BAB III METODE PENELITIAN
3.5 Teknik dan Instrument Pengumpulan Data
Pengumpulan data dapat dilakukan dengan berbagai cara maka dari itu peneliti harus memilih teknik pengumpulan data. Suatu langkah yang harus ditempuh untuk mendapatkan data disebut teknik pegumpulan data.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini (Sugiyono, 2016: 308) yaitu:
1. Pengumpulan Data dengan Observasi
Kegiatan mengamati langsung objek kemudian mencatat perilakunya sesuai dengan keadaan yang terjadi disebut observasi. Dengan menggunakan teknik observasi ini peneliti mendapatkan sebuah fakta informasi β informasi yang ada di lapangan sesuai dengan yang diamati.
Fakta tersebut berkaitan dengan variabel yang diteliti yaitu keterampilan guru mengadakan variasi dalam pembelajaran matematika dan minat belajar siswa terhadap pembelajaran matematika. Pedoman observasi dibuat sebelum melakukan penelitian karena hal ini dapat memudahkan peneliti melaksanakan penelitian di lapangan dalam pengambilan data.
Metodologi penggunaan observasi atau pengamatan adalah mengoptimalkan kemampuan peneliti, pengamatan memungkinkan peneliti melihat sesuai dengan keadaan saat itu dengan mengamati guru mengadakan variasi pada pembelajaran matematika serta mengamati minat belajar siswa terhadap pembelajaran matematika pengamatan yang dilakukan memungkinkan peneliti merasakan, dan membentuk pengetahuan yang
diketahui bersama, baik peneliti maupun dari subjek yang diteliti (Meleong, 2017: 174-175)
Peneliti menggunakan observasi partisipasi pasif, ketika observasi peneliti datang ke tempat yang dijadikan penelitian untuk kemudian peneliti hanya mengamati proses pembelajaran matematika dan mencatatnya di lembar observasi yang telah dibuat sesuai dengan variabel yang diteliti yakni keterampilan guru mengadakan variasi dan minat belajar matematika tanpa ikut terlibat dalam kegiatan tersebut.
2. Pengumpulan Data dengan Catatan Lapangan
Sebuah catatan yang dibuat ketika peneliti berada di lapangan disebut catatan lapagan. Catatan ini berisi kata β kata kunci sebagaimana yang diamati, didengar dirasakan, diraba, dan dicium dengan catatan yang sebenarnya (Meleong, 2017: 208). Ketika peneliti melakukan observasi selama proses pembelajaran matematika mengenai variabel yang diteliti yakni keterampilan guru mengadakan variasi mengajar dan minat belajar matematika pada saat itu juga peneliti membuat catatan lapangan.
3. Pengumpulan Data dengan Dokumentasi
Pengumpulan data yang berkaitan dengan variabel yang berupa catatan harian, transkrip nilai, surat kabar ataupun yang lainnya disebut dokumentasi (Arikunto, 2013: 274). Semua kegiatan yang ada di lapangan perlu didokumentasikan baik berupa foto ataupun video sebagai bukti kegiatan tersebut.Peneliti melakukan dokumentasi berkaitan dengan guru mengadakan variasi mengajar dan minat belajar matematika siswa kelas V
SDN 1 Ngroto serta dokumen β dokumen penting yang lain yang mendukung berhubungan dengan variabel.
4. Pengumpulan Data Kuesioner ( Angket )
Peneliti dalam mengumpulkan data juga menggunakan angket sebagai data penelitian. Suatu teknik untuk mengumpulkan data dengan cara memberikan pernyataan yang telah disusun oleh peneliti sebelumnya untuk dijawab oleh responden disebut angket (Sugiyono, 2017:199). Angket dibagi menjadi dua angket terbuka dan angket tertutup. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan angket tertutup, yang mana angket ini jawabannya sudah ditentukan oleh peneliti dan responden hanya bisa memilih jawaban yang ditentukan. Penelitian ini menggunakan skala pengukuran yakni sikap dengan jenis skala likert. Pertanyaan yang diberikan ada dua jenis yaitu pernyataan negatif dan pernyataan positif (Sugiyono, 2017: 135).
Berikut ini adalah aturan skor dijelaskan dalam tabel 3.1 mengenai aturan penskoran.
Tabel 3.1 Aturan Penskoran Angket Keterampilan Guru Mengadakan Variasi dan Minat Belajar Matematika (Responden Siswa) Pilihan
Jawaban
Skor Jawaban
Pernyataan Positif Pernyataan Negatif
Sangat Setuju 4 1
Setuju 3 2
Kurang Setuju 2 3
Tidak Setuju 1 4
(Sumber : Widoyoko, 2018: 126)
1) Angket Guru Mengadakan Variasi Pembelajaran Matematika (Responden Siswa)
Setelah peneliti menyusun angket selanjutnya peneliti menggolongkan skor keterampilan guru mengadakan variasi pada pembelajaran matematika menjadi empat kategori yaitu sangat baik, baik, cukup, kurang (Widoyoko, 2018: 113).
Langkah β langkah membuat tabel kategori keterampilan guru mengadakan variasi pada pembelajaran matematika sesuai pedoman dalam buku (Widoyoko, 2018: 110-111)
a) Skor Tertinggi = skor tertinggi x jumlah butir pernyataan = 4 x 40
= 160
b) Skor Terendah = skor terendah x jumlah butir pernyataan = 1 x 40
= 40 c) Jumlah Kelas = 4
Jumlah kelas interval = skala hasil penilaian, artinya jika skala penilaian menggunakan skala 4 maka hasil penelitian diklasifikasikan menjadi 4 kelas interval.
d) π½ππππ πΌππ‘πππ£ππ =ππππ π‘πππ‘πππππ βππππ π‘ππππππβ π½π’πππβ πππππ πππ‘πππ£ππ
=160β404
=120
4 = 30
Tabel 3.2 Kategori Skor Keterampilan guru mengadakan variasi pada pembelajaran matematika
Kategori Kriteria
131-160 Sangat Baik
101- 130 Baik
71- 100 Cukup
40- 70 Kurang
2) Angket Minat Belajar Matematika
Cara menentukan kategori pada angket minat belajar matematika sebagai berikut:
1. Skor Tertinggi = skor tertinggi x jumlah butir penyataan
= 4 x 50
= 200
2. Skor Terendah = skor terendah x jumlah butir pernyataan
= 1 x 50
= 50 3. Jumlah kelas = 4
Jumlah kelas interval = skala hasil penilaian, artinya jika skala penilaian menggunakan skala 4 maka hasil penelitian diklasifikasikan menjadi 4 kelas interval.
4. π½ππππ πΌππ‘πππ£ππ =ππππ π‘πππ‘πππππ βππππ π‘ππππππβ π½π’πππβ πππππ πππ‘πππ£ππ
=200 β 50 4
= 37,5 = 38
Tabel 3.3 Kategori Skor Minat Belajar Matematika
Kategori Kriteria
165- 203 Sangat Baik
127- 164 Baik
89- 126 Cukup
50-88 Kurang
5. Pengumpulan Data dengan Wawancara
Percakapan antara dua orang yang satu menjadi sumber informasi yang satu sebagai penanya disebut wawancara (Meleong, 2017: 186). Ada berbagai macam teknik wawancara diantaranya wawancara terstruktur peneliti menyiapkan instrumen terlebih dahulu sebelum melakukan penelitian, wawancara semi terstruktur yang dalam pelaksanaanya bebas dibandingkan wawancara terstruktur, dan wawancara tidak terstruktur yang tidak membutuhkan pedoman wawancara dalam pengumpulanya (Sugiyono, 2017:
319-320).
Peneliti memilih menggunakan teknik wawancara semi terstruktur.
Pelakasanaan wawancara antara peneliti dengan orang yang memberi informasi (informan) dalam penemuan permasalahan lebih terbuka dan bebas, pihak yang diwawancarai diminta pendapat dan saran maka dari itu peneliti harus memberikan perhatian untuk kemudian dicatat semua yang dikemukakan oleh subjek yang diwawancarai peneliti juga dapat mengembangkan pertanyaan diluar dari instrumen yang telah dibuat sebelumnya (Sugiyono, 2016: 320).
Untuk hasil wawancara yang optimal maka diperlukan alat β alat yang digunakan dalam wawancara untuk merekam sebagai bukti telah melakukan wawancara dengan subjek yang diteliti, alat yang digunakan dapat berupa buku catatan, rekaman ataupun kamera video wawancara. Wawancara pada penelitian ini antara lain :
a. Kepala Sekolah
Kepala sekolah ialah pimpinan yang ada di dalam lingkungan sekolah. Wawancara dengan kepala sekolah untuk memperoleh data kinerja guru dan siswa kelas V SDN 1 Ngroto.
b. Wali Kelas
Wali kelas merupakan seseorang yang memiliki peran penting dalam pembelajaran di kelas. Wawancara dengan wali kelas dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai keterampilan guru mengadakan variasi pada pembelajaran matematika dan minat belajar siswa terhadap pembelajaran matematika.
c. Siswa
Karakteristik antara satu siswa dengan siswa yang lain tentu berbeda.
Wawancara dengan siswa dilakukan untuk mengetahui minat belajar matematika dan respon siswa terhadap variasi yang dilakukan oleh guru pada pembelajaran matematika.
3.5.2 Instrumen Pengumpulan Data
Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data sehingga memudahkan peneliti dalam memperoleh informasi serta mengolah data disebut instrumen (Widoyoko, 2018:53). Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data memudahkan dan hasilnya lebih baik, dalam arti kecermatan, kelengkapan dan sistematis instrumen. Variasi jenis intrumen penelitian diantaranya angket, pedoman wawancara, pedoman observasi dan catatan lapangan (Arikunto, 2013:
203).
Peneliti menjadi instrumen kunci pada penelitian kualitatif maka dari itu peneliti harus mempunyai wawasan luas terhadap masalah yang diteliti. Pada awalnya masalah belum jelas dan pasti, setelah peneliti menetapkan fokus permasalahan menjadi jelas dan dapat mengembangkan instrumen penelitian sederhana untuk melengkapi data serta membandingkannya dengan data observasi dan wawancara sebagai pengumpulan data, diananalisis dan membuat kesimpulan (Sugiyono, 2017: 305-307).
Merujuk beberapa pendapat peneliti menyimpulkan bahwa instrumen ialah alat pengumpulan data dalam penelitian kualitatif peneliti menjadi instrumen dari penelitian itu sendiri. Untuk proses pengumpulannya sendiri peneliti menyusun intrumen meliputi membuat kisi β kisi instrumen dari teori yang sudah ada yang sesuai dengan variabel yang diteliti. Instrumen yang digunakan peneliti antara lain pedoman observasi, pedoman wawancara, lembar catatan lapangan, dan lembar angket. Penggunaan berbagai instrumen yang telah ditetapkan memudahkan peneliti dalam pengambilan data serta penyusunan laporan penelitian.