ARAH GERAK UDARA PANAS
2. Teknik Berpikir dalam Mempelajari Korelasi
Berpikir sederhana untuk mempelajari korelasi dilakukan dengan memikirkan pengaruh besar suatu variabel terhadap besar variabel yang lain melalui percobaan yang sederhana. Dalam praktiknya percobaan untuk korelasi dilakukan dengan mengubah-ubah besar suatu variabel dan mengukur variabel lain yang dipengaruhinya. Langkah-langkah berpikir dalam mempelajari korelasi sama seperti pada langkah-langkah berpikir dalam mempelajari hubungan sebab-akibat sebagai berikut ini.
a. Mengklarifikasi masalah
Sama seperti pada percobaan mempelajari hubungan sebab-akibat, dalam mempelajari korelasi pun mengklarifikasi masalah dilakukan untuk memahami posisi susunan objek-objek dan yang harus diperhatikan. Karena masalah pada korelasi merupakan masalah mengenai pengaruh besar suatu variabel terhadap besar variabel lain yang dipengaruhinya, siswa harus mengetahui lebih dahulu objek dan fenomena yang dipermasalahkan itu, pada objek mana variabel-variabel yang akan diukurnya dan alat ukur yang harus digunakannya.
Masalah untuk korelasi merupakan masalah yang menanyakan pengaruh suatu variabel yang diubah besarnya terhadap variabel lain yang dipengaruhinya. Contohnya siswa akan mempelajari pengaruh perubahan lengan kuasa pada pengungkit terhadap besar kuasa yang digunakan untuk mengangkat beban sebagai berikut.
Lengan beban Lengan kuasa
Kuasa Beban
Untuk percobaan dengan pengungkit seperti pada gambar di atas, pertanyaan masalahnya umumnya menggunakan kata pengaruh seperti seperti berikut ini. Berpengaruhkah panjang lengan kuasa terhadap besar kuasa untuk menarik beban? Bagi siswa SD pertanyaan itu merupakan pertanyaan yang sulit dipahami, karena itu ubahlah menjadi pertanyaan yang sederhana, misalnya: Jika lengan kuasa lebih panjang daripada lengan beban, akan lebih besarkah kuasa untuk mengangkat beban itu? (Jangan membuat pertanyaan: “Jika lengan kuasa lebih panjang atau lebih pendek daripada lengan beban, akan makin besar atau makin kecilkah kuasanya?” Pertanyaan ini cukup berbelit-belit, sehingga sulit dipahami maksudnya)
b. Mengajukan dugaan
Pada langkah ini siswa harus memikirkan jawaban untuk pertanyaan masalah. Dugaan yang merupakan jawaban masalah dapat dengan mudah dibuat siswa, karena pertanyaan masalah sudah jelas, siswa tinggal mengikuti kalimat pertanyaan masalah itu sesuai dengan dugaannya, dengan menggunakan kata-kata:
“Makin ..., makin ...” atau
“Jika..., maka ...” Misalnya siswa menyusun dugaannya seperti berikut.
Makin lebih panjang lengan beban daripada lengan kuasa, makin kecil kuasa untuk mengangkat beban.
c. Menentukan langkah-langkah percobaan dan pengukuran.
Agar dapat memikirkan langkah-langkah percobaan, siswa harus memikirkan hubungan antara masalah dan bendanya yang dalam contoh ini adalah pengungkit. Dalam contoh ini, masalahnya adalah jika makin panjang lengan kuasa daripada lengan beban, akan makin besarkah kuasa untuk mengangkat beban?
Dalam masalah itu jelas disebutkan lengan kuasa lebih panjang daripada lengan beban. Dengan demikian dalam langkah-langkah percobaannya dilakukan dengan
mengubah-ubah panjang lengan kuasa, yang otomatis akan mengubah panjang lengan beban, dan mengukur besar kuasanya. Kalimat selanjutnya adalah akan makin besarkah kuasa untuk mengangkat beban? Dari pertanyaan ini dapat diketahui bahwa yang perlu diukur selanjutnya adalah besar kuasanya. Dengan demikian format pencatatan datanya disusun sebagai berikut.
Berat beban: ... N No. Lengan beban
(L1)
Lengan kuasa (L2)
Kuasa N
Perhatikan bahwa berat beban tidak diubah-ubah, agar pengaruhnya tetap, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam konsep yang akan dibentuk.
Sama seperti pada percobaan mempelajari hubungan sebab-akibat, pada percobaan ini pun diperlukan pembanding untuk memperkuat konsep yang diperoleh siswa dari percobaan itu. Pembandingnya dilakukan dengan mengubah panjang lengan kuasa dengan perubahan yang berlawan. Jika percobaan pertama panjang lengan kuasanya ditambah terus, pada percobaan kedua panjang lengan kuasanya dikurangi terus (panjang lengan bebannya ditambah terus).
d. Mengukur
Sesuai dengan daftar variabel yang disusun pada tabel, untuk contoh ini pengukuran dilakukan dengan mengukur panjang lengan beban, lengan kuasa, dan besar kuasa. Pengubahan panjang lengan kuasa akan membuat panjang lengan beban berubah, karena itu pengubahannya cukup dilakukan dengan mengubah-ubah panjang lengan kuasa dengan besar perubahan yang tetap, lalu panjang lengan beban diukur dan dicatat dalam tabel. Besar kuasa diukur dengan menarik alat ukur yang tergantung pada ujung lengan kuasa sampai lengan pengungkit itu sama tingginya dari permukaan meja.
e. Menyusun Pembahasan (Mengkomunikasikan)
Hasil pengukuran yang ditulis dalam tabel masih berupa angka-angka. Pada tahap pembahasan ini siswa belajar menjelaskan angka-angka hasil pengukurannya itu dengan kalimat-kalimat yang dituliskannya pada bagian pembahasan ini.
Pembahasan hasil percobaan, yang merupakan penafsiran, dilakukan dengan membandingkan naik turunnya perubahan panjang lengan kuasa dengan naik turunnya perubahan besar kuasa, misalnya seperti berikut ini.
Jika lengan kuasa ditambah terus panjangnya, sehingga makin lebih panjang daripada lengan beban, kuasa untuk menarik beban itu makin kecil. Jika lengan kuasa dikurangi terus panjangnya, sehingga makin lebih pendek daripada lengan beban, kuasa untuk menarik beban itu makin besar.
f. Menyimpulkan
Sama seperti pada percobaan mempelajari hubungan sebab-akibat, pada percobaan ini pun kesimpulan dilakukan dengan menjawab pertanyaan masalah dengan menggunakan hasil pembahasan. Hasilnya dibandingkan dengan dugaan siswa yang telah dituliskannya sebelum melakukan percobaan. Dapat diterima atau tidaknya dugaan siswa bergantung pada hasil membandingkan itu. Kesimpulan untuk contoh percobaan korelasi di sini misalnya seperti berikut ini. Makin lebih panjang lengan kuasa daripada lengan beban, makin kecil kuasanya. Sebaliknya makin lebih pendek lengan kuasa daripada lengan beban, makin besar kuasanya.
Sesuai dengan urutan berpikir di atas, LKS untuk siswa mempelajari adanya korelasi dapat disusun seperti berikut.
PENGUNGKIT
Masalah: Jika lengan kuasa dibuat lebih besar daripada lengan beban, akan makin besar atau makin kecilkah besar kuasanya?
Dugaan:... ... ... Alat dan Bahan:
a. Pengungkit b. Beban
c. Neraca pegas
Percobaan:
a. Gantungkan beban pada salah satu lengan pengungkit. b. Gantungkan neraca pegas pada ujung lain pengungkit itu.
c. Tarik neraca pegas ke bawah sampai pengungkit dalam keadaan seimbang. d. Ubah-ubah panjang lengan beban dan lengan kuasanya.
e. Lakukan hal yang sama seperti pada langkah b dan c.
Hasil Pengamatan:
L1 L2
Kuasa Beban
Berat beban: ... N No. Lengan beban
(L1) Lengan kuasa (L2) Kuasa N Pembahasan: ... ... ... Kesimpulan: ... ...