor dan Klasifikasi Tingkat Kemampuan

Rentang Nilai Tingkat Kemampuan

90-100 80-89 65-79 55-64 0-54 Sangat tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat rendah

( Diadaptasi dari Purwanto, 2012: 82)

Membuat Distribusi Frekuensi dari Skor Mentah

Data tes yang diperoleh dari kerja koreksi pada umumnya masih dalam keadaan tak menentu. Untuk memudahkan analisis, maka langkah selanjutnya adalah membuat tabulasi frekuensi masing-masing nilai. Cara ini dapat memudahkan perhitungan selanjutnya.

Adapun statistik inferensial digunakan untuk menguji hipotesis yang meliputi uji kesamaan dua rata-rata dengan menerapkan statistik. Sebelum dilakukan uji hipotesis, terlebih dahulu dilakukan uji normalitas dan uji homogenitas varians. a. Uji Normalitas

Pengujian normalitas data hasil belajar siswa dimaksudkan untuk mengetahui bahwa data yang diteliti berasal dari populasi yang berdistribusi normal. Uji normlitas untuk variabel kelas eksperimen maupun kelas kontrol melalui uji normalitas kolmogrov-smirnov. Pengujian dilakukan pada taraf kebenaran α = 0,05, jika p > α maka dapat disimpulkan bahwa data yang diselidiki berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas Varians

Uji homogenitas digunakan untuk mengetahui apakah beberapa varian data sama atau tidak, uji yang digunakan adalah uji kesamaan varian data (homogenitas) dengan F Levene test. Uji ini dilakukan sebagai prasyarat dalam analisis. Data yang memenuhi syarat adalah jika varian sama atau subjek berasal dari kelompok homogen.

Langkah untuk uji homogenitas sebagai berikut:

1. Menentukan apakah kedua varian sama atau berbeda 2. Kriteria pengujian (berdasarkan probabilitas/signifikan)

Jika Pvalue ≥ 0,05 maka kedua varian sama Jika Pvalue < 0,05 maka kedua varian berbeda 3. Membandingkan probabilitas

Jika Pvalue ≥ 0,05 maka kedua varian sama 4. Menarik kesimpulan

4) Pengujian Hipotesis

Digunakan uji perbedaan dua rata-rata (independent sample t-test) yaitu: H0 : µ1 = µ2

H1 : µ1 > µ2

µ1 : rata-rata hasil belajar siswa yang diajar memanfaatkan media tes cerita fantasi µ2 : rata-rata hasil belajar siswa yang diajar menggunakan metode konvensional

Kriteria pengujian hipotesisnya sebagai berikut: Diketahui

H0= tidak ada perbedaan signifikan antara hasil menulis cerita fantasi kelas kontrol dan kelas eksperimen

H1= ada perbedaan sigifikan antara hasil menulis cerita fantasi kelas kontrol dan kelas eksperimen

Teknik analisis statistik dilakukan dengan mengggunakan pengolah data Statistical Program for Social Sciense (SPSS) for windows version 16,0. Digunakan independent sample t-test (uji t sampel independen) dengan kriteria pengujian hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima jika nilai Pvalue < 0,05 sedangkan H0 diterima dan H1 ditolak jika nilai Pvalue > 0,05.

BAB IV

Dokumen terkait