METODE PENELITIAN
D. Teknik Pengumpulan Data 1. Instrument Variabel Terikat
a. Definisi Operasional
1) Variable Terikat ( Dependent Variable ) yaitu Variable yang dipengaruhi oleh variable lain. Dalam hal ini yang menjadi variable terikat adalah sebagai berikut:
a. Motivasi ( Y1) :
Segala bentuk yang timbul berupa dorongan untukmemberikan respon baikdari dalam (Intrinsik) atau dariluar (Ekstrinsik).
b. Kinerja Guru ( Y2):
Penilaian Hasil Kerja Guru selama melaksanakan proses pembelajaran.
b. Kisi-kisi instrumen
Tabel. 3. Kisi-kisi variable terikat Motivasi ( Y1)
Variabel Sub
variabel
Indicator diskriptor Butir soal Jumlah
soal
Motivasi intrinsik Pengembangan diri Peningkatan keterampilan 1,2 6
Mencoba variasi lain dalam KBM 3,4
Melakukan inovasi dalam KBM 5,6
Kemandirian Mandiri dalam bekerja 7,8 4
Suka pada tantangan 9,10
Prestasi Dorongan untuk sukses 11,12 2
Tanggung jawab Kesediaan mengajar 13,14 8
Kerja keras 15,16,17
Pencapaian tujuan 18,19,20
ekstrinsik Gaji atau insentif Harapan mendapatkan gaji atau insentif 21,22,23 11
perhatian Harapan mendapatkan perhatian 24,25,26
pujian Harapan mendapatkan pujian 27,28,29
Kepemimpinan kepala madrasah
Sikap kepala madrasah 30,31
Tabel. 4. Kisi-kisi variable terikat Kinerja Guru ( Y2 )
Variable Sub Variabel Indicator Diskriptor Butir
soal
Jumlah soal Kinerja Guru Kemampuan
guru dalam proses merencanakan pembelajaran Kemampuan membuka pelajaran
Menarik Perhatian siswa 1 5
Memberikan motivasi awal 2
Memberikan apersepsi(kaitan materi yangsebelumnya dengan materi yang akan disampaikan )
3
Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan diberikan
4
Memberikan acuan bahan ajar yang akan diberikan 5 Kemampuan guru dalam proses pembelajaran Kemampuan Sikap Guru dalam Proses Pembelajaran
Kejelasan artikulasi suara dalam menjelaskan materi pembelajaran
6 2
Variasi Gerakan badan tidak mengganggu perhatian siswa
7
Antusisme dalam penampilan Kemampuan guru menguasai Bahan ajar (Materi Pelajaran)
Bahan belajar disajikan sesuai dengan langkah-langkah yang direncanakan dalam RPP
8 4
Kejelasan dalam menjelaskan bahan belajar (materi)
9
Kejelasan dalam memberikan contoh 10
Memiliki wawasan yang luas dalam menyampaikan bahan belajar
11 Kemampuan guru dalam Kegiatan Belajar Mengajar (Proses Pembelajaran)
Kesesuaian metode dengan bahan belajar yang disampaikan
12 4
Penyajian bahan ajar sesuai dengan tujuan/indikator yang telah ditetapkan
13
Memiliki keterampilan dalam menanggapi dan merespon pertanyaan siswa.
14
Ketepatan dalam penggunaan alokasi waktu yang disediakan 15 Kemampuan guru dalam Menggunakan Media Pembelajaran
Memperhatikan prinsip-prinsip penggunaan media
16 4
Ketepatan/kesesuain penggunaan media dengan materi yang disampaikan
17
media pembelajaran
Membantu meningkatkan perhatian siswa dalam kegiatan pembelajaran
19 Kemampuan guru dalam proses evaluasi pembelajaran Kemampuan guru dalam mengevaluasi Pembelajaran
Penilaian relevan dengan tujuan yang telah ditetapkan
20 3
Menggunakan bentuk dan jenis ragam penilaian
21
Penilaian yang diberikan sesuai dengan RPP 22 Kemampuan
guru Menutup Kegiatan Pembelajaran
Meninjau kembali materi yang telah diberikan
23 4
Memberi kesempatan untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.
24
Memberikan kesimpulan kegiatan pembelajaran 25,26 Kemampuan menindak Lanjuti/Follow up
Memberikan motivasi untuk selalu terus belajar
27,28 5
Memberikan tugas kepada siswa baik secara individu maupun kelompok
29,30
Menginformasikan materi/bahan belajar yang akan dipelajari berikunya.
31
Jumlah 31
c. Jenis instrument
Jenis instrument dalam penelitian ini adalah Instrumen Non Tes yang digunakan sebagai alat pengumpul data Berupa Wawancara dan Angket :
a. Wawancara adalah bentuk antara komunikasi antara dua orang, melibatkan seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu. Dalam penelitian peneliti menggunakan panduan pertanyaan yang terstruktur yaitu dimana wawancara ini digunakan bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang diperoleh. Pertanyaan secara wawancara di lakukan di MTs Swasta Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, yang diberikan kepada Guru.
b. Kuisioner daftar pertanyaan yang disusun sedemikian rupa, terstruktur dan terencana, dipakai untuk mengumpulkan data kuantitatif yang digali dari responden. Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kepemimpinan kepala madrasah terhadap motivasi dan kinerja guru di MTs Swasta Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. yang diberikan kepada Guru.
Tabel. 5. Penetapan Jawaban Kuisioner Skala Likert
No Nilai Skala Krietria Tanggapan
1 5 Sangat Baik Sangat sering
2 4 Baik Sering
3 3 Cukup jarang
4 2 Tidak Baik Kadang–kadang
5 1 Sangat Tidak Baik Tidak pernah
d. Pengujian validitas dan reabilitas instrument 1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid berarti memiliki validitas rendah (Arikunto, 2006: 168). Uji validitas instrumen dilakukan untuk mengetahui instrumen penelitian mampu mencerminkan isi sesuai hal dan sifat yang diukur, artinya, setiap butir instrumen telah benar-benar menggambarkan keseluruhan isi atau sifat bangun konsep yang menjadi dasar penyusunan instrumen. Untuk pengujian ini digunakan rumus korelasi product moment dengan angka kasar sebagaimana yang dikemukakan oleh Arikunto, (2006: 170) seperti berikut :
N∑XY –(∑X)( ∑Y)
Rxy=
{N∑X2–(∑X)2} {N∑Y2–(∑Y)2} Keterangan:
X = Skor Butir Y = Skor total
Uji validitas adalah uji tentang kemampuan suatu angket, sehingga benar-benar dapat mengukur apa yang ingin diukur. Sebuah instrumen valid jika mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data dari variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas menunjukkan sejauh mana data yang terkumpul tidak menyimpang dari gambaran tentang validitas yang dimaksud. Jika r (korelasi), dengan item tersebut valid. Besarnya r tiap butir pertanyaan dapat dilihat dari SPSS pada kolom Corrected Items Correlation). Kriteria uji validitas secara singkat (rule of tumb) adalah 0,3. Jika Korelasi sudah lebih besar dari 0,3, pertanyaan yang dibuat dikatagorikan valid/shahih (Setiaji,2004:61).
2. Uji Reliabilitas
Suatu kuisioner disebut reliable atau handal jika jawaban-jawaban seseorang konsisten (Setiaji, 2004: 60).Untuk uji reliabilitas instrumen, digunakan rumus Alpha dari Cronbach (Umar, 2003: 106) sebagai berikut:
k Σσb2
r11 =
1-k -1 Σσt2
Keterangan:
α = reliabilitas instrumen
k = Banyaknya butir pertanyaan
Σσb2 = Jumlah varian butir σt2 = Varian total
2. Instrument Variabel Bebas a. Definisi Operasional
Variable bebas ( independen variable ) yaitu variable yang mempengaruhi variable lain. Dalam hal ini yang menjadi variable bebas adalah sebagai berikut: Kepemimpinan Kepala Madrasah ( X1 ) : Guru yang memiliki tugas tambahan.
b. Kisi-Kisi Instrument
Tabel. 6. Kisi-kisi variable bebas kepemimpinan( X1 )
variabel Sub
variabel
Indicator Diskriptor Butir
soal Jumlah soal Kepemimpinan kepala sekolah Pemimpin pendidikan Kepala sekolah sebagai Educator
Menciptakan iklim yang kondusif 1 5
Memberikan nasihat kepada warga sekolah 2 Mengembangkan dan merespon gagasan/ ide-ide dari guru maupun murid
3 Membimbing dalam menyelesaikan
permasalahan pembelajaran
4
Menerapkan disiplin sekolah 5
Kepala sekolah sebagai Manajer
Menggerakan para guru dan siswa dalam tugas-tugas pembelajaran
6 5
Memberi kesempatan kepada para siswa untuk meningkatkan prestasi belajarnya
7 Mendorong keterlibatan seluruh tenaga
pendidik dan kependidikan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa
8
Menggerakan untuk mengikuti pelatihan-pelatihan
9 Memberikan dorongan untuk selalu aktif
dalam lingkungan sekolah
10 Kepala
sekolah sebagai Administrator
Mengelola KBM dan bimbingan konseling 11 3
Mengelola administrasi siswa 12
Mengetahui kehadiran siswa 13
Kepala sekolah sebagai supervisor
Mengadakan diskusi kelompok 14 3
Mengadakan kunjungan kelas 15
Mengadakan komunikasi individual 16
Kepala sekolah sebagai Leader
Memberikan petunjuk dan pengawasan terhadap para siswa
17 3
Mengambil tindakan untuk mengatasi masalah siswa disekolah
18 Membuka komunikasi dua arah antara kepala sekolah dan siswa
19 Kepala
sekolah sebagai Inovator
Mengadakan hubungan lingkungan dengan peserta didik
20 6
Mencari gagasan baru dari peserta didik 21 Mengintegrasikan setiap kegiatan siswa 22 Memberikan teladan kepada seluruh peserta didik
23
sebagai Motivator
peserta didik
Memberikan penghargaan kepada siswa yang berprestasi
30,31
Jumlah 31
c. Jenis Instrument
Jenis instrument dalam penelitian ini adalah juga Instrumen Non Tes yang digunakan sebagai alat pengumpul data Berupa Wawancara dan Angket : a. Wawancara adalah bentuk antara komunikasi antara dua orang, melibatkan
seseorang yang ingin memperoleh informasi dari seseorang lainnya dengan mengajukan pertanyaan – pertanyaan berdasarkan tujuan tertentu. Dalam penelitian peneliti menggunakan panduan pertanyaan yang terstruktur yaitu dimana wawancara ini digunakan bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang diperoleh. Pertanyaan secara wawancara di lakukan di MTs Swasta Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan, yang dalam hal ini diberikan kepada Kepala Madrasah.
b. Kuisioner daftar pertanyaan yang disusun sedemikian rupa, terstruktur dan terencana, dipakai untuk mengumpulkan data kuantitatif yang digali dari responden. Dalam penelitian ini metode angket digunakan untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara kepemimpinan kepala madrasah terhadap motivasi dan kinerja guru di MTs Swasta Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan. yang dalam hal ini diberikan kepada Kepala Madrasah.
Tabel. 7. Penetapan Jawaban Kuisioner Skala Likert
No Nilai Skala Krietria Tanggapan
1 5 Sangat Baik Sangat sering
2 4 Baik Sering
3 3 Cukup jarang
4 2 Tidak Baik Kadang–kadang
5 1 Sangat Tidak Baik Tidak pernah
Untuk rancangan instrumen penelitian “Pengaruh Kepemimpinan Kepala Madrasah Terhadap Motivasi Dan Kinerja Guru Di MTs Swasta
Kecamatan Kalianda Kabupaten Lampung Selatan Tahun Pelajaran 2015/2016” ini mengacu Kisi-kisi dan kajian teori yang diuraikan dalam Bab II.
d. Pengujian Validitas Dan Reliabilitas a. Uji Validitas
Sebelum instrumen kepemimpinan kepala sekolah digunakan untuk mengambil data penelitian, di uji cobakan terhadap anggota populasi di luar sampel penelitian. Data hasil uji coba terhadap 2 orang responden diolah menggunakan program Microsoft Excel.
b. Uji Reliabilitas
Pengujian reliabilitas angket kepemimpinan kepala madrasah dilakukan dengan menggunakan rumus Alpha Cronbach Sampai didapatkan tingkat reabilitas sehingga dapat dipergunakan sebagai alat pengumpul data.