• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tinjauan secara teknik pada lompat jauh meliputi empat masalah yaitu : Cara melakukan awalan, Tolakan (Tumpuan), Melayang di udara dan Pendaratan.

a. Awalan

Awalan adalah suatu gerakan dalam lompat jauh dilakukan dengan lari secepat-cepatnya yang dilakukan untuk mendapatkan kecepatan setinggi-tingginya sebelum melakukan tolakan. Dapat juga dikatakan,

14 awalan adalah usaha mendapatkan kecepatan horizontal

setinggi-tingginya yang diubah menjadi kecepatan vertikal saat melakukan tolakan.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan awalan adalah : 1) Jarak awalan tergantung dari kemampuan masing-masing atlet bagi

pelompat dalam jerak pendek sudah mampu mencapai kecepatan maksimal(full speed)maka jarak awalan cukup dekat / pendek saja (sekitar 30-35 meter atau kurang dari ini). Sedangkan bagi atlet lain yang jarak relatif jauh baru mencapai kecepatan maksimal, maka jarak awalan harus lebih jauh lagi (sekitar 30-45 meter atau lebih jauh dari itu). Bagi pemula sudah barang tentu jarak awalan lebih pendek dari ancang-ancang tersebut.

2) Posisi saat berdiri pada titik awalan kaki dapat sejajar atau salah satu kaki ke depan. Hal ini tergantung dari kebiasaan masing-masing atlet.

3) Cara pengambilan awalan mulai pelan, kemudian cepat (sprint).Kecepatan ini harus dipertahankan sampai menjelang bertumpu / menolak.

4) Setelah mencapai kecepatan maksimal, maka kira-kira 3-4 langkah terakhir bertumpu (take off) gerakan lari dilepas begitu saja tanpa mengurangi kecepatan yang telah dicapai sebelumnya. Pada 3-4 langkah terakhir ini perhatian dan tenaga yang dicurahkan untuk melakukan tumpuan pada papan / balok tumpu.

15 Cara mengambil awalan dalam Lompat Jauh Gaya Berjalan di udara

(Walking in The Air)antara lain dilakukan dengan jalan sebagai berikut: 1) Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya

dari permulaan tempat berdiri (tempat/tanda pada waktu akan melakukan awalan) ke papan tolakan sampai tempat pada papan tolakan diukur jaraknya.

2) Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri ke papan tolakan ke tempat permulaan akan melakukan awalan. Setelah tepat baru diukur.

3) Si pelompat mencoba beberapa kali melakukan lari

secepat-cepatnya dari permulaan tempat berdiri ke papan tolakan dari papan tolakan ke tempat permulaan akan melakukan awalan. Setelah tepat baru diukur walaupun sudah menetapkan ukuran untuk mengambil awalan dengan tepat. Untuk menjaga kemungkinan-kemungkinan terjadi kegagalan melakukan tolakan, biasanya si pelompat membuat dua buah tanda yaitu tanda I dan II.

b. Tolakan

Tolakan adalah perpindahan dari kecepatan horizontal ke kecepatan vertikal yang dilakukan dengan cepat dan kuat untuk mengangkat tubuh ke atas melayang di udara. Dalam melompat jauh, biasanya kita

melakukan tolakan terkuat dengan kaki, dibantu dengan ayunan kaki dan ayunan kedua tangan ke depan ke arah atas.

16 Jika si pelompat dapat menggabungkan kecepatan awal dengan kekuatan tolakan kaki, ia akan membawa seluruh tubuh ke atas ke arah depan melayang di udara. Jadi si pelompat dapat membawa titik berat badan ke atas, melayang di udara ke arah depan dengan waktu lama. Dengan kata lain dapat disimpulkan bahwa ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat melakukan tolakan diantaranya :

1) Tolakan dilakukan dengan kaki yang kuat. Bagian telapak kaki yang kuat untuk bertumpu adalah cenderung pada bagian tumit terlebih dahulu dan berakhir pada bagian ujung kaki.

2) Sesaat akan bertumpu sikap badan agak condong ke belakang 3) Bertumpu sebaiknya tepat pada papan tumpuan

4) Saat bertumpu, kedua lengan ikut diayunkan ke depan atas.

5) Pada kaki ayun diangkat ke depan setinggi pinggul dalam posisi lutut ditekuk.

c. Sikap Badan di Udara

Sesuai dengan pendapat ( Eddy Suparman, 1995) yang mengkhusus-kan gaya Jauh Gaya Berjalan di Udara(Walking in The Air)sebagai penelitian teknik badan saat di udara setelah kaki kiri bertumpu. Maka kaki kanan diayun dengan cepat ke arah depan. Pada saat mencapai titik tertinggi sikap badan, kaki seperti duduk atau jongkok. Setelah bergerak turun kedua kaki dijulurkan ke depan, badan cenderung ke depan dan perhatian tertuju pada pendaratan.

Cara melakukannya sebagai berikut :

17 2) Saat badan melayang di udara, kaki diturunkan. Bersamaan dengan

itu, pinggul didorong ke depan, kapala ditengadahkan, dada dibusungkan dan kedua tangan ke atas arah belakang, 3) Saat akan mendarat, kedua kaki diayunkan ke depan, badan

dibungkukkan dan kepala ditundukkan siap untuk mendarat.

d. Pendaratan

Pendaratan merupakan tahap akhir dari rangkaian gerakan lompat jauh. Hal-hal yang perlu diperhatikan menurut (Eddy Suparman, 1999) adalah sebagai berikut :

1) Harus dilakukan dengan sadar agar gerakan yang tidak perlu dapat dihindari.

2) Untuk menghindari rasa sakit atau cedera pendaratan sebaiknya dilakukan dengan kedua belah kaki sejajar dan tumit terlebih dahulu mendarat di pasir dengan posisi mengepit.

3) Sebelum tumit menyentuh pasir, kedua kaki harus benar-benar diluruskan/dijulurkan ke depan. Usahakan agar jarak antara kedua kaki jangan terlalu berjauhan, karena semakin lebar jarak antara kedua kaki berarti akan semakin mengurangi jauhnya lompatan. 4) Untuk menghindari agar tidak jauh duduk pada pantat, maka setelah

tumit berpijak di pasir, kedua lutut segera ditekuk dan badan dibiarkan condong terus jauh ke depan

18 5) Setelah melakukan pendaratan jangan keluar atau kembali ke tempat

awalan melewati/menginjak daerah pendaratan dengan papan tumpuan.

Faktor yang mempengaruhi prestasi lompat jauh Gaya Berjalan di Udara(Walking in The Air)menurut Suharto dalam bukunya dalam bukunya“Kesegaran Jasmani dan Peranannya”disebutkan :

1) Kecepatan(speed)adalah kemampuan untuk memindahkan sebagian tubuh atau seluruhnya dari awalan sampai dengan pendaratan. Atau bertumpu pada papan/balok sewaktu melakukan lompatan, kecepatan banyak ditentukan kekuatan dan fleksibelitas

2) Kekuatan(Strenght)adalah jumlah tenaga yang dapat dihasilkan oleh kelompok otot pada kontraksi maksimal pada saat melakukan pekerjaan atau latihan dalam melakukan lompatan

3) Daya ledak adalah kemampuan otot dalam melakukan tolakan tubuh melayang di udara saat lepas dari balok tumpu.

4) Keseimbangan adalah kemampuan untuk mempertahankan suatu sikap tubuh tertentu secara benar dari awal melakukan lompatan sampai selesai melakukan lompatan.

5) Keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan suatu gerakan motorik secara benar.

6) Koordinasi adalah hal yang harus dimiliki oleh seorang atlet untuk dapat mengkoordinasikan gerakan maju dengan kebutuhan naik.

19

Gambar 2 : Gerakan Lompat Jauh Gaya berjalan di udara(Walking in The Air) secara keseluruhan

Faktor non teknis juga dapat berpengaruh dalam hal ini, faktor yang mempengaruhi tersebut antara lain :

1) Motivasi dari orang tua,

2) Guru dan pelatih yang professional, 3) Adanya dana yang cukup,

4) Lingkungan yang baik, 5) Organisasi yang baik, 6) Dukungan masyarakat.

Bermain dalam Nomor Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara (Walking in The Air)

Secara harfiah bermain berarti melakukan aktivitas gerak dengan mengaitkan unsur gembira (fun), terutama dalam melakukan melompat dan menolak. Kegiatan ini sangat diminati oleh para siswa sekolah dasar karena sesuai dengan perkembangan mental dan pertumbuhan mereka, seperti yang dikatakan Rusli Lutan (1997:45) bahwa pembelajaran gerak yang didasari dengan pola bermain dapat

20 menumbuhkan rasa senang pada para siswa terutama dalam

menghadapi faktor kelelahan. Pengertian tersebut mengandung makna bahwa dalam belajar keterampilan gerak melompat pada siswa harus disesuaikan dengan : (1) kebutuhan dan kemampuan, (2) pengalaman gerak, (3) fasilitas dan peralatan yang tersedia.

Modifikasi Alat dalam Nomor Lompat Jauh Gaya Berjalan di Udara(Walking in The Air)

Secara harfiah modifikasi berarti perubahan, dan bila dikaitkan dengan gerakan dasar maka dapat diartikan adanya perubahan alat dalam proses pembelajaran lompat jauh dalam proses melakukan lompatan dan alat yakni dalam proses pembelajaran lompat jauh gaya berjalan di udara(walking in the air) seperti yang dikatakan Rusli Lutan (1997:45) bahwa modifikasi diartikan sebagai perubahan dari keadaan lama menjadi keadaan baru. Minimnya peralatan seharusnya bukan merupakan suatu kendala bagi guru atau pelatih dalam mengajarkan keterampilan lompatan, karena peralatan untuk lompatan dapat dimodifikasi dari bahan-bahan yang sederhana dan aman untuk memeperkenalkan atau mengajarkan tahap gerak dasar lompat jauh kepada siswa. Adapun peralatan yang dimodifikasi tersebut antara lain, siswa untuk berlatih melompat bisa

menggunakan simpai atau ban sepeda, kardus bekas, busa, atau peralatan lompat lainnya yang disesuaikan dengan tingkat kemampuan siswa dan memberikan rasa nyaman dan aman.

21

Dokumen terkait