BAB III METODE PENELITIAN
H. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data adalah tindakan yang diambil dengan melaksanakan perlakuan terhadap yang telah dikumpulkan di lapangan.40 Secara
metodologis statistik, pengolahan data dilakukan dengan langkah-langkah berikut41,42 :
a. Memeriksa Data (Editing)
Proses editing adalah memeriksa data yang telah dikumpulkan dan memastikan bahwa seluruh data yang dibutuhkan telah lengkap.
Editing dilakukan untuk memudahkan peneliti dalam pengolahan data dan langkah-langkah selanjutnya. Peneliti melakukan pemeriksaan terhadap kuesioner yang telah diisi oleh responden secara langsung.
b. Memberikan Kode (Coding)
Coding adalah mengklasifikasikan dengan memberikan kode pada jawaban-jawaban dari responden. Tujuan pemberian kode adalah memudahkan memasukkan data dan menganalisanya. Pemberian kode pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Pada kuesioner pengetahuan Benar : 1
Salah : 2
2) Pada kuesioner sikap
Favourable (pernyataan positif) Sangat Setuju : 1
Setuju : 2
Tidak Setuju : 3 Sangat Tidak Setuju : 4
Unfavourable (pernyataan negatif) Sangat Setuju : 4
Setuju : 3
Tidak Setuju : 2 Sangat Tidak Setuju : 1 3) Pada kuesioner praktik
Favourable (pernyataan positif)
Selalu : 1
Sering : 2
Jarang : 3
Tidak pernah : 4
Unfavourable (pernyataan negatif)
Selalu : 4
Sering : 3
Jarang : 2
c. Menyusun Data (Tabulating)
Tabulating adalah pengorganisasian bentuk data untuk disajikan serta dianalisa.
2. Analisa Data
Analisa data merupakan proses menentukan besarnya pengaruh secara kuantitatif antara suatu kejadian dengan kejadian lainnya. Penelitian ini menggunakan analisis univariat. Analisis univariat merupakan metode analisis yang digunakan hanya untuk mengukur satu variabel untuk n sampel. Analisis univariat ini bertujuan menjelaskan atau mendeskripsikan variabel penelitian.42,43 Analisa distribusi frekuensi data disajikan dalam
bentuk tabel. I. Etika Penelitian
Penelitian dilakukan beberapa di bengkel kendaraan bermotor AHASS di Kota Semarang dengan mempertimbangkan beberapa etika penelitian berikut43 :
1. Autonomy
Peneliti tidak memaksa responden untuk berpartisipasi dalam penelitian ini. Peneliti meminta kesediaan kepada para teknisi untuk berpartisipasi secara sukarela. Calon responden dapat menolak menjadi responden apabila tidak bersedia.
2. Informed Consent
Informed consent adalah bentuk persetujuan tertulis responden bahwa telah bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Informed consent diberikan sebelum penelitian dilaksanakan. Informed consent yang telah
ditandatangani oleh responden menjadi bukti kesediaan berpartisipasi dalam penelitian ini.
3. Anonimity
Anonimity adalah tidak menuliskan nama saat pengisian kuesioner untuk menjaga kerahasiaan identitas responden. Responden cukup menuliskan inisial nama pada kuesioner yang telah disediakan.
4. Confidentiallity
Confidentiallity adalah keadaan di mana peneliti harus menjamin kerahasiaan data-data penelitian, baik informasi yang telah didapatkan atau masalah-masalah lainnya. Data responden hanya diberikan untuk kepentingan penelitian. Peneliti menjelaskan kepada responden mengenai data yang akan dirahasiakan seperti identitas dan data yang tidak dirahasiakan seperti hasil data hasil penelitian.
DAFTAR PUSTAKA
1. Badan Pusat Statistik. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi: Mei 2017 (edisi ke-87). Jakarta: Badan Pusat Statistik; 2017.
2. Ayuningtyas D. Pengelolaan Limbah B3 Bengkel Kendaraan Bermotor Roda Empat di Kecamatan Tegalsari Surabaya. Tesis. Fakultas Teknik Institut Teknologi Surabaya, 2012.
3. Hidayat N & Wahyuni I. Kajian Keselamatan dan Kesehatan Kerja Bengkel di Jurusan Pendidikan Teknik Sipil dan Perencanaan Fakultas Teknik UNY. Jurnal Pendidikan Teknologi dan Kejuruan. Mei 2016; 23(1): 51-66.
4. Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Jumlah Kecelakaan Kerja di Indonesia Masih Tinggi [internet]. Jakarta: Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan; 2016 [terakhir diperbarui pada 11 Januari 2016; diakses pada 30 Mei 2017]. Dari: http://www.bpjsketenagakerjaan.go.id/berita/5769/Jumlah-kecelakaan-kerja-di-Indonesiamasih-tinggi.html
5. International Labour Organization. Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Tempat Kerja: Sarana untuk Produktivitas. Jakarta: International Labour Organization; 2013.
6. Hasan W. Pencegahan Keracunan Timbal Kronis Pada Pekerja Dewasa dengan Suplemen Kalsium. Makara Kesehatan. Juni 2012; 16(1): 1-8. 7. Nawrot TS & Staessen JA. Low-level Environmental Exposure to
Lead Unmasked as Silent Killer. Circulation. 2006; 114: 1347-1349. DOI: 10.1161/CIRCULATIONAHA.106.650440
8. Roncal C, Mu W, Reungjui S, Kim KM, Henderson GN, Ouyang X, Nakagawa T, & Johnson RJ. Lead, at Low Levels, Accelerates Arteriolopathy and Tubulointerstitial Injury in Chronic Kidney Disease. Am J Physiol Renal Physiol. Oktober 2007; 293(4): F1391-F1396. DOI: 10.1152/ajprenal.00216.2007
9. Lin JL, Lin-Tan DT, Li YJ, Chen KH, & Huang YL. Low Level Environmental Exposure to Lead and Progressive Chronic Kidney Diseases. The American Journal of Medicine. Agustus 2006; 119(8): 707.e1-707.e9. DOI: 10.1016/j.amjmed.2006.01.005
10. Sudarmaji, Mukono J, & Corie IP. Toksikologi Logam Berat B3 dan Dampaknya Terhadap Kesehatan. Jurnal Kesehatan Lingkungan, 2(2), Januari 2006, 129-142.
11. Sentra Informasi Keracunan Nasional. Waspada Terhadap Bahaya Paparan Bensin [internet]. Jakarta: Sentra Informasi Keracunan Nasional; diakses pada 19 Mei 2017. Dari: http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/bensin.pdf
12. Sentra Informasi Keracunan Nasional. Bahaya Pelumas [internet]. Jakarta: Sentra Informasi Keracunan Nasional; diakses pada 19 Mei 2017. Dari: http://ik.pom.go.id/v2016/artikel/pelumas.pdf
13. Kelompok Teknologi Pengelolaan Air Bersih dan Limbah Cair. Pengolahan Limbah Industri Bengkel Kendaraan Bermotor [internet]. Jakarta: Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi; diakses pada 19 Mei 2017. Dari: http://kelair.bppt.go.id/
14. Jumaa P. Hand Hygiene: Simple and Complex. International Journal of Infectious Diseases. Mei 2004; 9: 3-14. DOI: 10.1016/j.ijid.2004.05.005
15. Purwandari R, Ardiana A, & Wantiyah. Hubungan Antara Perilaku Mencuci Tangan Dengan Insiden Diare Pada Anak Usia Sekolah Di Kabupaten Jember. Jurnal Keperawatan. Juli 2013; 4(2): 122-130. 16. Arbogast JW, Schiltz LM, Jarvis WR, Hagen AH, Hughes J, & Parker
A. Impact of a Comprehensive Workplace Hand Hygiene Program on Employer Health Care Insurance Claims and Costs, Absenteeism, and Employee Perceptions, and Practices. Journal of Occupational and Environmental Medicine. Juni 2016; 58(6): 231-240. DOI: 10.1097/JOM.0000000000000738
17. Borchgevink CP, Cha JM, & Kim SH. Hand Washing Practices in a College Town Environment. Journal of Environment Health. April 2013; 75(8): 18-24.
18. Burton M, Cobb E, Donachie P, Judah G, Curtis V, & Schmidt WP. The Effect of Handwashing with Water or Soap on Bacterial Contamination of Hands. International Journal of Environmental Research and Public Health. Januari 2011; 8: 97-104. DOI: 10.3390/ijerph8010097
19. Desiyanto FA & Djannah SN. Efektivitas Mencuci Tangan Menggunakan Cairan Pembersih Tangan Antiseptik (Hand Sanitizer) Terhadap Jumlah Angka Kuman. Kesmas. September 2013; 7(2): 75-82.
20. Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta; 2012.
21. Gunarsah SD. Psikologi Praktis: Anak, Remaja, dan Keluarga. Jakarta: EGC; 2004.
22. Herijulianti E, Indriani TS, & Artini S. Pendidikan Kesehatan Gigi. Jakarta: EGC; 2002.
23. Yuliani. Studi Persepsi dan Preferensi Mahasiswa Unika Soegijapranata yang Indekost di Karangrejo dan Tinjomoyo terhadap Produk Ikan dan Daging Kalengan. Skripsi. Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Katolik Soegijapranata, 2006.
24. Barata AA. Dasar-dasar Pelayanan Prima. Jakarta: Elex Media Komputindo; 2003.
25. Porche DJ. Public and Community Health Nursing Practice: A Population-Based Approach. California: Sage Publications; 2004. 26. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pusat Data dan Informasi:
Perilaku Mencuci Tangan Pakai Sabun di Indonesia. Jakarta: Kemenkes RI; 2014.
27. World Health Organization. WHO Guidelines on Hand Hygiene in Health Care: First Global Patient Safety Challenge. Switzerland: WHO Press; 2009.
28. Pusat Promosi Kesehatan. 10 Pesan Hidup Sehat Dalam Kedaruratan. Jakarta: Pusat Promosi Kesehatan Kemenkes RI; 2012.
29. Talaat M, Afifi S, Dueger E, El-Ashry N, Marfin A, Kandeel A, Mohareb E, & El-Sayed N. Effects of Hand Hygiene Campaigns on Incidence of Laboratory-confirmed Influenza and Absenteeism in Schoolchildren, Cairo, Egypt. Emerging Infectious Disease. April 2011; 17(4): 619-625.
30. Blanche MT, Durrheim K, & Painter D. Research in Practice: Applied Methods for the Social Sciences. Second Edtition. Cape Town: University of Cape Town Press; 2006.
31. Sim J & Wright C. Research in Health Care: Concepts. Designs, and Methods. Cheltenham: Stanley Thornes; 2000.
32. Rachmat M. Buku Ajar Biostatistika: Apliaksi pada Penelitian Kesehatan. Jakarta: EGC; 2012.
33. Muharto & Ambarita A. Metode Penelitian Sistem Informasi: Mengatasi Kesulitan Mahasiswa dalam Menyusun Proposal Penelitian. Yogyakarta: Deepublish; 2016.
34. Oktavia N. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah. Yogyakarta: Deepublish; 2015.
35. Martono N. Metode Penelitian Kuantitatif: Analisis Isi dan Analisis Data Sekunder. Jakarta: Raja Grafindo Persada; 2014.
36. Korompis GEC. Biostatistika Untuk Keperawatan. Jakarta: EGC; 2015.
37. Setiadi. Konsep dan Penulisan Riset Keperawatan. Edisi ke-2. Yogyakarta: Graha Ilmu; 2013.
38. Kusnendi. Model-model Persamaan Struktural. Bandung: Alfabeta; 2008.
39. Stevens P, Schade A, Chalk B, & Slevin O. Pengantar Riset: Pendekatan Ilmiah untuk Profesi Kesehatan. Jakarta: EGC; 2006. 40. Siregar S. Statistika Deskriptif untuk Penelitian: Dilengkapi dengan
Perhitungan Manual dan Aplikasi SPSS Versi 17. Jakarta: Rajawali Pers; 2014.
41. Joeharno M & Zamli. Analisis Data dengan SPSS: Belajar Mudah untuk Penelitian Kesehatan. Jakarta: EGC; 2013.
42. Budiarto E. Biostatistika untuk Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta: EGC; 2002.
43. Nursalam. Konsep & Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta: Salemba; 2008.