• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

3.4 Teknik Pengumpulan Data

3.4.2 Teknik Non Tes

Teknik nontes dipergunakan untuk mengobservasi aktivitas siswa dan kinerja guru

dengan proses mebelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe stad.

3.4.3 Dokumentasi

Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data nama dan jumlah siswa kelas IV SD

Negeri 1 Sinar Mulya Kecamatan Banyumas Kabupaten Pringsewu.

3.5 Instrumen Penelitian

Pengamatan yang dilakukan secara kolaborasi yang melibatkan teman sejawat sebagai

23

1. Lembar observasi

Lembar observasi siswa dan guru digunakan dalam penelitian untuk mengukur

aktivitas siswa dan guru.

2. Tes

Tes dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan siswa setelah mengikuti

pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatiif tipe stad.

Ketercapaian aktivitas siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran

dianalisis dengan menentukan nilai rata-rata yang dihitung dengan menggunakan

rumus:

Tingkat keberhasilan

Tabel 3.1 : Persentase Aktivitas Siswa dan Kinerja Guru

Rentang Nilai Aktivitas Kriteria

85% - 100% Baik sekali 75% - 84% Baik 65% - 74% Cukup 45% - 64% Kurang 44% Kurang sekali (Modifikasi: Arikunto, 2007: 44) Keterangan Skor: 1 = Kurang sekali 2 = Kurang 3 = Cukup 4 = Baik 5 = Baik sekali

3.6 Teknik Analisis Data

Penelitian ini menggunakan teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Analisis

24

menjaring aktivitas belajar siswa dan kinerja guru dalam proses pembelajaran.

Sedangkan analisisis kuantitatif akan digunakan untuk mendeskripsikan prestasi belajar

siswa dalam hubungannya dengan penguasaan materi pembelajaran.

1. Data kualitatif ini diperoleh dari data non-tes yaitu lembar panduan observasi. Data

hasil observasi digunakan untuk mengetahui sejauh mana aktivitas siswa dan

kinerja guru setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe STAD. Data

tersebut diperoleh berdasarkan perilaku yang sesuai dengan tujuan pembelajaran.

Data diperoleh dengan pengamatan aktivitas siswa selama kegiatan pembelajaran

dengan memberikan tanda ceklist ( ).

Tabel 3.2 : Penilaian Aktivitas Siswa

No Nama Siswa

Perilaku

Skor Nilai Kriteria 1 2 3 4 5

1. 2.

Jumlah siswa aktif

Persentase %

Keterangan :

1. Aktif dalam kelompok

2. Memberikan pendapat atas permasalahan yang didiskusikan 3. Menanggapi pertanyaan saat persentasi

4. Berkemampuan bertanya

5. Berkemampuan menjawab pertanyaan

2. Data kuantitatif diperoleh dari hasil tes yang dikerjakan siswa pada siklus I, siklus II

dan siklus III dengan memperhatikan aspek ketuntasan, yaitu nilai KKM 60. Data

kuantitatif ini didapat dengan menghitung nilai rata-rata kelas dari hasil tes yang

25

Rumus: Keterangan:

X = Rata-rata Hitung Nilai

N = Banyaknya siswa

X1 = Nilai siswa

(Herhyanto, dkk. 2009: 4.2)

3.7 Indikator Keberhasilan

Penelitian ini dikatakan berhasil apabila :

1) Meningkatnya aktivitas belajar di siklus I kesiklus II.

2) Meningkatnya prestasi belajar siswa yaitu dengan melihat ketercapaian nilai KKM

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah dilakukan terhadap siswa kelas IV Sekolah Dasar Negeri 1 Sinar Mulya Kecamatan Banyumas dapat disimpulkan:

1. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe stad dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa hal ini terlihat dari siklus kesiklus mengalami peningkatan. Siswa yang tuntas pada siklus I pertemuan 1 dan 2 jumlah rata-rata aktivitas siswa pertemuan 1 sebanyak 66,66% dan pertemuan 2 mengalami peningkatan sebanyak 5% yaitu dengan jumlah rata-rata 72,66%. Pada siklus II mengalami peningkatan hal ini terlihat jumlah rata-rata aktivitas siswa pertemuan 1 sebanyak 73,99% dan pertemuan 2 mengalami peningkatan sebanyak 8,67% yaitu dengan jumlah rata-rata 82,66%. Dengan demikian peningkatan aktivitas siswa dari siklus I kesiklus II dengan jumlah rata-rata 16%.

2. Pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada siklus I pertemuan 1 sebanyak 16 siswa yang tuntas dan dapat dipersentasekan 53,33%. Pada siklus I pertemuan 2 sebanyak 21 siswa yang tuntas dan dapat

dipersentasekan 70%. Sedangkan hasil pelaksanakan siklus II pertemuan 1 jumlah siswa yang tuntas sebanyak 25 siswa dan dapat dipersentasekan 83,33%. Pada siklus II pertemuan 2 jumlah siswa yang tuntas sebanyak 28 siswa dan dapat dipersentasekan 93,33%. Dengan demikian peningkatan prestasi belajar siswa dari siklus I kesiklus II sebanyak 40%.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan di atas, saran yang diberikan sebagai berikut:

1. Kepada siswa, sebaiknya mengikuti pelajaran dengan baik, berfikir kritis, berani mengungkapkan pendapatnya, dan lebih banyak berlatih untuk mengerjakan soal-soal agar mendapatkan nilai yang lebih baik.

2. Kepada guru, hendaknya memotivasi para siswa agar belajar dengan giat,

dan dapat menciptakan suasana belajar yang kondusif, sehingga pembelajaran dapat berjalan dengan baik. Guru juga perlu menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe STAD untuk meningkatkan prestasi belajar siswa

3. Kepada peneliti, untuk lebih memahami tugas seorang guru serta dapat menigkatkan mutu pembelajaran dengan mengetahui permasalahan-permasalahan di sekolah.

4. Kepala sekolah, hendaknya melengkapi sarana dan prasarana dengan baik,

sehingga dalam proses pembelajaran mendapatkan hasil sesuai dengan harapan.

DAFTAR PUST AKA

Dimyati dan Mulyono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. PT Rineka Cipta. Jakarta.

Depdiknas, 2004. Kurikulum Standar Kompetensi Mata Pelajaran. Depdiknas Jakarta.

Ibrahim. M, dkk. 2000. Pembelajaran Kooperatif. UNESA University Press. Surabaya.

Isjoni. 2009. Pembelajaran Kooperatif. Pustaka Pelajar. Yogyakarta.

Luficha, Ggugut, 2013. Peng ert aian Pr est as i B elaj ar Menur ut P ara Ahli.http:/ / ggugut lufichas epti .bl ogs pot.com/

April 2014)

Muhibbin. 2006. Psikologi Belajar. Erlangga. Jakarta.

Poerwanti, dkk, Endang, 2008. Asesmen pembelajaran SD. Direktoran Jendral Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional.

Sanj a ya, Sutis na, 2011. Peng ert aian Pr es tasi Bel ajar .

http:// sutis na.com/kar yatuli s/arti kel/kependidi kan/pendidik an-umum/pengerti an-prestasi-belaj ar/#_ft nI(Download 3 November 2013)

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2009. Tentang Tujuan Pendidikan Nasional. Depdiknas. Jakarta.

Widyantini. 2008. Penerapan Pendekatan Kooperatif STAD dalam Pembelajaran Matematika SMP. Departemen Pendidikan Nasional Direktorat Pendidikan Dasar dan Menengah PPPG Matematika. Yogyakarta.

Riyanto, Yatim. 2001. Metodologi Penelitian Pendidikan, Penerbit SIC. Surabaya.

Riyanto, Yatim. 2009. Paradigma Pembelajaran. Kencana Prenada Media Group. Jakarta.

Dokumen terkait