METODE PENELITIAN
3.11 Teknik Pengujian Instrumen
3.10 Teknik Pengumpulan Data 1. Metode kuesioner
Kuesioner merupakan metode pengumpulan data dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan secara tertulis kepada subyek penelitian dengan maksud untuk memperoleh data tentang tingkat kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
2. Library research (riset kepustakaan)
Pengumpulan data dengan cara mempelajari bahan-bahan kuliah, literature, serta sumber lain yang dikumpulkan guna membantu dan memperkuat teori dan analisa.
3.11 Teknik Pengujian Instrumen
Pengujian instrumen dilakukan guna mengetahui apakah alat ukur yang dipakai layak digunakan atau tidak dalam penelitian.
1. Uji Validitas
Menurut (Sugiyono, 2010) uji validitas merupakan derajat ketepatan antara data yang terjadi pada obyek penelitian dengan data yang dapat dilaporkan oleh peneliti. Dengan demikian data yang valid adalah data yang tidak berbeda antara data yang dilaporkan oleh peneliti dengan data yang sesungguhnya terjadi pada obyek penelitian.
Uji validitas menggunakan teknik korelasi Product Moment dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
40
r =
∑ ∑ ∑ √ ∑ ∑ ∑Keterangan :
r : Nilai korelasi
∑ : Jumlah skor keseluruhan item pertanyaan x. ∑ : Jumlah skor keseluruhan item pertanyaan y
∑ : Jumlah skor hasil kali item pertanyaan x dan item pertanyaan y. ∑ : Jumlah skor keseluruhan untuk item pertanyaan x yang telah dkuadratkan.
∑ : Jumlah skor keseluruhan untuk item pertanyaan y yang telah dikuadratkan.
Untuk menentukan apakah instrumen valid atau tidak maka digunakan ketentuan sebagai berikut :
a. jika > dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen tersebut dikatakan valid.
b. jika < dengan taraf keyakinan 95% maka instrumen tersebut dikatakan tidak valid.
2. Uji Reliabilitas
Menurut (Saifuddin Azwar, 2012) reliabilitas menunjuk pada pengertian bahwa instrumen yang digunakan dapat mengukur sesuatu yang diukur secara konsisten dari waktu ke waktu. Syarat kualifikasi suatu instrumen pengukur adalah konsisten atau tidak berubah-ubah. Instrumen yang diuji
41
reliabilitas adalah instrumen yang dibuat oleh peneliti. Dalam hal ini instrumen tersebut adalah instrumen komponen konteks, masukan, proses dan hasil. Reliabilitas ditentukan atas dasar proporsi varian total yang merupakan varian total sebenarnya. Makin besar proporsi tersebut berarti makin tinggi reliabilitasnya. Untuk menguji reliabilitas instrumen yang akan digunakan dalam penelitian ini digunakan rumus koefisien Alpha karena skor pada butir-butir instrumen merupakan skor bertingkat yaitu antara 1 sampai 4 atau 1 sampai 5. Menurut (Arikunto, 2010) instrumen yang berbentuk multiple choice (pilihan ganda) maupun skala bertingkat maka reliabilitasnya dihitung dengan rumus Alpha.
Rumus tersebut adalah :
=( ) ( ∑ ) Keterangan : : Reliabilitas instrumen : Banyaknya butir pertanyaan ∑ : Jumlah varian butir
: Varian total
Untuk menentukan apakah variabel reliabel atau tidak maka akan digunakan ketentuan sebagai berikut :
a. Jika nilai Cronbach Alpha > 0,60 maka item variabel tersebut dianggap reliabel.
b. Jika nilai Cronbach Alpha < 0,60 maka item variabel tersebut dianggap tidak reliabel.
42 3.12 Teknik Analisis Data
1. Uji Asumsi Klasik
Menurut ( Sudarmanto, 2010:105) beberapa hal yang mendasari tentang perlunya melakukan uji asumsi klasik atau uji persyaratan regresi linier berganda adalah adalah agar besaran atau koefisien statistik yang diperoleh bener-bener merupakan penduga parameter yang memang dapat dipertanggung jawabkan atau akurat. Pengujian terhadap penyimpangan asumsi klasik dalam penelitian ini terdiri dari uji normalitas, uji multikolinearitas, dan uji heteroskedastisitas.
a. Uji normalitas
Menurut (Husein Umar, 2011) uji normalitas adalah untuk mengetahui apakah variabel dependen, independen atau keduanya berdistribusi normal, mendekati normal atau tidak. Dasar pengambilan keputusan bisa dilakukan berdasarkan probabilitas (Asymtotic Significance), yaitu ;
1) Jika probabilitas > 0,05 maka distribusi dari populasi adalah
normal.
2) Jika probabilitas < 0,05 maka probabilitas tidak distribusi secara normal.
b. Uji multikolinearitas
Menurut (Priyatno, 2012:39) uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik multikolinearitas, yaitu adanya hubungan linier antar variabel independent dalam model regresi. Syarat yang harus dipenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya multikolinearitas. Ada beberapa metode pengujian yang bisa digunakan mengetahui ada tidaknya multikolinearitas yaitu :
43
1) Dengan melihat nilai Varians Inflaction Factor (VIF) pada model regresi.
2) Dengan membandingkan nilai koefisien determinasi individual ( ) dengan nilai determinasi secara serentak ( ).
3) Dengan melihat nilai eigenvalue dan condition index. Pada penelitian ini akan dilakukan uji multikolinearitas dengan melihat nilai VIF pada model regresi.
c. Uji heteroskedastisitas
Menurut (Priyatno, 2012:47) uji heteroskedastisitas digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyimpangan asumsi klasik heteroskedastisitas, yaitu adanya ketidaksamaan varian dari residual untuk semua pengamatan pada model regresi. Syarat yang harus dipenuhi dalam model regresi adalah tidak adanya heteroskedastisitas. Ada beberapa metode pengujian yang dilakukan diantaranya Uji Park, Uji Glesjer, melihat Pola Grafik Regresi dan uji Koefesien Korelasi Spearman. Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang membentuk pola tertentu (berglombang, melebar kemudian menyempit). Maka mengidentifikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas, serta titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka nol pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
2. Analisis Regresi Linear Berganda
Dalam penelitian ini, analisis regresi linear berganda digunakan untuk membuktikan sejauh mana hubungan pengaruh likuiditas dan struktur modal terhadap nilai perusahaan.
Persamaa analisis regresi linear berganda secara umum untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
44 Y= 1 1 2 2 e Keterangan : Y = Kepuasan Pelanggan = Konstata 1. 2 = Koefisien Regresi 1 = Kualitas Pelayanan 2 = Harga
e = Kesalahan Estimasi Standar
a. Uji F atau Uji Simultan
Uji F dilakukan untuk menguji apakah kualitas pelayanan dan harga secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk. Langkah-langkah uji F adalah sebagai berikut :
1) Menentukan rumus hipotesis:
: , 0, artinya kualitas pelayanan dan harga secara simultan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
: , 0, artinya kualitas pelayanan dan harga secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
2) Menentukan (tingkat signifikan)
Dalam penelitian ini penulis menggunakan =5%. 3) Menentukan
45 Df1 : n-k-2
Keterangan :
n : jumlah sampel
k : jumlah variabel independen
df : degree of fredom / derajat kebebasan
4) Menentukan kriteria pengujian
Jika angka probabilitas (sig) lebih besar dari nilai ( > 0,05) maka ditolak dan diterima.
Jika angka probabilitas (sig) lebih kecil dari atau sama dengan nilai 0,05) maka diterima dan ditolak.
5) Menarik Kesimpulan
Jika diterima dan ditolak berarti kualitas pelayanan dan harga secara simultan tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
Jika ditolak dan diterima berarti kualitas pelayanan dan harga secara simultan berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
b. Uji T atau Uji Persial
Uji t atau yang biasa dikenal dengan uji signifikansi terhadap masing-masing koefisien regresi untuk mengetahui signifikansi atau setidaknya pengaruh dari masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat (Y). Langkah-langkah uji t adalah sebagai berikut :
46 1) Menentukan rumusan Hipotesis
: = 0, artinya kualitas pelayanan dan harga secara persial tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
: 0, artinya kualitas pelayanan dan harga secara persial berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
2) Menentukan (tingkat signifikan)
Dalam penelitian ini penulis menggunakan = 5%. 3) Menentukan
Tabel distribusi t dicari pada = 5% (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n-k-2 (n adalah jumlah sampel dan k adalah variabel independen.
4) Menentukan Kriteria Pengujian
Jika angka probabilitas (sig) lebih besar dari nilai > 0,05) maka ditolak dan diterima.
Jika angka probabilitas (sig) lebih kecil dari atau sama dengan nilai 0,05) maka diterima dan ditolak.
5) Menarik Kesimpulan
Jika H0 diterima dan Ha ditolak maka kualitas pelayanan dan harga secara persial tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development Tbk.
Jika H0 ditolak dan Ha diterima maka kualitas pelayanan dan harga secara persial berpengaruh positif terhadap kepuasan pelanggan pada PT Cowell Development tbk.
47 c. Uji Koefisien Determinasi ( )
Menurut ( Ghozali, 2013:97), koefisien determinasi ( ) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen. Nilai koefisiensi determinasi antara nol sampai satu. Nilai koefisien determinasi yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen sangat terbatas. Nilai yang sangat mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Kelemahan mendasar dalam penggunaan koefisien determinasi adalah jumlah variabel independen yang dimasukan kedalam model. Hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut dengan koefisien determinasi terletak antara 0 sampai dengan 1, atau 0 < 1 yang memiliki arti bahwa :
1) Bila mendekati nol, berarti variabel independen tidak mampu menjelaskan persentase pengaruhnya terhadap variabel dependen.
2) Bila mendekati satu, berarti variabel independen mampu menjelaskan presentase pengaruhnya terhadap variabel dependen.
48