BAB III METODOLOGI PENELITIAN
G. Teknik Pengujian Keabsahan Data
Teknik pengujian keabsahan data meliputi uji kredibilitas, transferability, reliabilitas, dan obyektivitas. Adapun tekhnik pengujian keabsahan data yang peneliti gunakan adalah dengan teknik triangulasi yaitu untuk mendapatkan validitas dan reliabilitas data.
Teknik triangulasi yakni teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data dengan triangulasi,
92 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D... hal 85-86
93 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D ....hal 247-253
maka sebenarnya peneliti mengumpulkan data yang sekaligus menguji kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.
Mathinson mengatakan bahwa nilai dari teknik pengumpulan data dengan triangulasi adalah untuk mengetahui data yang diperoleh convergent (meluas), tidak kontradiksi. Oleh karena itu dengan menggunakan teknik triangulasi dalam pengumpulan data, maka data yang diperoleh akan lebih konsisten, tuntas dan pasti. Dengan triangulasi akan lebih meningkatkan kekuatan data, bila dibandingkan dengan suatu pendekatan.
Triangualsi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu : Triangulasi Sumber, digunakan untuk menguji kredibilitas data digunakan dengan cara
mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber, dan Triangulasi Waktu, waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data.
Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan wawancara, observasi dan teknik lainnya dalam waktu dan situasi yang berbeda.94
94 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D... h. 241-242
BAB IV
HASIL PENELITIAN
A. KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH ALIYAH SWASTA YATI KAMANG MUDIK DALAM MENINGKATKAN KINERJA GURU
Kepemimpinan kepala madrasah di MAS YATI Kamang Mudik yang menjabat saat ini telah memberikan pengaruh terhadap kinerja guru dan pegawai dan mutu madrasah, telah terlihat kemajuan yang baik selama kepemimpinan kepala madrasah ini. Hal ini terbukti dengan keputusan kementrian agama mengenai akreditasi yang diperoleh MAS YATI Kamang Mudik yaitu yudisium BAIK. Setelah itu kemajuan juga terlihat dari kurikulum pembelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, seperti pramuka, olahraga, dan drumband serta kelengkapan sarana dan prasarana yang dapat menunjang proses pembelajaran, seperti perpustakaan yang cukup dengan buku pelajaran yang bisa dimanfaatkan siswa untuk belajar, ruangan tempat keterampilan usaha untuk membekali siswa dengan keterampilan tata busana, dan adanya ruangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) serta ruang kesenian dan olahraga.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Madrasah Aliyah, Ibu Fetriwati, S. Ag, M. Pd, beliau menjelaskan:
“Sebelum menjabat menjadi kepala saya mendapatkan SK dari Kementrian Agama terlebih dahulu. Adapaun langkah awal yang saya lakukan setelah itu adalah melakukan interaksi dan pendekatan dengan semua instansi madrasah dan bagian yang termasuk di dalamnya, setelah itu saya menggali ilmu dan memperluas wawasan dengan membaca buku tentang kepemimpinan dan apa yang terkait dalam kepemimpinan itu sendiri serta mengikuti diklat dan pelatihan-pelatihan tentang kepemimpinan”. Ada beberapa nilai-nilai yang sudah saya tanamkan ketika memimpin madrasaha ini, diantaranya :
nilai keteladanan, contohnya mengenai kedisiplinan seperti harus datang lebih awal. Kemudian nilai akhlakul karimah, contohnya moral, etika , dan tingkah laku harus sopan dan santun, ramah, mudah bergaul agar disenangi oleh seluruh guru, siswa dan masyarakat.”95 Menurut hasil wawancara dengan salah seorang majlis guru, yaitu Ibu Sri Wahyuni, S. Pd. I, beliau mengatakan:
“Kepemimpinan kepala madrasah sudah bagus dan ada perubahan setiap tahunnya, beliau terus berusaha untuk memikirkan bagaimana meningkatkan madrasah ke depan. Beliau selalu melihat contoh ke madrasah lain dan berusaha untuk menjalankannya di madrasah ini.
Selain itu, beliau juga gigih untuk mendapatkan informasi serta bantuan dari instansi lain untuk perbaikan madrasah ini.
Menurut saya sifat kepala madrasah saat ini tegas, beliau dekat dengan guru, suka bercanda bersama serta memiliki wawasan yang luas dan bisa dijadikan contoh tauladan dari sifat beliau tersebut, seperti dari ketegasan beliau bisa melahirkan disiplin, dari kedekatan beliau bisa menjalin ukuwah dengan baik, serta dengan wawasan dari beliau kita dapat berbagi ilmu pengetahuan dan bertukar pikiran dengan beliau”.96
Kepala madrasah memiliki sifat mendidik yang bisa dijadikan contoh teladan bagi guru.97 Beliau juga cepat dan tanggap terhadap informasi baru yang bisa menunjang kemajuan madrasah di masa yang akan datang.98
Ibu Welli Okmira, S. Pd. I juga menambahkan :
“Kinerja kepala madrasah sudah bagus, beliau baik, tegas dan bisa merasakan keluhan apa yang dirasakan guru dan cepat mencarikan solusi setiap terjadi permasalahan. Selama kepemimpinan beliau di MAS YATI Kamang Mudik telah banyak perubahan dari sebelumnya, hal ini dengan dilengkapinya sarana dan prasarana yang menunjang perbaikan madrasah ke depan, seperti : ruangan praktek keterampilan usaha, ruang kesenian dan olahraga serta ruang UKS. Selain itu, adanya olahraga, kegiatan pramuka dan drumband. Kegiatan ini harus diikuti oleh siswa karena masuk pada bagian kurikulum yang harus
95 Fetriwati, Kepala Madrasah, wawancara pribadi, Kamis, 25 Juni 2015, pukul 12.00
96 Sri Wahyuni, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, wawancara pribadi : Rabu, 8 Juli 2015, pukul 09.30
97 Welli Okmira, waka sarana dan prasarana, guru akidah akhlak, wawancara pribadi : Senin, 29 Juni 2015, pukul 11.00
98 Lilvia, guru mata pelajaran Bahasa Arab, wawancara pribadi, Jum’at, 31 Juli 2015, pukul 13.00
diberi penilaian terhadap siswa yang mengikutinya.99 Ada beberapa sifat yang paling menonjol, yaitu ketegasan dalam memimpin. Akan tetapi ada beberapa hal yang harus dirubah beliau, yaitu dari segi kehadiran yang kadang-kadang tidak tepat pada waktunya. 100
Untuk meningkatkan kinerja guru, kepala madrasah melakukan berbagai tindakan, diantaranya : melakukan rapat dengan majelis guru untuk membicarakan setiap kinerja yang harus dilakukan dengan baik. Pada saat rapat, kepala madrasah memberikan arahan serta motivasi kepada majelis guru supaya melaksanakan tugasnya dengan baik dan benar serta melakukan perbaikan untuk ke depannya agar kinerja guru terus mengalami peningkatan.
Selain itu ada beberapa bimbingan yang telah dilakukan kepala madrasah kepada guru, seperti: bimbingan tentang kurikulum, bimbingan tentang kedisiplinan, bimbingan untuk membuat perangkat pembelajaran persemester, bimbingan tentang bagaimana cara meningkatkan mutu pembelajaran dan mutu madrasah, bimbingan tentang kinerja yang baik, pencerahan.
Ibu Yusnetti, SH, selaku Waka Kurikulum mengatakan:
“Telah banyak pembinaan yang diberikanKepala Madrasah mengenai kurikulum, seperti akan dimulainya kurikulum 2013, kami selalu mengadakan rapat mengenai kurikulum baru yang akan dilaksanakan.
Kepala madrasah selalu memberikan arahan tentang apa yang belum kami ketahui mengenai kurikulum baru itu.”101
Kepala madrasah juga menjelaskan:
“Kinerja guru terus mengalami perubahan kearah yang lebih bagus, saya harus berusaha bagaimana cara meningkatkan kinerja guru ini
99 Welli Okmira, waka sarana dan prasarana, guru akidah akhlak, wawancara pribadi : Senin, 29 Juni 2015, pukul 11.00
100 Parasuddin. D. Waka kesiswaan, guru mata pelajaran Nahu, Sharaf, wawancara pribadi, Sabtu, 1 Agustus 2015
101 Yusnetti, Waka Kurikulum, wawancara pribadi, Sabtu, 11 Juli 2015, pukul 08.00
serta bagaimana cara saya untuk terus mempertahankan keadaan yang baik ini agar tidak merosot kembali seperti yang terjadi waktu sebelumnya. Memang belakangan ini masih ada guru yang lalai dengan tugasnya seperti terlambat datang ke sekolah, masuk lokal tidak tepat waktu serta mengajar dengan cepat yang membuat siswa tidak paham dan terkesan pembelajaran yang membosankan. Akan tatapi saya terus memberikan arahan dan bimbingan kepada majelis guru agar menegakkan disiplin dalam madrasah. Salah satu jalan keluar untuk menyelsaikan permasalahan ini adalah dari segi kehadiran majelis guru tidak secara manual lagi, akan tetapi dengan menggunakan finger print yang secara otomatis dapat dengan tepat merekam data waktu kapan guru masuk dan kapan keluar. Sebelum menggunakan finger print, guru masih ada yang terlambat dan secara bebas mengisi daftar kehadiran dan sampai merubahnya. Contohnya guru datang terlambat, tetapi dalam daftar kehadiran dibuatnya datang tepat waktu. Sejak digunakannya finger print sangat memberikan pengaruh yang besar terhadap kedisiplinan guru. Finger print ini dapat menegakkan kedisiplinan guru terhadap waktu. Selanjutnya dengan diadakannya Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan supervisi serta memberikan pembelakan kepada majlis guru (workshop) yang pematerinya didatangkan dari luar madrasah. PKG dilaksanakan sekali dalam satu semester untuk menilai kinerja guru apakah mengalami peningkatan atau tidak. Sebelum dilaksanakan PKG, terlebih dahulu diadakan rapat majelis guru dengan kepala madrasah, lalu ditentukan jadwalnya, lalu semua guru disuruh untuk mempersiapkan diri dan segala hal yang diperlukan dalam PKG, seperti dokumen mengenai analisis dan daftar kehadiran, serta perangkat pembelajaran.
Sedangkan supervisi dilakukan dengan cara melihat langsung kinerja guru ketika pembelajaran, hal ini dilakukan dengan pemantauan dengan membawa lembar pengamatan oleh kepala madrasah. Diantara langkah langkah yang harus dilakukan dalam mensupervisi adalah menetapkan jadwal supervisi, mengumpulkan dokumen yang meliputi analisis, daftar hadir dan perangkat pembelajaran, kemudian guru masuk lokal yang diikuti oleh kepala madrasah untuk memantau secara langsung, kemudian membuat pelaporan sesuai dengan apa yang dilihat yang berpanduan dengan lembar pengamatan dan diberi masukan kepada guru jika ada yang perlu diperbaiki di masa yang akan datang, dan barulah ditindak lanjuti.”102
Berdasarkan obserasi yang penulis lakukan, masih ada guru yang terlambat datang ke sekolah, sedangkan ia mengajar pada jam pertama
102 Fetriwati, Kepala Madrasah, wawancara pribadi, Kamis, 25 Juni 2015, pukul 12.00
sehingga membuat siswa menunggu guru yang akan datang pada jam pertama itu. Setelah guru itu datang pembelajaran tidak langsung dilaksanakan, akan tetapi diawali dengan one day one ayat, yaitu guru melaksanakan kegiatan muraja’ah hafalan siswa, kalau seandainya tidak masuk guru piket untuk membimbing kegiatan itu.103
Akan tetapi, jika dilihat dari kinerja, guru telah melaksanakan tugasnya dengan baik, telah banyak peningkatan dari kinerja guru, mulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran sampai kepada evaluasi dan tindak lanjut terhadap siswa yang belum memahami materi pembelajaran. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Yenida, S. Pd.I :
”Sebelum masuk lokal dan melaksanakan pembelajaran, saya terlebih dahulu mempersiapkan diri untuk menghadapi anak didik. Mulai dari penyusunan perencanaan pembelajaran, persiapan pembelajaran, memahami serta menguasai materi, menyiapkan semua perangkat pembelajaran yang berguna untuk pedoman dan pegangan sewaktu mengajar, termasuk strategi dan metode ajar. Biasanya saya mengajar dengan menggunakan metode ceramah, metode tanya jawab dan metode simulasi, karena materi pembelajaran banyak membahas perkara perbuatan mukallaf yang harus dilakukan, seperti : ibadah Shalat, haji dan umrah, materi ini harus dijelaskan kepada siswa melalui metode simulasi agar siswa dengan mudah bagaimana cara melakukannya. Selanjutnya saya harus memahami karakter siswa, bagaimana sikap dan prilakunya yang sedang berkembang, penguasaan tentang pengelolaan kelas mengenai tindakan untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan bagi siswa serta mengembalikan situasi tersebut jika terjadi penyimpangan serta pemahaman saya tentang teknik untuk melakukan penilaian dan evaluasi pembelajaran.”104
Berdasarkan observasi yang penulis lakukan, ketika proses pembelajaran pada umumnya guru menggunakan metode ceramah saja,
103 Observasi, Kamis, 4 Juni 2015
104 Yenida, Guru Mata Pelajaran Fiqih, wawancara pribadi, Jum’at, 31 Juli 2015, pukul 10.30
walaupun menggunakan media power point yang ditampilkan di depan siswa, tapi yang lebih banyak aktif adalah guru, dan siswa hanya mendengarkan apa yang disampaikan guru, meskipun ada siswa yang aktif yang bisa menanggapi apa yang disampaikan oleh guru tersebut. Mengenai media pembelajaran, sebagian guru ada yang menggunakan media dan sebagian lain tidak ada.
Diantara media yang sering dipakai adalah media visual, berupa power point, dan gambar. Namun ada juga yang memakai media audio dan audio visual, seperti pada pelajaran bahasa Inggris, siswa disuruh mendengarkan teks berbahsa inggris dan guru menyuruh siswa untuk menyampaikan inti dari bacaan yang telah mereka dengar. Kalau media audio visual, biasanya pada mata pelajaran fiqih, seperti guru memutar video tentang pelaksanaan haji dan umrah, dari video itulah siswa dapat dengan seksama mengetahui dengan melihat tata cara pelaksanaannya sekaligur mendengarkan bacaannya.105
Ibu Welli Okmira, S. Pd. I, Bapak Drs. Parasuddin, D. M.A dan Ibu Sri Wahyuni S. Pd.I mengatakan:
“ Mengenai pembelajaran, sebelum masuk lokal saya mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan dalam pembelajaran, sayang mengajar dengan menggunakan metode yang bervariasi sesuai dengan materi pelajaran agar tidak membosankan bagi siswa. Dalam pengelolaan kelasnya, ketika siang, ada siswa yang tidak mengikuti pelajaran dengan baik, saya selingi dengan humor dan cerita motivasi ataupun cerita yang lucu yang bisa membangkitkan semangat mereka untuk belajar kembali. Oleh sebab itu, saya selalu menggunakan media yang dapat menarik siswa untuk semangat belajar dan menciptakan suasana yang menyenangkan, seperti sayang menggunakan proyektor sebagai media pembelajaran dengan menyajikan materi pelajaran yang akan
105 Observasi, Jum’at, 10 Juli 2015
disampaikan.106 Dalam pembelajaran Bahasa Inggris, ketika ada terjadi penyimpangan dalam pembelajaran, saya membuat siswa kembali fokus untuk belajar dengan cara memberikan game yang berhubungan dengan materi yang telah diajarkan. Jika ada siswa yang tidak fokus dalam belajar, saya arahkan dengan metode disuruh siswa membaca ayat-ayat Al-Qur’an secara bersama-sama.”107
Dalam melakukan penilaian dan evaluasi ada bermacam cara yang dilakukan oleh guru di MAS YATI Kamang Mudik, seperti pernyataan berikut :
“Untuk melihat keberhasilan pembelajaran dan menilai kelancaran proses belajar mengajar, saya lakukan teknik dengan memberikan tugas, baik lisan ataupun tulisan, memberikan kuis dan pekerjaan rumah.”108
Selain itu, Bapak Drs. Parasuddin, D. M.A dan Ibu Sri Wahyuni, S. Pd. I menegaskan:
“Ada banyak hal yang bisa saya lakukan untuk teknik evaluasi dan menilai kelancaran proses pembelajaran, seperti melemparkan pertanyaan kepada siswa tentang pelajaran yang lalu kemudian menyuruh mereka bagi siapa yang mampu melanjutkan pelajaran itu dengan bekal dari guru hanyalah judul materi pelajaran. Saya hanya membacakan judul pelajaran yang telah saya ajarkan minggu laulu, dan menyuruh siswa untuk menjelaskannya kembali. Setiap siswa selalu ditanya satu persatu tentang materi apa yang saya ajarkan.
Selain itu, jika ada yang belum paham, maka diulang lagi dan dilanjutkan dengan remedial, tetapi dengan cara merahasiakan dari kawan yang lain, dan kawan-kawannya tidak mengetahui kalau dia remedial. Sebagai contoh: siswa yang remedial itu, disuruh melaksanakan ujian di meja saya (kantor majelis guru). Jika hal ini dilakukan di lokal maka akan diketahui oleh temannya, oleh sebab itu harus dirahasiakan dan dilaksanakan remedial di kantor majelis guru.
Hal ini dilakukan agar siswa yang remedial tidak merasa malu dan
106 Welli Okmira, waka sarana dan prasarana, guru akidah akhlak, wawancara pribadi : Senin, 29 Juni, pukul 11.00
107 Sri Wahyuni, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, wawancara pribadi : Rabu, 8 Juli 2015, pukul 09.30
108 Asmawati, guru bidang studi Tafsir Qur’an, wawancara pribadi, Jum’at 31 Juli 2015, pukul 12.00
sungkan karena diketahui oleh temannya. 109 Teknik yang saya lakukan jika ada siswa yang belum tuntas dalam pembelajaran adalah dengan mengulang dan terus mengulang materi dan dilanjutkan dengan remedial, jika masih tidak tuntas diulang lagi sampai nilainya tuntas.110
B. PENDEKATAN STUDI KEPEMIMPINAN KEPALA MADRASAH ALIYAH SWASTA YATI KAMANG MUDIK
1. Pendekatan Menurut Pengaruh Kewibawaan (Power Influence Approach)
Pendekatan ini, mengatakan bahwa keberhasilan pemimpin dipandang dari segi sumber dan terjadinya sejumlah kewibawaan yang ada pada para pemimpin, dan dengan cara yang bagaimana para pemimpin menggunakan kewibawaan tersebut pada bawahan.
a) Reward Power, bawahan mengerjakan sesuatu agar memperoleh penghargaan yang dimiliki oleh pemimpin.
Mengenai hal ini, bagi guru di MAS YATI Kamang Mudik yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik, diberikan penghargaan oleh Kepala Madrasah, berupa suatu kepercayaan untuk terus membina siswa sesuai dengan bidang studi yang diajarkannya. Bagi guru yang melakukan kinerja dengan baik, kepala madrasah memberikan appresiasi berupa ucapan terima kasih dan selamat dengan tujuan untuk memotivasi guru lainnya agar bekerja
109 Parasuddin. D. Waka kesiswaan, guru mata pelajaran Nahu, Sharaf, wawancara pribadi : wawancara pribadi, Sabtu, 1 Agustus 2015
110 Sri Wahyuni, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, wawancara pribadi : Rabu, 8 Juli 2015, pukul 09.30
dengan baik. Selain itu, guru tersebut diutus untuk melakukan pelatihan, seperti yang dikemukakan oleh kepala madrasah :
“Bagi guru yang telah melakukan kinerja dengan baik, kita dapat melihat dari nilai siswa, dan keberhasilannya. Saya memberikan appresiasi kepada guru yang telah berhasil dengan ucapan terima kasih sekaligus memberikan arahan dan motivasi kepada guru yang lain agar melaksanakan kinerja dengan baik. Pada tahun lalu, bagi guru yang telah melaksanakan kinerja dengan baik, saya utus untuk mengikuti pelatihan, seperti Ibu Yenni Firda, S. Pd pada mata pelajaran Ekonomi dan saya sendiri yang mengampu mata pelajaran Akidah Akhlak. Dan hasil dari pelatihan yang telah saya ikuti, saya curahkan lagi kepada majelis guru yang lainnya untuk menambah wawasan mereka dengan tujuan akhir untuk menjadi guru yang profesional.”111
Setelah itu, Ibu Sri Wahyuni juga menjelaskan :
“Ada sejenis penghargaan yang diberikan kepala madrasah kepada majelis guru, disamping appresiasi dan ucapan terima kasih, yaitu beliau memberikan penghargaan berupa sertifikat bagi guru yang berhasil melaksanakan dengan baik, seperti pada tahun yang lalu Ibu Emmy Sovina, S. Pd guru mata pelajaran Bahasa Indonesia mendapatkan sertifikat guru berprestasi karena siswa memperoleh nilai tertinggi dalam Ujian Nasional.”112
b) Coersive Power, bawahan mengerjakan sesuatu agar dapat terhindar dari hukuman yang dimiliki oleh pemimpin.
Guru di MAS YATI Kamang Mudik, jika tidak melaksanakan tugas dengan baik, tindakan dari Kepala Madrasah seperti yang dijelaskan berikut:
“Jika ada guru yang tidak melaksanakan kinerja dengan baik, seperti datang terlambat, tidak membuat perangkat pembelajaran, maka akan ditegur dan dipanggil secara 4 mata untuk menyelesaikan permasalahannya, lalu diberi arahan dan pembinaan agar kejadian ini
111 Fetriwati, Kepala Madrasah, wawancara pribadi, Kamis, 25 Juni 2015, pukul 12.00
112 Sri Wahyuni, guru mata pelajaran Bahasa Inggris, wawancara pribadi : Rabu, 8 Juli 2015, pukul 09.30
tidak diulangi dimasa yang akan datang. Jika sudah diperingatkan dan terus melakukan kesalahan lagi maka akan biberi Surat Peringatan.
Akan tetapi, Alhamdulillah, guru di MAS YATI Kamang Mudik ditegur oleh Kepala Madrasah dan diberikan peringatan dengan arahan dan berbagai macam pembinaan. Sampai saat ini belum ada yang mendapatkan surat peringatan dari kepala madrasah”.114
c) Legitimate Power, bawahan melakukan sesuatu karena pemimpin memiliki kekuasaan untuk meminta bawahan dan bawahan mempunyai kewajiban untuk menuruti atau mematuhinya.
Seperti yang dijelaskan oleh kepala madrasah :
“Saya memberikan arahan, bimbingan dan pembinaan kepada mejelis guru, seperti dalam mengadakan rapat, saya meminta semua guru harus bertanggung jawab dalam menjalankan tugasnya. Lalu saya berikan motivasi dengan membandingkan kinerja kita dengan kinerja guru yang ada di madrasah yang berprestasi. Seperti contoh saya membawa majelis guru untuk melakukan study banding ke MAN Batu Mandi Tilatang Kamang. Dari situlah saya memberikan perintah kepada mereka untuk mengerjakan sisi baik dari mandasah ini dan mengambilnya sebagai contoh yang harus dilakukan untuk peningkatan madrasah kita. Setelah itu saya mengarahkan agar majelis guru mencontoh kinerja yang baik dari guru MAN Batu Mandi
115 Fetriwati, Kepala Madrasah, wawancara pribadi, Sabtu, 1 Agustus 2015, pukul 12.00
d) Expert Power, bawahan mengerjakan sesuatu karena bawahan percaya bahwa pemimpin memiliki pengetahuan khusus dan keahlian serta mengetahui apa yang diperlukan.
Dijelaskan oleh Bapak Drs. Parasuddin, D. M.A :
“Kami melakukan kinerja sesuai dengan kemampuan kami, jika kami tidak paham dan belum mengerti untuk melaksanakan kinerja dengan baik, kami meminta bantuan kepada kepala madrasah untuk memberikan arahan dan memberikan kebutuhan apa yang kami perlukan yang berhubungan dengan pendidikan. Dengan wawasan beliau yang luas, kami dapat ilmu pengetahuan tentang apa yang tidak kami ketahui sebelumnya. Seperti pembuatan perangkat pembelajaran, termasuk mdeia yang akan digunakan dalam pembelajaran. Mengenai stratregi dan metode mengajar, saya biasanya menggunakan metode ceramah dan tanya jawab serta dilakukan pengulangan untuk tindak evaluasinya jika ada siswa yang belum paham mengenai materi yang saya ajarkan pada saat itu.”116
e) Referent Power, bawahan melakukan sesuatu karena bawahan merasa kagum terhadap pemimpin, bawahan merasa kagum atau membutuhkan untuk menerima restu pemimpin dan mau berprilaku pula seperti pemimpin.
Ibu Sri Wahyuni menjelaskan :
“Kami bekerja dengan semangat dan berusaha untuk menjadi yang terbaik karena kami merasa kagum terhadap pemimpin kami yang tegas, cakap, mempunyai wawasan yang luas. Dan kami dapat mengambil sisi baik dari kepala madrasah yang bisa dijadikan contoh teladan bagi kami semua. Kami mempunya tekad untuk sama-sama mempunyai ilmu dan wawasan seperti pemimpin kami. Beliau selalu gigih kepada majelis guru untuk teru meningkatkan kinerja dengan
116 Parasuddin. D. Waka kesiswaan, guru mata pelajaran Nahu, Sharaf, wawancara pribadi : wawancara pribadi, Sabtu, 1 Agustus 2015
tujuan semua guru harus menjadi guru yang professional dan guru
tujuan semua guru harus menjadi guru yang professional dan guru