• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ................................................ 37-47

G. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Teknik analisis data untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini,

menggunakan software SPSS, dengan cara memasukkan hasil dari operasionalisasi

variabel yang akan di uji.

1. Uji Validitas.

Uji ini digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner.

Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan dan kuesioner mampu untuk

mengungkap sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2005: 40).

Untuk menguji valid tidaknya pertanyaan dapat dilakukan melalui program komputer

Excel Statistic Analysis & SPSS.

2. Uji Reliabilitas.

Uji ini untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari suatu

variable. Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban pertanyaan

adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu (Ghozali, 2005: 37).

Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat

ukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut

diulang. Alat ukur yang akan digunakan adalah cronbach alpha melalui program

memiliki nilai cronbach alpha › 0,60. Namun ada yang menggunakan 0,70 atau 0,80

atau 0,90 tergantung tingkat kesulitan data dan peneliti (Bhuono Agung, 2005: 72).

3. Uji Asumsi Klasik

Model analisis linier berganda dapat disebut sebagai model yang baik jika

model tersebut memenuhi asumsi normalitas data dan terbebas dari asumsi-asumsi

klasik statistik, baik itu, normalitas, multikolineritas, Autokorelasi, dan

heteroskesdastisitas (Bhuono Agung, 2005: 57).

a. Uji normalitas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable

pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Kita dapat melihatnya dari

normal probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dengan distribusi

normal. Distribusi normal membentuk suatu garis lurus diagonal, dan ploting data

residual akan dibandingkan dengan garis diagonalnya. Jika distribusi data normal,

maka garis yang menggambarkan data sebenarnya akan mengikut garis normalnya

(Ghozali, 2005 : 72). Dasar pengambilan keputusan untuk uji normalitas adalah :

• Jika data menyebar disekitar garis garis diagonal dan mengikuti arah garis

diagonal atau grafik histogramnya menunjukkan distribusi normal, maka

model regresi memenuhi asumsi normalitas.

• Jika data menyebar jauh dari diagonal atau tidak mengikuti arah garis

diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan distribusi normal, maka

b. Uji multikolinieritas

Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan

adanya korelasi antara variabel bebas (Ghozali, 2005 :91). Model regresi yang baik

seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas. Jika variabel bebas saling

berkorelasi, maka variabel ini tidak ortogonal. Variabel ortogonal adalah variabel

bebas yang nilai korelasinya antar sesama variabel bebas lain sama dengan nol.

Dalam penelitian ini teknik untuk mendeteksi ada tidaknya multikolinearitas

didalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan Variance inflation factor

(VIF), nilai tolerance yang besarnya diatas 0,1 dan nilai VIF dibawah 10

menunjukkan bahwa tidak ada multikolinearitas diantara variabel bebasnya (Ghozali,

2005 : 69).

c. Uji Autokorelasi

Autokorelasi digunakan untuk menguji suatu model apakah antara variabel

pengganggu masing-masing variabel bebas saling mempengaruhi. Untuk mengetahui

apakah pada model regresi mengandung autokorelasi dapat digunakan pendekatan

D-W (Durbin D-Watson). Menurut Singgih Santoso kriteria autokorelasi ada 3, yaitu

(Budi Wahyono, 2016):

- Nilai D-W di bawah -2 berarti diindikasikan ada autokorelasi positif.

- Nilai D-W di antara -2 sampai 2 berarti diindikasikan tidak ada autokorelasi.

d. Uji Heteroskedastisitas

Uji heterokedastisitas menguji terjadinya perbedaan variance residual suatu

periode pengamatan ke periode pengamatan yang lain atau gambaran hubungan

antara nilai yang diprediksi dengan studentized Delete Residual nilai tersebut. Cara

memprediksi ada tidaknya heterokedstisitas pada suatu model dapat dilihat dari pola

gambar Scatterplot Model tersebut. Analisis pada gambar Scatterplot yang

menyatakan model regresi linear berganda tidak terdapat heterokedastisitas jika

(Bhuono Agung, 2005: 62):

- Titik – titik data menyebar di atas dan di bawah atau disekitar angka 0.

- Titik – titik data tidak mengumpul hanya diats atau dibawah saja.

- Penyebaran titik-titik data tidak boleh membentuk pola bergelombang

melebar kemudian menyempit dan melebar kembali.

- Penyebaran titik-titik data sebaiknya tidak berpola.

4. Analisis Regresi Linier Berganda.

Regresi bertujuan untuk menguji hubungan pengaruh antara satu variabel

terhadap variabel lain. Persamaan untuk regresi linier berganda adalah sebagai

berikut (Bhuono Agung, 2005: 43):

Y = α + β1X1 + β2X2 + μ

Keterangan:

Y = Kinerja karyawan α = Konstanta

X1 = Motivasi

X2 = Komitmen Organisasional β = koefisien regresi

e = error

5. Koefisien Korelasi

Koefisien Korelasi merupakan nilai yang digunakan untuk mengukur

kekuatan atau keeratan suatu hubungan antarvariabel. Keeratan korelasi dapat

dilekompokkan sebagai berikut (Bhuono Agung, 2005: 35):

1) 0,00 sampai dengan 0,20 berarti korelasi memiliki keeratan sangat

lemah.

2) 0,21 sampai dengan 0,40 berarti korelasi memiliki keeratan lemah.

3) 0,41 sampai dengan 0,70 berarti korelasi memiliki keeratan kuat.

4) 0,71 sampai dengan 0,90 berarti korelasi memiliki keeratan sangat

kuat.

5) 0,91 sampai dengan 0,99 berarti korelasi memiliki keeratan sangat kuat

sekali.

6) 1 berarti korelasi sempurna.

6. Koefisien determinasi (R2)

Koefisien Determinasi (R2) bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kemampuan variabel independen menjelaskan varabel dependen. Nilai R square

dikatakann baik jika diatas 0,5 karena nilai R square berkisar antara 0 – 1 (Bhuono

7. Pengujian Hipotesis

a. Uji statistik f

Uji statistik f digunakan untuk mengkur seberapa jauh pengaruh variabel

bebas secara bersama-sama dalam menerangkan variasi variabel terikat. Uji f dapat

dilakukan dengan melihat nilai signifikasi f pada output uji ANOVA. Jika nilai

signifikansi f 0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara simultan

berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

b. Uji statistik t

Uji statistik T digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh variabel

bebas secara individual dalam menerangkan variasi variabel terikat. Jika nilai t-hitung

lebih besar dari nilai t-tabel, maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh positif terhadap variabel terikat. Jika nilai signifikansi t

0,05 maka dapat dinyatakan bahwa variabel bebas secara individual berpengaruh

signifikan terhadap variabel terikat.

Dokumen terkait