BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Analisis Data
Hasil penelitian ini akan dianalisis dengan cara deskriptif kualitatif yang dipadukan dengan kuantitatif dalam teknik deskriptif statistik yang akan menggambarkan data yang terkumpul dengan cara penggambaran melalui tabel-tabel sederhana dan dalam sistem penggambaran persen, kemudian disimpulkan dengan cara deskriptif kualitatif.
Sedangkan dalam menganalisis data, peneliti menggunakan beberapa metode sebagai berikut :
1. Metode induktif, yaitu teknik analisis data melalui penjelasan yang bersifat khusus kemudian menarik kesimpulan secara umum
2. Deskriptif interpretasi yakni teknik analisis data melalui penjelasan melalui tabel dan presentase kemudian selanjutnya diberi komentar.
3. Komparatif yaitu teknik dengan membandingkan beberapa teori atau pendapat, kemudian mengambil suatu kesimpulan.
Langkah-langkah yang penulis tempuh adalah sebagai berikut : 1. Memeriksa data untuk melihat kelengkapannya
2. Memasukkan data kedalam tabel lalu menghitungnya
3. membahas pertemuan-pertemuan lapangan untuk menjawab masalah penelitian
4. Mengelompokkan data berdasarkan kategori yang digunakannya 5. Menyusun data kedalam tabel-tabel
6. Pembuatan tabel distribusi frekuensi yang dilengkapi dengan presentase masing-masing kategori dengan menggunakan rumus :
F
P = --- X 100 % N
Keterangan :
P : Angka persentase
F : Frekuensi masing-masing kategori
N : Jumlah sampel. (Nana Sudjana, 1999 : 37)
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
Pada pembahasan ini, penulis akan menguraikan tentang hasil penelitian, namun sebelum terlalu jauh menguraikannya, maka penulis terlebih dahulu mengemukakan kondisi objektif lokasi penelitian sebagai berikut:
1. Sejarah Berdirinya
Pada bagian ini penulis akan membahas sejarah berdirinya SMP 4 Makassar, keadaan guru, keadaan siswa dan keadaan sarana dan prasarana.
SMP 4 Makassar didirikan pada tahun 1983, SMP 4 Makassar merupakan salah satu lembaga pendidikan menengah yang bernaung dibawah Majelis Pendidikan dasar dan Menengah Pimpinan Wilayah Muhammadiyah yang berlokasi pada daerah yang cukup strategis. Hal ini dimungkinkan karena posisinya yang berada di tengah kota Makassar dan mudah dijangkau oleh masyarakat karena dilalui alat transportasi.
2. Visi Dan Misi : Visi :
Menghasilkan lulusanyang beriman dan bertaqwa serta berakhlak mulia dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk dapat melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.
Misi :
Menumbuhkan kualitas keislaman yang spesifikasi pada tertib ibadahMeningkatkan pembelajaran terigrasi IPTEK dengan keimanan dan ketakwaan ( IMTAQ)
Menumbuhkembangkan semangat keunggulan dan bernalar sehat kepada para peserta didik, guru dan karyawan sehingga berkemauan kuat untuk terus maju
Meningkatkan komitmen seluruh pendidik dan tenaga kependidikan terhadap tugas pokok dan fungsinya
Mengembangkan Teknologi Informasi dan komunikasi dalam pembelajaran dan administrasi sekolah
3. Keadaan Guru
Guru merupakan salah satu komponen yang sangat penting dalam proses pembelajaran, Karena guru tidak diharapkan hanya sekadar mengajar tetapi bagaimana dia menjadi contoh tauladan bagi
siswanya, sehingga siswanya tidak hanya memiliki ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Tabel 3
Adapun kepala sekolah-sekolah selama berdirinya SMP 4 Makassar yaitu:
NAMA PERIODE TUGAS
1. Drs. Nur Mustakim, M.Pd Tahun 1983 s/d 1999 2. Dra. Hj. A. Muliati Tahun 1999 sampai 2011 3. Asri, S.Pd. Tahun 2011 sampai Sekarang Sumber Data: kantor
Keadaan guru DiSMP 4 makassar, dapat dikatakan cukup baik walau masih perlu dimaksimalkan agar lebih berkualitas lagi, ini bisa diliat dari jenjang pendidikan dan jurusannya masing-masing. Hal ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan siswa, karena setiap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru yang memang dari jurusannya, seperti halnya bidang setudi pendidikan agama islam yang diajarkan oleh guru yang berasal dari jurusan terbiyah sehingga kebutuhan siswa tentang agama dapat terpenuhi.
Untuk lebih jelasnya penulis dapat menggambarkan tabel keadaan guru Tabelnya sebagai berikut :
Tabel 4 Keadaan Guru Di SMA 4 Makassar
No Nama Jabatan Alamat
1 Asri S.Pd Kepsek JL. Bonto
Dg. Ngirate Blok200186 Makassar 2 Muh. Helmi
S.Pd. M.Pd Wakasek Kurikulum Guru Biologi Jl.
Minasaupa
Blok IV
R. H. S. Pd Guru Pendidikan Seni Jl. Bonto Dg.Ngerate No
Guru Bahasa Inggris Jl. Baruga
Antang Raya No.
9 Zainuddin 22
Hazja, S.Pd Guru Matematika Jl. Daeng
Tata Raya No. 125 Makassar 10 Hj. Radiah
S.Ag Guru Al-Qur’an Jl. Mapala
Blok A3
16 Rudi
Setiawan Guru Bahasa Arab Dg. Ngirate
17 Nastura S.
Sumber Data: Kantor 4 MakassarTahun Ajaran 2013 4. Keadaan Siswa
Siswa yang ada di SMP 4 Makassar Umumnya berasal dari anak-anak masayrakat itu sendiri dan kampong-kampung yang ada di sekitarnya, sementara dari kecematan lain dan kabupaten lain hanya satu dua orang.
Siswa di sekolah ini juga sangat terbatas di sebabkan oleh minat masyarakat dan pemuda terhadap sekolah Muhammadiyah sangat lemah di sebabkan oleh beberapa factor sebagai berikut :
1. Banyaknya sekolah umum yang sudah biasa dijangkau oleh alat transportasi berupa pete-pete dan lainnya.
2. Banyaknya SMP 4 lain yang takkalah bersain
3. Sekolah umum bagi masayrakat setempat di yakini lebih menjanjikan masa depan anak di bandingkan dengan sekolah agama.
Siswa dan guru merupakan dua aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam pendidikan karena belajar dari pihak siswa dan mengajar dari pihak guru. Dengan demikian dalam proses mengajar ada 3 komponen utama yaitu siswa merupakan peserta didik dan guru merupakan pendidik dan pembimbing serta isi atau materi pelajaran yang siap untuk di ajarkan.
5. Tata Tertib Siswa
1. Menjadi siswa yang berjiwa pancasila dan suka berbakti kepada tuhan yang maha Esa.
2. Bersikap hormat kepada orang tua, pimpinan sekolah, guru dan karyawan sekolah.
3. Memiliki sifat dan hati terbuka, tenggang rasa, keluwesa, bergaul terhadap sesama siswa dan senantiasa memupuk kerja sama yang baik.
4. Memelihara ketenangan belajar, merawat dan menjaga keutuhan alat-alat sekolah serta ikut pula memelihara kelestarian linggkungan pada umumnya.
5. Berusaha mempertahankan menjaga nama baik sekolah didalam maupun diluar sekolah.
6. Memakai pakaian seragam sekolah sesuai dengan ketentuan yang dikeluarkan oleh sekolah.
7. Hadir disekolah sebelum jam pertama dimulai
Untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan siswa di SMA Muhammadiyah 9 Makassar.
Tabel 5
Keadaan Siswa SMP 4 Makassar
No Kelas Laki-laki Perempuan Jumlah
1 X 5 3 8
2 XI 6 12 18
3 XII 13 11 24
Jumlah Keseluruhannya 50
Sumber Data: kantor
Dari tabel diatas dapat kita simpulkan bahwa jumlah siswa SMA
Muhammadiyah 9 Makassar sebanyak 50 orang dengan rincian sebagai berikut : jumlah siswa kelas 1 sebanyak 8 orang, kelas 2 sebanyak 18 orang dan kelas 3 sebanyak 24 orang, namun yang menjadi subyek penelitian adalah kelas 2 yang berjumlah 18 orang.
6. Keadaan Sarana dan Prasarana
Tanah sekolah sepenuhnya hak milik Majelis Dikdasmen Muhammadiyah.
Luas areal seluruhnya 2400 m2. Area ini juga di gunakan 3 sekolah lainnya yaitu: SMP Muhammadiyah 12, SD Muhammadiyah Perumnas dan TK Muhammadiyah.
Tabel 6
Keadaan Tanah Sekolah SMA Muhammadiah 9 Makassar
No Status Hak Milik
1 Luas Tanah 2400 m2
2 Luas 1300 m2
3 Bangunan
4 Pagar 120
Sumber Data: Kantor tata usaha SMA Muhammadiyah 9 Makassar Sarana dan prasarana pendidikan merupakan salah satu aspek yang dapat memperlancar proses belajar mengajar. Fasilitas belajar mengajar dapat menunjang pencapaian tujuan secara efektif dan efisien, apalagi dewasa ini kita di tuntut untuk menciptakan fasilitas belajar mengajar yang memadai karena situasi dan kondisi yang sesmakin modern akibat ilmu pengetahuan dan tekhnologi.
Sarana dan prasarana di SMA Muhammadiyah 9 Makassar,seperti kursi belajar, papan tulis dan alat kelengkapan lainnya sudah memadai. Ini sangat menunjang proses belajar mengajar sehinggah kebutuhan siswa dalam belajar dapat terpenuhi, di samping itu pengelolaan kelas seperti pengaturan kursi belajar dan penempatan siswa dalam belajar sudah di tata sedemikian rupa sehingga siswa merasa aman dan nyaman dalam mengikuti pelajaran.
Adapun gambaran sarana dan prasarana yang dimiliki oleh SMA Muhammadiyah 9 Makassar Dapat dilihat pada table berikut ini:
Tabel 7
Keadaan sarana dan prasarana SMA Muhammadiyah 9 Makassar No Jenis Sarana dan Prasarana Jumlah
1 Ruang Kepala Sekolah dan Wakil 1
2 Ruang Untuk Guru Rapat 1
3 Ruang Kelas Untuk Belajar 1
4 Ruang Tata Usaha 1
5 WC/Kamar Kecil 2
6 Perpustakaan
-7 Kantin 1
Sumber Data Kantor SMA Muhammadiyah 9 Makassar
B. Pencapaian Target Kurikulum Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Muhammadiyah 9 Makassar.
Guru memberikan peranan penting dalam proses pencapaian tujuan pendidikan dalam memberikan kemudahan belajar kepada peserta didik secara efektif. Memegang peranan yang cukup penting baik dalam perencanaan maupun pelaksanaan kurikulum bagi kelasnya, karena guru juga merupakan barisan pengemban kurikulum yang terdepan maka guru pulalah yang selalu melakukan evaluasi dan penyempurnaan terhadap kurikulum
Kurniawati, guru Kemuhammadiyaan (wawancara:17 maret 2013 ) Seperti diketahui bahwa kurikulum adalah perencenaan belajar siswa atau kegiatan dan usaha dalam proses belajar siswa dan mengajar yang dilakukan dalam rangka mencapai tujuan pendidikan. Oleh Karen itu, pencapaian kurikulum di SMA Muhammadiyah 9 Makassar sudah mencapai 85 % merupakan rencana belajar siswa, maka kurikulum harus senantiasa sesuai dengan perkembangan siswa, dan juga kami sebagai guru harus memperhatikan baik itu dari segi sarana dan prsarana yang memadai sehingga kurikulum bisa tercapai dengan baik dan juga mencapai tujuan yang diinginkan.
Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa meninjau dan memperbaiki kurikulum adalah suatu tuntunan yang harus dipenuhi
dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam arti memperbaiki hal-hal yang tidak sesuai dengan kebutuhan siswa dan yang anggap kurang perlu ditambah, dalam rangka penyempurnaan kurikulum.
Dalam kondisi semacam ini, guru seharusnya tampil sebagai pahlawan penyelamat bangsa yang mampu, tidak saja menyampaikan pesan-pesan pembelajaran peserta didik tetapi menyiapkan mereka dengan seluruh kepribadiannya, untuk bisa mengurangi kehidupan yang penuh dengan berbagai tantangan, untuk itulah, mengapa guru harus kreatif, professional, dan menyenangkan .
Adapun pencapaian target Kurikulum pada mata pelajaran Pendidikan agama islam dapat pada hasil pendedaran angket berikut:
Tabel 8
Apakah sudah mencapai target yang anda inginkan dalam menerima mata pelajaran PAI?
No Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Ya 13 72, 22 %
2 Kurang 5 27, 77 %
3 Tidak 0 0
Jumlah 100 %
Sumber Data: Tabulasi Angket No 1
Dari hasil pengedaran angket tersebut diatas dapat diketahui bahwa siswa yang menjawab Ya sebanyak 13 orang atau 72, 22 % , 5 Responden atau 27,77 % yang menjawab kurang tidak ada.
Oleh karena itu, hubungan dalam pencapaian target kurikulum dengan daya serap siswa dapat dilihat dari responden.
Hj. St. Nurjannah. Guru PAI ( Wawancara: 20 Maret 2013 bahwa hubungan pencapaian target kurikulum dan daya serap saling keterkaitan antara keduanya dimana kurikulum dianggap sebagai suatu yang nyata yang terjadi dalam proses pendidikan disekolah dan kurikulum juga dipandang sebagai kurikulum pengalaman belajar masyarakat sedangkan daya serap siswa adalah kemampuan siswa untuk meningkatkan wawasan dan pola pikir anak dan juga bahan pengajaran yang diajarkan untuk mencapai prestasi yang tinggi.
Dari hasil wawancara diatas dapat dijadikan sebagai pembuktian angket yang beredar pada siswa yang harus dijadikan sebagai responden angket.
.
Tabel 9
Apakah ada hubungan pencapaian target kurikulum PAI dengan daya serap anda?
No Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Ya 14 77, 77 %
2 Kurang 3 16, 66 %
3 Tidak 1 5, 55 %
Jumlah 100 %
Sumber Data: Tabulasi Angket No. 2
Dari tabulasi angket diatas, maka dapat diketahui bahwa dari 14 orang siswa atau 77,77 % sebagai responden yang menjawab Ya sementara yang merespon Kurang sebanyak 3 orang atau 16, 66 % sedangkan yang merespon tidak adalah 1 orang atau 5, 55 %
Melihat dari tabulasi angket diatas maka, secara lebih banyak yang merespon Ya yang dimana berarti bahwa hubungan pencapaian kurikulum dengan daya serap siswa sangat keterkaitan antara yang satu dengan yang lain.
C. Daya Serap Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Sebelum membahas lebih lanjut mengenai daya serap siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam. Adapun metode penilain
yaitu mengambil nilai rapor siswa-siswa dan juga interview kepada guru yang bersangkutan.
a. Daya serap siswa dengan menggunakan interview,dokumentasi dan mengambil nilai rapor siswa.
Dari hasil interview yang penulis lakukan, membuktikan bahwa proses belajar siswa di SMA Muhammadiyah 9 Makassar berjalan dengan baik, seperti diketahui bahwa proses belajar mengajar terjadinya interaksi antara siswa dengan guru sebagai tujuan utama dalam proses pengajaran. Daya serap adalah kemampuan siswa dalam mengikuti proses belajar mengejar yang sedang berlangsung dengan baik karena harus mencerminkan akhlak, sedangkan daya serap diartikan sebagai uatu kemampuan peserta didik untuk menyerap atau menguasai materi yang dipelajarinya sesuai dengan bahan mata pelajaran yang diajarkan oleh gurunya.
Hj.St. Nurjannah. Guru PAI (Wawancara : 20 maret 2013) bahwa daya serap siswa dalam menerima mata pelajaran PAI sudah mencapai 80%
keatas dan pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru sudah mencapai maksimal yang kami harapkan.
Jadi daya serap siswa merupakan tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana pemahan peserta didik terhadap mata pelajaran yang telah diajarkan oleh gurunya. Siswa juga sopan dan cara berkomunikasinya dengan baik antara guru dengan siswa supaya memberikan contoh terbaik dalam lingkungan sekolah nya. Dan kami sebagai guru harus memberikan motivasi kepada peserta didik supaya semangat dalam menerima mata pelajaranya.
Dari hasil interview diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan daya serap siswa yang baik seharusnya kita harus memperhatikan terlebih dahulu bagaimana cara mengajar dengan baik dan juga bagaimana keadaan siswa dalam menerima pelajaran pendidikan Agama islam
Hal tersebut diatas sejalan dengan hasil pengedaran angket dengan melihat table yang kedua.
Tabel 10
Apakah anda mampu menyerap pelajaran pendidikan agama islam sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru ?
No Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Ya 10 55, 55 %
2 Kurang 6 33, 33 %
3 Tidak 2 11, 11 %
Jumlah 100 %
Sumber Data: Tabulasi Angket No. 3
Dari tabulasi angket dapat diketahui bahwa siswa yang dijadikan sebagai responden yang menjawab Ya sebanyak 10 orang atau 55, 55 % sementara yang menjawab Kurang sebanyak 6 orang atau 33, 33 % dan yang menjawab Tidak sebanyak 2 orang atau 11, 11%.
b. Hasil observasi aktiftas siswa kelas XI SMA Muhammadiyah 9 Makassar pada proses pembelajaran Al-Islam.
Tabel 11 N
o Aspek yang dimintai Pertemuan
1 2 3 4
1 Siswa yang hadir pada saat
pembelajaran 17 18 15 18
2 Siswa yang menjawab pertanyaan
guru baik lisan maupun tulisan 3 4 2 3 3 Siswa yang memperhatikan pada
saat guru menjelaskan materi 15 17 15 16 4 Siswa yang bertanya pada saat
pembelajaran berlangsung 3 2 2 4
5 Siswa yang kurang aktif pada saat
pembelajaran berlangsung 3 2 1 3
6 Siswa yang mampu
mempersentasikan jawaban dihadapankelompoknya masing-masing
8 10 12 18
Sumber data Hasil observasi pada tanggal 6 april 2013
Berdasarkan data dari tabel diatas dapat menyatakan bahwa :
a. Kehadiran pada setiap pertemuan 1- 4 masih bervariasi artinya kadang meningkat dan kadang menurun. Namun setelah dilakukan refleksi dan diadakan perbaikan maka motivasi siswa untuk mengikuti pelajaran agama islam mengalmi peningkatan.
b. Perhatian siswa dalam proses belajar mengajar dari pertemuan 1- 4 memperlihatkan peningkatannya. Hal ini terlihat pada jumlah siswa yang memperhatikan saat guru menjelaskan materi, maupun jumlah siswa yang menjawab pertanyan dari guru baik secara lisan maupun secara tulisan itu juga meningkat. Dan juga siswa dalam mengikuti pelajaran PAI adalah jumlah siswa yang bertanya pada saat proses pembelajaran berlangsung juga mengalami peningkatan dari pertemuan 1 – 4 hal ini menunjukan adanya perhatian, usaha, dan keseriusan siswa yang semakin mempunyai keinginan untuk memahami matei pelajaran dan tidak canggung lagi untuk betanya.
c. Kerja sama dan kekompakan juga semakin baik. Hal ini ditunjukan dengan jumlah siswa yang kurang aktif dalam kegiatan kelompok maupun siswa yang dibimbing langsung atau dibimbing sendiri pada pertemuan 1 – 4 mengalami peningkatan. Pada setiap kelompok belum mampu bekerja lebih baik dibandingkan dengan siklus sebelumnya.
d. Jumlah siswa yang mampu mempresentasikan jawabab yang diperolehnya dihadapan kelompoknya maupun dikelompok yang lain juga mengalami peningkatan dari pertemuan 1- 4. Ini menunjukan
bahwa tingkat pemahaman dan kepercayaan diri dengan hasil yang diperoleh semakin meningkat dan motivasi yang diberikan oleh peniliti mendapat respond positif sehingga hasil belajar siswa meningkat.
Pada awal pelaksanaan perrtemuan 1- 4 peneliti merasakan beberapa kesulitan terutama dalam menghadapi pembagian kelompok siswa susah diatur dalam membentuk kelompoknya, mereka mau-maunya sendiri tidak ada yang mau dibentuk berdasarkan urutan absen, kadang ada yang mau cewek sama cewek atau memilih teman-teman gengnya, bahkan ada yang mau kemampuannya sama sehingga banyak siswa yang tidak sepakat atau tidak nyaman dengan teman kelompoknya. Namun pada pertemuan selanjutnya siswa mulai menampakan keaktifannya yaitu hal kerja sama dalam anggota kelompoknya dan siswa sudah tidak banyak yang malu-malu mengungkapkan jawabannya.
Hal ini yang menjadi kelemahan pada pertemuan 1- 4 peneliti sering mendatangi bangku siswa untuk memberikan bimbingan langsung sehingga siswa merasa terabaikan akibat mengelolaan kelas yang tidak teratur ditambah lagi dengan siswa yang tidak memiliki buku paket sehingga butuh banyak waktu untuk mencatat.
Bahwa daya serap siswa atau daya tangkap siswa terhadap pelajaran pendidikan agama islam peneliti sudah mengamati 1- 4
pertemuan dan ternyata sudah meningkat. Hal ini dikarenakan guru lebih banyak memotivasi siswa sehingga siswa selalu mempunyai semangat untuk belajar dan tidak malu-malu untuk bertanya mengenai materinya. Karena jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas ( Classroom Action Research ) yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan hasil belajar siswa dan mengetahui hasil belajar siswa.
D. Faktor- FaktorPendukung dan Penghambat Pada Penerapan Kurikulum Peningkatan Mutu Pendidikan Agama Islam.
Pentingnya bagi seorang manusia lebih-lebih dizaman modern ini.bila kita melihat secara sepintas adanya perkembangan dimasa sekarang bahwa seakan-akan orang yang tidak memilki ilmu pengetahuan tidak berarti apa-apa dimata orang lain.
Menyadari hal ini ada beberapa faktor yang menjadi hambatan dalam peningkatan daya serap siswa dalam proses belajat mengajar
a. Factor dari dalam yaitu faktoryang berasal dari individu atau guru yang bersangkutan ketidak mampunyai guru dalam:
1. Memanfaatkan wadah dan berbagai peluang yang tersedia guna peningkatan kompetensi guru diantaranya seminar pendidikan, pelatihan semacamnya.
2. Memanfaatkan sumber belajar yang tersedia secara maksimal 3. Melengkapi sarana dan prasana.
Membangun komunikasi yang intensif dengan pihak-pihak yang terkait. Factor-faktor yang mempengaruhi Daya Serap
Kurniawati Guru AIK (wawancara: 24( maret ) Adapun factor-faktor daya serap yaitu
a. Minat peserta didik yang kurang terhadap belajar;
b. Lingkungan yang tidak nyaman;
c. Alat – alat pengajaran yang kurang memadai d. Tidak disiplin waktu.
b. Hambatan dari luar yaitu berasal dari luar individu atau guru yang bersangkutan:
Peserta didik sebagian besar ekonomi menengah kebawah, sehingga buku-buku yang seharusnya menjadi pegangan dalam mengembangkan potensi dari peserta didik tidak dapat terpenuhi karena tidak memiliki dana untuk membelinya.
Dalam hal ini dapat dilihat dari hasil pengedaran angket daritabeldibawah ini.
Tabel 12
Apakah ada faktor penghambat dalam prosesbelajar anda?
No Jawaban Respondent Frekuensi Presentase
1 Ya 10 55, 55 %
2 Kurang 5 27, 77 %
3 Tidak 3 16, 66 %
Jumlah 100 %
Sumber Data: Tabulasi Angket No. 4
Dari hasil pengedaran angket diatas dapat diketahui bahwa dengan proses belajarnya siswa dapat kita ketahui bahwa merespond pertanyaan diatas adalah yang terjawab Ya sebanyak 10 orang atau 55, 55 orang sementara yang menjawab kurang sebanyak 5 orang atau 27, 77 % dan yang terjawab Tidak sebanyak 3 orang atau 16, 66
%
E. Hubungan Antara Pencapaian Kurikulum Dengan Daya Serap Siswa
Adapun hubungannya yaitu saling keterkaitan antara keduanya dimana kurikulum dianggap sebagai suatu yang nyata terjadi dalam proses pendidikan di sekolah itu di pandang sebagai kurikulum dan juga pengalaman belajar dimsyarakat. Sedangkan daya serap siswa adalah kemampuan siswa untuk meningkatkan wawasan dan pola pikir anak dan juga bahan pengajaran yang diajarkan untuk mencapai prestasi yang tinggi baik secara individu maupun kelompok.
Dari data tersebut diatas Nampak dengan jelas adanya peningkatan presentasi baik dalam pencapaian target kurikulum
maupun daya serap siswa pada mata pelajaran pendidikan agama islam pada semester untuk kelas XI pencapaian target kurikulum sebesar 80 % sementara daya serap siswa sebesar 85 %.
Menurut ibu Kurniawati guru SMA Muhammadiyah 9 Makassar mengatakan bahwa “peningkatan dengan daya serap siswa pada mata pelajaran kurikulum PAI
Kurniawati Guru AIK (wawancara: 24 maret 2013 ) bahwa daya sera siswa sudah mencapai 85 % pencapaian ini mulai dari tahun ketahun,dimana kita sebagai tenaga guru maupun bapak kepala sekolah dan staf lainnya berusaha memperhatikan kurikulum sebelum menerapkanya supaya berjalan sesuai dengan keinginan dan kemampuan siswa pada mata pelajaran baik umum maupun Agama”
Pernyataan siswa tentang pencapaian target dengan daya serap siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam Di SMA Muhammadiyah 9 Makassar dapat kita lihat bersama hasil presentase siswa dalam menyerap mata pelajarannya.
Presentase target kurikulm dan daya serap siswa pada mata pelajaran PAI Di SMA Muahammadiyah 9 Makassar Kec. Rapocini Kel. Makio baji semester II.
TABEL 13
Presentase target kurikulum dengan daya serap siswa Kelas Target Kurikulum Daya Serap Ket %
X 75 80 %
XI 80 85 %
XI 85 85 %
Sumber data: hasil observasi Kelas XI tanggal 6 April 2013 Dari penyajian data melalui dapat diperoleh informasi bahwa target kurikulum dengan daya serap siswa di SMA Muhammadiyah 9 Makassar sudah mencapai target yang di harapkan oleh seorang pendidik dari tahun ketahun sudah meningkat.
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada bab IV yang pada dasarnya merupakan jawaban dari rumusan masalah dari penelitin ini, maka terdapat 3 poin yang dapat disimpulkan oleh peneliti sebagai berikut :
1. Pencapaian target kurikulum pada mata pelajaran
1. Pencapaian target kurikulum pada mata pelajaran