BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Keabsahan Data
Dalam metodologi penelitian kaulitatif, ada empat kriteria yang berhubungan dengan keabsahan data yaitu:
1. Keabsahan kontruk (construct validity)
Keabsahan konstruk (konsep) berkaitan dengan suatu kepastian bahwa yang berukur benar-benar merupakan variabel yang ingin diukur. Keabsahan ini juga dapat dicapai dengan proses pengumpulan data yang tepat. Salah satu caranya adalah dengan proses triangulasi, yaitu teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Ada empat macam triangulasi sebagai teknik pemeriksaan untuk mencapai keabsahan, yaitu sebagai berikut.
a. Triangulasi Data
Menggunakan berbagai sumber data, seperti dokumen, arsip, hasil wawancara, hasil observasi atau juga dengan mewawancarai
lebih dari satu subjek yang dianggap memiliki sudut pandang yang berbeda.
b.Triangulasi Pengamat
Adanya pengamat di luar peneliti yang turut memeriksa hasil pengumpulan data. Dalam penelitian ini, misalnya pembimbing bertindak sebagai pengamat (expert judgement) yang memberikan masukan terhadap hasil pengumpulan data.
c. Triangulasi Teori
Penggunaan berbagai teori yang berlainan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan sudah memenuhi syarat. Pada penelitian ini, berbagai teori telah dijelaskan pada bab II untuk dipergunakan dan menguji terkumpulnya data tersebut.
d.Triangulasi Metode
Penggunaan berbagai metode untuk meneliti suatu hal, seperti metode wawancara dan metode observasi. Dalam penelitian ini, peneliti melakukan metode wawancara yang ditunjang dengan metode observasi pada saat wawancara dilakukan.
2. Keabsahan Internal (internal validity)
Keabsahan internal merupakan konsep yang mengacu pada seberapa jauh kesimpulan hasil penelitian menggambarkan keadaan yang sesungguhnya. Keabsahan ini dapat dicapai melalui proses analisis dan interpretasi yang tepat. Aktivitas dalam melakukan penelitian kualitatif akan salalu berubah dan tentunya akan memengaruhi hasil penelitian tersebut. Walaupun telah dilakukan uji keabsahan internal, tetap ada kemungkinan munculnya kesimpulan lain yang berbeda.
3. Keabsahan Eksternal (eksternal validity)
Keabsahan eksternal mengacu pada seberapa jauh hasil penelitian dapat digeneralisasikan pada kasus lain. Walaupun dalam
46
penelitian kualitatif tidak ada kesimpulan yang pasti, dapat dikatakan bahwa penelitian kualitatif memiliki keabsahan eksternal terhadap kasus-kasus lain selama kasus tersebut memiliki konteks yang sama.
4. Keajegan (reabilitas)
Keajegan merupakan konsep yang mengacu pada seberapa jauh penelitian berikutnya akan mencapai hasil yang sama apabila penelitian yang sama dilakukan kembali. Dalam penelitian kualitatif, keajegan mengacu pada kemungkinan peneliti selanjutnya memperoleh hasil yang sama apabila penelitian dilakukan kembali dalam subjek yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa konsep keajegan penelitian kualitatif menekankan pada desain penelitian dan metode serta teknik pengumpulan data dan analisis data (Afifuddin, 2009:143-145).
Untuk memperoleh keabsahan data agar hasil penelitian ini valid, dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik trianggulasi.
Trianggulasi adalah usaha memahami data melalui berbagai sumber, subjek penelitian, cara, dan waktu. Teknik trianggulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau pembanding terhadap data tersebut (Nusa Pura, 2013:39).
47 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Umum
1. Data Sekolah SMPN 2 Salimpaung a. Identitas Sekolah
1) Nama Sekolah : SMP N 2 Salimpaung
2) Alamat : Jln. Tabing Luak
Nagari : Sumanik
Kecamatan : Salimpaung
Kabupaten : Tanah Datar
Provinsi : Sumatera Barat
Kode Pos/Telepon : 27263 / (0752) 7577555
3) Status Sekolah : Negeri
4) Nomor Statistik Sekolah : 201080708020
5) NPSN : 10302411
6) Jenjang Akreditasi : AMAT BAIK (A) 7) No. dan Tanggal Pendirian Sekolah : 0220/0/1981 Tgl. 14 Juli
1981
8) Tahun didirikan/beroperasi : 1981
9) Status Tanah : Sertifikat
10) Luas Tanah : 6.386 M2
11) Luas Bangunan : 1. 583, 06 M2
b. Kepala Sekolah
1) Nama : Dra. Anitra Wahyu Nor
Harlina
2) NIP : 19641220 199903 2 001
3) Pangkat/Golongan : Pembina, IV/a
4) Jabatan : Kepala Sekolah
5) Tanggal Pertimbangan Baperjakat : 06-08-2017
48
2. Sejarah Berdirinya SMPN 2 Salimpaung
SMP Negeri 2 Salimpaung adalah sekolah yang teletak di nagari Sumanik, kecamatan Salimpaung. Sebelum SMPN ini dibangun, pada tahun 1977 tokoh atau pemuka-pemuka masyarakat bekerja sama dengan pihak Wali Nagri Sumanik, Kerapatan Adat Nagari Sumanik (KAN) dan perantau Nagari Sumanik melakukan kesepatan untuk membeli tanah milik warga yang teletak di Tabing Luak Sumanik untuk dijadikan sebuah sekolah bagi masyarakat Sumanik. Karena banyak siswa yang tamat dari SD di Nagari Sumanik melanjutkan ke SMP di Sungai Tarab, ada ke SMP Sungayang dan ada ke SMP Batusangkar. Dengan dasar inilah pemuka-pemuka masyarakat berkeinginan untuk membangun dan mendirikan SMP di Nagari Sumanik.
Pada tahun 1977/1978 tersebut berkat gigihnya tokoh dan masyarakat Nagari Sumanik dengan perjuangan yang panjang dan mendapat izin dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat, mulailah dibangun gedung sekolah sebanyak 2 lokal pertama dengan dana swadaya masyarakat Nagari Sumanik secara bergotong royong. Setelah selesainya 2 lokal tersebut diberi nama YAYASAN IQBAL. Dan mulailah menerima murid baru dengan tenaga pengajar didatangkan dari luar di bawah pimpinan Kepala Yayasan Bapak Zakhiruddin kadir. Murid pertama SMP Yayasan Iqbal sebanyak 35 orang siswa.
Tahun 1978/1979 perkembangan jumlah murid semakin meningkat, maka tokoh masyarakat nagari Sumanik, Bapak Ir. Yanuar Muin mengalirkan listrik pertama ke SMP Yayasan tetap melanjutkan penambahan pembangunan 2 lokal lagi dengan biaya swadaya masyarakat dan perantau nagari Sumanik yang bersifat gotong royong. Dan setelah selesainya penambahan 2 lokal tersebut, tahun 1978 Yayasan Iqbal menggabungkan diri dengan SMP Negeri Sungai Tarab Filial di Sumanik
yang membuka kelas jauhnya dibawah pimpinan Kepala Sekolah Bapak Ali Umar serta tenaga pendidik didatangkan dari SMP Sungai Tarab.
Pada tahun 1979/1980 SMPN Negeri Sungai Tarab Filial di Sumanik tetap melanjutkan perjuangan dengan menambah 3 lokal lagi dengan biaya swadaya masyarakat dan perantau nagari Sumanik. Pada akhir tahun 1980 tokoh dan masyarakat dibawah pimpinan Wali Nagari Sumanik beserta Kerapatan Adat Nagari Sumanik (KAN) bekerja sama dengan Kelapa Sekolah SMP Sungai Tarab menyepakati membentuk Badan Pembantu Penyelenggara Pendidikan (BP-3) untuk SMP Filial di Sumanik berdasarkan perkembangan jumlah siswa terus meningkat setiap tahun. Dengan telah terbentuknya kepengurusan BP-3, maka pengembangan perluasan pembangunan terus diupayakan oleh pengurus BP-3 bekerja sama dengan tokoh masyarakat nagari Sumanik yang berada di kampung dan perantauan.
Tahun 1980/1981 Pengurus BP-3 bekerja sama dengan Kepala SMP Negeri Sungai Tarab beserta perantau nagari Sumanik yang berada di kota Padang memperjuangan ke Kakanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat agar bisa SMP Filial Sungai Tarab kelas jauh di Sumanik untuk dapat dinegerikan. Atas berkat rahmat Allah SWT perjuangan yang panjang dari BP-3 tokoh masyarakat dan perantau nagari Sumanik bekerja sama denga Kepala SMP Sungai Tarab pada waktu itu, mendapat persetujuan dari Kakanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk dijadikan Negeri.
Tahun 1981 diresmikanlah SMP Filial Sungai Tarab kelas jauh di Sumanik berubah menjadi SMP Negeri Sumanik dengan Nomor SK Pendirian Sekolah 0220/O/1981 Tanggal. 14 Juli 1981. SMP Negeri Sumanik diresmikan langsung oleh Kakanwil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumatera Barat yang dihadiri oleh Wali Nagari tokoh masyarakat dari perantauan dan lembaga-lembaga unsur yang
50
terkait. Akhirnya SMP Negeri Sumanik terus mengalami perkembangan pembangunan dan meningkatkan jumlah siswa dari tahun ke tahun. Pada tahun 2017 SMP Negeri 3 Sumanik sudah berganti menjadi SMP Negeri 2 Salimpaung sampai saat sekarang ini. Partisipasi masyarakat untuk membangun pendidikan di Nagari Sumanik ini sangat tinggi, hal tersebut dapat dilihat tidak henti-hentinya membantu sekolah dengan harapan siswa dapat memeproleh pendidikan yang layak. Karena begitu besar partisipasi masyarakat dalam dunia pendidikan maka sekolah membalasnya dengan memberikan pelayanan terbaik dan memberikan prestasi-prestasi terbaik untuk mengharumkan nama baik sekolah.
3. Visi dan Misi SMP Negeri 2 Salimpaung a. Visi
Visi SMP Negeri 2 Salimpaung adalah Akhlak Mulia, Disiplin, Cerdas dan Terampil.
b. Misi
1) Pembudayaan santun dan budi pekerti luhur dalam berkomunikasi antar warga sekolah dan masyarakat.
2) Mengaktualisasikan kehidupan beragama, melalui kegiatan shalat berjamaah, serta pelatihan dan pembekalan siswa dalam menghadapi lomba-lomba keagamaan islami.
3) Membuka ruang kreatifitas bagi peserta didik untuk aktualisasi dan mengenali minat dan bakat diri sendiri.
4) Melaksanakan budaya sekolah secara efektif dan efisien.
5) Mewujudkan pembelajaran aktif inovatif, kreatif, dan menyenangkan dengan pendekatan saintifik.
6) Meningkatkan prestasi akademik dan non akademik.
7) Melaksanakan proses pembelajaran dan pembimbingan secara terprogram dan terevaluasi.
8) Melaksanakan proses pembelajaran yang membangun karakter kompetitif.
9) Membiasakan kegiatan menulis dan membaca bagi seluruh warga sekolah untuk membangun karakter literat.
10) Menerapkan pembelajaran kontekstual dengan memanfaatkan lingkungan dan masyarakat sebagai sumber belajar.
11) Setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.
12) Mentaati hukum serta peraturan yang berlaku secara nasional.
4. Keadaan Tenaga Pendidik dan Kependidikan SMP Negeri 2 Salimpaung
Guru merupakan komponen penting yang turut menentukan perkembangan dan kemajuan sekolah. Selain guru, tenaga kependidikan juga sangat berperan aktif dalam mendampingi proses pengelolaan sekolah ini. Berikut adalah data tenaga pendidik dan kependidikan tahun 2017-2019.
Tabel 3. Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan Tahun 2017-2019
No Nama L/P Status Pendidikan
52
B.Indonesia Indonesia 12. Rima Mezia Sari,
S.Pd P Tenaga
Honorer S.1 B.Inggris TIK 13. Irvan Irawan, S.Pd L Tenaga
Honorer S.1 PAI PAI (Sumber: SMPN 2 Salimpaung)
5. Data Siswa 3 Tahun 2017-2019
Berikut ini data siswa siswi SMPN 2 Salimpaung dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4. Data Siswa Tahun Ajaran 2017-2019
No Jumlah Siswa
2017/2018 2018/2019 2019/2020
Lk Pr Jml Lk Pr Jml Lk Pr Jml
1. VII 15 9 24 3 5 8 10 10 20
2. VIII 8 12 20 8 5 13 3 5 8
3. IX 10 12 22 6 12 18 7 6 13
Jumlah 33 33 66 17 22 39 20 21 41
(Sumber: SMPN 2 Salimpaung) B. Temuan Khusus
Berdasarkan hasil penelitian yang telah penulis lakukan melalui observasi, wawancara terkait dengan Pelaksanaan Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan Berbasis Akreditasi di SMPN 2 Salimpaung.
1. Pemetaan Penjaminan Mutu Pendidikan di SMPN 2 Salimpaung Setiap satuan pendidikan seharusnya memiliki standar yang telah ditetapkan atau menerapkan standar yang dikembangkan oleh sekolah berdasarkan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Oleh karena itu, SMPN 2 Salimpaung telah menerapkan standar nasional pendidikan dalam mengelola organisasi sekolah secara komprehensif dan terintegrasi dalam upaya meningkatkan mutu sekolah. (Wawancara dengan Kepala Sekolah SMPN 2 Salimpaung, tanggal 8 Mei 2020)
Hal ini sesuai dengan hasil wawancara dengan Ibu Kepala Sekolah Dra. Anitra Wahyu Nor Harlina mengungkapkan sebagai berikut:
Pemetaan mutu dilakukan sebelum melakukan perencanaaan penjaminan mutu pendidikan, pemetaan mutu yang dilakukan di SMPN 2 Salimpaung melalui kegiatan evaluasi diri sekolah (EDS) yang mengacu pada standar nasional pendidikan yang telah ditetapkan.
Hal ini juga diungkapkan oleh Tim SPMPS dengan Bapak Amrizon, S.Pd dengan data sebagai berikut:
Pemetaan mutu dilakukan sebelum kita melaksanakan kegiatan sistem penjaminan mutu, dengan melihat hasil EDS yang telah dilakukan oleh sekolah. Kegiatan pemetaan mutu ini melibatkan seluruh warga sekolah. Dan setiap orang telah memiliki tugasnya msaing-masing, seperti halnya kepala sekolah memimpin rapat pemetaan mutu, tim penjaminan mutu bertugas menyusun instrument pemetaan, guru bertugas mengkaji praktek pembelajaran, komite bertugas untuk memberi masukan terkait dengan yang kami rencanakan, orang tua memberi masukan terhadap pelayanan di sekolah.
Dipertegas data yang peneliti dapatkan dari hasil wawancara dengan perwakilan guru bahwa:
Pemetaan mutu itu dibentuk sesuai SNP. Untuk hal ini ada pemetaan standar mutu yang didapatkan dari hasil EDS sebelum merncanakan kegiatan sistem penjaminan mutu pendidikan. Hal itu diperlukan guna mengetahui standar mana yang kurang berjalan maka akan dilakukan perbaikan. Pemetaan mutu melibatkan seluru warga sekolah, karena kami guru diharuskan untuk berpartisipasi dan bekerjasama untuk mewujudkan pendidikan yang bermutu.
Dari penjelasan di atas, maka penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa kegiatan pemetaan mutu merupakan bagian dari siklus sistem penjaminan mutu yang harus dilakukan oleh seluruh komponen
54
pendidikan. Dalam hal ini pemetaan mutu salah kunci dalam penyusunan perencanaan peningkatan mutu pendidikan yang hasilnya akan dijadikan acuan di dalam menetapkan visi, misi dan kebijakan sekolah dalam melakukan peningkatan mutu pendidikan.
Berdasarkan hasil penelitian, secara umum program-program peningkatan mutu sekolah yang ditetapkan dalam PP No. 19 Tahun 2005 tentang 8 Standar Nasional Pendidikan, peneliti lebih fokus kepada 4 Standar Nasional Pendidikan yaitu standar proses, standar kompetensi kelulusan, standar sarana dan prasarana, dan standar pendidik dan tenaga kependidikan dengan memiliki beberapa program penjaminan mutu pendidikan untuk mendapatkan output pendidikan yang bermutu.
a. Standar Proses
Proses prendidikan di SMP Negeri 2 Salimpaung telah mengikuti Standar Nasional Pendidikan mengenai Standar Belajar Mengajar, Standar tersebut terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, penilaian, penutup serta pengawasan pendidikan yang telah dilaksanakan. Untuk dapat terlaksananya proses belajar mengajar yang efektif dan efisien SMP Negeri 2 Salimpaung sebagai sekolah MBS secara mandiri menetapkan dan mengimplementasi beberapa kebijakan guna meningkatan mutu pendidikannya.
Seperti hasil wawancara dengan Ibu Kepala Sekolah yaitu Dra.
Anitra Wahyu Nor Harlina:
Dalam membuat program peningkatan mutu pendidikan, kami membuat peraturan-peraturan salah satunya dalam standar proses agar tujuan pendidikan dapat dicapai. Yaitu dengan membuat peraturan/tata tertib bagi guru, karyawan maupun siswanya. Peraturan ini dibuat sesuai kesepakatan antara kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua siswa, kesepakatan ini diadakan agar tidak ada yang merugikan salah satu pihak
apabila peraturan ini dilakukan. Tata tertib ini dibuat untuk mencapai tujuan pendidikan di SMPN 2 Salimpaung agar bisa meningkatkan mutu pendidikan. Adapun tata tertib bagi guru dan karyawan yaitu datang ke sekolah sesuai jam kerja, mengisi daftar hadir guru dan karyawan, jika guru dan karyarawan berhalangan hadir harus meminta izin ke kepala sekolah, mmakai pakaian yang rapi dan sopan, setiap hari senin mengikuti upacara bendera, tidak boleh memakai perhiasan yang berlebihan ke sekolah, guru dan karyawan wajib menjaga ketertiban, kebersihan dan keamanan lingkungan sekolah.
Kalau bagi siswanya datang ke sekolah 15 menit sebelum bel berbunyi, siswa harus memakai sepatu hitan dan kaos kaki menurut peraturan yang telah di buat, siswa wajib melaksanakan pramuka satu kali dalam seminggu, berjabat tangan dengan guru, di dalam kelas siswa sebelum memulai pelajaran harus membaca do’a dan membaca al-quran.
(Sumber: Wawancara dengan Ibu Kepala Sekolah Dra Anitra Wahyu Nor Harlina, tanggal 16 Mei 2020)
Program-program yang disampaikan kepala sekolah, dibenarkan oleh wakil kepala sekolah. Hal ini juga yang dikatakan oleh Ibu Endramaiwati sebagai wakil kepala sekolah yang menyatakan bahwa:
Ketika kita bicara mutu di SMPN 2 Salimpaung sangat berkait dengan kepemimpinan kepala sekolah, secara singkat saya menyatakan bahwa kepemimpinan kepala sekolah dalam rangka mencapai mutu yang baik di sekolah ini sudah sangat baik dan sudah maksimal, meskipun sduah baik dan maksimal tetapi masih banyak kekurangan ada karena mtu itu ada standarnya. Jadi kita berupaya saling kerja sama untuk
56
memenuhi delapan standar nasional pendidikan dan kepala sekolah menginginkan sekolah yang bermutu ke depannya.
(Wawancara dengan Wakil Kepala Sekolah Ibu Endramaiwati, S.Pd, tanggal 16 Mei 2020)
Berdasarkan wawancara di atas, dapat penulis simpulkan bahwa SMPN 2 Salimpaung sudah menetapkan beberapa kebijakan agar dapat menerapkan dan memaksimalkan standar proses yang sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan pada Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 dengan baik. Ada beberapa bentuk program peningkatan mutu di SMPN 2 Salimpaung diantaranya yaitu:
program peningkatan mutu guru, seperti memberikan pelatihan dan worskhop bagi guru, mengikutsertakan guru mata pelajaran dalam kegiatan MGMP, program peningkatan mutu peserta didik, seperti mengadakan pengembangan kegiatan kulikuler dan ektrakurikuler dan mengikutsertakan peserta didik dalam perlombaan olimpiade, program peningkatan mutu sekolah, seperti pemenuhan sarana dan prasarana sekolah.
b. Standar kompetensi Lulusan
Standar kompetensi lulusan merupakan kualifikasi kemampuan yang mencangkup sikap, pengetahuan, dan keterampilan siswa. Siswa diharapkan dapat melebihi dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang dibuat oleh guru pada setiap mata pelajaran. Selain dalam proses belajar mengajar kompetensi lulusan juga diaplikasikan dalam bentuk pengalaman belajar yang diaplikasikan sehari-hari agar siswa dapat berkembang dengan keterampilan yang ada.
Seperti hasil wawancara dengan Ibu Kepala Sekolah yaitu Dra.
Anitra Wahyu Nor Harlina:
Adapun kebijakan sekolah mengenai kemampuan sikap, pihak sekolah menanamkan pendidikan karakter yang dibungkus
dalam bentuk tulisan, pembiasaan, maupun lisan. Juga dilakukan dengan pemberian contoh dari guru kepada siswa seperti, penanaman kedisiplinan, seorang guru dari awal pelajaran tidak boleh terlambat masuk ke dalam kelas dan meminta izin apabila ingin keluar saat jam pelajaran masih berlangsung. Selain itu penanaman karakter seperti simpati empati, menjaga lingkungan, tiga S (senyum, sapa, salam), berbagi tugas, berperilaku sopan dan lain sebagainya. Kalau dalam hal pengetahuan sekolah menerapkan sekolah berbasis budaya, dan adiwiyata. Keterampilan sekolah memberi kebijakan melalui bakat siswa, ekstrakurikuler seperti pramuka, olahraga, keagamaan. Selain itu di sekolah kita ada literasi yang dilakukan siswa untuk memajukan karya tulisannya. Kegiatan ektrakurikulernya tidak wajib diikuti semua siswa, ssiwa bisa memilih ektrakurikulernya menurut kemampuan dan minat yang dimiliki siswa.
Sama halnya dikatan oleh Ibu Endramaiwati, S.Pd selaku Tim SPMPS yaitu:
Kemampuan sikap bisa berbentuk dalam pendidikan karakter yang di apresiasikan melalui tulisan, pembiasaan, maupun lisan. Dalam hal pengetahuan sekolah mempunyai program sekolah adiwiyata. Sedangkan keterampilan diapesiasikan melalui bakat minat siswa dan ektrakurikulernya salah satunya dalam hal pramuka dan dramband. Dan pramuka itu wajib dilaksanakan oleh siswa setiap seminggu sekali. Prestasi yang didapatkan melalui pramuka banyak juga, yang tidak wajib seperti di bidang olahraga dan keagamaan.
Dengan adanya Sistem Penjaminan Mutu Pendidikan, sekolah mempunyai program yang berguna yaitu program adiwiyata
58
penghijauan sekolah yang bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan sekolah yang berisi tananman-tanaman hijau yang bertujuan untuk menghijaukan kembali sekolah serta melatih siswa akan pentingnya peduli terhadap lingkungan.
Dalam mencetak lulusan SMPN 2 Salimpaung ini setiap tahunnya mendapatkan lulusan yang baik di tingkat kabupaten dengan peringkat 15 besar. Walaupun siswa yang terbatas, tetapi siswanya mendapatkan nilai yang terbaik. SMPN 2 Salimpaung juga memperhatikan dalam hal pengetahuan agama, agar mempunyai lulusan yang tidak hanya dalam bidang umum, tetapi juga di bidang keagamaan terutama pendidikan agama islam.
Tabel 5. Prestasi-prestasi siswa SMPN 2 Salimpaung
N o
Nama Lomba
Tahun 2017 Tahun 2018 Tahun 2019
Juar
5
60
Dari hasil wawancara diatas, penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa SMPN 2 Salimpaung telah mengimplementasi standar kompetensi lulusan dalam Standar Nasional Pendidikan dengan memiliki beberapa kebijakan seperti pendidikan karakter yang mencangkup sikap siswa, pendidikan pengembangan bakat minat dan pendidikan sekolah adiwiyata yang mencangkup pengetahuan siswa, serta pendidikan pengembangan bakat yang mencangkup keterampilan yang dimiliki siswa lulusan SMPN 2 Salimpaung. Mencetak lulusan yang tidak hanya ahli dalam umum saja melainkan untuk pendidikan keagamaannya juga baik.
c. Standar Sarana dan Prasarana
Standar sarana prasarana yang ada di SMPN 2 Salimpaung juga telah sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan yang diatur dalam Permendiknas Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana Prasarana yang ditunjukan dalam kelengkapan fasilitas seperti, ruang kelas yang dilengkapi LCD, perpustakaan yang memiliki buku terbaru
Atletik 1
serta laboratorium IPA yang telah lengkap. Oleh karena itu, SMPN 2 Salimpaung telah menggunakan sarana prasarana secara maksimal sesuai kebutuhan. Hal ini sesuai yang dikatakan oleh Ibu Kepala Sekolah Dra Anitra Wahyu Nor Harlina menyatakan bahwa:
Untuk sarana dan prasarana di sekolah ini cukup memadai.
Mulai dari kelas, perpustakaan, laboratorium IPA, mushola, labor komputer, dan kamar mandi. Dan itu semua ada tertibnya sendiri misalnya mau pinjam buku di perpustakaan wajib mengisi buku pinjaman dan wajib mengembalikan.
Menggunakan labor IPA dan labor komputer pada saat prakter saja. Dan juga melakukan perbaikan pada WC siswa, renovasi perpustakaan, dan labor IPA.
Sama halnya yang dilakukan oleh Ibu Endramiwati, S.Pd salaku wakil kepala sekolah:
Sarana dan prasarana di SMPN 2 Salimpaung sudah baik. Dari ruang kelas, terus labor IPA dan labor komputer, lapangan, perpustakaan. Sekolah juga memberikan ruang uks, tempat beribadah, dan jika siswa yang meminjam buku di perpustakaan wajib mengisi buku peminjaman dan harus mengembalikan pada waktu yang telah ditetapkan, ketika siswa telambat mengembalikan buku perpustakaan maka di denda.
Tabel 6. Sarana dan prasarana di SMPN 2 Salimpaung No Jenis Ruangan Jumlah Ruang Kondisi
1. Ruang kelas 7 Baik
2. Ruang
Perpustakaan 1 Rusak berat
3. Ruang labor IPA 1 Rusak berat 4. Ruang sanggar
seni 1 Baik
5. Aula 1 Baik
6. Ruang mushalla 1 Rusak sedang
62
7. Ruang computer 1 Baik
8. Ruang WC guru 1 Baik
9. Ruang Tata Usaha 1 Rusak ringan
10. Ruang guru 1 Rusak ringan
11. Ruang kepala
sekolah 1 Rusak ringan
12. Ruang WC siswa 4 Baik
13. Ruang BK 1 Baik
14. Ruang
Keterampilan 1 Baik
15. Ruang kopsis 1 Baik
(Sumber: SMPN 2 Salimpaung)
Berdasarkan beberapa hal di atas dapat disimpulkan bahwa SMPN 2 Salimpaung memiliki sarana dan prasarana yang sudah lengkap, namun masih ada yang harus di perbaiki oleh sekolah untuk kenyamanan siswa dalam proses belajar di sekolah. Sesuai dengan Standar Nasional Pendidikan dengan memaksimalkan kebutuhan sekolah.
d. Standar Tenaga Pendidik dan Kependidikan
Standar tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 2 Salimpaung harus memiliki standar kualifikasi akademik, yang artinya tenaga pendidik dan kependidikan harus sudah meraih jenjang pendidikan minimal S-1 dan mengajar sesuai dengan
Standar tenaga pendidik dan kependidikan di SMPN 2 Salimpaung harus memiliki standar kualifikasi akademik, yang artinya tenaga pendidik dan kependidikan harus sudah meraih jenjang pendidikan minimal S-1 dan mengajar sesuai dengan