• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bab 2 Landasan Teori

2.4 Teknik Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah memilih satu atau lebih diantara sekian banyak alternatif keputusan yang mungkin. Suatu keputusan dibuat dalam rangka untuk memecahkan permasalahan atau persoalan untuk mencapai tujuan yang akan dicapai. Keputusan bisa berulang kali dibuat secara rutin dan dalam bentuk persoalan yang sama sehingga mudah dilakukan.

Inti dari pengambilan keputusan ialah terletak dalam perumusan berbagai alternatif tindakan sesuai dalam perhatian dan dalam pemilihan alternatif yang tepat setelah suatu evaluasi (penilaian) mengenai efektifitasnya dalam mencapai tujuan yang dikehendaki pengambil keputusan. Salah satu komponen terpenting dari proses pembuatan keputusan adalah kegiatan pengumpulan data dari mana suatu apresiasi mengenai situasi keputusan dapat dibuat.

Apabila informasi yang cukup dapat dikumpulkan guna memperoleh suatu spesifikasi yang lengkap dari semua alternatif dan tingkat keefektifannya dalam situasi yang sedang dalam pembahasan.untuk dipilih sebagai pilihan yang tepat dalam penentuan alternatif. Proses pembuatan atau pengambilan keputusan sangatlah mudah, akan tetapi di dalam pengumpulan informasi yang mendukung dari alternatif tidak mudah karena mengingat terbatasnya waktu, dana, dan tenaga.

Pada dasarnya ada empat kategoti keputusan, yaitu : 1. Keputusan dalam keadaan ada kepastian ( certainty ).

Certainty jika semua informasi yang diperlukan untuk membuat keputusan diketahui

secara sempurna dan tidak berubah. 2. Keputusan dalam keadaan resiko ( risk ).

Dikatakan resiko jika informasi sempurna tidak tersedia, tetapi seluruh peristiwa yang akan terjadi beserta probabilitasnya tersedia.

Pengambilan keputusan dalam keadaan ketidakpastian menunjukkan suasana keputusan dimana probabilitas hasil potensial tidak diketahui ( tidak diperkirakan ). Dalam suasana ketidakpastian pengambil keputusan sadar akan hasil alternatif dalam bermacam-macam peristiwa ( kejadian ), namun pengambil keputusan tidak dapat menetapkan probabilitas peristiwa.

4. Keputusan dalam keadaan ada konflik ( conflick ).

Suasana konflik muncul jika ada kepentingan dua atau lebih pengambilan keputusan berada dalam keadaan situasi yang saling bertentangan. Satu pihak pengambil keputusan tidak hanya memikirkan pada tindakannya sendiri, tetapi juga tertarik pada tindakan lawannya.

2.4.1 Pilihan langsung

Salah satu cara yang umum digunakan dalam menentukan pilihan diantara dua alternatif yang ada adalah dengan membandingkan keduanya secara langsung, kemudian menentukan pilihan berdasarkan intuisi. Sebagian besar keputusan yang dibuat dalam kehidupan adalah berdasarkan intuisi. Manusia mempertimbangkan pilihan yang dihadapinya berdasarkan informasi yang telah dimilikinya dan sesuai dengan preferensinya terhadap resiko, untuk kemudian dengan menggunakan proses intuitif, dapat menuju suatu tindakan yang menunjukkan keputusan terbaik yang dipilhnya.

Berkenaan dengan intuisi, tidak dapat dijelaskan lebih lanjut tentang bagaimana mekanisme kerjanya, meskipun dapat sering dilihat bagaimana orang bertindak berdasarkan intuisi. Didalam kehidupan manusia sering membuat keputusan berdasarkan intuisi, seperti : rute mana yang akan dipilih kekampus, jam berapa akan bangun pagi, dan sebagainya. Pada kenyataannya memang tidak perlu mencari prinsip lain untuk mengganti intuisi tersebut dalam keputusan sehari-hari. Tetapi untuk hal yang besar yang membutuhkan pertangungjawaban kepada orang lain, akan diperlukan cara lain lebih baik untuk membuat keputusan.

Ciri utama intuisi adalah kenyataan bahwa logika dari intuisi tidak dapat ditelusuri secara rasional. Bila seorang direktur perusahaan mengambil keputusan berdasarkan intuisi, mungkin direktur perusahaan tersebut akan memilih bergabung dengan perusahaan X jika perusahaanya ingin bekerja sama. Meskipun mungkin keputusan tersebut adalah hasil

pemikiran yang cemerlang, tetapi keputusan tersebut tidak dapat dievaluasi. Tidak ada jalan atau alat analisa untuk memeriksa langkah demi langkah untuk menentukan apakah keputusan tersebut adalah suatu konsekuensi logis dari pilihan dari informasi yang tersedia. Contoh 1.

Seorang produsen ingin menambah jenis produksinya. Untuk maksud tersebut ada dua pilihan : pertama produk A, ia yakin staf engeneringnya mampu mempersiapkannya peralatan untuk produk A dengan pertimbangan keberhasilan 0,5. Produk kedua, memproduksi B dengan kemungkinan gagal 0,2. Jika produk A berhasil perusahaan akan memperoleh laba Rp. 200 juta, dan jika gagal akan rugi Rp. 20 juta. Sedangkan produk B, jika berhasil akan memperoleh laba Rp. 20 juta dan jika gagal akan rugi Rp. 2 juta. Karena keterbatasan dana, maka satu diantaranya yang akan diproduksi. Tentukan produksi mana sebaiknya yang akan diproduksi oleh perusahaan agar memperoleh keuntungan yang optimal.

Model keputusan ini dapat digambarkan dalam diagram keputusan seperti dibawah ini : Berhasil + Rp. 200 juta Produksi A 0,5 Gagal (0,5) - Rp. 20 juta Berhasil + Rp. 20 juta 0,8 Produk B Gagal - Rp. 2 juta 0,2

Gambar 2.4 Diagram keputusan pilihan langsung

Dari gambar 2.4 jelas sekali bahwa seandainya pemasaran produk A gagal, masih bisa memperoleh hasil penjualan sebesar Rp 20 juta, nilai ini sama dengan besarnya dengan berhasilnya pemasaran produk B. Ini berarti bahwa produk A mendominasi produk B, dengan demikian akan diputuskan untuk memilih produk A.

Pegambilan keputusan secara langsung dapat diterapkan untuk kejadian tak pasti yang sederhana. Tetapi bila kejadian tak pasti yang dilibatkan semakin rumit, sehingga penerapan pengambilan keputusan secara langsung tidak dapat atau sukar untuk dilakukan, maka cara yang sering digunakan adalah dengan menggunakan nilai ekspektasi sebagai dasar pemilihan.

Hasil yang dicerminkan dalam suatu distribusi kemungkinan dapat dinyatakan dalam harga rata-rata atau nilai ekpektasi, kemudian pembuat keputusan dapat memilih berdasarkan nilai ekpektasi yang tertinggi. Dengan kata lain, nilai ekpektasi adalah penjumlahan dari hasil kali probabilitas dengan kontribusinya ( dalam satuan mata uang ).

Contoh 2 :

Seseorang dihadapkan pada masalah penyimpanan uangnya, apakah dalam bentuk deposito atau pembelian saham. Keuntungan yang akan didapatnya bergantung pada laju pertumbuhan ekonomi. Laju pertumbuhan ekonomi meningkat dengan probabilitas 35% dan menurun 65%. Jika dipilih deposito, keuntungan adalah 250 juta rupiah pada saat pertumbuhan ekonomi meningkat dan 175 juta rupiah pada saat menurun. Jika dipilih membeli saham, keuntungan adalah 350 juta rupiah pada saat pertumbuhan ekonomi meningkat dan 125 juta rupiah pada saat menurun. Dengan menggunakan nilai harapan payoff terbesar, keputusan mana yang harus diambil?

Tabel 1.1 Tabel Keuntungan dan Probabilitas

Kejadian Probabilitas Laju Pertumbuhan Ekonomi

Tindakan Meningkat (0,35) Menurun (0,65)

Deposito 250 175

kejadian as probabilit P alternatif tindakan as probabilit a Value Expected EV P a EV i i n i i i = = = =

= / 1

Maka dapat dihitung nilai Expected Valuenya yaitu :

( ) ( )

( ) ( )

75 , 203 65 , 0 125 35 , 0 350

Dokumen terkait