Dalam penelitian ini penulis menggunakan tekhnik pengumpulan data sebagai berikut :
3.4.1 Pengamatan (Observasi)
Menurut Kunandar, (2008: 143) pengamatan atau observasi adalah kegiatan pengamatan (pengambilan data) untuk memotret seberapa jauh efek tindakan telah mencapai sasaran. Pengamatan partisipatif dilakukan oleh orang
yang terlibat secara aktif dalam proses pelaksanaan tindakan. Pengamatan ini dapat dilaksanakan dengan pedoman pengamatan (format, daftar cek), catatan lapangan, jurnal harian, observasi aktivitas di kelas, penggambaran interaksi dalam kelas, alat perekam elektronik, atau pemetaan kelas. Pengamatan sangat cocok untuk merekam data kualitatif, misalnya perilaku, aktivitas dan proses lainnya. Catatan lapangan sebagai salah satu wujud dari pengamatan dapat digunakan untuk mencatat data kualitatif, kasus istimewa, atau untuk melukiskan suatu proses.
3.4.2 Kuesioner atau Angket
Kuesioner adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya atau hal-hal yang ia ketahui ( Arikunto 2006: 225 ).
Dalam penelitian ini digunakan metode angket dalam pengumpulan data.Angket ini terdiri dari 2 bagian yaitu bagian pertama adalah teks soal kemampuan menyimak konsonan yang terdiri dari 12 soal dan bagian kedua adalah kuesioner untuk mengetahui kesulitan dan faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan menyimak siswa. Metode angket dipilih didasarkan pada kemudahan dan kepercayaan peneliti bahwa responden mengetahui tentang dirinya dan dapat memberi jawaban yang jujur sesuai dengan keadaan dirinya.Angket yang digunakan sudah disediakan alternatif jawabannya sehingga responden tinggal memilih dengan cara memberi tanda centang (√) di dalam kolom alternatif jawaban yang telah disediakan atau yang disebut dengan angket
Didalam angket ini disediakan empat alternatif jawaban. Alternatif jawaban mengunakan skala Likert (Sugiyono:135) Setiap butir soal diberi skor masing-masing sebagai berikut:
1. Jawaban Sangat Setuju/Sangat Sering (SS) = 4
2. Jawaban Setuju/Sering (S) = 3
3. Jawaban Tidak Setuju/Jarang (TS/JR) = 2 4. Jawaban Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah (STS/TP) = 1
Tabel 3.1 Soal Tes Menyimak
Sumber data: HSK 3 (guójiāhànbàn:2010)
请你好好听下面带空格的句子 , 你根据听到的生母, 选出和写下 来这些声母: zh,ch,sh,z,c,s. 然后根据以上句子里,写下那个单词 的意义。
Silahkan dengarkan baik-baik kalimat yang tidak lengkap dibawah ini. Lalu isilah sesuai dengan apa yang kamu dengar dengan konsonan : zh, ch, sh, z, c, s.
1. Nín bàn gè xiǎo shí yǐ hòu (__ài) dǎ , hǎo ma?
2. Zhèr de huán jìng zhēn hǎo, yǒu (__ǎo) dì, yǒu xiǎo niǎo.
3. (__ī) dao le, wǒ jiùkàn kàn jīn tiān tiān qì zěn me yàng.
4. (__uǒ) biān dī le, zài gāo yī diǎnr.
5. Yīnggāi zài jiā lǐ de (__uō) zi shàng.
6. Jīn tiān de xuě xià de zhēn dà, (__ù) shàng, dì shang dōu bái le.
Faktor Internal dan Faktor Eksternal Keberhasilan Menyimak olehHermawan (2012: 49-54)
pelajaran menyimak
Persepsi Persepsi siswa terhadap pelajaran mandarin
Tempat Keefektifitasan tempat
Berilah tanda centang (√) di dalam kolom alternatif jawaban yang telah disediakan:
1. Sangat Setuju/Sangat Sering (SS) 2. Setuju/Sering (S)
3. Tidak Setuju/Jarang (TS/JR)
4. Sangat Tidak Setuju/Tidak Pernah (STS/TP)
No. Pernyataan Alternatif Jawaban
SS S TS/JR STS/TP 1. Saya tidak bisa berkonsentrasi belajar saat
kondisi fisik saya sedang menurun.
2. Saya merasa senang dan tertarik saat mengikuti pelajaran menyimak
3. Saya selalu bersemangat untuk mengikuti pelajaran menyimak.
4. Guru Mandarin saya dapat menghidupkan suasana kelas dan dapat menjadikan proses belajar mengajar menarik.
5. Saya tidak merasa kesulitan saat pelajaran menyimak
6. Saya mempunyai banyak referensi buku selain buku pelajaran Mandarin di Sekolah 7. Guru saya telah menyampaikan pelajaran
mandarin khususnya pelajaran menyimak dengan jelas.
8. Guru mandarinsaya menerapkan metode pembelajaran yang inovatif.
9. Saya dapat memahami setiap kosa kata dalam pelajaran menyimak.
10. Saya dapat membedakan bunyi konsonan yang mirip dalam pelajaran menyimak.
11. kelas saya mendukung untuk
berkonsentrasi dalam mendengarkan pembelajaran.
12. Saya mendengarkan musik Mandarin dan melihat video / film dalam bahasa Mandarin untuk meningkatkan
kemampuan menyimak saya.
13. Saya belajar mandarin secara teratur setiap hari.
14. Setiap ada kesempatan saya
berkomunikasi dengan guru mandarin untuk melatih kemampuan menyimak saya 15. Saya belajar dan berdiskusi dengan teman
untuk menanggulangi kesulitan menyimak.
Setelah membuat pedoman, selanjutnya peneliti melakukan langkah-langkah sebagai berikut:
1. Menyebarkan angket kepada siswa-siswi kelas XISMA W.R. Supratman 2.
2. Memperdengarkan rekaman audio yang sudah disiapkan kepada siswa untuk mengisi dan menjawab angket tes menyimak yang sudah disediakan.
3. Mengumpulkan hasil angket yang telah dijawab.
3.5 Teknik Analisis Data
Jika data dari angket penelitian telah dilakukan, langkah selanjutnya adalah menganalisis data melalui tahap-tahap berikut ini:
1. Persiapan, yakni mengecek kelengkapan data. Baik jumlah angket yang diberikan, maupun isi angket itu sendiri.
2. Tabulasi, yakni pemberian skor nilai pada tiap butir pertanyaan pada masing-masing jawaban responden.
3. Menjumlahkan skor tiap butir pertanyaan dari seluruh jawaban responden.
4. Menghitung prosentase jawaban dari tiap butir pertanyaan, dengan rumus:
a. Tes kemampuan Menyimak
Prosentase (P): 𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝑀𝐴𝑀𝑃𝑈
𝐽𝑈𝑀𝐿𝐴𝐻 𝐼𝑁𝐹𝑂𝑅𝑀𝐴𝑁x 100%
b. Angket Faktor-faktor kemampuan menyimak
Prosentase (P): 𝐹
𝑁x 100%
P : Prosentase
F : Frekuensi jawaban N : Jumlah Responden
5. Menganalisis hasil data yang telah dihitungmenggunakan skala Likert (Sugiyono:135)
6. Interpretasi data.
Tabel 3.4
Klasifikasi Interpretasi Jumlah Prosentase DataTes Menyimak
Interval Prosentase Keterangan
0% – 19,99% Sangat Tidak Mampu
20% – 39,99% Tidak Mampu
40% – 59,99% Cukup
60% – 79,99% Mampu
80% – 100% Sangat Mampu
Tabel 3.5
Klasifikasi Interpretasi Jumlah Prosentase DataAngket
Interval Prosentase Keterangan
0% Tidak ada
1%-5% Hampir tidak ada
6%-25% Sebagian kecil
26%-49% Hampir setengahnya
50% Setengahnya
51%-75% Lebih dari setengahnya
76%-95% Sebagian besar
96%-99% Hampir seluruhnya
100% Seluruhnya
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dilakukan pada tanggal 23 November 2016 di kelas XI IPA 2 SMA WR. Supratman 2 medan. Penelitian ini terdiri atas tes kemampuan menyimak dan angket yang menyatakan faktor-faktor kemampuan menyimak.
Tabel 4.1
Hasil Tes Kemampuan Menyimak Siswa Kelas XI IPA 2
No. Kode
25 X25 1 0 1 0 1 1 1 0 0 0 1 0 6
Jumlah (atas) : Jumlah jawaban yang benar setiap responden Jumlah (bawah) : Jumlah jawaban benar setiap soal
Tabel 4.1 di atas menunjukkan hasil tes menyimak yang dilakukan kepada siswa kelas XI IPA 2 SMA WR. Supratman 2 Medan. Tes menyimak ini terdiri dari 12 soal. Tes ini dilakukan kepada 38 responden dan kode responden (populasi) diberi inisial X.
Tabel 4.2
Jumlah Jawaban Benar Siswa Kelas XI IPA 2
No. Jumlah
3 2 10 83% Sangat Mampu
4 7 9 75% Mampu
5 6 8 67% Mampu
6 5 7 58% Kurang Mampu
7 4 6 50% Kurang Mampu
8 5 5 42% Kurang Mampu
9 4 4 33% Tidak Mampu
10 3 3 25% Tidak Mampu
Tabel 4.3
Persentase Kemampuan Menyimak Siswa Kelas XI IPA 2
No. Jumlah Populasi Persentase Keterangan
1 4 11% Sangat Mampu
2 13 34% Mampu
3 14 37% Kurang Mampu
4 7 18% Tidak Mampu
Total 38 100%
Tabel 4.3 menunjukkan persentase kemampuan menyimak siswa kelas XI IPA 2 WR. Supratman 2 Medan. Dari 38 siswa 4 siswa dengan jumlah persentase 11% berkategori sangat mampu. 13 siswa dengan jumlah persentase 34%
berkategori mampu. 14 siswa persentase 37% berkategori kurang mampu dan 7 siswa dengan persentase 18% berkategori tidak mampu.
4.1 Analisis Kemampuan Menyimak Initial /zh/, /ch/, /sh/, /z/, /c/, /s/ Siswa Kelas XI IPA 2 WR. Supratman 2 Medan
4.1.1 Initial/z/
1. Nín bàn gè xiǎo shí yǐ hòu (zài) dǎ , hǎo ma?
Pada soal nomor 1,lebih dari setengah jumlah siswa dengan jumlah persentase 73,68% tergolong mampu menyimak dan membedakan initial ini dengan tepat.Dan hampir setengahnya dengan jumlah persentase 26,32%
tidak mampu menyimak initial ini, sebagian siswa salah memahami dan menyimak ini initial ini menjadi zhài , chàidan cài.
2. (zuǒ) biān dī le, zài gāo yī diǎnr.
Pada soal tes nomor 4, sebagian besar dari jumlah siswa dengan persentase 78,95% mampu menyimak dan membedakan initial ini dengan benar.Sebagian kecil lainnya dengan jumlah persentase 26,32 salah menyimak bunyi dengan menuliskan zhuǒdancuǒ.
Dari 2 hasil jawaban tes di atas dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah responden dengan jumlah persentase 76,31% mampu menyimak bunyi initial /z/ dengan benar.
4.1.2Initial/c/
1. Zhèr de huán jìng zhēn hǎo, yǒu (cǎo) dì, yǒu xiǎo niǎo.
Pada soal tes nomor 2, hampir setengah dari jumlah siswa dengan persentase 28,95% mampu membedakan bunyi initial/c/dengan benar.
Sedangkan lebih dari setengah dari jumlah siswa dengan persentase 71.05%
tergolong tidak mampu menyimak bunyi initial /c/. Sebagian siswa salah memahami dan menyimak menjadi chǎodanzhǎo
2. Nǐ men zhèr de yú zuò de hěn bù (cuò).
Pada soal tes nomor 10, hampir setengah dari jumlah siswa dengan jumlah persentase 28,95% mampu menyimak initial ini dengan tepat.Sedangkan lebih dari setengahnya dengan jumlah persentase 71,05%
tidak mampu menyimak dan membedakan initial ini, siswa salah memahami dan menuliskanshuò, chuò dan zhuò
Dari 2 hasil jawaban tes di atas didapatkan hasil lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 71,05% tidak mampu menyimak dan memahami makna kata dariinitial /c/, hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan menyimak pada initial ini.
4.1.3Initial /s/
1. Míng tiān shàng wǔ kě néng yǒu yǔ, bié wàng le dài yǔ (sǎn).
Pada soal tes nomor 7, lebih dari setengah responden dengan jumlah persentase 65,75% mampu menyimak initial /s/ dengan benar.Sedangkan hampir setengah lainnya dengan jumlah persentase 34,21%
salah dalam menyimakdan menuliskan shǎn.
2. wǒ jué de hěn yǒu yì (sì).
Pada soal tes nomor 12, didapatkan hasil hampir setengah dari jumlah responden dengan persentase 47,37% mampu menyimak initial /s/
dengan benar. Sedangkan lebih dari setegah lainnya dengan jumlah persentase 52,63% tergolong tidak mampu karna menyimak bunyi yang salah yaitu menjadi shì
Dari dua hasil tes diatas dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah responden mampu menyimak dan memahami makna initial /s/
dengan benar dengan persentase 56,56%.
4.1.4Initial /zh/
1. (zhī) dao le, wǒ jiù kàn kàn jīn tiān tiān qì zěn me yàng.
Pada soal nomor 3, didapatkan hasil lebih dari setengah responden dengan jumlah persentase 68,42% mampu menjawab soal initial /zh/
dengan benar.Sedangkan hampir dari setengahnya salah dalam menyimak menjadichīdàodengan jumlah persentase 31,58%
2. Yīnggāi zài jiā lǐ de (zhuō) zi shàng.
Pada soal nomor 5, hampir setengah dari jumlah responden dengan persentase 78,95% mampu menyimak bunyi initial /zh/.Sedangkan lebih dari setengahnya dengan jumlah persentase 21,05% tidak mampu menyimak initial ini dengan tepat sehingga yang disimak menjadizuōdan chuō.
Dari 2 hasil tes di atas dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 73,68% mampu menyimak bunyi initial /z/ dengan benar.
4.1.5Initial /ch/
1. Nǎi nai jīng (cháng) gěi wǒ jiǎng lì shǐ gù shi.
Pada hasil jawaban nomor 8, terdapat hampir setengah dari jumlah responden dengan jumlah persentase 60,53% mampu membedakan bunyi initial /ch/ yang terdapat pada kalimat di atas.Sedangkan hampir setengahnya yaitu sebesar 39,47% tidak mampu menyiak initial ini dengan benar sehingga yang disimak menjadi zhángsebagian lainnya menyimak záng.
2. Dōu kuài jǐ diǎn le, ér zi zěn me hái bù qǐ (chuáng)?.
Pada jawaban nomor 9, lebih dari setengah dari jumlah siswa dengan persentase 73,68% mampu menyimak bunyi initial /ch/ dengan benar, sedangkan hampir setengahnya dengan jumlah persentase 26,32%
salah dalam menyimak bunyi initial ini sehingga kata yang disimak menjadi zhuáng.
Dari 2 hasil tes di atas dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 67,10% mampu menyimak bunyi initial /ch/ dengan benar.
4.1.6 Initial /sh/
1. Jīn tiān de xuě xià de zhēn dà, (shù) shàng, dì shang dōu bái le.
Pada jawaban nomor 6, lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 57,89% mampu menyimak initial /sh/ diatas dengan benar.Sedangkan 42,11% siswa yaitu hampir setengahnya salah dalam menyimak sehingga yang disimak menjadi chù, sebagian lainnya menyimak sù.
2. Ràng tā duō (shuì) yí huìr ba.
Pada jawaban tes nomor 11, lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 71,05% mampu menyimak initial/sh/ dengan tepat, sedangkan 28,95% yaitu hampir setengah dari jumlah siswa salah memahami dan menyimak, kata yang disimak menjadi chuì, zhuìdan sebagian lainnya menyimak cuì.
Dari 2 hasil tes di atas dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 64,47% mampu menyimak bunyi initial /sh/ dengan benar.
4.2 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kemampuan Menyimak Siswa Kelas XI IPA 2 SMA W.R. Supratman 2Medan
Berdasarkan jawaban dari angket yang diperoleh, faktor-faktor yang menyebabkan siswa kesulitan dalam menyimak adalah sebagai berikut:
4.2.1 Faktor Internal
4.2.1.1 Kondisi fisik dalam mengikuti pelajaran menyimak
Pernyaataan angket nomor 1 menunjukkan sebagian besar dari jumlah responden menyatakan bahwa merekatidak bisa berkonsentrasi belajar menyimak saat kondisi fisik sedang menurun dengan jumlah persentase78,94%.Sebagian kecil responden dengan persentase 13,16% menyatakan sangat tidak bisa berkonsentrasi saat kondisi fisik sedang menurun. Sedangkan 7,89% siswa dapat berkonsentrasi saat kondisi fisik sedang menurun atau sakit.Dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan menyimak saat kondisi fisik sedang menurun atau sakit, sehingga apa yang disimak saat pelajaran menyimak tidak dapat diserap dengan baik.
4.2.1.2 Minat siswa terhadap pelajaran menyimak
Pada pernyataan angket nomor 2 menyatakan minat siswa dalam mengikuti pelajaran menyimak didapatkan hasil lebih dari setengah responden menyatakan bahwa mereka merasa senang dan tertarik saat mengikuti pelajaran menyimak dengan jumlah persentase 53,28%, hampir setengahnya yaitu 32,25%
menyatakan tidak tertarik mengikuti pelajaran menyimak, sedangkan sebagian
kecil lainnya dengan persentase 14,47% merasa sangat tidak tertarik saat mengikuti pelajaran menyimak.
4.2.1.3 Motivasi siswa mengikuti pelajaran mandarin khususnya menyimak.
Pada pernyataan angket nomor 3 yang menyatakan tentang motivasi siswa dalam pelajaran menyimakdi dapatkan hasil sebagian besar responden dengan jumlah prosentase 81,57% menyatakan mereka setuju bahwa mereka selalu bersemangat mengikuti pelajaran menyimak. Dapat disimpulkan siswamempunyai motivasi untuk mengikuti pembelajaran menyimak.
4.2.1.4 Persepsi siswa terhadap pelajaran menyimak
Pernyataan angket nomor 4 dan 5 mengungkapkan persepsi siswa terhadap pengajar (guru) dan pelajaran menyimak. Pada peryataan angket nomor 4 lebih dari setengah responden mengungkapkan bahwa persepsi mereka terhadap pengajar adalah guru yang kurang menyenangkan sehingga proses pembelajaran tidak menarik, ini ditunjukkan oleh jumlah persentase sebesar 73,68%, sedangkan hampir setengah dari jumlah responden yaitu 26,32% menyatakan setuju bahwa pengajar bahasa mandarin menarik dan menyenangkan. Hal ini memiliki korelasi terhadap persepsi siswa terhadap pelajaran menyimak. Pada pernyataan nomor 5 lebih dari setengah jumlah responden yaitu 52,63% beranggapan bahwa pelajaran menyimak sulit dan sebagian kecil dengan jumlah persentase 13,15% menyatakan pelajaran menyimak sangat sulit. Sedangkan hampir setengah dari jumlah responden yaitu sebesar 34,21% beranggapan bahwa pelajaran menyimak mudah dipahami.
Dari dua pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa siswa kelas XI ipa 2 merasa pelajaran menyimak sulit dan pengajar tidak menarik dalam proses
pembelajaran. Ini dapat membuat siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran menyimak karena disamping siswa beranggapan pelajaran menyimak sulit tapi pengajar juga tidak menyenangkan dan tidak menarik perhatian siswa dalam pelajaran menyimak.
4.2.1.5Kesempatan siswa untuk mendengarkan bahasa mandarin
Kebiasaan siswa dalam memanfaatkan waktu untuk belajar mandarin dapat mempengaruhi kemampuan menyimak siswa. Semakin sering frekuensi kebiasaan dilakukan maka kemampuan berbahasa dapat berkembang dengan baik, sebaliknya apabila kebiasaan itu jarang atau tidak dilakukan maka kemampuan berbahasa kurang mengalami perkembangan. Hal ini dapat dilihat dari hasil angket siswa kelas XI Ipa 2 sebagai berikut.
Kurangnya kebiasaan siswa untuk belajar bahasa mandarin dapat dilihat dari hasil angket yaitu lebih dari setengah responden yaitu 71,05% tidak mempunyai jadwal belajar yang teratur diluar jam belajar mandarin di sekolah.
Sebagian kecil yaitu 18,42% respoden mempunyai jadwal belajar mandarin secara teratur dan sebagian kecil lainnya yaitu dengan jumlah persentase 10,53%
menyatakan tidak pernah belajar teratur diluar jam sekolah.
Kebiasaan siswa mendengarkan musik mandarin dan melihat video/film dalam bahasa mandarin untuk meningkatkan kemampuan menyimak cukup sering dilakukan, hal ini terlihat pada pernyataan angket nomor 12 hasilnya hampir dari setengah jumlah responden 42,10% sering medengarkan musik dan menonton video/film dalam bahasa mandarin, sebagian kecil dari jumlah responden yaitu
yaitu dengan jumlah persentase 42,10% menyatakan jarang mendengarkan lagu dan menonton film dalam bahasa mandarin.
Selanjutnya pada pernyataan nomor 14 tentang kebiasaan siswa dalam berkomunikasi dengan guru menggunakan bahasa mandarin yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menyimak mereka didapatkan bahwa lebih dari setengah responden yaitu dengan jumlah persentase 52,63% menyatakan jarang melakukan, hampir setengahnya 28,95% menyatakan sering melakukan dan sebagian kecil lainnya dengan persentase 18,42% menyatakan sangat sering melakukan. Dari hasil yang didapat diatas, dapat diketahui siswa jarang melakukan latihan berkomukasi menggunakan bahasa mandarin dengan guru yang menyebabkan mahasiswa kesulitan dalam menyimak.
Kebiasaan siswa belajar dan berdiskusi dengan teman didapatkan hasil sebagian besar dari jumlah responden jarang belajar dan berdiskusi dengan teman untuk menanggulangi kesulitan menyimak dengan persentase 78,95%, sebagian kecil yaitu 7,89% siswa tidak pernah melakukan sedangkan sebagian kecil lainnya dengan jumlah persentase 13,16% menyatakan sering berdiskusi dengan teman untuk menanggulangi kesulitan menyimak mereka.
Dari keempat pernyataan angket diatas dapat disimpulkan bahwa kebiasaan siswa dalam memanfaatkan waktu luang untuk meningkatkan kemampuan menyimak mereka masih sangat kurang atau jarang dilakukan, sehingga kemampuan menyimak khususnya membedakan bunyi initial kurang dan tidak berkembang dengan baik.
4.2.2 Faktor Eksternal
4.2.2.1Pengajar dan metode yang Digunakan pengajar
Pengajar dan metode pengajaran merupakan faktor penting dalam menyampaikan materi dalam kegiatan menyimak mahasiswa. Pada pernyataan angket angket nomor 7 , lebih dari setengah responden yaitu 65,79% menyatakan bahwa pengajar sudah dapat menjelaskan materi dengan baik. Setelah itu pada pernyataan angket nomor 8 didapatkan sebagian besar responden dengan hasil 76,31%
menyatakan bahwapengajar tidak menggunakan metode yang inovatif. Disini dapat di jelaskan meskipun pengajar dapat menjelaskan materi dengan baik tanpa menggunakan metode pengajaran yang inovatif maka siswa akan bosan mengikuti pelajaran menyimak sehingga siswakurang menaruh perhatian kepada pengajar.
4.2.2.2Sarana dan Prasarana
Pada pernyataan angket nomor 6, didapatkan lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 57,89% menyatakan tidakmempunyai buku referensi selain buku pelajaran sekolah, 42,11% siswa mempunyai buku referensi lain selain buku pelajaran mandarin di sekolah.Pada masalah ini dapat disimpulkan bahwa siswa tidak mempunyai buku refernsi yang memadai untuk mendukung kegiatan belajar sehingga menyebabkan kesulitan untuk berlatih dalam menyimak.
Keefektifitasan tempat untuk belajar terlihat pada hasil angket nomor 11 sebagian besar responden dengan persentase 84,21 setuju bahwa kelas mereka mendukung untuk berkonsentrasi dalam menyimak pelajaran.Hal ini dikarenakan kelas mereka cukup nyaman dengan difasilitasi pendingin ruangan serta proyektor yang membantu dalam proses pembelajaran. Sedangkan sebagian kecil lainnya
berkonsentrasi menyimak pelajaran. Hal ini dikarenakan jumlah siswa dikelas cukup banyak mencapai empat puluhan lebih siswa sehingga mengganggu keefektifisan dan konsentrasi dalam menyimak pelajaran.
4.2.3 Kesulitan yang DihadapiSiswa dalamPelajaranMenyimak
Kesulitan siswa dalam membedakan bunyi konsonan yang mirip dalam pelajaran menyimak dapat dilihat pada pernyataan angket nomor 10. Lebih dari setengah siswa dengan jumlah persentase 52,63% menyatakan tidak dapat membedakan bunyi konsonan yang mirip sedangkan hampir setengah yang lainnya menyatakan dapat membedakan bunyi konsonan tersebut. Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun eksternal.
Pada pernyataan angket nomor 9, didapatkan hasil sebagian besar siswa dengan persentase 84,21% menyatakan bahwa mereka tidak dapat memahami setiap kosa kata dalam pelajaran menyimak, hal ini juga terlihat pada hasil tes menyimak, lebih dari setengah jumlah siswa tidak memahami makna kosa kata yang mereka simak.
Dari 2 pernyataan angket diatas dapat disimpulkan bahwa lebih dari setengah siswa kelas XI IPA 2 masih kesulitan dalam membedakan bunyi konsonan yang mirip dan sebagian besar tidak dapat memahami kosa kata yang muncul dalam pelajaran menyimak.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan analisis data dan interpretasi data yang dilakukan, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut:
5.1.1 Persentase kemampuan menyimak siswa kelas XI IPA 2 WR. Supratman 2 Medan adalah sebagai berikut; dari 38 siswa, 4 siswa dengan jumlah persentase 11% berkategori sangat mampu. 13 siswa dengan jumlah persentase 34% berkategori mampu. 14 siswa persentase 37% berkategori kurang mampu dan 7 siswa dengan persentase 18% berkategori tidak mampu. Secara garis besar, lebih dari setengah jumlah siswa yaitu 21 siswa dengan persentase 55% berkategori kurang mampu dan tidak mampu.
5.1.2 Kemampuan siswa dalam menyimak bunyi intial /zh/, /ch/, /sh/, /z/, /c/, /s/
sebagai berikut;
1. Lebih dari setengah jumlah siswa dengan jumlah persentase 67,62%
mampu menyimak bunyi initial /z/, /s/, /zh/, /ch/, /sh/ dengan benar, Sedangkan 32,38% yaitu hampir setengah dari jumlah siswa salah dalam memahami dan menyimak beberapainitial ini misalnya, zàimenjadi cài, sìmenjadi shì, zhīmenjadichī, chángmenjadi záng, shuìmenjadichuì, dan lain sebagainya.
2. Lebih dari setengah siswa tidak mampu menyimakinitial /c/dengan tepat,Sebagian besar siswa kesulitan membedakan initial /c/ dengan /z/, /c/
dengan /sh/,seperti cǎomenjadizǎo dan cuòmenjadishuō. Hal ini dapat disimpulkan bahwa siswa mengalami kesulitan dalam menyimak initial /c/.
5.1.3Hal yang mempengaruhi siswa dalam pelajaran menyimak ditinjau dari faktor internal adalah persepsi yang jelek terhadap pelajaran menyimak dan pengajar,
siswa merasa pelajaran menyimak sulit dan pengajar tidak menarik dalam proses pembelajaran. Selain itu kebiasaan siswa dalam memanfaatkan waktu luang untuk mengembangkan kemapuan menyimak jarang dilakukan seperti belajar menyimak mandarin diluar jam pelajaran sekolah danberkomukasi dengan guru menggunakan bahasa mandarin.
5.1.4Hal yang mempengaruhi siswa dalam pelajaran menyimak ditinjau dari faktor external adalahpengajar dan metode pengajaran yang digunakan, meskipun
pengajar dapat menjelaskan materi dengan baik tetapi tanpa menggunakan metode pengajaran yang inovatif maka siswa akan bosan mengikuti pelajaran menyimak sehingga siswakurang menaruh perhatian kepada pengajar.Selain itu sarana prasarana yang mendukung seperti kurangnya referensi buku mandarin dan kurangnya fasilitas perangkat audio di kelas juga mempengaruhi efektifitas pembelajaran mandarin khususnya pelajaran menyimak.
5.2 Saran
5.2.1 Bagi siswa harus memanfaatkan waktu belajar mandarin disekolah dengan
5.2.1 Bagi siswa harus memanfaatkan waktu belajar mandarin disekolah dengan