BAB III: METODOLOGI PENELITIAN
F. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Dalam penelitian ini, teknik pengolahan dan analisis dalam penelitian ini adalah dengan mengumpulkan data (koleksi data) melalui sumber-sumber referensi (buku, dokumentasi, wawancara dan observasi). Kemudian mereduksi data, merangkup, memilih hal-hal pokok yang dianggap penting, agar tidak terjadi
pemborosan sebelum verifikasi/kesimpulan yang peneliti dapatkan. Adapun yang dimaksud dengan Reduksi data adalah proses mengubah rekaman data kedalam pola, fokus, kategori, atau pokok permasalahan tertentu. Penyajian data adalah menampilkan data dengan cara memasukkan data dalam sejumlah matriks yang di inginkan. Pengambilan kesimpulan adalah mencari kesimpulan, inti dari permasalahan atas data yang direduksi dan kemudian disajikan.
2. Analisis Data
Untuk kemudian data yang berhasil diperoleh atau berhasil dikumpulkan selama proses penelitian baik itu data primer maupun data sekunder kemudian dianalisis secara kualitatif. Kemudian disajikan secara deskriktif yaitu menguraikan, menggambarkan, dan menjelaskan secara rinci guna memperoleh gambaran yang dapat dipahami secara jelas dan terarah untuk menjawab permasalahan yang akan di teliti oleh peneliti.
43
BAB IV
HASIL PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Sejarah Bank Syariah Mandiri
Kehadiran BSM sejak tahun 1999, sesungguhnya merupakan hikmah sekaligus berkah pasca krisis ekonomi dan moneter 1997-1998. Sebagai mana diketahui, krisis ekonomi dan moneter sejak Juli 1997, yang disusul dengan krisis multi-dimensi termasuk di panggung politik nasional, telah menimbulkan beragam dampak negatif yang sangat hebat terhadap seluruh sendi kehidupan masyarakat, tidak terkecuali dunia usaha. Dalam kondisi tersebut, industri perbankan nasional yang didominasi oleh bank-bank konvensional mengalami krisis luar biasa. Pemerintah akhirnya mengambil tindakan dengan merestrukturisasi dan merekapitalisasi sebagian bank-bank di Indonesia.
Salah satu bank konvensional, PT Bank Susila Bakti (BSB) yang dimiliki oleh Yayasan Kesejahteraan Pegawai (YKP) PT Bank Dagang Negara dan PT Mahkota Prestasi juga terkena dampak krisis. BSB berusaha keluar dari situasi tersebut dengan melakukan upaya merger dengan beberapa bank lain serta mengundang investor asing.
Pada saat bersamaan, pemerintah melakukan penggabungan (merger) empat bank (Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Exim, dan Bapindo) menjadi satu bank baru bernama PT Bank Mandiri (Persero) pada tanggal 31 Juli 1999. Kebijakan penggabungan tersebut juga menempatkan dan menetapkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. sebagai pemilik mayoritas baru BSB.
Sebagai tindak lanjut dari keputusan merger, Bank Mandiri melakukan konsolidasi serta membentuk Tim Pengembangan Perbankan Syariah.
Pembentukan tim ini bertujuan untuk mengembangkan layanan perbankan syariah di kelompok perusahaan Bank Mandiri, sebagai respon atas diberlakukannya UU No. 10 tahun 1998, yang memberi peluang bank umum untuk melayani transaksi syariah (dual banking system).
Tim Pengembangan Perbankan Syariah memandang bahwa pemberlakuan UU tersebut merupakan momentum yang tepat untuk melakukan konversi PT Bank Susila Bakti dari bank konvensional menjadi bank syariah. Oleh karenanya, Tim Pengembangan Perbankan Syariah segera mempersiapkan sistem dan infrastrukturnya, sehingga kegiatan usaha BSB berubah dari bank konvensional menjadi bank yang beroperasi berdasarkan prinsip syariah dengan nama PT Bank Syariah Mandiri sebagaimana tercantum dalam Akta Notaris: Sutjipto, SH, No. 23 tanggal 8 September 1999. Perubahan kegiatan usaha BSB menjadi bank umum syariah dikukuhkan oleh Gubernur Bank Indonesia melalui SK Gubernur BI No.
1/24/ KEP.BI/1999, 25 Oktober 1999. Selanjutnya, melalui Surat Keputusan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia No. 1/1/KEP.DGS/ 1999, BI menyetujui perubahan nama menjadi PT Bank Syariah Mandiri. Menyusul pengukuhan dan pengakuan legal tersebut, PT Bank Syariah Mandiri secara resmi mulai beroperasi sejak Senin tanggal 25 Rajab 1420 H atau tanggal 1 November 1999.
PT Bank Syariah Mandiri hadir, tampil dan tumbuh sebagai bank yang mampu memadukan idealisme usaha dengan nilai-nilai rohani, yang melandasi kegiatan operasionalnya. Harmoni antara idealisme usaha dan nilai-nilai rohani
inilah yang menjadi salah satu keunggulan Bank Syariah Mandiri dalam kiprahnya di perbankan Indonesia. BSM hadir untuk bersama membangun Indonesia menuju Indonesia yang lebih baik.1
2. Sejarah Bank Syariah Mandiri KCP Panakukang Makassar
Seiring dengan terbentuknya Bank Syariah Mandiri dan keinginan untuk memperluas jaringan perbankan diberbagai daerah di seluruh Indonesia serta memenuhi keinginan masyarakat untuk menggunakan jasa perbankan bebas riba, maka Bank Syariah Mandiri mengeluarkan surat keputusan tentang pendirian Bank Syariah Mandiri KCP Panakukang Makassar tepatnya tanggal 23 Oktober 2003 melalui Surat Keputusan Gubernur Bank Indonesia No. 1/24/Kep.BI/1999.
Alamat: Jl. Boulevard kav. Edelweys A3 No. 2, Panakukang, Makassar, Sulawesi Selatan. No. Telepon: (0411) 455151, 444718. Direktur: Mahendra Nusanto S, peripde jabatan 2003-2006. Khoirul Rijal AR periode jabatan 2015- sekarang.2
3. Visi dan Misi Bank Syariah Mandiri a. Visi
“Bank syariah terdepan dan modern”
Untuk Nasabah:
Bank Syariah Mandiri merupakan bank pilihan yang memberikan manfaat, menenteramkan dan memakmurkan.
Untuk Pegawai:
Bank Syariah Mandiri merupakan bank yang menyediakan kesempatan untuk beramanah sekaligus berkarir profesional.
1 Mandiri Syariah, Sejarah Bank Syariah Mandiri. https://www..syariahmandiri.co.id (11 Mei 2018).
2 Wawancara dengan Andi Alif Muzbir, Jabatan; Customer Service.12 Juni 2018.
Untuk Investor:
Institusi keuangan syariah Indonesia yang terpercaya yang terus memberikan value berkesinambungan.
b. Misi
1) Mewujudkan pertumbuhan dan keuntungan di atas rata-rata industri yang berkesinambungan.
2) Meningkatkan kualitas produk dan layanan berbasis teknologi yang melampaui harapan nasabah.
3) Mengutamakan penghimpunan dana murah dan penyaluran pembiayaan pada segmen ritel.
4) Mengembangkan bisnis atas dasar nilai-nilai syariah universal.
5) Mengembangkan manajemen talenta dan lingkungan kerja yang sehat.
6) Meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkung.3 4. Macam-Macam Produk Bank Syariah Mandiri
a. Produk Penghimpun Dana Bank Syariah Mandiri 1) Tabungan
a) Tabungan BSM
Tabungan BSM merupakan tabungan dalam mata uang rupiah yang dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip syariah dengan akad mudharabah muthlaqah. Akad mudharabah muthlaqah adalah akad antara nasabah dan bank dimana nasabah memberikan kekuasaan penuh kepada pihak bank untuk mempergunakan dana milik nasabah untuk usaha yang dianggapnya baik dan
3 Mandiri Syariah, visi dan Misi Bank Syariah Mandiri.
https://www.syariahmandiri.co.id.(11 Mei 2018).
menguntungkan. Bank Syariah Mandiri menawarkan bagi hasil yang kompetitif bagi nasabah atas hasil dari usaha tersebut.
b) BSM Tabungan Berencana
Sama dengan Tabungan BSM, BSM Tabungan Berencana ini juga menggunakan prinsip mudharabah muthlaqah. Hanya saja pada tabungan berencana ini Bank Syariah Mandiri memberikan nisbah bagi hasil berjenjang serta kepastian pencapaian target dana yang telah ditetapkan.
c) BSM Tabungan Simpatik
Tabungan simpatik ini menggunakan akad wadiah (titipan) yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat berdasarkan syarat-syarat yang disepakati.
d) BSM Tabungan Investa Cendeki
Tabungan investa cendikia ini adalah tabungan berjangka yang ditujukan untuk keperluan uang pendidikan dengan jumlah setoran bulanan tetap dan dilengkapi asurasi. Tabungan investa cendikia menggunakan akad mudharabah muthlaqah.
e) BSM Tabungan Dollar
Tabungan Dollar BSM adalah tabungan dalam mata uang dollar amerika (USD) dimana penarikan dan setorannya dapat dilakukan setiap saat atau sesuai ketentuan BSM. Tabungan Dollar BSM ini menggunakan akad wadi’ah yad dhamanah (simpanan dijamin), artinya uang yang dititipkan kepada bank dapat dimanfaatkan oleh pihak bank. Apabila dari hasil pemanfaatan tersebut diperoleh keuntungan maka seluruhnya menjadi hak bank.
f) BSM Tabungan Pensiun
Tabungan Pensiun BSM ini merupakan tabungan hasil kerjasama pihak Bank Syariah Mandiri dengan PT Taspen. Tabungan ini dikhususkan untuk pensiunan pegawai negeri di Indonesia dengan menggunakan mata uang rupiah dan akad mudharabah mutlaqah.
g) BSM Tabunganku
TabunganKu atau TabunganKu iB adalah tabungan untuk perorangan dengan persyaratan mudah dan ringan yang diterbitkan secara bersama oleh bank-bank di Indonesia guna menumbuhkan budaya menabung serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Tabunganku di Bank Syariah Mandiri menggunakan akad wadhi’ah yad dhamanah.
h) BSM Tabungan Mabrur
Tabungan Marbrur adalah tabungan dalam mata uang rupiah dengan akad mudharabah muthlaqah yang diperuntukan untuk membantu pelaksanaan ibadah haji dan umrah.
i) BSM Tabungan Mabrur Junior
Sama dengan BSM Tabungan Mabrur, hanya saja tabungan ini dikhusukan bagi anak dibawah umur.
2) Giro a) BSM Giro
Merupakan sarana penyimpanan dana dalam mata uang rupiah melalui akad wadiah yad dhamanah.
b) BSM Giro Valas
Sarana penyimpanan dana dalam mata uang dollar amerika (USD) berdasarkan akad wadiah yad dhamanah.
c) BSM Giro Singapore Dollar
Sebagai sarana penyimpanan dana dalam mata uang dollar singapore (SGD) berdasarkan prinsip akad wadiah yad dhamanah.
d) BSM Giro Euro
Sarana penyimpanan dana dalam bentuk EURO melalui akad wadiah yad dhamanah.
3) Deposito a) BSM Deposito
Merupakan investasi berjangka waktu tertentu dalam bentuk mata uang rupiah yang dikelola sesuai dengan prinsip akad Mudharabah Muthlaqah.
b) BSM Deposito Valas
Adalah investasi berjangka waktu tertentu dalam bentuk mata uang dollar (USD) yang sesuai dengan akad Mudharabah Muthlaqah.
b. Produk Pembiayaan Bank Syariah Mandiri 1) BSM Implan
BSM Implan Adalah pembiayaan konsumer dalam bentuk valuta rupiah yang diberikan oleh bank kepada karyawan tetap Perusahaan yang pengajuannya dilakukan secara massal (kelompok). BSM Implan dapat mengakomodir kebutuhan pembiayaan bagi para karyawan perusahaan. Akad BSM Implan menggunakan akad Wakalah wal Murabahah untuk pembelian
barang, sedangkan akad Wakalah wal Ijarah digunakan untuk memperoleh manfaat atas jasa.
2) Pembiayaan Peralatan Kedokteran
Pembiayaan Peralatan Kedokteran Merupakan pembiayaan kepada para profesional di bidang kedokteran/kesehatan untuk pembelian peralatan kedokteran dengan akad murabahah, yaitu akad jual beli antara bank dan nasabah, dimana bank membeli barang yang dibutuhkan dan menjualnya kepada nasabah sebesar harga pokok ditambah dengan keuntungan margin yang disepakati.
3) Pembiayaan Edukasi BSM
Pembiayaan jangka pendek dan menengah yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan uang masuk sekolah/perguruan tinggi/lembaga pendidikan lainnya atau uang pendidikan pada saat pendaftaran tahun ajaran/semester baru berikutnya dengan akad ijarah.
4) Pembiayaan Kepada Pensiunan
Pembiayaan konsumer (termasuk untuk pembiayaan multiguna) kepada para pensuinan, dengan pembayaran angsuran dilakukan melalui pemotongan uang pensiun langsung yang diterima oleh bank setiap bulan (pensiun bulanan) melalui akad murabahah atau ijarah.
5) Pembiayaan Kepada Koperasi Karyawan untuk Para Anggotanya
Penyaluran pembiayaan kepada/melalui koperasi karyawan untuk pemenuhan kebutuhan para anggotanya (kolektif) yang mengajukan pembiayaan melalui koperasi karyawan.
6) Pembiayaan Griya BSM
Pembiayaan jangka pendek, menengah, atau panjang untuk membiayai pembelian rumah dengan akad murabahah.
7) Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi
Pembiayaan untuk pemilikan atau pembelian rumah sederhana sehat (RS Sehat/RSH) dengan dukungan fasilitas subsidi uang muka dari pemerintah. Pembiayaan Griya BSM Bersubsidi ini menggunakan akad murabahah.
8) Pembiayaan Kendaraan Bermotor
Pembiayaan untuk pembelian kendaraan bermotor dengan akad murabahah.
9) Pembiayaan Umrah
Pembiayaan Umrah adalah pembiayaan jangka pendek yang digunakan untuk memfasilitasi kebutuhan biaya perjalanan umrah dengan akad Ijarah.
10) Pembiayaan Talangan Haji
Pinjaman dana talangan dari bank kepada nasabah khusus untuk menutupi kekurangan dana untuk memperoleh kursi/seat haji dan pada saat pelunasan BPIH.
11) BSM Gadai Emas
Pembiayaan atas dasar jaminan berupa emas sebagai salah satu alternatif memperoleh uang tunai dengan cepat.
12) BSM Cicil Emas
Fasilitas yang disediakan oleh BSM untuk membantu nasabah untuk membiayai pembelian/kepemilikan emas berupa lantakan (batangan).
c. Produk Jasa Bank Syariah Mandiri 1) Jasa Produk
a) BSM Card
b) BSM Sentra Bayar c) BSM SMS Banking d) BSM Mobile Banking e) BSM Net Banking
f) Pembayaran Melalui Menu Pemindahbukuan di ATM
g) BSM Jual Beli ValasBSM Elektronic PayrollTransfer Uang Tunai h) BSM E-MoneyKeamananku
2) Jasa Operasional
a) BSM transfer Lintas Negara Western Union b) BSM Kliring
c) BSM Inkaso
d) BSM Intercity Clearing
e) BSM RTGSTransfer Dalam Kota f) BSM Transfer Valas
g) BSM Pajak Online h) BSM Referensi Bank i) BSM Standing Order j) BSM Payment Point
k) Layanan BSM Pembayaran Institusi 3) Jasa Investasi
a) Reksadana
b) Sukuk Negara Ritel
Produk Bank Syariah Mandiri diatas sewaktu-waktu dapat berubah (bertambah atau berkurang) sesuai dengan kebijakan pihak Bank Syariah Mandiri.4
B. Analisis Prosedur Pembiayaan Mudharabah
Bank Syariah Mandiri sebagai sebuah lembaga keuangan syariah memiliki sistem operasional yang sudah tersusun secara sistematis. Dalam pembiayaan Mudharabah Bank Syariah Mandiri memiliki prosedur yang harus di patuhi oleh pegawai maupun calon nasabah. Sehingga dalam operasional pembiayaan Mudharabah pada Bank Syariah Mandiri dapat berjalan dengan baik. Adapun prosedur pembiayaan Mudharabah sebagai berikut :
1. Tahap Solisitasi
a. AO ( Account Oficcer ) melakukan survey tentang kondisi/potensi bisnis daerah yang mampu dijangkau cabang. Kemudian AO menetapkan rencana solisitasi calon nasabah yang akan menjadi target.
b. AO melaporkan hasil survey dan rencan solisitasi kepada Marketing Manajer.
c. Marketing manajer membuat surat tugas survey kepada Accout Oficcer yang disahkan oleh kepala cabang.
2. Tahap Permohonan
Mengisi formulir pengajuan yang sudah di sediakan oleh bank syariah mandiri, sebagai bukti keseriusan mengajukan pembiayaan. Formulir ini menjadi
4 Mandiri Syariah, Jenis-Jenis Nama Produk Tabungan Bank Syariah Mandiri.
https://www.wardun.com. (11 Mei 2018).
arsip bank yang akan menjadi identitas calon nasabah. Dari form ini bank mendapatkan identitas lengkap dari calon nasabah yang akan mengajukan pinjaman.
Calon nasabah mengajukan surat permohonan pembiayaan dengan cara mengisi form yang sudah disediakan oleh bank dengan melampirkan persyaratan.
a. Syarat Syarat Pembiayaan
Calon nasabah mempunyai tanggung jawab untuk memenuhi semua persyaratan yang di tentukan oleh bank mandiri syariah. Yang mana persyaratan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan bagi bank mandiri syariah apakah pembiayaan yang diajukan oleh nasabah bisa di realisasi atau tidak.
Adapun persyaratan yang ditentukan oleh bank mandiri syariah sebagai berikut :
1) Badan Usaha :
a) Foto copy akte pendirian / Anggaran dasar badan Usaha notariil b) Foto copy legalitas usaha sesuai dengan jenis bidang usaha c) Foto copy NPWP
d) Foto copy identitas ( KTP/SIM/PASPOR ) e) Laporan keuangan
f) Past performance usaha g) Rencana usaha kedepan
h) Foto copy bukti pemilik jaminan 2) Perorangan :
a) Foto copy legalitaas usaha
b) Foto copy NPWP
c) Foto copy identitas diri, istri / suami d) Laporan kuangan
e) Past performance usaha f) Rencana usaha ke depan
g) Foto copy kepemilikan jaminan
b. Setelah nasabah mengajukan permohonan pembiayaan kemudian diserahkan kepada AO. Surat permohonan dicatat pada admistrasi “permohonan pembiayaan”.
c. Kemudian account officer menyerahkan surat permohonan berikut lampiran kepada kepala KCP untuk memperoleh keputusan awal “disetujui untuk diproses atau tidak”.
d. Jika surat permohonan disetujui maka marketing manajer menyerahkan surat permohonan kepada AO untuk di investigasi. Jika ternyata surat permohonan ditolak surat permohonan diserahkan kepada AO untuk dibuatkan surat penolakannya.
3. Tahap Investigasi
AO melakukan pemeriksaan kebenaran/kewajaran/validitas surat permohonan, melakukan wawancara dengan nasabah, melakukan BI Checking, pengecekan dokumen barang jaminan.Tahap ini dilakukan untuk menindak lanjuti permohonan pembiayaan nasabah. Kemudian diserahkan kepada marketing manager.
4. Tahap Analisa
Tahap analisa merupakam tahap yang penting bagi Bank Syaraiah Mandiri. Karena pada tahap ini Bank Syariah Mandiri akan dapat mengetahui apakah calon nasabah layak mendapatkan pembiayaan Mudharabah.Pada tahap ini berguna bagi Bank Syariah Mandiri untuk meminimalkan risiko dari penyaluran pembiayaan kepada nasabah. Adapun yang dilakukan pada tahap ini adalah :
a. AO melakukan analisa terhadap nasabah meliputi :
1) Analisa aspek 5C (Character, Capacity, Capital, Collateral&Condition).
a) Character
Analisa karakter berguna untuk mengetahui watak dan sifat calon nasabah.Analisa dilakukan untuk memastikan bahwa calon nasabah tidak memiliki sifat buruk, bukan penipu dan memiliki reputasi buruk di masyarakat.Analisa karakter dapat dilakukan dengan cara :
(1) Dengan melakukan BI Checking.
(2) Melakukan wawancara dengan masyarakat sekitar calon nasabah.
(3) Melihat reputasi kerja.
b) Capacity
Analisa capacityadalah analisa yang bertujuan untuk mengetahui kemampuan calon nasabah untuk menbayar angsuran dari pembiayaan. Analisa ini dapat dilakukan dengan melihat :
(1) Melihat laporan keuangan calon nasabah (Pendapatan dan Pengeluaran).
(2) Melihat banyaknya kewajiban yang ditanggung.
c) Capital
Analisa yang bertujuan melihat kekayaan calon nasabah. Hal ini dilakukan sebagai penguat bahwa calon nasabah tidak hanya mengandalkan dana pembiayaan tapi masih memliki kekayaan lain yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Kakayaan nasabah yang dimaksut berupa asset tanah dan bangunan, tempat usaha, barang berharga (mobil, sepeda motor) dan peralatan kerja.
d) Collateral
Analisa collateral adalah analisa yang digunakan untuk melihat nilai jaminan.Nilai jaminan minimal 70% dari jumlah pembiayaan.Jaminan ini berguna untuk mem back up jika dalam perjalanan angsuran nasabah tidak bisa memenuhi keawajibannya.
e) Condition
Analisa bertujuan untuk melihat kondisi perekonomian calon nasabah.
Untuk melihat apakah usaha calon nasabah masih bisa terus berkembang atau justru akan mengalami penenurunan. Untuk memastikan usaha yang dilkakukan oleh calon nasabah
sesuai dengan syariah.sehingga bisa sebagai bahan pertimbangan oleh Bank Syariah Mandiri untuk manyalurkan pembiyaan.
2) Menghitung kewajaran besarnya pembiayaan.
3) Melakukan analisa Risiko.
4) Membuat kesimpulan dan menetapkan persyaratan pembiayaan. Prasyarat pembiayaan minimal Character dan Capacity harus positif.
5) Mengisi formulir “Keputusan Komite Pembiayaan”/ (NAP) Nota Analisa Pembiayaan.
b. Penentuan Bagi Hasil Pembiayaan Mudharabah
Dalam penentuan bagi hasil ada ketentuan yang harus disetujui oleh pihak Bank Syariah Mandiri dan nasabah, Yaitu :
1) Adanya kesepakatan antara pihak Bank (Sahibul Maal) dan nasabah (Mudharib) mengenai usaha yang akan dilakukan, dan jangka waktu.
2) Nisbah bagi hasil bedasarkan Revenue Sharing. Untuk memperjelas penghitungan bagi hasil pada pembiayaan Mudharabah.
c. Kemudian NAP diserahkan kepada marketing manajer untuk direview hasil analisa yang selanjutnya diserahkan kepada kepala cabang untuk dimintakan tanda tangan.
5. Tahap Persetujuan
Setelah NAP mendapatkan pengesahan dari kepala KCP, accout officer melakukan :
a. Membuat SP3 ( Surat Penegasaan Persetujuan Pembiayaan ).
b. SP3 Diserahkan kepada Marketing Manajer untuk dilakukan pengecekkan.
c. SP3 diserahkan kepada Kepala KCP untuk dilakukan penandatangan pengesahan.
d. Setelah SP3 disetujui AO menyampaikan kepada nasabah untuk ditanda tangani diatas materai.
6. Tahap Pencairan
a. Pengajuan permohonan pencairan oleh nasabah.
b. Surat permohonan diterima oleh AO, kemudian AO membuat Daftar Pengecekkan Realisasi Pembiayaan (DRP).
c. Account Officer melakukan pengecekkan kelengkapan pemenuhan persyaratan pembiayaan yang telah disepakati antara lain :
1) Pengakadan pembiayaan, Akad pembiayaan telah ditandatangani nasabah diatas materai.
2) Surat sanggup sudah ditanda tangani oleh nasabah diatas materai.
3) Jaminan yang diserahkan telah diikat sesuai ketentuan dan ditutup asuransinya.
4) Biaya adminstrasi, asuransi, dan biaya pengikatan jaminan telahdibayar oleh nasabah.
5) Hasil pengecekkan dituangkan dalam DRP.
d. DRP diserahkan kepada Kepala KCP untuk dilakukan pengecekkan dan memutuskan persetujuan pencairan.
e. AO membuatan memo pencairan yang disahkan oleh marketing manager.
f. Customer service menerima customer facility dan memo, kemudian melakukan proses input pembukaan rekening pembiayaan nasabah.
g. Loan Administration melakukan pencairan ( melalui modul loan).
7. Tahap Monitoring
a. Monitoring/Pembiayaan Nasabah
1) AO melakukan monitoring dan pembinaan berdasarkan klasifikasi sebagai berikut :
a) Laporan aktivitas usaha yang diterima cabang sesuai yang dipersyaratkan dalam SP3.
b) Laporan / daftar kewajiban menunggak yang dicetak.
c) Daftar kolektibilitas pembiayaan.
2) Hasil monitoring dituangkan dalam laporan kepada maketing manager.
b. Monitoring Angsuran/Pembiayaan Akan Jatuh Tempo Membuat harian membuat daftar angsuran / pembiayaan yang akan jatuh tempo pada 7 hari yang akan datang.
8. Tahap Pembiayaan Angsuran / Pelunasan
a. Teller menerima dana untuk kredit rekening dari nasabah, kemudian teller melakukan input setoran di rekening kredit nasabah.
b. Loan Administration mendebet rekening (dana) untuk pembayan setoran, mencocokkan angsuran pembiayaan yang jatuh tempo pada hari itu.
c. Kemudian membuat tiket pendebetan / pembayaran angsuran yang kemudian dimintakan pengesahan kepada operation manager.5
C. Analisis Kendala dan Solusi dalam Pelaksanaan Pembiayaan Mudharabah 1. Kendala-Kendala
Dari hasil observasi dan wawancara pegawai BSM KCP Makassar dapat disimpulkan kendala kendalanya sebagai berikut:
a. Dari kebijakan BSM yang menentukan bahwa pembiayaan pembiayaan dibagi sebagai berikut :
1) Pembiayaan Murabahah Mikro :Rp. 3.000.000 -Rp. 100.000.000
5 Wawancara dengan Andi Alif Muzbir, Jabatan; Customer Service. 30 mei 2018.
2) Pembiayaan Murabahah KPR : Rp. 100.000.000-Rp.1.500.000.000 3) Pembiayaan Mudharabah :Rp.100.000.000-Rp.1.500.000.000
Melihat dari penetapan nominal pada pembiayaan tersebut, pembiayaan mudharabah berada pada golongan atas, sehingga aspek pasar yang dicari lebih kepada kelas pengusaha yang sudah berdiri dan cukup besar. Sementara masyarakat calon nasabah di kawasan masih banyak pengusaha yang sifatnya UMKM.
Hal ini akan menyebabkan terhambatnya pembiayaan mudharabah di BSM KCP Panakukang Makassar. melihat hal ini marketing yang khususnya membidangi pada pembiayaan mudharabah akan kesulitan mencari pangsa pasar karena adanya persaingan dengan bank-bank syariah maupun bank konvensional lain di Makassar.
b. Prosedur pembiayaan Mudharabah
Dari prosedur pembiayaan mudharabah di BSM KCP Panakukang Makassar terdapat persyaratan yang harus di penuhi oleh nasabah yanag diantaranya :
1) Foto copy akte pendirian / Anggaran dasar badan Usaha notariil 2) Foto copy legalitas usaha sesuai dengan jenis bidang usaha 3) Foto copy NPWP
4) Foto copy identitas ( KTP/SIM/PASPOR ) 5) Laporan keuangan
6) Rencana usaha kedepan
Melihat dari syarat-syarat tersebut akan sangat tidak mungkin bisa diperoleh oleh banyak masyarakat. Sementara usaha masyarakat di wilayah Panakukang Makassar kebanyakan masih berupa usaha rumahan. Dengan demikian akan sangat tidak mungkin masyarakat bisa mendapatkan fasilitas pembiayaan mudharabah.
c. Persaingan dengan Bank Lain
Banyaknya bank-bank di Kota dan Kabupaten menjadikan persaingan antar bank tidak bisa dihindarkan. Baik bank konvensional maupun bank syariah sama-sama bersaing dalam mencari pasar. Bahkan persaingan antar satu bank beda KCP pun terjadi. Hal ini menyebabkan pembiayaan Mudharabah di Bank Syariah Mandiri harus bisa bersaing dengan pembiayaan-penbiayaan lain.Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bank syariah khususnya pembiayaan Mudharabah menjadikan Bank Syariah Mandiri kalah dengan bank-bank konvensional.
2. Penyelesaian
a. Bank Syariah Mandiri perlu membuat produk pembiayaan mudharabah yang
a. Bank Syariah Mandiri perlu membuat produk pembiayaan mudharabah yang