BAB III METODE PENELITIAN
3.9 Teknik Analisis Data
Penelitian ini dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Setyosari (2010) analisis data dibagi menjadi dua yaitu analisis statistik dan analisis non-statistik, analisis statistik digunakan pada data yang berupa angka-nagka (kuatitatif) atau data yang dikuantifikasi, sedangkan analisis non-statistik digunakan pada data kualitatif atau data tekstular, data kualitatif berupa komentar yang dikemukakan oleh para pakar ahli pembelajaran.
Data yang terdapat dalam penelitian ini adalah data kuantitatif dan kualitatif. Setyosari (2010) analisis data dibagi menjadi dua, yaitu analisis statistik dan analisis non-statistik. Analisis statistik digunakan pada data yang berupa angka- angka (kuantitatif) atau data yang dikuantifikasi. Sedangkan analisis non-statistik digunakan pada data kualitatif atau data tekstular. Data kuantitatif adalah data yang diperoleh dari kuisioner RPP, silabus, uji validitas, reliabilitas soal serta hasil tes soal siswa. Data kualitatif diperoleh dari data wawancara. Data wawancara tersebut meliputi analisis kebutuhan guru, analisis kebutuhan siswa dan wawancara mengenai tanggapan guru terhadap hasil pembelajaran dari uji coba terbatas. Data kualitatif juga diperoleh dari kajian literatur terhadap media masa/sumber informasi yang terkait dengan kurikulum 2013.
Teknik analisis data dimulai pada tahap pendahuluan, tahap pengembangan, tahap validasi produk, tahap instrumentasi (persiapan uji coba terbatas) dan tahap uji coba terbatas. Analisis data tersebut akan diuraikan secara rinci sebagai berikut ini.
3.9.1 Tahap Pendahuluan
Data kuantitatif pada tahap ini berupa hasil dari kuesioner penilaian RPP-H dan silabus. Nilai hasil kuesioner penilaian RPPH ditujukkan dengan menggunakan rumus yang telah terstandar yang terdapat pada buku Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014 SD Kelas I (Kemendikbud, 2014). Nilai yang diperoleh dari lembar kuesioner kemudian diolah dengan menggunakan rumus yang tertera pada gambar 3.2.
Gambar 3.3 Rumus Perhitungan Kusioner (Kemendikbud, 2014)
Hasil penilaian yang telah dilakukan kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kriteria untuk mengetahui tingkat kualitas produk yang dihasilkan. Kriteria hasil penilaian dapat dilihat pada table 3.14 di bawah ini.
Tabel 3.12
Kriteria Penliaian RPP-H
PERINGKAT NILAI
Amat Baik (AB) 90<AB<100
Baik(B) 80<B≤90
Cukup (C) 70<C≤80
Kurang (K) ≤70
Hasil penilaian silabus juga dihitutng dengan menggunakan rumus. Rumus diambil dari evaluasi diri sekolah (EDS) 2012. Berikut ini rumus penilaia silabus.
Gambar 3.4 Rumus Penilaian Silabus (Depdiknas, 2012)
Analisis data kualitatif pada tahap ini dilakukan dengan menganalisis gambaran keadaan pada saat melakukan wawancara analisis kebutuhan guru dan siswa. Wawancara dalam rangka menganalisis data kualitatif dilaksanakan melalui
Nilai = 100%
wawancara langsung dan wawancara secara terstruktur. Tujuannya adalah untuk mengetahui kebutuhan guru dan siswa dalam implementasi Kurikulum 2011.
3.9.2 Tahap Pengembangan
Analisis data pada tahap ini merupakan analisis dari studi literatur mengenai kondisi pendidikan yang ada pada saat akan dilakukan penelitian. Hasil analisis tersebut kemudian dijadikan salah satu landasan dalam pengembangan produk. Studi literatur yang dilakukan peneliti adalah mengumpulkan data-data mengenai kondisi pendidikan melalui media masa berupa artikel pada surat kabar.
3.9.3 Tahap Validasi
Tahap validasi produk oleh para pakar dianalisis dengan menggunakan rumus yang telah terstandar yang terdapat pada buku Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 Tahun 2014 SD Kelas I (Kemendikbud, 2014: 127). Menentukan nilai dengan menggunakan rumus yang dapat dilihat pada gambar 3.4 berikut ini.
Gambar 3.5 Rumus Penilaian Produk
Hasil penilaian yang telah dilakukan kemudian dikelompokkan ke dalam beberapa kriteria untuk mengetahui tingkat kualitas produk yang dihasilkan. Kriteria hasil penilaian dapat dilihat pada table 3.14.
3.9.4 Tahap Instrumentasi
Data yang dihasilkan dari tahap ini adalah berupa data kuantitatif. Tahap instrumentasi adalah tahap persiapan untuk melakukan uji coba terbatas. Data yang dianalisis pada tahap ini adalah validitas dan reliabilitas soal tes. Uji
validitas osal tes dilakukan pada 30 responden. Validitas soal dapat dihitung menggunakan rumus korelasi product moment atau metode Pearson menurut Sudijono (2009). Rumus dapat dilihat pada gambar 3.1 di atas.
Setelah di dapat hasil soal yang valid, tahap berikutnya adalah mencari reliabilitas dari soal tersebut. Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui reliabilitas instrumen pembelajaran berupa soal evalusi. Tujuan dari reliabilitas adalah untuk memperkuat hasil pengukuran suatu instrument. Reliabilitas soal dapat dianalisis dengan menggunakan metode Alpha Cronbach (Purwanto, 2009: 175). Rumus untuk mencari reliabilitas data dapat dilihat pada gambar 3.5 berikut ini.
Gambar 3.6 Rumus Reliabilitas (Purwanto, 2009)
Keterangan: n = Jumlah butir
= Varians butir = Varians total
Hasil perhitungan dari uji relabilitas ini berpedoman pada tabel kriteria koefisien reliabilitas menurut Sugiyono (2011). Tabel 3.15 menjelaskan tentang koefisien reliabilitas menurut Sugiyono.
Tabel 3.13
Kriteria Koefisien Reliabilitas
Interval koefisien reliabilitas Kualitatif 0,91–1,00 Sangat tinggi 0,71–0,90 Tinggi 0,41–0,70 Cukup 0,21–0,40 Rendah 1 −⅀ ⅀
Interval koefisien
reliabilitas Kualitatif Negatif–0,20 Sangat rendah
3.9.5 Tahap Uji Coba Terbatas
Tahap uji coba terbatas menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil pretest dan posttest. Jumlah soal pretest dan
posttest masing-masing 11 soal. Bentuk soal pretest dan posttest berupa pilihan
ganda. Penskoran butir item soal pada soal pretest dan posttest berdasarkan pedoman sebagai berikut, skor 1 apabila siswa menjawab benar dab skor 0 apabila siswa menjawab salah. Jumlah skor maksimal yang akan diperoleh adalah 10. Total skor yang diperoleh kemudian dihitung dengan rumus sebagai berikut.
Gambar 3.7 Rumus Perhitungan pretest dan posttest
Hasil dari nilai yang diperoleh siswa dari uji pretest dan posttest kemudian dihitung jumlah rata-ratanya. Rata-rata uji pretest dan rata-rata uji posttest dihitung dengan cara berikut ini.
Gambar 3.8 Rumus Perhitungan Rata-rata
Hasil rata-rata dari hasil pretest dan posttes menganalisis presentase hasil rata-rata pretest dan posttest. Analisis presentase dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan dan peningkatan pada uji pretest dan posttest. Presentase uji pretest dan posttest dihitung dengan rumus berikut.
Nilai = 100
gambar 3.9 Rumus Perhitungan Peningkatan Siswa
Data kualitatif pada tahap ini adalah berupa hasil wawancara kepada guru terhadap pembelajaran yang dilakukan pada kegiatan uji coba terbatas. Tujuan dari pegumpulan data ini adalah untuk mengetahui keefektifan dari produk yang disusun oleh peneliti. Hasil wawancara dianilisis dengan cara analisis deskriptif.