Analisis data dalam metode SCOPS dilakukan dengan mengasumsikan model
indeks tunggal sebagai struktur varian-kovariannya dan perhitungannya dilakukan
dengan menggunakanMicrosoft excel. Sebelum menghitung menggunakan model indeks tunggal perlu diketahui beberapa asumsi yang digunakan yaitu (Jogiyanto,
2007); (Husnan, 1998):
1. Menurut Jogiyanto (2007) kesalahan residu dari sekuritas ke-i tidak
berkovari dengan kesalahan residu sekuritas ke-j atau ei tidak berkovari
(berkorelasi) dengan ej untuk semua nilai dari i dan j. Asumsi ini secara
matematis dituliskan sebagai berikut:
Cov(ei,ej) = 0
55
Tabel 3.2 Ringkasan Definisi Operasional dan Variabel Penelitian
No Variabel Keterangan Indikator
1. Metode SCOPS dengan mengasumsikan model Indeks tunggal sebagai struktur varian-covariannya
a. Menghitungreturnsaham R
t(i)= ( ) ( ) ( ) b. Menghitung risiko saham
σi2= [( ( ) ( ) )] c. Menghitungreturnpasar R
M(i)= ( ) ( )
( ) d. Menghitung risiko pasar
σM2= [( ( ) ( )] e. Menghitung alpha saham αi= E(Ri) -βi. E(RM) f. Menghitung beta saham βi=
g. Menghitung kesalahan residu Ri = αi+βi. (RM) + ei h. Menghitung varian kesalahan residu σei2= σi2– (βi2
.
σM2) 2. Kombinasi portofolio optimala. Menghitung ERB ERBi = ( )
b. MenghitungCut off point
Ci=
3. Return ekspektasi portofolio dan risiko portofolio
a. Menghitung proporsi
setiap saham yang optimal Zi = (ERBi–C*) b. Menghitung beta portofolio βp= .( ) c. Menghitung alpha portofolio αp= . d. Menghitung return ekspektasi portofolio E(Rp) = αp+βp. E(RM) e. Menghitung risiko portofolio σp 2 = βp 2 .σM 2 + ( . )
Cov(ei,ej) = E([ei–E(ei)] . E([ej–E(ej)])
Karena secara konstruktif bahwa E(ei) dan E(ej) adalah sama dengan nol,
maka:
Cov(ei,ej) = E([ei–0 ] . E([ej–0 ]) = E(ei. ej)
2. Menurut Husnan (1998) indeks tidak berkorelasi denganunique return: E[ei(RM–E(RM))] = 0 untuk setiap i = 1,…,N
3. Menurut Husnan (1998) sekuritas hanya dipengaruhi oleh pasar:
E(ei,ej) = 0 untuk setiap pasangan saham
i = 1,…,N dan j = 1,…,N
tetapi i≠ j
Per definisi:
Variance ei= E(ei)2= σei2 untuk semua saham i = 1,…,N
Variance RM= σM2
Adapun langkah-langkah yang akan dilakukan untuk menentukan kombinasi
portofolio optimal dengan metode SCOPS yaitu sebagai berikut (Jogiyanto,
2007):
A. Menggunakan model indeks tunggal untuk menentukan return dan risiko saham individu, langkah-langkah yang digunakan yaitu:
1. Menghitung return saham dan risiko saham individu. Return saham dihitung dengan rumus:
R(i)= ( ) ( ) ( )
………..………..(3.1)
Keterangan:
R(i) =Returnsaham i
Pt =Closing pricesaham i pada bulan ke t Pt-1 =Closing price saham i bulan ke t-1
Rata-ratareturnsaham dapat dihitung dengan rumus:
57
Keterangan:
Ri= E(Ri) = Rata-ratareturnsaham i Ri =Returnsaham ke-i
N = Jumlah periode
Risiko saham dihitung dengan rumus:
σi2= [( ( ) ( ) )] ………..………..(3.3)
Keterangan:
σi2 = Varian saham individual
2. Menghitungreturndan risiko pasar.Returnpasar (IHSG) dihitung dengan rumus:
RM= ………..…. (3.4)
Keterangan:
RM =Returnpasar IHSGt = IHSG pada bulan t
IHSGt-1 = IHSG pada bulan t-1
Rata-ratareturnpasar dihitung dengan rumus:
RM= ……….………..…… (3.5)
Keterangan:
RM= E(RM) = Rata-ratareturnpasar Risiko pasar dihitung dengan rumus:
σM2= [( ( )] ………..………. (3.6)
Keterangan:
3. Menghitung Alpha saham dan Beta saham. Beta saham dihitung dengan rumus: βi= atau βi= ( ( )) . ( ( )) ( ( )) ………...………... (3.7) Keterangan: βi = Beta saham
Alpha saham dihitung dengan rumus:
αi= E(Ri) -βi. E(RM) ………..……….………… (3.8) 4. Menghitung kesalahan residu dan varian kesalahan residu. Kesalahan
residu dihitung dengan rumus:
Ri= αi+βi. (RM) + ei ………..………(3.9) Varian kesalahan residu dihitung dengan rumus:
σei2= σi2–(βi2
.
σM2) ……….……… (3.10) Keterangan:σei2 = Varian kesalahan residu saham ke-i
σi2 = Varian saham
B. Penentuan kombinasi portofolio optimal, langkah-langkah yang dilakukan
dalam menentukan kombinasi portofolio optimal yaitu:
1. Menghitung ERB dengan rumus:
ERBi= ( ) ……….……… (3.11)
Keterangan:
59
Rf =Returnaktiva bebas risiko (risk free rate)
2. Menentukan Cut off point. Langkah-langkah dalam menghitung Cut off pointyaitu:
a. Urutkan saham-saham berdasarkan ERB terbesar ke nilai ERB
terkecil. Saham-saham dengan nilai ERB terbesar merupakan kandidat
untuk dimasukkan ke dalam kombinasi portofolio optimal.
b. Hitung nilai Ai dan Bi untuk masing-masing saham i dengan cara
sebagai berikut:
Ai =[ ( ) ] ………...……….. (3.12)
Dan
Bi = ………. (3.13)
c. Hitung nilai Ci dengan rumus:
Ci= ………. (3.14)
d. BesarnyaCut Off Rate(C*) adalah nilai Ci yang terbesar.
Setelah diketahui titik pembatas atau Cut Off Rate(C*) yang merupakan nilai Ci terbesar. Kemudian saham-saham yang masuk dalam kombinasi portofolio
optimal yang dihitung dengan metode SCOPS adalah saham-saham yang
memiliki nilai ERB > C*.
C. Menghitung return ekspektasi portofolio dan risiko portofolio. Setelah mengetahui saham-saham yang masuk dalam kombinasi portofolio optimal,
selanjutnya yaitu menghitung return ekspektasi portofolio dan risiko portofolio saham-saham yang masuk dalam kombinasi portofolio optimal
tersebut. Adapun langkah-langkah untuk menghitung return ekspektasi portofolio dan risiko portofolio adalah sebagai berikut:
1. Menghitung proporsi masing-masing saham yang masuk dalam kombinasi
portofolio optimal. Besarnya proporsi dihitung dengan rumus:
Wi = ……….(3.15)
Dimana
Zi= (ERBi–C*) ………...………..……(3.16)
Keterangan:
Wi = Proporsi saham ke-i
K = Jumlah saham yang masuk dalam portofolio optimal
ERBi =Excess Return to Betasaham ke-i = Beta saham ke i
= Varian kesalahan residu saham ke-i
Zj = Akumulasi nilai Zisemua saham pembentuk portofolio.
2. Setelah menghitung proporsi masing-masing saham yang masuk dalam
kombinasi portofolio optimal kemudian menghitung beta portofolio dan
alpha portofolio saham-saham yang masuk dalam kombinasi portofolio
optimal, yaitu sebagai berikut:
a. Menghitung beta portofolio(βp) menggunakan rumus:
61
b. Menghitung alpha portofolio (αp) menggunakan rumus:
αp= . ……….………(3.18)
Setelah mengetahui besarnya proporsi, beta portofolio (βp) dan alpha
portofolio (αp) masing-masing saham yang masuk dalam kombinasi portofolio optimal, selanjutnya kita dapat menghitung return ekspektasi portofolio dengan rumus sebagai berikut:
E(Rp) = αp+βp. E(RM) ……….……… (3.19)
Sedangkan untuk menghitung risiko portofolio menggunakan rumus:
σp2= βp2.σM2+ . ………. (3.20)
Keterangan:
E(Rp) =Returnekspektasi portofolio
σp2 = Risiko portofolio E(RM) = Rata-ratareturnpasar
σM2 = Risiko pasar
βp = Beta portofolio
αp = Alpha portofolio
= Varian kesalahan residu saham ke-i
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis dan pembahasan dalam penelitian ini, dapat disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut:
1. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode Simple Criteria for Optimal Portfolio Selection (SCOPS) dengan mengasumsikan model indeks tunggal sebagai struktur varian-kovariannya pada Jakarta Islamic Index periode Juni 2010-November 2013 terdapat 4 saham yang memenuhi kriteria sebagai kombinasi portofolio optimal, yaitu ASRI
(Alam Sutera Realty Tbk), LPKR (Lippo Karawaci Tbk), UNVR
(Unilever Indonesia Tbk), dan KLBF (Kalbe Farma Tbk).
2. Besarnya proporsi masing-masing saham yang masuk dalam kombinasi
portofolio optimal yaitu saham UNVR sebesar 41.25521706%, LPKR
sebesar 23.87448372%, ASRI sebesar 34.71294343%, dan KLBF sebesar
0.15735579%.
3. Kombinasi portofolio optimal menghasilkan return ekspektasi portofolio sebesar 0.024469012 atau 2.4469012% yang merupakanreturnekspektasi terbaik dibandingkan reratareturnekspektasi seluruh saham individu yaitu
110
sebesar 0.005767460 dan juga lebih baik dibandingkan return ekspektasi masing-masing saham individu (kecuali saham ASRI dan LPKR).
4. Kombinasi portofolio optimal menghasilkan risiko portofolio sebesar
0.005520273 atau 0.5520273% yang merupakan risiko paling rendah
dibandingkan rerata seluruh saham individu yaitu sebesar 0.015148790
dan juga lebih rendah dibandingkan risiko masing-masing saham individu.
5.2 Saran
Setelah melakukan analisis dan pembahasan mengenai pembentukan kombinasi
portofolio optimal menggunakan metode SCOPS, maka saran yang dapat
diberikan yaitu:
1. Kiranya perlu dilakukan penelitian ulang mengenai hal ini dengan
menambah jumlah sampel yang lebih presentatif dengan periode
pengamatan yang lebih panjang.
2. Memperluas populasi penelitian, sehingga tidak hanya saham yang
terdaftar diJakarta Islamic Index(JII) saja yang diteliti tetapi juga saham-saham di luar JII baik yang masih memenuhi syarat secara syariah Islam
maupun tidak.
3. Menambah referensi hasil penelitian terdahulu yang mendukung, terutama
penelitian-penelitian yang dilakukan diJakarta Islamic Index.
4. Pada penelitian ini dilakukan pada saham berbagai jenis sektor, penelitian
selanjutnya diharapkan dapat menerapkan metode SCOPS untuk mencoba
meneliti pada satu jenis sektor saja, sehingga hasil dari keduanya dapat di
Ahmad, Kamaruddin.1996. Dasar-Dasar Manajemen Investasi.Jakarta: Rineka Cipta.
Anoraga, Pandji. dan Piji Pakarti. 2008. Pengantar Pasar Modal. Semarang: Rineka Cipta.
Azwar, Saifuddin. 1999.Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Pusat Satistik. 2015. Transaksi dan Indeks Saham di Bursa Efek 1994-2005. Jakarta: Badan Pusat Statistik. 8 Oktober 2015. http://www.bps.go.id/website/tabelExcelIndo/indo_13_26.xls.
Djakman, Chaerul D. 2001. Dasar-Dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.
Elton, Edwin J, Martin J.Gruber, Manfred W. Padberg. (1976).Simple Criteria for Optimal Portfolio Selection,The Journal of Finance, Vol.XXXI No.5 Dec, p 1341-1357. 19 Juni 2015. http://www.stat.ucla.edu/~nchristo/statistics_183_ C283/elton_et_al_optimal_portfolios.pdf.
Fabozzi, Frank J. 1999.ManajemenInvestasi. Jakarta: Salemba Empat.
Halim, Abdul. 2005.Analisis Investasi. Jakarta: Salemba Empat.
Hanafi, Mamduh M. 2011.Manajemen Keuangan. Yogyakarta: BPFE.
Husnan, Suad. 1998.Dasar-Dasar Portofolio dan Analisis Sekuritas. Yogyakarta: Unit Penerbit dan Percetakan AMP YKPN.
Jogiyanto. 2007.Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Yogyakarta: BPFE.
Kemdikbud. 2015. Kamus Besar Bahasa Indonesia Online. Jakarta: Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Nasional. 30 September 2015. http://kbbi.web.id/investasi.
Manulang, Mario Paulus.2012. Optimalisasi Kinerja Portofolio Investasi di Indonesia.Tesis FE.Universitas Indonesia. 15 Juni 2015.
Murhadi, Werner R. 2009.Analisis Saham Pendekatan Fundamental. Jakarta: PT Indeks.
Pinayani, Ani. 2002. Analisis Risiko Sistematis dan Risiko Tidak Sistematis Terhadap Expected Return Saham Dalam Pembentukan Portofolio Optimal di Bursa Efek Jakarta. Vol_1_No_1,_Januari_2002. Program Pascasarjana Universitas Brawijaya Malang. 15 Juni 2015. http://file.upi.edu/Direktori/ FPEB/PRODI._EKONOMI_DAN_KOPERASI/196206121988031-ANI_ PINAYANI/Jurnal/WACANA_VOL_1_No_1,_Januari_2002.pdf.
Pujiani, Dewi. 2007. Analisis Portofolio Opyimal dengan Model Indeks Tunggal atas Saham Industri LQ-45 di Bursa Efek Jakarta. FE. UNSA. 15 Juni 2015.
Rusdin, 2008.Pasar Modal. Bandung: Alfabeta.
Samsul, Mohamad. 2006. Pasar Modal dan Manajemen Portofolio. Surabaya: Erlangga.
Setiawan, Heru. 2010.Analisis Investasi dalam Menentukan Portofolio Optimal di Bursa Efek Jakarta. Vol. 13 No. 4 Oktober 2010. Program Pascasarjana FE Universitas Pasundan. 15 Juni 2015. http://wacana.ub.ac.id/index.php/wa cana/article/viewFile/226/200.
Statistik Pasar Modal Syariah. 2015. Perkembangan Saham Syariah Tahun 2007-2015. Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan. 8 Oktober 2015. http://www.ojk.go.id/statistik-saham-syariah-september-2015.
Sutisman, entar. 2013. Analisis Portofolio Saham sebagai Dasar Pertimbangan Investasi pada Perusahaan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (Studi Kasus Penggunaan Model Indeks Tunggal pada Saham LQ-45).Vol. 1 No. 1 (2013). FE: Universitas Yapis Papua.
Tandelilin, Eduardus. 2010.Portofolio dan Investasi. Yogyakarta. KANISIUS.
Wijaya. 2013. Metodologi Penelitian Ekonomi dan Bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Witiastuti, Rini Setio. 2012. Analisis Kinerja Portofolio Pengujian Single Index Model dan Naïve Diversification. JDM Vol.3, No.2, 2012, pp:122-132. FE
Universitas Negeri Semarang. 15 Juni 2015.