• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODE PENELITIAN

H. Teknik Pengujian Instrumenn

I. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Uji Corchran tujuannya menguji k sampel berhubungan mempunyai mean yang sama atau berbeda, serta datanya berbentu nominal atau ordinal (Sugiyono 2012;120). Uji Cochran memberikan metode untuk menguji apakah k himpunan frekuensi atau proporsi berpasangan secara signifikan. Uji berpasangan dilakukan untuk mengetahui apakah rata-rata antara satu sampel dengan sampel yang lain berbeda secara signifikan atau tidak jawaban dari peneitian ini berbentuk “YA” dan

“Tidak”, akan menyebar secara random dalam tabel dua arah. Selanjutnya diberi skor 0 untuk “GAGAL” dan skor 1 untuk “SUKSES” Rumus yang digunakan:

     

K = Jumlah variabel

Cj = Total respon pada j variabel (kolom) Ri =Total respon pada i pengamatan (baris)

Dengan data yang ada, selanjutnya dilakukan statistik dengan menggunakan Cochran Q test dengan menggunakan SPSS.

Langkah-Langkah atau prosedur perhitungan Corchran Q test adalah sebagai berikut ini:

1. Perumusan Hipotesis

H0 : corak dan warna, kadar air, diameter, masa pemakaian ,harga terjangkau, harga sesuai dengan kualitas, harga yang berdaya saing tinggi, sikap pegawai, daya tanggap pegawai , penguasan produk pegawai, Akses gampang ke lokasi, Visibilitas lokasi, Tempat parkir gampang, Kemenarikan Iklan, Keinginan Pribadi

H1 : Salah satu dari lima belas faktor tidak menjadi faktor yang menjadi keputusan pembelian lensa kontak di Bali optik.

2. Melakukan pengujian

Menguji semua faktor yang dirumuskan dalam H0

H0 diterima apabila psig < a = 0,05 atau apabila nilai Qhitung < Qtabel H0 ditolak apabila psig > a = 0,05 atau apabila nilai Qhitung< Qtabel

3. Bila hasil perhitungan menolak H0

Maka langkah selanjutnya adalah menghilangkan Cj terendah kemudian melakukan perhitungan statistik dengan menggunakan rumus Cochran Q test 4. Apabila hasil perhitungan tersebut masih menolak H0 maka selanjutnya menghilangkan Cj terendah kedua. Kemudian dilakukan kembali perhitungan statistink dengan rumus Cochran Q Test

Langkah langkah diatas harus dilakukan sampai pada perhitunganh statistik memperoleh hasil menerima H0 dan daoat disimpulkan faktor apa saja mentukan keputusan pembelian lensa kontak di Bali Optik Magelang

31 BAB IV

GAMBARAN UMUM SUBJEK PENELITIAN

A. Sejarah Perusahaan

Bali Optik Magelang didirikan sejak 2015 di buka pada tanggal 11 Febuari 2015. Sepulang owner bekerja dari luar negri terus memutuskan untuk memulai usaha di bidang optik. Bermula dari itu pemilik memulai mengembangkan usaha dengan membuka cabang - cabang baru di sekitaran Magelang raya dan sekarang telah berdiri sebanyak 5 outlet cabang yaitu Bali Optik Pusat Tanjung, Bali Optik Bayeman, Bali Optik Beringin, Bali Optik Ikhlas, dan Bali Optik Secang.

Diambilnya nama Bali Optik dipilih karena owner balik ke kampung halaman dan kata Bali mudah diterima dan diingat oleh masyarakat luas.

B. Logo Perusahaan

Gambar IV.1 Logo Perusahaan (sumber: www.balioptik.com)

C. Produk Lensa Kontak

X2 Sanso

Gambar IV.2 (sumber: x2.co.id)

Exoticon ICE No8

Gambar IV.3 (sumber: exoticon.co)

X2 Diary

Gambar IV.4 (sumber: x2.co.id)

Softlens-softlens X2 Favorit Gambar IV.5 (sumber: x2.co.id)

X2 BIO Glaze

Gambar IV.6 (sumber: x2.co.id)

Exoticon KOKO BLACK Gambar IV.7 (sumber: exoticon.co)

D. Lokasi - Lokasi Bali Optik Magelang

Bali Optik Pusat Tanjung

Gambar IV.8 (sumber: file dokumen Bali Optik)

Bali Optik cabang Secang

Gambar IV.9 (sumber: file dokumen Bali Optik)

Bali Optik cabang Bayeman

Gambar IV.10 (sumber: file dokumen Bali Optik)

Bali Optik cabang Beringin

Gambar IV.11 (sumber: file dokumen Bali Optik)

Bali Optik cabang Ikhlas

Gambar IV.12 (sumber: file dokumen Bali Optik)

38 BAB V

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. Temuan dan Analisis Data

Data yang diperoleh dari responden melalui kuesioner, akan dianalisis sesuai dengan tujuan peneliti. Pada bab ini penulis menguraikan analisis dari masalah yang ada.

1. Deskripsi Responden

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan satu jenis kuesioner hanya di tujukan kepada pelanggan Bali Optik Magelang. Kuesioner disebarkan sebanyak 100 eksemplar, dan semuanya kembali sebanyak 100 eksemplar. Adapun kesulitan dalam penyebaran adalah pengunjung tidak suka dalam mengisi kuesioner. Pada hasil data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner akan digunakan untuk analisis. Karakteristik responden yaitu indentitas pengunjung Bali Optik Magelang yang meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, dan lensa kontak yang dipakai.

a. Usia

Diskripsi karakteristik responden berdasarkan usia disajikan pada Tabel V.1

Tabel V.1

Karateristik Responden Berdasarkan Usia

Usia Frekuensi Persentase(%)

< 17 9 9.0

17-22 32 32.0

23-28 29 29.0

29-33 13 13.0

34-40 11 11.0

> 40 6 6.0

Jumlah 100 100.0

Sumber: Data primer di olah, 2020

Berdasarkan Tabel V.1 dapat dilihat lebih banyak responden adalah pelanggan yang berusia 17-22 tahun sebanyak 32 orang (32.0%) dan dikuti oleh pelanggan yang berusia 23-28 tahun sebanyak 29 orang (29.0%), berusia 29-33 tahun sebanyak 13 orang (13.0%), berusia 34-39 tahun sebanyak 11 orang (11.0%), berusia < 17 tahun sebanyak 9 orang (9.0%), berusia > 40 tahun sebanyak 6 orang (6.0%). Hal ini menunjukan bahwa pelanggan yang berusia 17-22 tahun merupakan mayoritas responden di Bali Optik Magelang.

b. Jenis Kelamin

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin pada Tabel V.2

Tabel V.2

Karakteris Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Jenis Kelamin Frekuensi Persentase (%)

Laki-Laki 18 18.0

Perempuan 82 82.0

Jumlah 100 100.0

Sumber: Data primer di olah, 2020

Berdasarkan Tabel V.2 dapat dilihat bahwa lebih banyak responden adalah perempuan sebanyak 82 orang (82.0%) dan sisanya sebanyak 18 orang (18.0%) adalah laki-laki. Hal ini menunjukan bahwa permpuan merupakan mayoritas responden Bali Optik Magelang.

c. Pekerjaan

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan pekerjaan disajikan pada Tabel V.3

Tabel V.3

Karakteristik responden berdasarkan Pekerjaan Pekerjaan Frekuensi Persentase (%)

Pelajar 13 13.0

Mahasiswa 34 34.0

Wiraswasta 11 11.0

Pegawai Negeri 15 15.0

Lainya 27 27.0

Jumlah 100 100

Sumber: Data primer diolah, 2020

Berdasarkan table V.3 dapat dilihat bahwa 34 responden adalah mahasiswa sebanyak 34 orang (34.0%), dan dikuti oleh lainya sebanyak 27 orang (27.0%), pegawai negeri sebanyak 15 orang (15.0%), pelajar sebanyak 13 orang (13.0%) dan wirasawsta sebanyak 11 orang (11.0%). Jadi mayoritas pekerjaan responden adalah mahasiswa.

d. Lama Penggunaan

Deskripsi karakteristik responden berdasarkan lama pengunaan disajikan pada Tabel V.4

Tabel V.4

Karakteristik Responden Berdasarkan Lama Pengunaan Lama Penggunaan Frekuensi Persentase (%)

< 1 Tahun 16 16.0

1-2 Tahun 39 39.0

3-4 Tahun 23 23.0

> 4 Tahun 22 22.0

Jumlah 100 100.0

Sumber: Data primer di olah, 2020

Berdasarkan Tabel V.4 , dapat dilihat bahwa lama penggunaan lensa kontak pada pelanggan bali optik < 1 tahun sebanyak 16 orang (16.0%), 1-2 tahun sebanyak 39 orang (39.0%), 3-4 tahun sebanyak 23 orang (23.0%) dan > 4 tahun sebanyak 22 orang (22.0%). jadi mayoritas responden dalam lama pengunaan selama 1 -2 tahun.

2. Uji Instrumen

Dalam pengujian validitas dan reliabilitas ini penulis akan melakukan pengujian butir butir pertanyaan yang ada dalam kuesioner. Semua proses pengujian ini menggunakan komputer dengan progam IBM SPSS for windows.

a. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur tinggi rendahnya validitas instrument yang menunjukan sejauh mana data yang terkumpul dan tidak menyimpang dari gambar tentang variabel yang dimaksud.

Uji validitas dilakukan dengan pendekatan korelasi product moment antar masing-masing item yang mengukur suatu variabel dengan skor total variabel tersebut. Dalam penelitian ini menggunakan a = 5 % sehingga syarat rhitung > rtabel. Berikut ini adalah tabel hasil uji validitas, 15 faktor yang diuji dan ditemukan ada 4 faktor yang tidak valid yaitu :

1) kadar air

2) masa pemakaian 3) sikap pegawai 4) keinginan pribadi

Lalu dilakukan uji validitas kembali dengan menghilangkan 4 faktor yang tidak valid tersebut. Hasil uji pada 11 faktor dapat dilihat pada tabel V.5.

Tabel V.5 Hasil Uji Validitas

Faktor rhitung ttabel Keterangan Corak dan Warna 0.546 0.1965 Valid

Diameter 0.677 0.1965 Valid

Harga terjangkau 0.326 0.1965 Valid Harga sesuai kualitas 0.543 0.1965 Valid Harga berdaya saing tinggi 0.484 0.1965 Valid

Daya tanggap pegawai 0.802 0.1965 Valid Penguasaan produk pegawai 0.793 0.1965 Valid Akses gampang ke lokasi 0.851 0.1965 Valid Visibilitas lokasi 0.550 0.1965 Valid Tempat parkir gampang 0.326 0.1965 Valid Kemenarikan iklan 0.543 0.1965 Valid

Berdasarkan Tabel V.5 dapat diketahui bahwa 11 butir pertanyaan faktor - faktor yang mempengaruhi konsumen dalam pengambilan keputusan pembelian lensa kontak di Bali Optik Magelang mempuyai nilai rhitung > rtabel sehingga 11 butir pertanyaan dikatakan valid.

a. Uji Reliabilitas

Menurut sugiyono (2007), hasil penelitian dikatakan reliabel bila terdapat kesamaan data dalam waktu yang berbeda. Instrument yang reliable adalah instrument yang beberapa kali untuk mengukur objek yang sama akan menghasilkan data yang sama.

Kapabilitas penilaian tingkat reabilitas sangat ditentukan oleh seberapa jauh resiko alpha bisa diterima sedikit resiko . semakin besar nilai alpha yang dihasilkan berarti butir-butir kuesioner semakin reliabel. Untuk menguji reliabilitas digunakan Cronbach alpha coefficient > 0.6. Hasil pengujian reliabilitas disajikan pada tabel V.6 berikut.

Tabel V.6

Hasil Uji Reabilitas Instumen Penelitian Cronbach’s Alpha N of items

0.845 11

Sumber: Hasil Output data SPSS, 2020

Hasil Pengujian reliabiltas pada tabel menunjukan bahwa nilai koefisien raliabilitas Cronbach’s Alpha masing-masing variabel sebesar 0.845 lebih besar dari 0.60 yang berarti reliabel.

3. Uji Statistik

Untuk menganalisis masalah ini melalui beberapa tahap guna mencapai jawaban penelitian ini. Pengujian akan dilakukan dengan Cochran untuk menguji alasan-alasan di atas. Sebelum pengujian alasan-alasan teresebut 11 item dan hasil akan diketahui faktor apa saja yang layak atau valid untuk dilakukan uji cochran, dengan proses bertahap, karena dari 11 item tersebut semuanya valid ssehingga 11 item akan dilakukan uji Cochran, yaitu mulai dari 11 item , kemudian 10 dan seterusnya sampai pengujian item mendapat sejumlah item yang berpengaruh.

Hasil analisisnya antara lain seperti tabel V.7 di bawah ini.

a. Tahap pertama

Langkah pertama yaitu melakukan pengujian terhadap 11 item. Ke 11 item dan proporsi jawwaban “ya” antara lain adalah table V.7

Tabel V.7 Tahap pertama

Faktor Value

0 1

1 Corak dan warna 13 87

3 Diameter 34 66

5 Harga terjangkau 6 94

6 Harga sesuai kualitas 17 83 7 Harga berdaya saing tinggi 8 92 9 Daya tanggap pengawai 31 69 10 Pengetahuan produk pegawai 30 70 11 Akses gampang ke lokasi 33 67 12 Visibilitas lokasi 21 79 13 Tempat parkir gampang 6 94 14 Iklan yang menarik 17 83

Sumber: Data primer di olah, 2020

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 100.871a

Df 10

Asymp.Sig .000 a. 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS, 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,3,4,5,6,7,9,10,11,12,13,dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,3,5,6,7,9,10,11,12,13,dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), denga df = 10 sehingga X2 tabel adalah 18.31 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 18.31, terima Ho apabila Q < 18.31 3) Q hitung :100.871a

4) Q hitung : sebesar 100.871a > X2 tabel 18.31 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu: diameter.

b.Tahap kedua

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 91.291a

Df 9

Asymp.Sig .000 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS, 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,5,6,7,9,10,11,12,13,dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,5,6,7,9,10,11,12,13,dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), denga df = 9 sehingga X2 tabel adalah

2) Kriteria : Tolah Ho apabila Q > 16.92, terima Ho apabila Q < 16.92 3) Q hitung : 91.291a

4) Q hitung : sebesar 91.291a > X2 tabel 16.92 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu: akses gampang ke lokasi.

c. Tahap Ketiga

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 69.505a

Df 8

Asymp.Sig .000 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS, 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,5,6,7,9,10,12,13,dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,5,6,7,9,10,12,13,dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), dengan df = 8 sehingga X2 tabel adalah 15.51 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 15.51, terima Ho apabila Q < 15.51 3) Q hitung : 69.505a

4) Q hitung : sebesar 69.505a > X2 tabel 15.51 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu : daya tanggap pegawai.

d. Tahap keempat

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 49.4096a

Df 7

Asymp.Sig .000 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS, 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,4,5,6,7,10,12,13 dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,4,5,6,7,10,12,13 dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), dengan df = 7 sehingga X2 tabel adalah 14.07 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 14.07, terima Ho apabila Q < 14.07 3) Q hitung :49.409a

4) Q hitung : sebesar 49.409a > X2 tabel 14.07 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu : pengetahuan produk pegawai.

e. Tahap kelima

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 25.542a

Df 6

Asymp.Sig .000 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS , 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,5,6,7,9,12,13 dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,5,6,7,9,12,13 dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), dengan df = 6 sehingga X2 tabel adalah 12.59 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 12.59, terima Ho apabila Q < 12.59 3) Q hitung :25.542a

4) Q hitung : sebesar 25.542a > X2 tabel 12.59 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu : visibilitas lokasi.

f. Tahap Keenam

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 17.978a

Df 5

Asymp.Sig .000 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS , 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,5,6,7,9,13 dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang

Ha :Minimal salah satu dari 1,5,6,7,9,13 dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), dengan df = 5 sehingga X2 tabel adalah 11.07 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 11.07, terima Ho apabila Q < 11.07 3) Q hitung :17.978a

4) Q hitung : sebesar 17.978a > X2 tabel 11.07 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu : harga sesuai dengan kualitas.

g. Tahap Ketujuh

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 13.056a

Df 4

Asymp.Sig .011 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS , 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,5,7,9,13 dan 14 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,5,7,9,13 dan 14 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), dengan df = 4 sehingga X2 tabel adalah 9.49 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 9.49, terima Ho apabila Q < 9.49 3) Q hitung :13.056a

4) Q hitung : sebesar 13.056a > X2 tabel 9.49 maka Ho ditolak

Karena hasilnya menolak H0, maka perlu dilakukan uji Cochrans kembali dengan menghilangkan atribut jawaban “ya” terendah yaitu : iklan yang menarik.

h. Tahap kedelapan

Test Statistics

N 100

Cochran’s Q 6.238a

Df 3

Asymp.Sig .101 1 is treated as a success

Sumber: Hasil Output data SPSS , 2020

Dari semua faktor penentu jawaban “ya” dilakukan pengujian menggunakan perhitungan statistik dengan menggunakan analasis Cochran Q Test dengan hasil sebagai berikut :

H0 : 1,5,7, dan 13 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

Ha :Minimal salah satu dari 1,5,7, dan 13 bukan menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang.

1) Alpha : 0.05 (5%), dengan df = 3 sehingga X2 tabel adalah 7.81 2) Kriteria : Tolak Ho apabila Q > 7.81, terima Ho apabila Q < 7.81 3) Q hitung :6.238a

4) Q hitung : sebesar 6.238a < X2 tabel 7.81 maka Ho diterima

Karena hasilnya menerima H0, maka dapat disimpulkan bahwa pernyataan 1,5,7, dan 13 menjadi alasan konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang :

1) corak dan warna 2) harga terjangkau

3) harga yang berdaya saing tinggi 4) tempat parkir yang gampang

B. Pembahasan

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan guna mengetahui faktor - faktor pengambilan keputusan pembelian lensa kontak di Bali Optik Magelang diperoleh hasil sebagai berikut.

Dari hasil analisis identitas responden diketahui bahwa sebagian besar responden adalah perempuan yaitu sebanyak 82 orang (82.0%) dengan mayoritas rentang usia 17-22 sebanyak 32 orang (32.0%), mayoritas pekerjaan adalah mahasiswa sebanyak 34 orang (34.0%). mayoritas telah memakai lensa kontak selama 1 - 2tahun sebanyak 39 orang (39.0%).

Untuk mengetahui faktor - faktor pengambilan keputusan pembelian lensa kontak di Bali Optik Magelang dilakukan analisis dengan menggunakan metode Cochran Q-test. Pengujian dilakukan terhadap 11 faktor yang valid yaitu: corak dan warna, diameter, harga terjangkau, harga sesuai dengan kualitas, harga berdaya saing tinggi, daya tanggap pegawai, pengetahuan produk pegawai, akses gampang ke lokasi, visibilitas lokasi, tempat parkir gampang, dan iklan yang menarik.

Pengujian faktor - faktor tersebut dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap ke 1 sampai dengan tahap ke 8. Pada tahap ke 8 pengujian diperoleh hasil menerima H0, sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa alasan pelanggan Bali Optik Magelang mengambil keputusan pembelian lensa kontak adalah :

1. corak dan warna 2. harga terjangkau

3. harga berdaya saing tinggi 4. tempat parkir gampang.

57

BAB VI

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil yang dapat dalam penelitian ini serta analisis data yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan beberapa hal yaitu :

1. Kataristik responden diketahui bahwa identitas responden diketahui bahwa sebagian besar responden adalah perempuan yaitu sebanyak 82 orang (82.0%) dengan mayotitas rentang usia 17-22 sebanyak 32 orang (32.0%), mayoritas pekerjaan adalah mahasiswa sebanyak 34 orang (34.0%), mayoritas telah memakai lensa kontak selama 1 - 2 tahun sebayak 39 orang

(39.0%)

2. Dari hasil analisis Corchran (setelah melakukan pengujian dan perhitungan dengan melewati beberapa tahap) dapat disimpulkan bahwa dari 4 faktor pengambilan keputusan pembelian lensa kontak di Bali Optik Magelang adalah:

a. corak dan warna b. harga yang terjangkau c. harga berdaya saing tinggi d. tempat parkir gampang.

B. Saran

Berdasarkan kesimpulan - kesimpulan diatas, ada beberapa saran yang dapat di kemukakan penulis bagi pihak Bali Optik Magelang dan juga bagi peneliti selanjutnya. Saran sebagai berikut:

1. Bagi pihak Bali Optik Magelang

Berdasarkan hasil penilitian dapat diketahui bahwa dari kelimabelas faktor pendorong hanya terdapat empat yang menjadi faktor konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang. Oleh karena itu sebaiknya faktor-faktor tersebut tetap dipertahankan oleh pihak Bali Optik Magelang. Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mempertahankan faktor-faktor tersebut antara laim:

a. Terkait dengan corak dan warna, pihak Bali Optik Magelang bisa menambah variasi produk sehingga pilihan konsumen bertambah banyak.

b. Terkait harga yang terjangkau, pihak Bali Optik Magelang bisa tetap mempertahankan variasi harga yang terjangkau agar konsumen dapat membeli sesuai dengan pendapatan/uang saku yang dimiliki sehingga konsumen akan banyak yang membeli.

c. Terkait harga yang bersaing tinggi, pihak Bali Optik harus mempertahankan kualitas yang sama tetapi memiliki harga yang lebih murah dan lebih baik lagi bila harga murah tetapi mampu memberikan kualitas yang lebih baik dibandingkan pesaing.

d. Terkait tempat parkir yang gampang, pihak Bali Optik bisa memperbaiki fasilitas parkir semilsalnya mengatur kendaraan pegawai sehingga konsumen lebih nyaman dalam memakirkan kendaraan.

2. Bagi peneliti selanjutnya

Dalam penilitian ini awalnya terdapat 15 faktor pendorong, namun setelah melakukan uji Cochran Q-test hanya terdapat 4 faktor pendorong konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang, maka bagi peneliti selanjutnya sebaiknya meneliti alternatif faktor yang lain yang juga mempengaruhi konsumen membeli lensa kontak di Bali Optik Magelang karena tidak menutup kemungkinan peneliti dapat menghasilkan kesimpulan yang lebih baik.

C. Keterbatasan Penelitian

Dalam melakukan penelitian ini. Penulis berusaha dengan sebaik mungkin.

Namun penulis menyadari adanya keterbatasan dalam penelitian ini yaitu :

1. Hasil dari penilitian ini kurang sempurna. Karena penulis belum mempunyai pengalaman dalam menulis karya ilmiah. Sehingga dalan hal pengkajian teori, pengolahan data dan analisis data dalam skripsi ini masih jauh dari sempurna.

2. Dalam penelitian ini penulis tidak dapat memastikan kebenaran data yang diperoleh dari responden. Karena data yang di peroleh dengan membagikan kuesioner kepada responden sehingga kemungkinan dalam memberikan jawaban kurang maksimal karena ketidaksungguhan responden dalam memberikan jawaban.

DAFTAR REFERENSI

Balawera, Asrianto. 2013. Green Marketing dan Corporate Responsibility.

Contact Lens & Anterior Eye Official Journal of the British Contact Lens Association Editor-in-Chief: Shehzad A Naroo.

Engel dkk. 2002. Perilaku konsumen.Alih bahasa Drs. F.X. Budiyanto.

Jakarta: Binarupa Aksara.

Hendri Sukotjo dan Sumanto Radix (2010) Analisa Marketing Mix-7P (Produk, Price, Promotion, Place, Partisipant, Process, dan Physical Evidence) terhadap Keputusan Pembelian Produk Klinik Kecantikan Teta di Surabaya.

Kotler, Philip 2002 Management Pemasaran Edisi Melenium, Jilid 1.

Jakarta: Prenhallindo.

Kotler, Philip dan Kevin Lane Keller. Manajemen Marketing Edisi 13, Erlangga, Jakarta, 2009.

Sugiyono,2003 , Metode Penelitian Bisnis , Bandung : Alfabet.

Swastha, DH Basu & Irawan .2005 Manajeman Pemsaran Moderen Edisi 12. Yogykarta : Liberty.

Suharno dan Yudi Sutarso. 2010. Marketing In Practice. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudijono, Anas. 2012. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Setiadi, J. Nugroho (2003). Perilaku Konsumen: Konsep dan Implikasi untuk Strategi dan Penelitian Pemasaran. Jakarta: Prenada Media.

Suharno dan Yudi Sutarso. 2010. Marketing In Practice. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Sudrajad dan Andriani (2015) Pengaruh Atribut Produk Terhadap Keputusan Konsumen Dalam Pembelian Produk Abon Jamur Tiram di Perusahaan Ailaifood Kota Malang Jawa Timur.

Sarini Kodu (2013) Harga, Kualitas Produk Dan Kualitas Pelayanan Pengaruhnya Terhadap Keputusan Pembelian Mobil Avanza.

Tjiptono. Fandy. 2002. Manajemen Pemasaran. Yogyakarta: PT Andi Yogyakarta.

Tandjung, 2004. Marketing Management: Pendekatan Pada Nilai-Nilai Pelanggan, Edisi Kedua. Penerbit Bayumedia, Malang.

Tjiptono Fandy . 2012. Strategi Pemasaran, ed. 3, Yogyakarta, Andi.

Tjiptono Fandy dan Gregorius chandra. 2016. Service, Quality &

satisfaction. Yogyakarta. And.i

Yulindo, Kenshi Poneva. 2013. “Pengaruh Atribut-atribut Produk Terhadap Keputusan Pembelian Green Product Cosmetics Sariayu Martha Tilaar di Kota Padang”.

Lampiran I Quesioner

KUESIONER

KepadaYth.

Bapak/Ibu/Saudara/Saudari

Konsumen Di Bali Optik Magelang

Dengan Hormat,

Pada kesempatan ini, perkenankanlah saya Fransiscus Alan David Sugianto NIM : 162214145 mahasiswa prodi manajemen fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma memohon Anda untuk meluangkan waktu sejenak untuk menjawab daftar pertanyaan yang terlampir dalam lembar kuesioner ini, sesuai dengan

Pada kesempatan ini, perkenankanlah saya Fransiscus Alan David Sugianto NIM : 162214145 mahasiswa prodi manajemen fakultas ekonomi Universitas Sanata Dharma memohon Anda untuk meluangkan waktu sejenak untuk menjawab daftar pertanyaan yang terlampir dalam lembar kuesioner ini, sesuai dengan

Dokumen terkait