• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.3 Teknik Pengambilan Sampel

Keterangan:

= Jumlah Sampel yang dicari N= Jumlah Populasi

℮= Nilai kelonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolelir

= 84 Orang Responden

3.3.3. Teknik Pengambilan Sampel

Pengambilan Sampel dilakukan dengan cara Probability Sampling yaitu teknik Pengambilan Sampel yang memberikan peluang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel.(Rusiadi, dkk, 2014) 3.4. Jenis dan Sumber Data

Jenis data terbagi dalam dua macam, yaitu :

43

a. Data primer adalah :penelitian yang langsung dilakukan terhadap objek yang diteliti dengan melihat langsung kegiatan yang telah dan sedang dilaksanakan.

b. Data sekunder yaitu :penelitian yang dilakukan dengan menghimpun data teoritis yang dapat diperoleh dengan membaca buku-buku, catatan kuliah, maupun tulisan-tulisan yang berhubungan dengan judul skripsi.

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dan informasi yang dibutuhkan, digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut :

a. Teknik wawancara. Wawancara (interview) yaitu Tanya jawab dengan cara mengadakan komunikasi langsung dengan pihak yang terkait untuk memperoleh data dan informasi yang diinginkan.

b. Angket (Quesioner), yaitu dengan membagikan daftar pertanyaan yang berisi pertanyaan-pertanyaan mengenai keberhasilan usaha dan KUR.

c. Observasi (Pengamatan) adalah melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian.

3.6. Teknik Analisa Data Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh atau hubungan variable bebas pemberian KUR dan modal sendiri terhadap pendapatan UMKM, maka akan digunakan metode regresi linear berganda dan analisis data menggunakan analisis regresi yang memanfaatkan hubungan antara dua variable atau lebih (Qudratullah, 2013:1).

Y= a + b1X1+ b2X2 + b3X3 + e Keterangan :

Y = Pendapatan UMKM (Rp) X1 = Pemberian KUR (Rp)

X2 = Modal Sendiri (Rp)

X3 = Jumlah tenaga kerja (orang) a = Konstanta

b1,2 = Koefisien regresi e = error

3.6.1. Uji Penyimpangan Asumsi Klasik

Ada beberapa permasalahan yang bias terjadi dalam model regresi linier, yang secara statistic permasalahan tersebut dapat mengganggu model yang telah ditentukan, bahkan dapat menyesatkan kesimpulan yang diambil dari persamaan yang terbentuk. Untuk itu perlu dilakukan uji penyimpangan asumsi klasik yang terdiri dari :

3.6.2 Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variable pengganggu atau residual memiliki distribusi normal (Erlina, 2008).

Data yang baika dalah data yang mempunyai pola seperti bentuk lonceng pada

45

diagram histogram. Uji normalitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Kolmogorov-Smirnov. Kriteria pengujian satu sampel menggunakan pengujian satu sisi yaitu dengan membandingkan probabilitas dengan tingkat signifikansi tertentu yaitu apabila nilai signifikan atau probabilitas < 0,05, maka distribusi data adalah tidak normal dan bila nilai signifikan atau probabilitas>

0,05, maka data terdistribusi secara normal (Ghozali, 2011).

3.6.3 Uji Multikolinieritas

Uji multikolinearitas adalah mendeteksi ada tidak nya hubungan antar variable bebas. Dalam model regresi tidak diperbolehkan ada hubungan signifikan antar variable bebas (Rusiadi, dkk, 2014). Jika terjadi korelasi antar variable independen maka akan ditemukan adanya masalah multikolinearitas. Suatu model regresi yang baik harus tidak menimbulkan masalah multikolinieritas. Untuk itu diperlukan uji multikolinieritas terhadap setiap data variable bebas yaitu dengan:

1. Melihat angka collinearity statistics yang ditunjukkan oleh Nilai Variance inflation Factor (VIF). Jika angka VIF < 10, maka variable bebas yang ada

memiliki masalah multikolinieritas.

2. Melihat nilai tolerance pada output penilaian multikolinieritas yang tidak menunjukkan nilai > 0,1 akan memberikan kenyataan bahwa tidak terjadi masalah multikolinieritas.

3.6.4 Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedastitas adalah mendeteksi sifat korelasi antar variable bebas dengan residual. Model regresi yang baik harus ditunjukkan bahwa variable bebas

tidak berkorelasi dengan nilai residual (Rusiadi, dkk, 2014). Uji heterokedastisitas dilakukan dengan melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik Scatterplot antara SRESID (Y) dan ZPRED (X). Dasar analisisnya dapat dilihat :

a) Jika titik-titik yang membentuk pola yang teratur (bergelombang, melebar kemudian memyempit) maka mengidentifikasikan telah terjadi heterokedastisitas.

b) Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y maka tidak terjadi heterokedastisitas.

3.6.5. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis bertujuan untuk mengetahui apakah jawaban sementara terhadap suatu masalah yang dimaksud sebagai tuntunan dalam penelitian yang telah dikemukakan sebelumnya adalah benar dan mencari jawaban sesunguhnya (Sugiyono, 2013:36).

Dalam analisa regresi berganda ada 3 jenis kriteria ketepatan, yaitu :

1. Uji signifikan individual (uji-t). Dilakukan untuk menguji setiap variable bebas (X1, dan X2) apakah ada pengaruh positif atau signifikan terhadap variable terikat (Y). nilai uji t statistik akan dibandingkan dengan nilai t table dengan tingkat kesalahan α = 5 %.

Kriteria uji yang digunakan : Ho diterima bila t hitung> t tabel

47

2. Uji signifikan simultan (uji-F). Dilakukan untuk menguji secara bersama variable bebas (X1 dan X2) apakah ada pengaruh positif atau signifikan terhadap variable terikat (Y). nilai uji t statistic akan dibandingkan dengan nilai F table dengan tingkat kesalahan α = 5 %.

Kriteria uji yang digunakan : Ho diterima bila F hitung> F tabel

3. Pengujian koefisien Determinan (R²). Determinan digunakan untuk melihat seberapa besar pengaruh variable bebas terhadap variable terikat. Dengan kata lain koefisien determinan digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh variable bebas terhadap variable terikat. Koefisien determinant (R) berkisar antara nol sampai dengan satu (0 < R < 1). Hal ini berarti bila R = 0 menunjukkan tidak adanya pengaruh variable bebas terhadap variable terikat dan bila R mendekati 1 menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variable bebas terhadap variable terikat.

3.7. Definisi Operasional Variabel Penelitian

1. Pemberian KUR adalah pemberian kredit usaha rakyat yang diterima pelaku UMKM untuk kegiatan usahanya (Rupiah)

2. Modal sendiri adalah uang yang dimiliki pelaku UMKM untuk kegiatan usahanya (Rupiah)

3. Jumlah tenaga kerja adalah jumlah tenaga kerja pelaku UMKM dalam menghasilkan produksi (orang)

4. Pendapatan adalah pendapatan bersih yang diterima UMKM dalam mengelola usahanya (Rupiah).

4.1. Pengaruh KUR, Modal Sendiri dan Jumlah Tenaga Kerja terhadap Pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas

Pengujian untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplasdilakukan dengan analisis regresi berganda. Analisis regresi dilakukan untuk mengetahui kekuatan dan arah hubungan antara variabel dependen yaitu pendapatan UMKM dengan variabel independen : faktor KUR, modal sendiri dan jumlah tenaga kerja.

4.2. Uji Asumsi Klasik 4.2.1. Uji Normalitas

Uji normalitas menguji apakah dalam model regresi, variabel independen dan variabel dependen, keduanya terdistribusikan secara normal atau tidak, maka pengujian ini menggunakan analisis statistik. Normalitas data dalam penelitian dilihat dengan cara memperhatikan penyebaran data (titik) pada Normal PPlot of Regression Standardized Residual dari variabel terikat. Persyaratan dari uji

normalitas data adalah jika data menyebar di sekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan/atau tidak mengikuti garis diagonal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

49

Hasil Uji Normalitas faktor – faktor yang mempengaruhi Pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Berdasarkan hasil pengolahan data, seperti terlihat pada Gambar 4.1. di peroleh hasil bahwa semua data berdistribusi secara normal dan tidak terjadi penyimpangan, sehingga data yang dikumpulkan dapat diproses dengan metode-metode selanjutnya. Hal ini dapat dibuktikan dengan memperhatikan sebaran data yang menyebar disekitar garis diagonal pada “Normal P-Plot of Regresion Standardized Residual” sesuai gambar di atas, sehingga dapat dikatakan bahwa

model regresi dalam penelitian ini berdistribusi normal.

Uji statistik yang dapat digunakan untuk menguji normalitas residual antara lain adalah uji statistik non parametrik Kolmogorov-Smirnov (K-S). Uji K-S dilakukan dengan membuat hipotesis :

Ho : Data residual tidak berdistribusi normal Ha : Data residual berdistribusi normal

Ho diterima apabila nilai signifikansi (Asymp.Sig) < 0,05 Ha diterima apabila nilai signifikansi (Asymp.Sig) > 0,05

Tabel 4.1.

Kolmogorov – Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 84

Normal Parametersa,b Mean .0000000

Std. Deviation 2.24891438

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Hasil uji statistik pada Tabel 4.1. menunjukkan bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Z sebesar 0,954 dan signifikansinya pada 0,323 dan nilainya di atas α = 0,05 (Asymp.Sig = 0,323 > 0,05) sehingga hipotesis Ha diterima yang berarti data residual berdistribusi normal.

4.2.2 Multikolinieritas

Uji multikolinieritas dilakukan untuk menguji apakah pada model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem Multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen. Pengujian ada tidaknya gejala multikolinearitas dilakukan dengan memperhatikan nilai matriks korelasi yang dihasilkan pada saat pengolahan data serta nilai VIF (Variance

51

Inflation Factor) dan Tolerance-nya. Nilai dari VIF yang kurang dari 10 dan

tolerance yang lebih dari 0,10 maka menandakan bahwa tidak terjadi adanya gejala multikolinearitas. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model regresi tersebut tidak terdapat problem multikolinieritas.

Tabel 4.2.

Hasil Analisis Uji Asumsi Multikolinearitas

Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

KUR .583 1.715

Modal Sendiri .539 1.856

Tenaga Kerja .891 1.122

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Hasil analisis diperoleh bahwa nilai VIF dan tolerance sebagai berikut : a. Variabel KUR (X1) mempunyai nilai VIF sebesar 1,715 dan tolerance sebesar

0,583

b. Variabel Modal sendiri (X2) mempunyai nilai VIF sebesar 1,856 dan tolerance sebesar 0,539

c. Variabel Jumlah tenaga kerja (X3) mempunyai nilai VIF sebesar 1,122 dan tolerance sebesar 0,891.

Dari ketentuan yang ada bahwa jika nilai VIF < 10 dan tolerance> 0,10 maka tidak terjadi gejala multikolinearitas dan nilai-nilai yang didapat dari perhitungan adalah sesuai dengan ketetapan nilai i. VIF dan tolerance, dan dari hasil analisis di atas dapat diketahui nilai toleransi semua variabel independen

kurang dari 10 maka dapat disimpulkan bahwa variabel independennya tidak terjadi multikolinieritas sehingga model tersebut telah memenuhi syarat asumsi klasik dalam analisis regresi.

4.2.3 Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain.

Untuk mendeteksi ada tidaknya heteroskedastisitas dapat dilakukan dengan melihat grafik scatterplots.

Hasil Uji Heteroskedastisitas faktor – faktor yang mempengaruhi Pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit SimpangAmplas

Sumber : Data Primer Diolah : 2019

Hasil analisis dengan menggunakan program SPSS di atas dapat diketahui bahwa titik-titik yang menyebar secara acak baik di atas maupun dibawah angka nol, pada sumbu Y serta tidak membentuk pola atau kecenderungan tertentu pada diagram plot, sehingga dapat mengidentifikasikan tidak terjadi adanya heteroskedastisitas dan model regresi tersebut layak digunakan untuk

53

memprediksi pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

Jadi dapat disimpulkan secara keseluruhan bahwa model regresi yang memenuhi syarat uji asumsi klasik.

Uji Glesjer mengusulkan untuk meregres nilai absolute residual terhadap variable independen (Ghozali, 2005). Adapun hasil uji glesjer terdapat pada Tabel 4.3 berikut ini. Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Hasil yang terlihat menunjukkan koefisien parameter untuk variabel independen tidak ada yang signifikan yaitu Pemberian KUR = 0,724 > α = 0,05, Modal sendiri = 0,057 > α = 0,05, dan jumlah tenaga kerja = 0,052 > α = 0,05.

Maka dapat disimpulkan model regresi tidak terdapat heteroskedastisitas.

4.3. Uji Hipotesis

4.3.1. Hasil Uji Koefisien Determinasi ( R2 )

Koefisien determinasi digunakan untuk menguji goodness-fit dari model regresi yang dapat lihat dari nilai R Square. Untuk mengetahui pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas yang disebabkan beberapa

faktor antara lain : Pemberian KUR, modal sendiri, dan jumlah tenaga kerja dapat dilihat melalui besarnya koefisien determinasi.

Tabel 4.4.

a. Predictors: (Constant), Pemberian KUR, Modal Sendiri, Jumlah Tenaga Kerja b. Dependent Variable: Pendapatan

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Hasil perhitungan nilai R Square adalah 0,768. Hal ini berarti 76,8 persen pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas dapat dijelaskan oleh variabel independen (Pemberian KUR, modal sendiri, dan jumlah tenaga kerja) di atas, sedangkan sisanya yaitu 23,2 persen dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak diikutsertakan dalam penelitian ini.

4.3.2. Hasil Uji Simultan (Uji F)

Uji pengaruh simultan digunakan untuk mengetahui apakah variabel independent secara bersama-sama atau simultan mempengaruhi variabel dependent. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 4.5.

Tabel. 4.5.

a. Predictors: (Constant), Pemberian KUR, Modal sendiri, Jumlah Tenaga Kerja b. Dependent Variable: Pendapatan

Sumber : Data Primer Diolah, 2019

55

Uji statistik secara simultan dengan tingkat probabilitas 0,000, dengan demikian dapat disimpulkan P = 0,000 < α = 0,05, yang berarti Ha diterima. Ini berarti bahwa variabel independen (pemberian KUR, modal sendiri, dan jumlah tenaga kerja) signifikan dalam menjelaskan pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

4.3.3. Hasil Uji Parsial (Uji-t)

Pada uji statistik secara parsial dengan nilai t kritis (critical value) pada df = (n-k), dimana n adalah jumlah sampel dan k adalah jumlah variabel independen termasuk konstanta. Untuk menguji koefisian regresi parsial secara individu dari masing-masing variabel bebas dapat dilihat pada Tabel 4.6

Tabel 4.6. Sumber : Data Primer Diolah, 2019

Pada Tabel 4.6. tersebut, uji statistik t diperoleh, sebagai berikut :

1. Variabel Pemberian KUR dengan tingkat probabilitas 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan P = 0,000 < α = 0,05, tolak hipotesis Ho dan terima hipotesis Ha yang menyatakan Pemberian KUR berpengaruh positif

dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

2. Variabel modal sendiri dengan tingkat probabilitas 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan P = 0,000 < α = 0,05, tolak hipotesis Ho dan terima hipotesis Ha yang menyatakan modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

3. Variabel jumlah tenaga kerja dengan tingkat probabilitas 0,000. Dengan demikian dapat disimpulkan P = 0,000 < α = 0,05, tolak hipotesis Ho dan terima hipotesis Ha yang menyatakan jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM . Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas

Berdasarkan Tabel 4.6. dan uraian di atas maka dengan demikian dapat disusun persamaan regresi berganda sebagai berikut :

Y= 0,562 + 0,049 X1 + 0,033 X2 + 1,241 X3

Model persamaan regresi berganda tersebut bermakna :

1. Nilai konstanta sebesar 0,562 artinya apabila variabel independen (Pemberian KUR, modal sendiri, dan jumlah tenaga kerja) dianggap konstan, maka pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplassebesar Rp.

0,562 juta.

2. Variabel Pemberian KUR berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM dengan nilai koefisien sebesar 0,049, artinya setiap penambahan Rp. 1 juta

57

variabel Pemberian KUR akan menaikkan pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplassebesar Rp. 0,049 juta.

3. Variabel Modal sendiri berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM dengan nilai koefisien sebesar 0,033, artinya setiap penambahan Rp. 1 juta variabel modal sendiri akan menaikkan pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplassebesar Rp. 0,033 juta.

4. Variabel Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif terhadap pendapatan UMKM dengan nilai koefisien sebesar 1,241, artinya setiap penambahan 1 orang variabel jumlah tenaga kerja akan menaikkan pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplassebesar Rp. 1,241 juta.

4.4. Pembahasan

Pemberian KUR dan modal sendiri yang digunakan pelaku UMKM berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas. Hasil ini sesuai dengan teori Cobb-douglas yang menyatakan bahwa output produksi dipengaruhi oleh modal. Hasil ini menunjukkan bahwa dengan modal yang tinggi maka akan meningkatkan jumlah hasil produksi, karena dalam proses produksi dibutuhkan biaya-biaya yang digunakan untuk pembelian bahan, peralatan dan membayar gaji karyawan.

Menurut Ashari dalam Utari dan Dewi (2014), modal adalah faktor yang mempunyai peran cukup penting dalam proses produksi, karena modal diperlukan ketika pengusaha hendak mendirikan perusahaan baru atau untuk memperluas usaha yang sudah ada, tanpa modal yang cukup maka akan berpengaruh terhadap

kelancaran usaha, sehingga akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh.

Sesuai dengan karakteristik skala usahanya, UMKM tidak memerlukan modal dalam jumlah yang terlalu besar.

Hasil penelitian tersebut di atas sejalan dengan hasil penelitian Utari dan Dewi (2014) membuktikan bahwa modal secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM di kawasan Imam Bonjol Denpasar Barat.

Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas. Hasil ini menunjukkan semakin meningkat jumlah tenaga kerja maka pendapatan pelaku UMKM akan meningkat. Hasil ini sesuai dengan teori Cobb-douglas yang menyatakan bahwa output produksi dipengaruhi oleh tenaga kerja. Menurut pelaku UMKM bahwa jumlah tenaga kerja sangat berpengaruh terhadap banyaknya hasil produksi karena dalam proses produksi masih menggunakan mesin manual jadi lebih banyak membutuhkan tenaga kerja.

Mulyadi (2003) mengemukakan bahwa tenaga kerja adalah penduduk dalam usia kerja (berusia 15-64 tahun) atau jumlah seluruh penduduk dalam suatu negara yang dapat memproduksi barang dan jasa jika ada permintaaan terhadap tenaga mereka,dan jika mereka mau berpartisipasi dalam aktivitas tersebut. Machfudz (2007) menyatakan bahwa faktor produksi tenaga kerja merupakan faktor produksi yang penting untuk diperhatikan dalam proses produksi dalam jumlah yang cukup, bukan saja dilihat dari tersedianya lapangan kerja tetapi juga kualitas dan macam tenaga kerja. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian Tohar

59

(2003) yang menyimpulkan bahwa pendapatan pedagang sektor informal dipengaruhi secara signifikan oleh variabel tenaga kerja.

1. Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

2. Modal sendiri berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

3. Jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

4. Secara bersama pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR), modal sendiri, dan jumlah tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas.

5.2. Saran

1. UMKM Debitur Bank BRI Unit Simpang Amplas perlu diberdayakan, hal ini disebabkan pelaku UMKM dapat mengurangi pengangguran.

2. Pemerintah perlu memberikan modal pinjaman dan pelatihan bagi pelaku UMKM untuk dapat mengelola usahanya agar dapat berkembang.

3. Pemerintah dapat mempermudah proses perizinan pelaku UMKM, hal ini disebabkan tanpa memiliki bukti legalisasi usaha berupa surat izin usaha mikro kecil (UMK) pelaku UMKM tidak bias mendapatkan perlakuan khusus dari perbankan ketika hendak mengajukan permodalan seperti kredit usaha rakyat (KUR).Legalitas badan usaha pelaku UMKM dapat mempermudah akses pasar dan permodalan.

61

4. Perlu adanya kebijakan Pemerintah dalam memberikan dukungan infrastruktur untuk kegiatan pelaku UMKM dengan menyediakan sarana dan prasarana pasar, teknologi informasi dan permodalan.

Kasus KPUM Di Kelurahan Pekunden, Kecamatan Semarang Tengah).

Semarang: UNDIPhttp://eprints.undip.ac.id/35806/1/AFIFAH.pdf

Ananda, R. dan T. Rafida,(2016). Pengantar Kewirausahaan, Medan : Perdana Publishing.

Badan Pusat Statistik (BPS), (2011). Berita Resmi Statistik UKM.

http://www.scribd.com/doc/16888581/Berita - Resmi - Statistik- Ukm.

Erliah,(2007). Pengaruh Persaingan, Promosi, Dan Keunikan Produk Terhadap Keberhasilan Usaha ( Studi Pada Perajin Batik Desa Trusmi Kulon Kecamatan Plered Kabupaten Cirebon ). Skripsi. UPI.

Fiddinilla, A,(2017).Pengaruh Modal Sendiri dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) terhadap Tingkat Pendapatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surakarta (Studi Kasus pada Bank Syariah Mandiri Kantor Cabang Pasar Kliwon Surakarta).Skripsi. Jurusan Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Institut Agama Islam Negeri Surakarta.

Ghozali, Imam,(2007). Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS.

Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Semarang.

Gustika, R,(2016).Pengaruh Pemberian Kredit Usaha Rakyat terhadap Pendapatan Masyarakat Ladang Panjang Kecamatan Tigo Nagari Kabupaten Pasaman (Studi Kasus Masyarakat Pemilik UKM).e-Jurnal Apresiasi Ekonomi, Vol 4 (2) : 107 - 115.

Haryadi, (2010). Profil dan Permasalahan UMKM di Provinsi Jambi. https://

haryadikamal.files.wordpress.com/2010/07/profil-umkm-di-provinsi-jambi.

Hidayat. I,P.. dan A. R. Fadillah,(2011). Pengaruh Penyaluran Kredit Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan Pendapatan Operasional terhadap Laba Operasional.http://imanph.files.wordpress.com.

Ismail, (2010). Manajemen Perbankan: Dari Teori Menuju Aplikasi,Jakarta : Prenadamedia Group

Kasmir,(2009). Dasar-dasar Perbankan, Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada. Kasmir,(2012). Analisis Laporan Keuangan, Jakarta : Rajawali Pers.

64

Kasmir, (2010). Pengantar Manajemen Keuangan, Edisi I, Cetakan Kedua, Jakarta : Kencana.

KementerianKeuangan BerdasarkanKeputusan Menteri Keuangan Nomor 316/KMK 016/1994

Latief, Jamil,(2017). Buku Ajar Kewirausahaan (Kiat Sukses Menjadi Wirausaha). https://bahanajar.uhamka.ac.id/wp-content/uploads/2017/11/2.-BUKU-AJAR-KEWIRAUSAHAAN.pdf

Neddy, R,(2006). Memeta Potensi Dan Karakteristik Umkm bagi Pertumbuhan Usaha Baru.Infokop Nomor .29.

Nugroho, Agus E,(2016). Komersialisme Kredit Usaha Rakyat Untuk Pemberdayaan UMKM di Indonesia,Jakarta: LIPI Press.

Pasal 2 Undang -Undang Nomor 20 Tahun 2008

Qudratullah, M.F,(2013).Analisis Regresi Terapan. Teori, Contoh Kasus, dan Aplikasi dengan SPSS, Yogyakarta : Andi

Rusiadi., N. Subinatoro dan R. Hidayat, (2014). Metode Penelitian. Manajemen, Akuntansi dan Ekonomi Pembangunan. Konsep, Kasus dan Aplikasi SPSS, Eviews, Amos dan Lisrel, Medan: USU Press

Suhardjono,(2006). Akuntansi Perbankan, Jakarta : Salemba Empat

Sukirno, Sadono,(2005). Mikroekonomi teori pengantar, Jakarta : PT.Raja Grafindo Persada.

Susanto, Azhar, (2004). Sistem Informasi Akuntansi: Konsep dan Pengembangannya, Indonesia, Lingga Jaya.

Standar Akuntansi Keuangan Nomor 23 (2004)

Sugiyono,(2003). Statistik Nonparametris Untuk Peneltian, Bandung , Alfabeta.

Suryana,(2011).Kewirausahaan Pedoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju Sukses, Jakarta, Salemba Empat.

Sutrisno, J. dan S. Lestari,(2006). “Kajian Usaha Mikro Indonesia”,Jurnal Pengkajian Koperasi dan UKM, Nomor 2 (1) : 13-25.

Syamsuddin, (2016). “Analisis Pemberian Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bank BRI terhadap Kinerja Usaha Kecil di Kota Makassar”,.Jurnal Riset Unbos Makassar, Vol. 1 (007) : 103-116.

Tambunan, T. (2012). Usaha Kecil dan Menengah di Indonesia : Beberapa IsuPenting, Salemba Empat, Jakarta.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008tentang Usaha Mikro Kecil dan Menengah.

Veithzal, Rivai. (2006). Credit Manajemen Handbook. Jakarta: PT.Raja Grafindo Persada.

Wijaya, Denda. (2001). Manajemen Perbankan. Jakarta : Ghalia Indonesia www.depkop.go.id

http://kur.ekon.go.id/maksud-dan-tujuan

KEMENTERIAN RISET, TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI TJMVERSITAS SUMATERA UTARA

FAKULTAS EKONOMI DAN BISMS

Telepon.(061 ) 822542t, 8Z!B53Z, B2t454S Far (061 ) tltgs3lz

:

Permohonan Research / Survey Kepada Yth,

Dekan Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Universitas Sumatera Utara di Medan, mengharapkan bantuan Saudara kepada mahasiswa kami:

Nama

Pengelolaan Pemberian Pinjaman Kredit Usaha Rakyat ( KUR) Pada Bank BRI Unit Simpang Amplas Terhadap pendapatan UMKM

X

?

AUG ?CIl$

Untuk diberi izin Research / Survey di lnstansi / Perusahaan yang Saudara pimpin. Hal ini

Untuk diberi izin Research / Survey di lnstansi / Perusahaan yang Saudara pimpin. Hal ini