BAB III METODOLOGI PENELITIAN
3.6 Teknik Pengujian Instrumen
Validitas atau kesahihan berasal dari kata validity yang berarti sejauh mana ketetapan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Dengan kata lain, validitas adalah suatu konsep yang berkaitan dengan sejauh mana tes telah mengukur apa yang seharusnya diukur (Sudaryono, 2016: 147). Sependapat dengan teori tersebut, Azwar (2018: 8) juga meyebutkan bahwa validitas berasal dari kata validity yang mempunyai arti sejauhmana akurasi suatu tes atau skala dalam menjalankan fungsi pengurukurannya.
Menurut Sudaryono (2016: 148) konsep validitas instrumen atau tes dapat dibedakan atas tiga jenis, yaitu: (a) validitas isi (content validity); validitas konstruk (construct validity; dan validitas empiris atau validitas kriteria.
58 Menurut Gregory (dalam Sudaryono, 2016: 148) validitas isi menunjukkan sejauh mana pertanyaan, tugas atau butir, dalam suatu tes atau instrumen mampu mewakili secara keseluruhan dan proporsional keseluruhan perilaku sampel yang menjadi tujuan pembelajaran yang akan diukur pencapaiannya. Artinya tes mencerminkan keseluruhan konten atau materi yang diujikan atau yang seharusnya dikuasai secara proporsional.
2. Validitas Konstruk (construct validity)
Validitas kontruk mengandung arti bahwa suatu alat ukur dikatakan valid apabila telah cocok dengan kontruksi teoretik dimana tes tersebut dibuat. Sebuah tes memiliki validitas konstruksi apabila soal-soalnya mengukur aspek berpikir (Sudaryono, 2016: 148). Validitas isi (content validity) dan validitas konstruk (construct
validity) digunakan untuk mengukur validitas instrumen yang telah
disusun.
3.7.1.1 Validitas Isi (content validity)
Validator dilakukan oleh dua guru, yaitu guru kelas IV SD Negeri Puren dan guru kelas IV SD Negeri Pungangan, Wonosobo. Validator merupakan ahli yang diminta untuk memberikan pendapat dan penilaian pada instrumen RPP, soal pretest, dan soal evaluasi.
Penentuan kriteria uji validitas isi menggunakan skala likert. Darmawan (2013: 168) menyatakan bahwa skala liker’s digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi seseorang tentang fenomena sosial. Skala likert 5-poin merupakan skala likert yang
59 paling sering digunakan. Tingkat persetujuan biasanya dinyatakan dalam bentuk ‘Sangat tidak setuju’ sampai ‘Sangat setuju’, dengan ‘Netral’ ditengah (Santosa, 2018: 46). Kriteria uji validitas RPP ini menggunakan skala yang telah dimodifikasi karena 4-poin sudah merupakan hasil yang tinggi. Kriteria uji validitas RPP untuk skor 1 “sangat kurang”, skor 2 untuk “kurang”, skor 3 untuk “cukup baik”, dan skor 4 untuk “baik”. Skala penilaian pada instrumen RPP adalah 1-4, berikut kriteria hasil validitas RPP:
Tabel 3.7 Kriteria Uji Validitas RPP
Rerata hasil dari nilai validitas sebesar 3-4 menunjukkan bahwa RPP tidak revisi, namun jika rerata hasil dari validasi ≤ 3 maka instrumen RPP perlu di revisi. Komponen dari indikator penilaian pada instrumen Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) meliputi (I) perumusan indikator, (II) materi pembelajaran, (III) sumber belajar, (IV) kegiatan pembelajaran, dan (V) penilaian hasil belajar. Validitas RPP dilakukan sebanyak dua kali, hal ini dilakukan karena siklus dilakukan dua kali sehingga RPP yang disusun juga sebanyak dua RPP. Berikut hasil dari penilaian RPP oleh kedua ahli:
Tabel 3.8 Rangkuman Penilaian Instrumen RPP Siklus I Rerata Keterangan 3-4 Tidak revisi ≤ 3 Revisi Validator Indikator Rata-rata I II III IV V 1 2 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 Guru 1 4 4 4 3 4 3 4 4 3 4 3 3 4 4 3 3 3,56 Guru 2 3 3 4 4 3 4 3 3 3 3 3 4 4 3 4 3 3,38 Rata-rata 3,47
60
Hasil rata-rata dari kedua validator yang telah memvaliditas instrumen RPP adalah sebesar 3,47, sehingga hasil tersebut menunjukkan bahwa instrumen tidak perlu revisi. Berikut hasil penilaian RPP oleh kedua ahli pada RPP siklus II:
Tabel 3.9 Rangkuman Penilaian Instrumen RPP Siklus II
Validitas instrumen RPP menghasilkan rata-rata sebesar 3,63. Instrumen dinyatakan tidak perlu revisi bila rata-rata validitasnya >3 sehingga dengan hasil akhir 3,63 maka tabel tersebut menunjukkan bahwa instrumen RPP tidak perlu direvisi dan telah layak untuk digunakan.
Peran ahli dalam penelitian ini bukan hanya memberi penilaian pada instrumen RPP saja, tetapi juga memberi penilaian pada soal
pretest dan soal evaluasi I dan II (posttest). Skala penialaian pada
instrumen soal pretest dan soal evaluasi adalah 1-5 dengan indikator dan materi yang telah ditentukan, yaitu mengenai materi penggolongan jenis tulang daun. Kriteria uji validitas intrumen soal menggunakan skala likert dimana skor 1 untuk “sangat kurang”, skor 2 untuk “kurang”, skor 3 untuk “cukup”, skor 4 untuk “baik”, dan skor 5 untuk “sangat baik”. Berikut adalah kriteria validitas instrumen soal:
Tabel 3.10 Kriteria Uji Validitas Instrumen Soal Validator Indikator Rata -rata I II III IV V 1 2 1 2 3 4 1 2 3 1 2 3 4 1 2 3 Guru 1 4 4 4 3 4 4 4 3 3 3 4 4 4 4 3 4 3,69 Guru 2 3 4 3 3 4 4 4 4 3 3 4 4 4 4 3 3 3,56 Rata-rata 3,63
61
Kriteria uji validitas instrumen pada tabel 3.10 menunjukkan bila rerata hasil keseluruhan nilai validitas instrumen sebesar 4-5, maka instrumen soal tidak perlu direvisi, namun bila rerata hasil validitas instrumen sebesar ≤ 3 maka instrumen soal tersebut perlu direvisi. Penilaian pada instrumen soal terdiri dari dua komponen, yaitu kesesuaian soal dengan indikator dan kesesuaian soal dengan materi. Berikut rangkuman hasil penilaian ahli pada instrumen soal
pretest:
Tabel 3.11 Rangkuman Hasil Penilaian Instrumen Soal Pretest Komponen Validator Rata-rata
Guru 1 Guru 2
I 3,7 4,4 4,05 II 3,8 4,7 4,23 Rata-rata 4,14
Instrumen dinyatakan tidak perlu dilakukan revisi bila hasil akhir >3. Pada tabel 3.11 rata-rata penilaian instrumen sebesar 4,14, sehingga penilaian tersebut menunjukkan bahwa instrumen soal
pretest tidak perlu direvisi. Selanjutnya ahli memberikan penilaian
pada instrumen soal posttest atau soal evaluasi yang dilakukan setiap akhir siklus. Berikut rangkuman hasil penilaian ahli pada instrumen soal evaluasi I:
Tabel 3.12 Rangkuman Hasil Penilaian Instrumen Soal Evaluasi I Komponen Validator Rata–rata
Guru 1 Guru 2
I 3,9 3,7 3,78
Rerata Keterangan 4-5 Tidak revisi
62 II 3,8 4,6 4,18
Rata-rata 3,98
Berdasarkan tabel 3.12, hasil akhir dari penilaian ahli terhadap instrumen soal evaluasi I adalah sebesar 3,98. Dilihat dari kriteria penilaian instrumen mengenai revisi tidaknya suatu instrument, maka rangkuman hasil penilaian ahli terhadap instrumen soal evaluasi I sebesar 3, 98 tersebut tidak perlu dilakukan suatu revisi. Untuk penilaian soal yang terakhir, ahli memberi penilaian pada instrumen soal evaluasi II. Soal evaluasi II ini diberikan kepada siswa pada siklus II. Berikut rangkuman hasil penilaian para ahli terhadap instrumen soal evaluasi II:
Tabel 3.13 Rangkuman Hasil Penilaian Instrumen Soal Pretest Komponen Validator Rata-rata
Guru 1 Guru 2
I 3,95 4 3,98 II 4,6 4,9 4,8
Rata-rata 3,47
Hasil penilaian instrumen soal evaluasi II oleh ahli diperoleh nilai sebesar 3,47. Hasil tersebut bila dibandingkan dengan kriteria validitas instrumen dimana hasilnya >3, maka pada tabel 3.12 menunjukkan bahwa instrumen soal evaluasi II tidak perlu direvisi.
Para ahli telah memberikan penilaian pada instrumen yang telah dirancang, antara lain RPP, soal pretest, soal evaluasi I, dan soal evaluasi II. Keempat instrumen tersebut harus memperoleh rata-rata >3 agar tidak perlu dilakukan revisi. Hasil penilaian oleh ahli tersebut memperoleh hasil rata-rata di atas 3, sehingga instrumen-instrumen
63 tersebut tidak perlu direvisi dan telah layak untuk digunakan pada tahap selanjutnya.
3.7.1.2 Validitas Konstruk (construct validity)
Allen dan Yen (dalam Azwar, 2018: 45) menyatakan validitas konstruk adalah validitas yang menunjukkan sejauhmana hasil tes mampu mengungkapkan suatu trait atau suatu konstrak teoretik yang hendak diukurnya. Penelitian ini melakukan uji validitas konstruk pada siswa kelas IV di SD Negeri Pungangan, Wonosobo. Uji validitas konstruk ini berupa uji instrumen soal pretest, soal evaluasi 1, dan evaluasi 2. Validitas soal ini dilakukan oleh guru kelas IV SD Negeri Puren dan guru kelas IV SD Negeri Pungangan. Guru di minta untuk memberikan penilaian berdasarkan keterkaitan antara instrumen soal dengan indikator dan materi. Setelah mendapatkan penilaian dari validitas soal, selanjutnya dilakukan uji instrumen soal kepada siswa kelas IV SD Negeri Pungangan, Wonosobo, dengan jumlah 25 siswa yang terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan. Berikut adalah hasil dari uji instrumen soal:
a. Soal Pretest
Tabel 3.14 Hasil Uji Validitas Soal Pretest
Nomor Soal Nilai Korelasi (r hitung) Nilai r tabel (n = 25, a = 5%) Keterangan 1 0.121 0.396 Tidak Valid 2 0.441 0.396 Valid 3 0.357 0.396 Tidak Valid 4 0.206 0.396 Tidak Valid 5 0.029 0.396 Tidak Valid
64
Hasil uji validitas soal dihitung dengan menggunakan teknik korelasi product moment SPSS 17. Soal yang dujikan tersebut dinyatakan valid apabila r hitung ≥ r tabel. Perhitungan validitas menggunakan r tabel sebesar 0,396 yang sudah disesuaikan dengan r
tabel product moment. Tabel di atas menunjukkan 6 soal dinyatakan
valid, yaitu ditunjukkan pada nomor 2, 6, 10, 14, 15, 17. 6 soal telah mewakili masing-masing indikator, seperti pada indikator satu diwakili oleh nomor soal 10, dan indikator kedua terwakili oleh nomor soal 2, 6, 14, 15, dan 17. Berikut tabel hasil validitas soal evaluasi:
b. Soal Evaluasi
Tabel 3.15 Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi 1 Nomor Soal Nilai Korelasi (r hitung) Nilai r tabel (n = 25, a = 5%) Keterangan 1 0.348 0.396 Tidak Valid 2 0.357 0.396 Tidak Valid 3 -0.14 0.396 Tidak Valid 4 0.249 0.396 Tidak Valid 6 0.617 0.396 Valid 7 0.219 0.396 Tidak Valid 8 0.369 0.396 Tidak Valid 9 0.39 0.396 Tidak Valid 10 0.704 0.396 Valid 11 0.327 0.396 Tidak Valid 12 0.027 0.396 Tidak Valid 13 0.343 0.396 Tidak Valid 14 0.548 0.396 Valid 15 0.567 0.396 Valid 16 0.219 0.396 Tidak Valid 17 0.489 0.396 Valid 18 0.3 0.396 Tidak Valid 19 0.19 0.396 Tidak Valid 20 0.231 0.396 Tidak Valid
65 5 0.421 0.396 Valid 6 0.165 0.396 Tidak Valid 7 0.116 0.396 Tidak Valid 8 0.047 0.396 Tidak Valid 9 0.166 0.396 Tidak Valid 10 0.557 0.396 Valid 11 0.372 0.396 Tidak Valid 12 0.506 0.396 Valid 13 0.349 0.396 Tidak Valid 14 -0.185 0.396 Tidak Valid 15 0.373 0.396 Tidak Valid 16 0.451 0.396 Valid 17 0.581 0.396 Valid 18 0.454 0.396 Valid 19 0.503 0.396 Valid 20 0.554 0.396 Valid
Berdasarkan tabel tersebut, terdapat 8 soal yang dinyatakan valid, yaitu soal nomor 5, 10, 12, 16, 17, 18, 19, 20. Dari 8 soal tersebut, masing-masing soal telah mewakili kedua indikator, seperti nomor 10 mewakili indikator 3.1.1 Mengetahui penggolongan tumbuhan berdasarkan bentuk tulang daun, kemudian untuk indikator 3.1.2 Menggolongkan tumbuhan berdasarkan bentuk tulang daun terwakili oleh nomor soal 5, 12, 16, 17, 18, 19, dan 20. Ke-8 soal tersebut dinyatakan valid karena r hitung ≥ r tabel, dengan r tabel = 0,396 dan sudah disesuaikan dengan r tabel product moment. Uji validitas soal dilakukan juga pada soal evaluasi II, berikut hasil uji validitas soal evaluasi 2:
Tabel 3.16 Hasil Uji Validitas Soal Evaluasi 2
Nomor Soal Nilai Korelasi (r hitung) Nilai r tabel (n = 25, a = 5%) Keterangan 1 0.115 0.396 Tidak Valid
66
Hasil uji validitas soal tersebut dihitung dengan menggunakan teknik korelasi product moment SPSS 17. Soal yang dujikan tersebut dinyatakan valid apabila r hitung ≥ r tabel, maka apabila r hitung < r
tabel soal tersebut dinyatakan tidak valid. Perhitungan validitas
menggunakan r tabel sebesar 0,396 yang sudah disesuaikan dengan r
tabel product moment. Pada tabel 3.13 menunjukkan 6 soal yang
dinyatakan valid. Soal tersebut terdiri dari nomor 2, 6, 10, 14, 15, dan17. Seperti pada uji validitas soal sebelumnya, hasil uji validitas soal evaluasi 2 soal yang telah dinyatakan valid tersebut masing-masing mewakili indikator yang telah ditentukan. Indikator 3.1.1 mengetahui penggolongan tumbuhan berdasarkan bentuk tulang daun diwakili oleh soal valid nomor 2 dan 15, sedangkan untuk indikator
2 0.449 0.396 Valid 3 0.363 0.396 Tidak Valid 4 0.181 0.396 Tidak Valid 5 0.02 0.396 Tidak Valid 6 0.573 0.396 Valid 7 0.229 0.396 Tidak Valid 8 0.337 0.396 Tidak Valid 9 0.396 0.396 Tidak Valid 10 0.707 0.396 Valid 11 0.337 0.396 Tidak Valid 12 -0.004 0.396 Tidak Valid 13 0.322 0.396 Tidak Valid 14 0.554 0.396 Valid 15 0.549 0.396 Valid 16 0.206 0.396 Tidak Valid 17 0.45 0.396 Valid 18 0.308 0.396 Tidak Valid 19 0.168 0.396 Tidak Valid 20 0.22 0.396 Tidak Valid
67 3.1.2 menggolongkan tumbuhan berdasarkan bentuk tulang daun 6, 10, 14, dan 17.
3.6.2 Uji Reliabilitas
Setelah dilakukan uji validitas, selanjutnya dilakukan suatu uji reliabilitas. Triton (2006: 248) menjelaskan bahwa uji reliabilitas mencerminkan dapat dipercaya dan tidaknya suatu instrumen penelitian berdasarkan tingkat kemantapan dan ketepatan suatu alat ukur dalam pengertian bahwa hasil pengukuran yang didapatkan merupakan ukuran yang benar dari sesuatu yang diukur. Nilai korelasi memiliki rentang antara 0 sampai 1 atau 0 sampai -1. Tanda positif dan negatif menunjukkan arah hubungan. Tanda positif menunjukkan arah hubungan searah. Jika satu variabel naik, variabel yang lain naik. Tanda negatif menunjukkan hubungan berlawanan. Jika satu variabel naik, variabel yang lain malah turun (Trihendradi, 2009: 201). Apabila skala tersebut dikelompokkan ke dalam lima kelas dengan range yang sama, maka ukuran kemantapan
alpha dapat diinterpretasikan seperti tabel berikut (Triton, 2006: 248).
Tabel 3.17 Tingkat Reliabilitas Koefisien Korelasi Tingkat Reliabilitas
0,00 – 0,20 >0,20 – 0,40 >0,40 – 0,60 >0,60 – 0,80 >0,80 – 1,00 Kurang Reliabel Agar Reliabel Cukup Reliabel Reliabel Sangat Reliabel
Wells dan Wollack (dalam Azwar, 2018: 98) mengatakan bahwa tes standar yang taruhannya tinggi (hight stakes) serta disusun secara profesional harus memiliki koefisien konsistensi internal minimal 0,90.
68 Tes yang tidak begitu tinggi taruhannya, tetap harus memperlihatkan konsistensi internal setidaknya 0,80 atau 0,85. Sedangkan untuk tes yang digunakan di kelas oleh para guru (penelitian tindakan kelas) hendaknya memiliki koefisien reliabilitas 0,70 atau lebih.
Pada soal pretest, diperoleh 6 soal yang dinyatakan valid. Kemudian soal tersebut dilakukan uji reliabilitas dengan menggunakan SPSS 17, berikut adalah hasil pengukuran uji reliabilitas:
Tabel 3.18 Hasil Reliabilitas Soal Pretest
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil dari reliabilitas dari 20 soal adalah sebesar 0,783. Arti dari hasil cronbach’s alpha sebesar 0,783 menunjukkan bahwa soal tersebut dapat dinyatakan reliabel karena berada pada koefisien reliabilitas antara >0,60-0,80. Bahkan soal pretest tersebut telah memenuhi syarat dari minimal koefisien reliabilitas sebesar 0,70 dari suatu penelitian tindakan kelas menurut Wells dan Wollack (dalam Azwar, 2018: 98), karena hasil koefisien reliabilitas dari soal tersebut adalah sebesar 0,783.
Tabel 3.19 Hasil Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus I
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil dari reliabilitas dari 20 soal evaluasi 2 adalah sebesar 0,761. Hasil cronbach’s alpha sebesar 0,761, menunjukkan bahwa soal tersebut reliabel karena berada pada koefisien reliabilitas antara >0,60-0,80. Bahkan soal pretest tersebut telah
Koefisien korelasi Jumlah soal
.783 20
Koefisien korelasi Jumlah soal
69 memenuhi syarat dari minimal koefisien reliabilitas sebesar 0,70 dari suatu penelitian tindakan kelas menurut Wells dan Wollack (dalam Azwar, 2018: 98), karena hasil koefisien reliabilitas dari soal tersebut adalah sebeasr 0,783.
Tabel 3.20 Hasil Reliabilitas Soal Evaluasi Siklus II
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa hasil dari reliabilitas dari 20 soal evaluasi II adalah sebesar 0,767. Arti dari hasil cronbach’s alpha sebesar 0,767 menunjukkan bahwa soal tersebut reliabel karena berada pada koefisien reliabilitas antara >0,60-0,80. Bahkan soal pretest tersebut telah memenuhi syarat dari minimal koefisien reliabilitas sebesar 0,70 dari suatu penelitian tindakan kelas menurut Wells dan Wollack (dalam Azwar, 2018: 98), karena hasil koefisien reliabilitas dari soal tersebut adalah sebeasr 0,783.