• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Prosedur Pengumpulan dan Pengolahan Data

2. Teknik dan Instrumen Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.6

Teknik pengumpulan data yang dipergunakan peneliti dalam penelitian ini adalah observasi, wawamcara, dan dokumentasi. Dalam penelitian kualitatif yang menjadi instrumen atau alat penelitian adalah peneliti itu sendiri. Peneliti kualitatif sebagai human instrumen, berfungsi menetapkan fokus penelitian, memilih informan sebagai sumber data, menafsirkan data dan membuat kesimpulan atas temuannya.7

a. Observasi

Observasi sangat penting dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan informasi secara menyeluruh tentang tempat penelitian. Observasi adalah pengamatan-pengamatan dan

6 Sugiyono, Memahami Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2011), cet 14, h. 62.

pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian.8

Peneliti disini melakukan observasi langsung dimana peneliti datang langsung ke lapangan guna mendapatkan data berupakan gambaran sesungguhnya dari wilayah bencana tersebut. Oleh karena itu keunggulan metode ini adalah data yang dikumpulkan dalam dua bentuk yaitu interaksi dan percakapan.

Tabel 3.3 Pedoman Observasi

No Kegiatan Keterangan

1 Mengobservasi kondisi longsor di Kecamatan Setu

Dilakukan dengan cara mengobservasi langsung

2 Mengobservasi kondisi masyarakat Kecamatan Setu

Dilakukan dengan cara mengobservasi langsung

b. Kuesioner

“Kuesioner adalah alat riset atau survei yang terdiri atas serangkaian pertanyaan tertulis, bertujuan mendapatkan tanggapan dari kelompok orang terpilih melalui wawancara pribadi atau melalui pos, daftar pertanyaan.”9

Sedangkan angket adalah daftar pertanyaan tertulis mengenai masalah tertentu dengan ruang untuk jawaban bagi setiap pertanyaan.10

Maka peneliti nmenggunakan angket sebagai media kuesioner guna mendapatkan data yang valid dari masing-masing responden.

8 V. Wiratna Sujarweni, Metodologi Penelitian, (Yogyakarta: Pustakabarupress, 2014), Cet.ke 1, h.75.

9 Badan Pengembang Pengembang dan Pembinaan Bahasa, Longsor, 2020, (https://kbbi.web.id/kuesioner).

10 Badan Pengembang Pengembang dan Pembinaan Bahasa, Angket, 2020, (https://kbbi.web.id/angket).

Dalam hal ini yang akan dimintai data kuesioner oleh peneliti ialah sebagai berikut:

a) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Setu Kota Tangerang.

b) Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Setu Kota Tangerang.

c) Tokoh masyarakat

d) Masyarakat disekitar area Longsor Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan.

c. Wawancara

“Wawancara (interview) adalah pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan secara langsung oleh pewawancara (pengumpulan data) kepada responden, dan jawaban-jawaban responden dicatat atau direkam dengan alat perekam (tape

recorder).”11

Wawancara merupakan data yang diperoleh dengan cara tanya jawab. Dalam penelitian ini wawancara akan dilaksanakan dengan cara terstruktur. Dalam hal ini peneliti akan melakukan sesi tanya jawab dengan menggunakan sebagian alat meliputi teks pertanyaan, alat mencatat dan merekam.

Wawancara secara langsung untuk memperoleh informasi yang mendalam tentang objek dan fokus yang akan diteliti. Selain pedoman wawancara, peneliti juga menggunakan alat pendukung lainnya dalam rangka meningkatkan kualitas penelitian. Selain itu alat pendukung untuk wawancara lainnya ialah alat rekam (tape

recorder) untuk mencatat hasil wawancara yang sedang

berlangsung antara peneliti dengan responden. Dalam penelitian kualitatif, wawancara menjadi metode pengumpulan data yang paling utama. Data diperoleh dari wawancara yang diperlukan

11 Irawan Soehartono, Metode Penelitian Sosial Suatu Teknik Penelitian Bidang

untuk menggali informasi secara mendalam, penguasaan teknik wawancara sangat diperlukan agar narasumber merasa nyaman.

Dalam hal ini yang akan dimintai wawancara oleh peneliti ialah sebagai berikut:

e) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Setu Kota Tangerang.

f) Anggota Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kecamatan Setu Kota Tangerang.

g) Staf Kecamatan Kecamatan Setu Kota Tangerang h) Tokoh masyarakat

i) Masyarakat disekitar area Longsor Kecamatan Setu Kota Tangerang Selatan.

Tabel 3.4 Pedoman Wawancara

No Daftar Pertanyaan Sumber data

1

1. Upaya apa saja yang dilakukan BPBD dalam menanggulangi bencana di Tanggerang Selatan khususnya di Kecamatan Setu?

2. Apa saja program yang dilakukan BPBD dalam menanggulangi bencana ini?

3. Bagaimana koordinasi dari program-program BPBD Tanggerang Selatan, baik itu program yang mencakup tanggap darurat dan mitigasi?

4. Apakah hubungan kerjasama antara BPBD dengan pemda sudah berjalan dengan maksimal?

5. Bagaimana hubungan antar kerjasama

Badan

Penanggulangan Bencana daerah

antara BPBD dengan masyarakat dala penanggulangan bencana ini?

6. Apakah ada kesulitan yang dialami BPBD dalam melakukan program-program penanggulangan bencana ini? 7. Apa yang dibutuhkan BPBD dalam melakukan upaya penanggulangan bencana ini?

2

1. Bagaimana peran pemerintah daerah

Tanggerang Selatan dalam

menanggulangi bencana di

Tanggerang Selatan khususnya di kecamatan Setu?

2. Upaya apa saja yang dilakukan pemda dalam menanggulangi bencana longsor?

3. Apakah ada program dari pemda dalam menanggulangi bencana ini?

4. Apakah pihak BPBD atau

instansi/dinas yang pernah

mengadakan sosialisasi mengenai

kebencanaan dan cara

penanggulangan dini bencana lonsor tersebut?

5. Bagaimana hubungan kerjasama antara BPBD dengan pemda sudah berjalan dengan maksimal?

6. Apakah hubungan kerjasama antara BPBD dengan pemda sudah berjalan

Petugas Kecamatan

Kecamatan Setu Kota Tangerang

dengan maksimal?

7. Apakah ada kesulitan yang dialami pemda dalam melakukan program-program penanggulangan bencana ini? 8. Apa yang dibutuhkan pemda dalam melakukan upaya penanggulangan bencana ini?

3

1. Bagaimana tanggapan bapak/ibu perihal bencana longsor yang terjadi? 2. Bagaimana hubungan kerjasama

antara pihak BPBD dengan

masyarakat sekitar?

3. Apa saja yang dilakukan pemerintah daerah dalam mengatasi dan menaggulangi bencana ini?

4. Bagaimana peran masyarakat dalam mengatasi dan menanggulangi bencana ini?

5. Apakah pernah diadakan sosialisasi mengenai penanggulangan dini? 6. Kenapa bapak/ibu masih tetap tinggal

di wilayah ini?

7. Apakah yang dibutuhkan masyarakat agar bencana ini tidak terulang? 8. Adakah saran dan pesan untuk pemda

Tangsel dan BPBD terkait bencana ini?

Masyarakat di sekitar

Kecamatan Setu Kota Tangerang

d. Dokumentasi

Studi dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang tidak langsung ditunjukan kepada subjek penelitian. Dokumen yang diteliti dapat berupa berbagai macam, tidak hanya dokumen resmi.12 Teknik dokumentasi dalam penelitian ini menyangkut penelusuran yang diperlukan untuk mengumpulkan dokumen data penelitian yang akurat.

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa terbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.13 Dengan demikian teknik ini dipakai untuk memperoleh data profil Kecamatan Setu Kota Tangerang, kondisi masyarakat, foto selama proses wawancara berlangsung serta observasi langsung melihat tempat yang terkena longsor Kecamatan Setu Kota Tangerang.

Tabel 3.5

Pedoman Dokumentasi

No Dokumen yang diperlukan Sumber dokumen

1

Penanggulangan longsor di Kecamatan Setu Kota Tangerang

Kantor BPBD Kecamatan Setu Kota Tangerang

2 Profil Kecamatan Setu Kota Tangerang

Kantor Kecamatan Setu Kota Tangerang

Dokumen terkait