BAB III METODE PENELITIAN
F. Teknik Pemeriksaan Keabsahan Data
Triangulasi ini adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan suatu yang lain diluar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai perbandingan terhadap data itu. (Lexy J. Moleong,2006:330). Ada empat macam triangulasi yaitu dengan menggunakan sumber, metode, penyidik dan teori.Penelitian ini peneliti menggunakan triangulasi dengan sumber yakni membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan atau informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat berbeda dalam penelitian kualitatif. Hal ini dapat di Pendidikan Agama Islam dengan jalan:
a. Membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.
b. Membandingkan apa yang dikatakan orang-oang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.
c. Membandingkan apa yang dikatakan orang didepan umum dengan apa yang dikatakannya secara pribadi.
d. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang berpendidikan menengah atau tinggi, orang kaya, pemerintah.
e. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan.
(Lexy J. Moleong,2006:330-331).
Triangulasi dengan metode menurut Moleong adalah: pertama, pengecekan derajat kepercayaan penemuan hasil penelitian beberapa teknik pengumpulan data.
Kedua. Pengecekan derajat kepercayaan beberapa sumber data dengan metode yang sama. Triagulasi dengan penyidik memanfaatkan peneliti atau pengamat lainnya untuk keperluan pengecekan kembali derajat kepercayaan data atau dengan cara membandingkan hasil pekerjaan seorang analis dengan analis lainnya. Sedangkan, triangulasi dengan teori dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara induktif dan secara logika. (Lexy J. Moleong,2006:330-331).
Berdasarkan teknik triangulasi diatas, maka dimaksud untuk mengecek kebenaran dan keabsahan data-data yang diperoleh di lapangan tentang
Upaya Orang Tua Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Membaca Al-Qur‟an Anak Di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur
G. Jadwal Penelitian
Penelitian ini dilakukan selama lima bulan. Penelitian dilakukan dengan pembuatan proposal, kemudian dilanjutkan dengan perbaikan hasil seminar proposal skripsi. Setelah pengesahan judul dan izin riset, maka penulis mengadakan pengumpulan data, verifikasi dan analisis data dalam waktu yang berurutan. Hasilnya peneliti melakukan konsultasi dengan pembimbing sebelum diajukan kepada sidang munaqasah. Hasil sidang munaqasah dilanjutkan dengan perbaikan dan penggandaan laporan penelitian skripsi. Adapun jadwal kegiatan dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 1: Jadwal Penelitian
No KEGIATAN
2018
Januari Februari Maret Agustus septemb er
Okto
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengajuan judul skripsi dan dosen pembimbing
√
2. Pembuatan Proposal
√
3. Perbaikan Hasil Seminar
√ √
4. Izin Riset √
5. Pengumpulan Data
√ √
6. Verifikasi dan Analisa Data
√ √
7. Konsultasi pembimbing
√ √
8. Perbaikan skripsi
√
9. Penggandaan Laporan
√
10. Ujian Munaqasyah
√
11. Perbaiakan Skripsi
√
Note: hasil penelitian sementara
BAB IV
TEMUAN DAN PEMBAHASAN A. Temuan Umum
1. Historis Desa Catur Rahayu
Desa Catur Rahayu dahulunya adalah Eks Pemukiman Transmigrasi yang bernama Dendang II UPT IV penempatan tahun 1980/1982 yang pada awalnya berjumlah 733 kepala keluarga yang terdiri dari 2273 jiwa. Para Transmigran sebagian besar adalah penduduk yang berasal dari pulau Jawa ( Sunda, Jawa, Bugis dan Melayu ).
Kata “Catur Rahayu” menggambarkan 4 suku yang mendomisili wilayah desa Catur Rahayu. Desa Catur Rahayu terbagi menjadi 4 RW dan 29 RT (tahun 1982). Kemudian setelah tahun 1982 terjadi pemekaran kembali dan masuknya Dusun Blok 4 dengan penambahan 2 RT dan kurangnya jumlah RW. Sejak terbitnya Peraturan Daerah Nomor : 12 Tahun 2004 tentang pembentukan Kecamatan Muara Sabak Barat, Kecamatan Kuala Jambi, Kecamatan Mendahara Ulu, Kecamatan Geragai dan Kecamatan Dendang serta penataan Desa dan Kelurahan dalam Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Yang semula desa Catur Rahayu Merupakan Wilayah Kecamatan Rantau Rasau menjadi Wilayah Kecamatan Dendang. Desa Catur Rahayu merupakan daerah aliran sungai pasang-surut dengan ketinggian 0 – 2 mdpl. Mata pencaharian penduduknya bertani kebun sawit dan bersawah tanaman pangan berupa padi yang hanya bisa dipanen 1 tahun sekali.
Pemimpin pertama desa secara administratif pada tahun 1982 disebut dengan kepala KUPT dengan masa jabatan 2 tahun sebagai seoarang yang mengepalai semua Urusan yang menyangkut Transmigrasi dan Penduduk Transmigrasi di Desa Catur Rahayu.
Pada tahun 1981/1982 mulailah dibentuk suatu sistim kepemerintahan Desa yang dikepalai Oleh Kepala Desa seiring dengan pertambahan dan peluasan wilayah yang terus meningkat, namun sampai sekarang masih tetap populer
dengan sebutan Kades. Sejak berdirinya desa Catur Rahayu sampai sekarang telah tercatat 7 periode kepemimpinan desa seperti disajikan pada Tabel 2.
Tabel 2.
Perkembangan Kepemimpinan Desa Catur Rahayu
No Nama Tahun Menjabat Sebutan
1 MAJID PADDAI 1980 -1981 K U P T
2 SASTRO 1981 -1983 Kepala Desa
3 TUGIMAN 1983 -1984 Pjs. Kepala Desa
4 MUDJIMAN 1984 -1989 Kepala Desa
5 SLAMET PRIYONO 1989 – 1990 Pjs. Kepala Desa
6 MUDJIMAN 1990 – 1995 Kepala Desa
7 SLAMET PRIYONO 1995 – 1996 Pjs. Kepala Desa
8 MUDJIMAN 1996 – 1999 Kepala Desa
9 MULYO SUBAGYO 1999 – 2000 Pjs. Kepala Desa
10 DEDI SUJARWO 2000 – 2002 Pjs. Kepala Desa
11 DAMIRAN 2002 – 2007 Kepala Desa
12 AMAT BAHRUDIN 2007 – 2008 Pjs. Kepala Desa
13 BANU ASRORI 2008 – 2014 Kepala Desa
14 MULYO SUBAGYO 2014 – 2015 Pjs. Kepala Desa
15 AMAT BAHRUDIN 2016 – 2017 Pjs. Kepala Desa
16 SUPRIYANTO 2017 – 2021 Kepala Desa
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang
Hingga Sekarang Kepala Desa Catur Rahayu terus berganti sesuai dengan masa jabatan dan ketentuan yang berlaku.
2. Geografis Desa Catur Rahayu
Desa Catur Rahayu terletak di Wilayah Timur Provinsi Jambi,Secara Administratif Desa Catur Rahayu berada di Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Desa Catur Rahayu terdiri dari 30 RT dan 4 Dusun yang terbagi berdasarkan Blok dan Jalur yang telah ditentukan. Desa ini memiliki luas wilayah 2.250 ha yang berbatasan langsung dengan :
a. Sebelah Utara : Desa Sido Mukti b. Sebelah Selatan : Desa Londrang
c. Sebelah Barat : Kelurahan Teluk Dawan
d. Sebelah Timur : Desa Jati Mulyo dan Desa Kota Kandis Dendang
Kondisi Tofografi wilayah daratan Desa Catur Rahayu secara umum berada didataran rendah yang terdiri dari rawa/gambut yang merupakan dataran rendah berkisar ± 0 – 2 mdpl ditandai dengan permukaan tanah yang banyak dialiri pasang surut air laut. Desa Catur Rahayu beriklim tropis basah dengan curah hujan rata-rata pertahun berkisar antara 500 – 1000 mililiter, suhu udara rata-rata 22 - 30 ⁰C.
Pada tahun 1980-2005 Desa Catur Rahayu merupakan lahan Pertanian dan Palawija. Setelah Tahun 2005 sampai sekarang lahan pertanian alih fungsi menjadi perkebunan kelapa sawit. Disamping mengandalkan hasil potensi Perkebunan, disektor pertanian terdapat areal yang dapat dimanfaatkan untuk kawasan tanaman pangan, dengan potensi lahan yang dimiliki oleh Desa Catur Rahayu sampai dengan tahun 2018 seluas 1.650 ha. Sektor ini dapat menjadi potensi unggulan karena masih memungkinkan untuk dikembangkan melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi lahan, dengan jenis tanaman Perkebunan Padi dan palawija.
Seiring dengan berbagai dinamika perkembangan aktifitas ekonomi masyarakat, pola penggunaan tanah telah mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Selain terkait dengan fluktuasi( ketidak tetapan) harga berbagai jenis hasil pertanian dipasaran, juga berkaitan dengan meningkatnya kebutuhan lahan untuk penggunaan lainya seperti pembangunan areal pemukiman penduduk, sarana dan prasarana umum, infratstruktur jalan dan abrasi/pengikisan daerah tepian sungai yang dipengaruhi derasnya arus pasang surut air laut.
3. Keadaan Demografis Desa Catur Rahayu
Dari data Penduduk berdasarkan Laporan Kependudukan sedikit mengalami ketidak singkronan data antara Dinas Kependudukan dan Penginputan Data berdasarkan hasil Pencacahan Data Keluarga pada tahun 2017, namun dari pengambilan perbandingan kedua sumber tersebut pada tahun 2018 telah
disepakati bahwa jumlah Penduduk Desa Catur Rahayu tercatat sekitar 2..328 Jiwa dan tercatat sekitar 675 KK(Kepala Keluarga) sebagaimana tersebut dalam Tabel 3 dibawah ini :
Tabel 3
Jumlah Penduduk Desa Catur Rahayu Per Dusun
No Wilayah Nama Dusun
Jumlah Penduduk
Jumlah Total Laki-laki Perempuan
1 Dusun I Dusun Blok 4 203 204 407
2 Dusun II Dusun Tengah 365 303 668
3 Dusun III Dusun Keman 384 346 730
4 Dusun IV Dusun Kemang
270 253 523
J u m l a h 1.222 1.106 2.328
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang
Pada tahun 2018 Jumlah Penduduk Desa Catur Rahayu 2.328 dengan Jumlah Penduduk Laki-laki 1.222 jiwa dan Penduduk Perempuan 1.106 jiwa, Penduduk berasal dari berbagai suku bangsa yang hidup berdampingan secara damai dengan toleransi(Tabel 4).
Tabel 4
Struktur Penduduk Desa Catur Rahayu Berdasarkan Agama
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang
Pencaharian utama penduduk Desa Catur Rahayu adalah Pekebun, Petani yang menunjukkan sebagai desa perkebunan dan pertanian. Sebagian besar (94 %) merupakan petani (kelapa sawit) dan 2 % (Pertanian Palawija) sekitar 2 % merupakan Pedagang dan Usaha Lainnya , sedangkan sisanya sekitar 2 % bekerja sebagai pegawai negeri (guru dan pegawai kesehatan) , TNI, Polri dan tukang.
No Agama Jumlah (KK) Jumlah (Jiwa)
1 Islam 663 2.227
2 Kristen 12 101
3 Hindu 0 0
4 Budha 0 0
5 Lainnya 0 0
Jumlah 675 2.328
Tabel 5
Penduduk Desa Catur Rahayu Berdasarkan Mata Pencaharian
No Mata Pencaharian Jumlah (orang)
1 PNS 45
2 ABRI 0
3 POLRI 3
4 Karyawan Swasta 60
5 Dagang 60
6 Tukang 60
7 Petani 505
8 Pekebun 470
9 Buruh 50
10 Pengusaha/Toke 40
11 Guru Honorer 45
12 Lainnya 200
Jumlah 1538
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Dari tabel 5 diatas digambarkan secara rinci bahwa penduduk Desa Catur Rahayu mayoritas berprofesi Pekebun dan Petani dari jumlah total usia kerja sebanyak 1.538 orang dengan tingkat usia 17-20 tahun, untuk lebih jelasnya jumlah angakatan kerja Desa Catur Rahayu per Desember 2017.
Laju pertumbuhan penduduk relatif rendah, dan dapat dipahami mengingat sejak tahun terakhir ini kesadaran masayarakat untuk mengikuti program Keluarga Berencana cukup tinggi, pasangan usia muda pada umumnya cenderung memiliki jumlah anak sebanyak 1 orang, Keadaan lain yang perlu dipertimbangkan adalah migrasi penduduk pada waktu sebelumnya, dengan tujuan pekerjaan baik itu untuk
berdagang maupun bertani dan berkebun, proses pergerakan ini tidak hanya dilakukan oleh suku jawa, tetapi juga beberapa suku yang ada di Desa Catur Rahayu.
Struktur umur penduduk membentuk suatu pola tertentu dimana proporsi terbesar adalah kelompok penduduk usia kerja yang mencapai 72,3 %. Komposisi penduduk berdasarkan umur pada kelompok umur muda mengindikasikan bahwa tingkat kelahiran tinggi diikuti dengan tingkat kematian yang juga tinggi. Pada kelompok umur tua yang tidak produktif, mengindikasikan tingginmya angka kematian atau migrasi penduduk dari dan keluar desa. Indikasi lain adalah menunjukkan suatu fenomena bahwa walaupun aksesibilitas terhadap desa sangat terbatas, tetapi mobilitas keluar dan masuk desa relatif sangat tinggi untuk mencari mata pencaharian dibidang pertanian dan perkebunan.
Tabel 6
Jumlah Penduduk Desa Catur Rahayu Berdasarkan Struktur Umur No. Kelompok Umur Jumlah (Orang) Presentase (%)
1 0 – 5 Tahun 278 18,0
2 6 – 12 Tahun 310 11,0
3 13 – 50 Tahun 1.150 50,0
4 51 – 60 Tahun 340 12,0
5 60 Tahun Keatas 250 9,0
Jumlah 2.328 100
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang 1. Keadaan Sosial
Desa Catur Rahayu merupakan masyarakat majemuk yang terdiri dari berbagai suku, mulanya desa ini dihuni oleh para pendatang tranmigrasi dariPulau Jawa (Suku Jawa) sekitar tahun 1980an, tepatnya di areal lahan yang telah ditetapkan pemerintah sebagai areal Tramigrasi yang kemudian mendirikan pemukiman di sekitar tanah yang telah diberikan untuk dikelola masing-masing
kepala keluarga dan beberapa saat kemudian diikuti dengan kelompok keluarga lain,yang bertujuan sesuai dengan kebutuhan yang mereka inginkan di Desa Catur Rahayu ini.
Kedatangan penduduk ke desa ini pertama kali adalah benar-benar seabagai petani yang siap mengelolah lahan kosong untuk digunakan untuk areal pemukiman, bertani dan berkebunan. yang semula mereka harus bersusah payah untuk membuka hutan yang begitu lebat dengan menggunakan tradisional seperti Kapak, Parang dan Gregaji serta tenaga dan kesabaran yang tinggi hingga ahirnya membuahkan hasil seperti sekarang ini dan akhirnya dapat mengundang datang nya penduduk lain yang ingin berdomisili di wilayah Desa Catur Rahayu dengan tujuan untuk menjadi petani. Pada awal 1982 an jumlah penduduk susai dengan jumlah anggota keluarga yang telah ditetapkan sebagai anggota tramigrasi dari pulau jawaberjumlah 500an kepala Keluarga , tetapi mulai tahun 1990 an jumlah pendatang semakin terus bertambah seiring dengan terjadinya populasi penduduk yang meningkat baik itu lahir maupun datang.
1. Keagamaan
Kegiatan keagamaan di Desa Catur Rahayu berjalan sebagaimana mestinya dan sesuai dengan agama yang dianut serta kerukunan hidup antar umat beragama berjalan harmonis karena masyarakat Catur Rahayu 99% beragama islam, sementara jumlah sarana keagamaan di Desa Catur Rahayu adalah sebagai berikut :
a. Masjid : 7 Buah
b. Langgar/Surau : 5 Buah
c. Madin : 1 Buah
d. Gereja : 1 Buah 2. Kesehatan
Secara geografis Desa Catur Rahayu merupakan daerah pesisir pantai yang tentunya tata ruang desa yang sudah cukup baik dan sempurna serta prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) belum membudidaya ditengah masyarakat sehingga kebiasaan-kebiasaan msyarakat yang kurang baik masih terlihat seperti :
1. Masih membuang sampah sembarangan (di Sungai dan halaman rumah)
2. Masih banyak menjemur pakaian didepan rumah terutama dikawasan ramai penduduk.
3. Tidak sayang terhadap alam dan lingkungan terutama kebersihan sungai dan hayati lainya.
Maka untuk meningkatkan pengetahuan dan pembentukan prilaku serta sikap tentang pentingnya kesehatan bagi manusia terutama bagi pribadi, keluarga dan masyarakat selalu disosialisasikan ditengah masyarakat, adapun sarana dan prasarana kesehatan di Desa Catur Rahayu sebagai berikut :
a. Apotik : - Buah b. Posyandu : 4 Buah c. Pustu : 1 Buah d. Polindes : 1 Buah e. Praktek Umum : - Buah f. Praktek Bidan : - Buah g. Bidan Desa : 3 Orang h. Posyandu Lansia : 4 Buah 3. Pendidikan
Apabila melihat kehidupan masyarakat Catur Rahayu dibidang pendidikan, diketahui bahwa 40% masyarakat Catur Rahayu hanya tamatan SD/sederajat namun demikian pengetahuan tentang ilmu pengetahuan dan teknologi tentu tidak ketinggalan karena informasi disegala bidang sudah bisa dilihat dan diakses sampai dipedesaan Khsusnya Desa Catur Rahayu seperti melalui televisi, radio, internet, Handpone serta media sosial lainya, sehingga semua kebutuhan masyarakat yang diinginkan dapat diketahui dan tidak kalah pentingnya lagi
kedewasaan masyarakat dalam bidang politik melalui pemilihan langsung 10 tahun terakhir ini sejak digulirkan reformasi, untuk melihat jumlah dan persentase penduduk Catur Rahayu berdasarkan tingkat pendidikan.
Tabel 7
Jumlah Penduduk menurut tingkat pendidikan
No. Kelompok Umur Jumlah (Orang)
1 Belum Sekolah 45
1 Tidak Tamat SD/Sederajat 130
2 Tamat SD/Sederajat 313
3 SLTP 201
4 SLTA 89
5 Diploma 4
6 Strata 1 8
7 Starata 2 -
Jumlah 790
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang
Sedangkan fasilitas pendidikan yang ada di Desa Catur Rahayu adalah sebagai berikut :
Tabel 8 Fasilitas Pendidikan a.
SD : 4 Buah e. PAUD : 4 Buah
b. SLTP : 1 Buah f. TK : 1 Buah
c. SLTA/SMK : - Buah g. Madrasah : 1 Buah
Diniyah
d. Paket C : - Buah h. Paket B : - Buah Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang
4. Keadaan Ekonomi
Kehidupan masyarakat desa Catur Rahayu didukung oleh sumberdaya daratan yang cukup berlimpah dengan kondisi tanah yang sangat subur sehingga para penduduk dapat memilih sendiri bergai cara untuk bercocok tanam sesuai dengan musim dan kedaan ekonomi penduduk itu sendiri. Sumber mata pencaharian utama masyarakat desa yaitu Berkebunan dan pertanian (90 %) dan serta sisanya bergerak dibidang jasa & perdagangan. Sampai bulan Oktober 2018 penduduk desa Catur Rahayu tercatat 2.328 orang (675 KK) yaitu sebanyak 1.222 laki-laki dan 1.106 perempuan. Pemanfaatan sumber daya darat oleh masyarakat telah tergarap secara optimal ditandai dengan penggunaan alat pertanian yang telah menggunakan alat perkebunan.
Penggunaan Lahan Desa Catur Rahayu Jika kondisi yang ada di desa Catur Rahayu saat ini terus diadakan perbaikan diperbaiki dengan berbagai upaya kongkrit dan komprehensif agar dengan kontribusi tenaga kerja lokal yang cukup tersedia dalam kelompok penduduk usia kerja yang ada diyakini mampu mewujudkan desa Catur Rahayu untuk dapat berkembang menjadi desa “mandiri”
sesuai mandat Otonomi Daerah yang digulirkan.
5. Kondisi Pemerintahan Desa a. Pembagian Wilayah Desa
Desa Catur Rahayu merupakan salah satu desa dari 6 Desa/ 1 Kel (6 Desa/ 1 Kel) yang terletak di Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur . Secara geografis desa ini berada pada berkisar ± 0 – 2meter dari
permukaan laut (dpl) .Secara Administratif desa Catur Rahayu berada di Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur Provinsi Jambi. Desa Catur Rahayu terdiri dari 30 RT dan 4 Dusun yang terbagi berdasrkan Blok dan Jalur yang telah ditentukan.
Sebagai desa yang merupakan desa Tramigrasi yang mayoritas penduduknya dari pulau Jawa maka adat budaya dan tradisi Desa Catur Rahayu cendrung kearah kebudayaan dan tradisi Jawa, sehingga mengakibatkan timbulnya berbagai tradisi tahunan yang berasal dari pulau jawa. Distribusi penduduk desa Catur Rahayu terbagi dalam 4 dusun yaitu:
1. Dusun I Blok 4 terdiri dari 4 (empat) RT
2. Dusun II Dusun Tengah terdiri dari 9 (Sembilan) RT 3. Dusun III Dusun Keman terdiri dari 8 (Delapan) RT 4. Dusun IV Dusun Kemang terdiri dari 9 (sembilan) RT
Kawasan pemukiman pusat meliputi lokasi Dusun Kemang yang meliputi RT 022 sampai dengan RT 30 merupakan konsentrasi kegiatan penduduk untuk desa ini. Kawasan pemukiman pusat atau disebut juga oleh masyarakat dengan lokasi ”Papatan” merupakan kawasan pemukiman penduduk yang berlokasi di pusat desa, dilalui oleh jalan utama desa yang menghubungkan desa ini dengan desa tetangga. Kawasan Pemukiman Dusun Blok 4, Dusun Tengah dan Dusun Keman merupakan kelompok pemukiman penduduk yang berlokasi di kawasan Areal pertanian dan perkebunan kalau dilihat dari pusat desa.
Beberapa penduduk di kawasan pemukiman pusat ini membuka toko kebutuhan Perkebunan, Pembangunan dan Pertanian. Di kawasan
masing-masing dusun terdapat Masjid , sumur umum (bor), bangunan sekolah terdapat di beberapa dusun, seperti Dusun Blok 4 terdapat Bangun PAUD dan SD, kemudian Dusun Tengah terdapat bangunan PAUD saja, Dusun Keman terdapat bangunan PAUD, MADIN dan SD, sedangkan Dusun Kemang sebagi pusat Desa terdapat bangunan PAUD, SD dan SMP. Komposisi penggunaan dan luas masing-masing penggunaan lahan di Desa Catur Rahayu tertera pada Tabel 9.
Tabel 9
Komposisi Penggunaan Lahan Desa Catur Rahayu
No Penggunaan Lahan Luas (ha)
1 Pemukiman 172
2 Perkebunan dan Sawaah 1.204
3 TKD 20
4 Tanah Gembala -
5 Tanah Bengkok -
6 Badan Air/Sungai dan Jalan 186
7 Lain-lain 668
Jumlah 2.250 Ha
Dokumentasi: Sumber Dari Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang
Kepemilikan lahan di Desa Catur Rahayu sudah cukup merata dalam artian bahwa semua masyarakat desa memiliki lahan yang cukup untuk usaha pengembangan pertanian pangan maupun perkebunan ditambah lagi dengan kepemilikan lahan yang cukup luas oleh beberapa orang di desa. Status kepemilikan lahan di desa kebanyakan berdasarkan hasil pembagian tranmigrasi, pembagian tanah perkembangan dan sedikit sekali yang merupakan hasil jual-beli.
B. TEMUAN KHUSUS DAN PEMBAHASAN
1) Upaya Orang Tua Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Membaca Al-Qur’an Anak Di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur
a) Memberikan Pujian, Hadiah, Perhatian Dan Kasih Sayang
Proses pendidikan merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan dan menumbuhkan seluruh aspek pribadi dalam mempersiapkan suatu kehidupan yang mulia dan berhasil dalam suatu masyarakat. Kegiatan belajar membaca Al-Qur‟an anak di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur dilaksanakan sudah hampir 3 tahun berdiri dan mendapat dukungan dari para orang tua juga guru dan para tokoh masyarakat setempat. Tujuan kegiatan pengajian tersebut adalah untuk meningkatkan kemampuan anak dalam membaca Al-Qur‟an.
Pengajian Qur‟an merupakan suatu kegiatan yang mempelajari Al-Qur‟an sebagai wahyu dari Allah SWT. Pengajian merupakan pendidikan non formal islam yang mempunyai kedudukan penting karena langsung berada di tengah-tengah masyarakat mereka mengikuti pengajian dan menerima ilmu.
Penanamaan ilmu agama kepada anak sejak dini akan menjadikan ilmu itu sebagai pengawasan diri dalam berbuat. Untuk itu pengajian sangat lah diperlukan dalam umat islam seperti yang dilakukan orang tua untuk meningkatkan motivasi belajar membaca Al-Qur‟an anak di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Berdasarkan hasil pengamatan peneliti di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur tentang Upaya Orang Tua Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Membaca Al-Qur‟an Anak Di Desa Catur Rahayu Kecamatan Dendang Kabupaten Tanjung Jabung Timur yaitu upaya orang tua ingin meningkatkan motivasi anak agar serius dan tidak main-main dalam belajar membaca Al-Quran.
Menanamkan kebiasaan baik dan benar kepada anak-anak seperti gemar membaca Al-Qur‟an dirumah adalah hal yang semestinya dilakukan oleh orang tua kepada anak-anak mereka sejak dini. Didesa Catur Rahayu orang tua membiasakan anak-anak mereka untuk menambah pengetahuan agama pada guru-guru ditempat pengajian atau pada orang tua itu sendiri. Dengan memberikan motivasi kepada anak untuk belajar membaca Al-Qur‟an di rumah atau di tempat pengajian akan membiasakan dan memotivasi anak untuk terus belajar Al-Qur‟an dengan baik dan benar. Berdasarkan hal ini para orang tua memberikan motivasi terhadap anak mereka untuk gemar membaca Al-Qur‟an dirumah dan ditempat pengajian dengan memberikan stimulus berupa Al-Qur‟an adalah kitab pembawa berkah, jadi harus rajin membacanya.
Pendidikan merupakan tanggung jawab orang tua , karena orang tua adalah pendidik utama dan pertama dalam keluarga. Untuk itu segala aktivitas yang dilakukan oleh anak seharusnya mendapatkan arahan, bimbingan serta motivasi dari orang tua, sebagaimana yang dikemukakan ketua RT 018 yaitu Bapak Asnari mengatakan:
“Sebagai orang tua hendaknya terus memberikan dukungan kepada aktivitas yang lakukan oleh anak. Apalagi lagi dalam belajar membaca Al-Quran yang merupakan dasar pendidikan agama pada anak untuk melangkah kependidkan selanjutnya, seperti Madrasah Ibtidaiyah dan lain sebagainya. Selain itu merupakan kewajiban umat islam untuk bisa membaca dan mempelajari Al-Qur‟an”(Wawancara 23 Agustus 2018).
Masalah motivasi memang sangat penting bagi seorang anak agar mereka rajin dan serius dalam belajar. Sebagai orang tua seyogyanya mereka memang harus terus meningkatkan motivasi kepada anak-anaknya agar giat dalam belajar, baik agama maupun ilmu-ilmu yang lain. Sebagai orang tua yang beragama islam sudah seharusnya memberikan motivasi kepada anak-anak untuk mempelajari
Al-Qur‟an. Sebagai mana yang diungkapkan oleh bapak Marzuki selaku tokoh masyarkat.
“ Orang tua adalah pendidik yang menanamkan nilai-nilai dan benih-benih pertama dalam diri anak dan dengan tingkah laku sehari-hari dari orang tua sangat mempengaruhi perasaan dan tingkah laku anak yang melihat hal tersebut, Sebab mereka identik untuk meniru hal yang diperbuat orang dewasa. Dengan demikian anak akan termotivasi untuk belajar cara membaca Al-Qur‟an. Jika orang tuanya ikut memberikan contoh kepada anak dirumah dengan sering membaca Al-Qur‟an”(Wawancara 23 Agustus 2018).
Kutipan diatas menjelaskan bahwa pendidik pertama bagi anak-anaknya adalah orang tua. Sikap dan tingkah laku dalam keluarga sangat mempengaruhi keimanaan pada anak. Prilaku yang baik atau keteladanaan didikan yang baik atau kurang baik didalam lingkungan keluarga dan masyarakat dan dapat mempengaruhi orang tua dalam menanamkan nilai keagamaan pada anak dikarenakan seorang anak sangat tergantung pada orang tuanya.
Bapak hendra mengatakan bahwa:
“Selaku orang tua kita harus bertanggung jawab terhadap anak-anak kita, baik itu dari segi fisiknya seperti menyediakan tempat tinggal, pakaian yang layak dan makanan, dari segi non fisik pun harus dipenuhi, masalah agama pun harus diperhatikan , khususnya dalam mempelajari Al-Qur‟an, orang tua harus menerapkan terhadap anaknya untuk belajar membaca Al-Qur‟an. Dan salah satu usaha yang saya lakukan agar anak saya bisa membaca Al-Qur‟an adalah dengan menyuruhnya mengaji di tempat pengajian. Dan menurut saya tempat pengajian ini letaknya sangat strategis karena dekat dengan rumah saya dan saya bisa mengawasi anak saya apakah dia benar-benar pergi mengaji atau tidak”(Wawancara 24 Agustus 2018).