• Tidak ada hasil yang ditemukan

TEKNIK INSTALASI 1. Instalasi Kabel/Wiring

Dalam dokumen RKS Interior KKPrev2 (Halaman 44-48)

RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS maupun gambar, maka ini berarti Pemborong harus mengadakan dan menjamin

system/instalasi tersebut akan bekerja dengan baik.

II. TEKNIK INSTALASI

RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS brosur-brosur mengenai cara-cara penyambungan yang dinyatakan oleh pabrik

kepada Perencana dan Konsultan Pengawas.

 Kabel-kabel harus disambung sesuai dengan warna-warna atau namanya masing-masing dan harus diadakan pengetesan tahanan isolasi sebelum dan sesudah penyambungan dilakukan. Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Konsultan Pengawas.

 Penyambungan kabel tembaga harus menggunakan penyambungan – penyambungan dari ukuran-ukuran yang sesuai.

 Penyambungan kabel yang berisolasi PVC harus diisolasi dengan pita PVC/protolen yang khusus untuk listrik.

 Cara-cara pengecoran yang ditentukan oleh pabrik harus diikuti, misalnya temperature-temperatur pengecoran dan semua lubang udara harus terbuka selama pengecoran.

 Bila kabel dipasang tegak lurus dipermukaan yang terbuka, maka harus dilindungi dengan pipa baja dengan tebal 3 mm setinggi minimum 2,5 m.

e. Saluran Penghantar dalam Bangunan

 Untuk instalasi penerangan didaerah yang menggunakan ceiling gantung, saluran penghantar (conduit) dipasang diatas rak kabel dan digantung tersendiri diatas ceiling.

 Setiap saluran kabel dalam dinding bangunan dipergunakan pipa conduit PVC minimum Ǿ ¾”. Setiap pencabangan ataupun pengambilan saluran keluar harus menggunakan junction box yang sesuai dan sambungan yang lebih dari satu harus menggunakan terminal strip didalam junction box.

 Ujung pipa kabel yang masuk dalam panel dan junction box harus dilengkapi dengan “socket/lock nut”, sehingga pipa tidak mudah tercabut dari panel. Bila tidak ditentukan lain, maka setisp kabel yang berada pada ketinggian muka lantai sampai dengan 2 m harus dimasukkan dalam pipa. Dan pipa harus diklem ke bangunan pada setiap jarak 50 cm.

2. Instalasi Saklar dan Stop Kontak (outlet) a. Saklar-saklar

Saklar-saklar harus dari jenis rocker mekanisme dengan rating 10 A / 250 V, saklar pada umumnya dipasang inbow kecuali disebutkan lain pada gambar. Jika tidak ditentukan lain, saklar-saklar tersebut bingkainya harus dipasang rata pada tembok pada ketinggian 150 cm diatas lantai yang sudah selesai kecuali ditentukan lain oleh Konsultan Pengawas. Saklar-saklar tersebut harus dipasang dalam kotak-kotak dan ring (standart). Sambungan-sambungan hanya diperbolehkan antara kotak-kotak yang berdekatan.

b. Kotak Kontak

RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS Kotak kontak haruslah dengan tipe yang memakai earthing contact dengan rating

10 A, 16 A, 25 A, 250 V AC. Semua pasangan kotak kontak dengan tegangan kerja 220 V harus diberi saluran ke tanah (grounding). Kotak kontak harus dipasang rata dengan permukaan dinding dengan ketinggian 30 cm dari atas lantai yang sudah selesai atau wall outlet sesuai gambar rencana atau petunjuk Konsultan Pengawas.

3. Instalasi Fixtures Penerangan a. Umum

Fixture penerangan harus dari jenis yang tertera dalam gambar. Harus dibuat dari bahan yang sesuai dan bentuknya harus menarik dan pengerjaannya harus rapid an baik, tebal plat baja yang dipakai untuk housing fixture minimum 0,7 mm.

Pemborong harus menyediakan contoh-contoh dari semua fixture yang akan dipasang kepada Perencana/ Konsultan Pengawas untuk disetujui.

b. Kabel-Kabel untuk Fixture

Kecuali ditunjuk atau dipersyaratkan lain, kabel-kabel untuk “fixture” harus ditutup asbestos dan tahan panas. Tidak boleh ada kabel yang lebih kecil dari 2,5 mm2, kawat-kawat harus dilindungi dengan “tape” atau “tubing” disemua tempat dimana mungkin ada abrasi.

Semua kabel-kabel harus disembunyikan dalam konstruksi armature kecuali dimana diperlukan penggantungan rantai atau kalau pemasangan / perencanaan fixture menunjuk lain. Tidak boleh ada sambungan kabel dalam suatu armature dan penggantungan dan harus terus menerusutuh mulai dari kotak sambung ke terminal-terminal khusus pada armature-armature lampu. Saluran-saluran kabel harus tidak tajam dan dilindungi sehingga tidak merusak kabel.

c. Lampu-Lampu

Semua fixture harus dilengkapi dengan lampu-lampu dan dipasang sesuai dengan persyaratan dan gambar. Lampu fluorescent haruslah dari jenis cool white.

Semua lampu fluorescent atau lampu lainnya yang memerlukan perbaikan factor daya harus dilengkapi dengan capasitor. Dalam spesifikasi ini besarnya

“microfarad” dari capasitor untuk setiap lampu tidak terlalu ditekankan karena yang dibutuhkan adalah hasil akhir dari power factor menjadi sekurang-kurangnya 0,95.

III. FIXTURES DAN ARMATURE 1. Lampu/Tube/Bulb Fluorescent

a. Lampu Fluorescent TL 36 Watt

 Lampu Flourescent gas discharge tube type, standar, warna putih dan kuning type TLD 84.

Ballast dengan maximum losses ± 9,5 Watt, 220 Volt.

Kapasitor yang menghasilkan minimum P.F. 0,95 (kapasitor 3,25 µf).

RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS

Starter switch, terminal dengan tube fitting rotary lock.

b. Lampu Fluorescent T5 18 Watt

Lampu type standart, warna putih type T5.

Ballast dengan maximum losses ± 9 Watt, 220 Volt.

Kapasitor yang menghasilkan minimum P.F. 0,95 (kapasitor 450 µf).

Starter switch, terminal dengan tube fitting rotary lock.

Lumen output minimum ± 1200 (setelah 100 jam nyala)

2. Armarture Lampu/Fixtures TL

a. Armarture TL 2 x 36 Watt Recessed Mounting (RM) Acrylic

 Bahan : Bahan steel sheet 0,7 mm pembuatan harus dengan mesin, peralatan.

 Housing : Lampu built in.

 Cover : Acrylic

 Semua komponen listrik berada di dalam rumahan / housing (built ini).

 Memakai lamp holder yang merupakan kesatuan dari 2 buah lampu TL.

Konstruksi rumahan harus kuat dan kokoh serta dibuat sedemikian rupa agar mudah dapat dibuka/dilepas untuk perbaikan/penggantian komponen yang berada didalamnya. Rumahan dan reflector harus dilengkapi dengan sekrup, agar dapat dilepas pada waktu memerlukan perbaikan.

Seluruh rumahan dan reflector harus dilapisi dengan cat dasar, serta diberi lapisan cat akhir berwarna putih. Pengecatan dengan cara “stove enamelled/bake enamelled” (cat bakar).

Seluruh armarture harus lengkap dengan rangka dudukan / gantungannya.

3. Down Light Recessed Mounted

Housing aluminium cylinder, brown polycarbonate dibagian dalam, dilengkapi dengan black bayonet fitting diaphrarm dan reflector.

Lampu : PL-C 13 W (warna lampu putih)

4. Ballast

Ballast harus leak proof, mempunyai temperatur kerja rendah, noise-less, ballast dengan rumahan dari bahan polyester. Untuk lampu TL dengan 2 (dua) lampu disusun/digunakan “twin lamp ballast”/ 2 (dua) ballast (anti stroboscopic).

Rated tegangan 220 Volt. Rugi – rugi/losses ballast tidak lebih besar dari :

 TL 36 Watt, losses max. 9,5 Watt.

 TL 18 Watt, losses max. 9 Watt.

Ballast harus dilengkapi dengan connection terminal.

RENCANA KERJA DAN SYARAT TEKNIS 5. Lamp Holder dan Starter Holder (Sochets)

Lamp Holder dan starter holder dari material white plastic, unobtrusive dan touchproof.

Lamp holder dan starter holder anti vibration contact. Rating lock lamp holder type, dengan atau tanpa starter socket yang disesuaikan dengan rumahan yang digunakan.

Untuk lampu 2 x 36 W continue row, tanpa atau pakai air troffer harus memakai twin lamp holder (merupakan 2 lamp holder menjadi satu unit)

6. Starter

Starter untuk lampu fluorescent mempunyai reliability. Terbuat dari high quality white polycarbonate. Rating starter disesuaikan dengan rating lampu TL.

7. Kabel

 Kabel instalasi penerangan dan general outlet jenis NYM, penampang 2,5 mm2 dipasang dalam konduit ¾” standart lengkap accessoris.

 Kabel yang digunakan harus memenuhi persysratan SII dan SPLN.

 Kabel tahan api : seperti dalam daftar material.

8. Pekerjaan dan Alat Bantu

Setiap penyambungan/pencabangan dari konduktor harus menggunakan "Cadwdd Connection". Dapat juga menggunakan klem penyambung sistem jepit dengan gigi banyak dengan memperhatikan hal-hal :

a. Bahan klem harus bahan yang telah digalvanized atau di Treatment t e r t e n t u , sehingga ti da k akan berproses apabila kontak dengan jenis metal yang lain.

b. BC pada titik/tempat penyambungan harus di "tinned".

c. Disarankan agar tempat penyambungan setelah selesai disambung, dibungkus dengan bahan tertentu, misalnya sejenis epoxy dan lain sebagainya.

Bila ada terminasi yang menggunakan terminal jenis sepatu kabel maka harus memperhatikan hal-hal:

a. Sepatu kabel yang digunakan harus mempunyai 2 (dua) lubang baut.

b. Harus dari bahan anti karat dan telah ditreatment agar tidak akan berproses bila kontak dengan jenis metal lainnva.

Seluruh bahan termasuk sambungan-sambungan sebelum dipesan agar d i b e r ik a n contoh untuk mendapat persetujuan Pemilik dan Perencana serta diketahui Konsultan Pengawas.

IV. SPESIFIKASI TEKNIS KHUSUS PEMASANGAN

Dalam dokumen RKS Interior KKPrev2 (Halaman 44-48)

Dokumen terkait