BAB III METODOLOGI PENELITIAN
E. Teknik dan Alat Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini pengumpulan data diambil dengan cara penyebaran kuesioner, wawancara mendalam, dan diperkuat dengan pertemuan katekese untuk OMK di Stasi St. Lukas Sokaraja.
1. Fokus
Fokus dari penelitian ini adalah apakah Instagram berperan sebagai media pewartaaan pesan Laudato Si’ yang dapat membantu OMK di Stasi St. Lukas Sokaraja dalam memahami dan menghayati pesan Paus Fransiskus serta agar iman mereka semakin berkembang.
2. Jenis Instrumen
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebuah postingan di Instagram mengenai pesan Laudato Si’, kuesioner dan wawancara. Postingan di
Instagram mengenai pesan Laudato Si’ dilakukan sebelum menyebarkan
kuesioner dan melakukan wawancara. Wawancara dilakukan secara terstruktur agar mendapatkan hasil yang maksimal dan sesuai harapan penulis.
3. Kisi-kisi Instrumen Penelitian
Untuk melihat sejauh mana peranan Instagram untuk mewartakan pesan
Laudato Si’ bagi OMK di Stasi St. Lukas Sokaraja, penulis membuat sebuah
pertemuan katekese. Pelaksanaan katekese dimaksudkan agar dapat mendalami pesan Laudato Si’ secara bersama. Adapun langkah-langkah pertemuan katekese, yaitu: pembuka, mendalami pesan Laudato Si’ dengan bantuan postingan
Tabel 1.1: Kisi-kisi Kuesioner Fokus
Penelitian
Aspek Pertanyaan Nomor
Peranan Instagram untuk mewartakan pesan Laudato Si’ Perasaan Perasaan tentang penggunaan media sosial
Instagram untuk
mewartakan pesan
Laudato Si'.
1,2
Perasaan tentang pewartaan pesan Laudato
Si’ melalui Instagram.
3,4
Pengetahuan dan sikap
Pengetahuan dan penghayatan yang dapat diambil dalam pewartaan pesan Laudato Si’ melalui
Instagram.
5,6
Tanggapan
Tanggapan mengenai pewartaan pesan Laudato
Si’ melalui Instagram.
7,8
Harapan dan Niat
Harapan dan niat yang akan dibangun untuk OMK St. Lukas Sokaraja.
9,10,11,12
Tabel 1.2: Kisi-kisi Wawancara Fokus
Penelitian
Aspek Pertanyaan Jumlah
Peranan Instagram untuk mewartakan pesan Laudato Si’ Pemahaman
Apa yang Anda ketahui tentang pewartaan Injil (evangelisasi)?
2 Apa yang Anda ketahui tentang Ensiklik Laudato Si’?
Perasaan
Apa/bagaimana perasaan yang muncul saat Anda membaca/melihat (semacam) renungan yang di posting di
Instagram? 2
Apa/bagaimana perasaan Anda dengan munculnya isu yang diangkat dalam ensiklik Laudato
Si’?
Tanggapan
Apa tanggapan Anda mengenai peranan Instagram yang digunakan untuk mewartakan Sabda Tuhan, khususnya seruan yang
disebarluaskan oleh Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato
Si’ tentang perawatan rumah kita
bersama?
Harapan
Apa harapan Anda setelah melihat/membaca (semacam) renungan yang diposting di
Instagram?
2 Apa harapan Anda untuk bumi kita
setelah membaca dan mengetahui seruan/pesan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’?
Niat
Apa niat Anda setelah membaca/mengetahui/melihat (semacam) renungan yang diposting di Instagram mengenai pesan Paus Fransiskus yang terdapat dalam Ensiklik Laudato
Si’?
1
Sikap
Bagaimana sikap teman-teman dalam menghadapi zaman era digital terutama dalam hal pewartaan melalui media sosial
Instagram, khususnya mengenai
pesan Laudato Si’?
1
4. Pengembangan Instrumen
Tabel 2.1: Instrumen Pertanyaan Kuesioner Keterangan
SS : Sangat Setuju S : Setuju
KS : Kurang Setuju TS : Tidak Setuju
STS : Sangat Tidak Setuju
No. Pertanyaan SS S KS TS STS 1. Saya senang membaca/melihat
postingan rohani yang di posting melalui Instagram.
2. Saya tertarik untuk menggunakan
Instagram sebagai salah satu media
3. Saya semakin termotivasi untuk lebih mencintai bumi dan segala isinya setelah membaca/melihat postingan rohani mengenai Laudato
Si’ di Instagram.
4. Saya semakin sadar untuk lebih peduli terhadap bumi dan segala isinya.
5. Saya mendapat pemahaman baru mengenai Laudato Si’ yang diposting di akun Instagram @sonitus.natura.
6. Saya mendapat banyak informasi melalui postingan akun Instagram
@sonitus.natura.
7. Pewartaan pesan Laudato Si’
melalui Instagram membantu saya lebih mengenal isu ekologi dalam Gereja Katolik.
8. Akun Instagram - @sonitus.natura membantu saya lebih menghayati iman.
9. Saya berharap agar Sabda Tuhan yang diserukan Paus Fransiskus melalui Laudato Si’ terus menggema dalam kehidupan beriman Kristiani khususnya di Stasi Santo Lukas Sokaraja.
10. Saya berharap agar semakin banyak Orang Muda Katolik yang menyadari peran Instagram sebagai media yang mewartakan pesan
Laudato Si’.
11. Saya akan menggunakan Instagram sebagai media untuk mewartakan pesan Laudato Si’.
12. Saya akan membagikan pesan
Laudato Si’ kepada pengguna Instagram lainnya
Tabel 2.2: Instrumen Pertanyaan Wawancara
No. Pertanyaan
1. Apa yang Anda ketahui tentang pewartaan Injil (evangelisasi)? 2. Apa yang Anda ketahui tentang Ensiklik Laudato Si’?
3. Apa / bagaimana perasaan yang muncul saat Anda membaca/melihat (semacam) renugan yang di posting di Instagram?
4. Apa/bagaimana perasaan Anda dengan munculnya isu yang diangkat dalam ensiklik Laudato Si’?
5.
Apa tanggapan Anda mengenai peranan Instagram yang digunakan untuk mewartakan Sabda Tuhan, khususnya seruan yang disebarluaskan oleh Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’ tentang perawatan rumah kita bersama?
6. Apa harapan Anda setelah melihat/membaca (semacam) renungan yang diposting di Instagram?
7. Apa harapan Anda untuk bumi kita setelah membaca dan mengetahui mengenai seruan/pesan Paus Fransiskus dalam Ensiklik Laudato Si’? 8.
Apa niat Anda setelah membaca/mengetahui/melihat (semacam) renungan yang diposting di Instagram mengenai pesan Paus Fransiskus yang terdapat dalam Ensiklik Laudato Si’?
9.
Bagaimana sikap teman-teman dalam menghadapi zaman era digital terutama dalam hal pewartaan melalui media sosial Instagram, khususnya mengenai Laudato Si’?
5. Teknik dan Alat
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, penyebaran postingan pesan Laudato Si’, kuesioner, wawancara, pertemuan katekese, dan dokumentasi.
a. Observasi dilakukan oleh penulis secara online dengan menyebarkan kuesioner sederhana melalui Google Form dan membagikannya kepada subjek penelitian untuk diisi.
b. Penyebaran postingan pesan Laudato Si’ oleh penulis melalui akun
@sonitus.natura dan penulis meminta kepada responden untuk mengikuti serta
c. Kuesioner disebarkan secara langsung kepada responden. Kuesioner dilakukan untuk mendapatkan gambaran awal mengenai peranan Instagram sebagai media pewartaan.
d. Wawancara dilakukan untuk mendapatkan data dari informan. Dalam melakukan wawancara, penulis membawa/melihat instrumen penelitian, pengumpulan data juga menggunakan alat bantu perekam suara atau recorder agar wawancara dapat terlaksana dengan baik serta mengurangi adanya kesalahan. Dalam melakukan wawancara penulis melakukan kontak langsung atau bertatap muka dengan informan. Penulis mengajukan pertanyaan yang jelas dan mendalam. Wawancara dilakukan secara terstruktur untuk mengungkapkan tingkat keberhasilan peranan Instagram untuk mewartakan pesan Laudato Si’ bagi OMK di Stasi St. Lukas Sokaraja.
e. Pertemuan katekese dilakukan agar memperkuat kebenaran data yang diperoleh dari kuesioner dan wawancara. Katekese dilakukan untuk melihat apakah Instagram sungguh memiliki peran dalam mewartakan pesan Laudato Si’.
6. Alat-alat Pengumpulan Data
Alat-alat pengumpulan data yang digunakan adalah buku catatan yang digunakan unuk mencatat hasil wawancara, kamera untuk mendokumentasikan saat melakukan wawancara, smartphone atau laptop untuk melakukan wawancara secara langsung dan tape recorder untuk merekam saat wawancara berlangsung.