BAB II KAJIAN KEPUSTAKAAN
D. Teknik Pengumpulan Data
Kualitatif merupakan penelitian dengan proses bagi seseorang dengan memahami dan memperoleh data atau pengetahuan dengan melakukan studi pada situasi alami.36 Untuk mendapatkan data dan informasi yang valid dan akurat dan sebagai alat bantu dalam penyusunan penelitian ini, teknik pengumpulan data yang akan dilakukan dalam penelitian ini menggunakan tiga cara yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Masing-masing dari ketiga teknik ini memiliki peran berbeda dalam menggali informasi yang akurat dan dibutuhkan oleh peneliti. Adapun pengumpulan data dalam penelitian adalah sebagai berikut:
1. Observasi
Teknik observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap unsur-unsur yang tampak dalam suatu gejala atau
36 Cresswell John W, Qualitative Inquiry and Research Design (California: Sage Publication, Inc.2007).
gejala-gejala dalam objek penelitian.37 Tujuan observasi harus jelas, artinya dapat memusatkan perhatian kepada apa yang harus diamati, siapa yang harus diamati, dan keterangan apa yang perlu dikumpulkan.
Observasi merupakan suatu proses yang komplek, suatu proses yang tersusundari berbagai proses biologis dan psikologis. Dua diantara yang terpenting adalah proses-proses pengamatan dan ingatan38 dalam penelitian ini onservasi yang dilakukan merupakan observasi nonpartisipan yaitu peneliti tidak terlibat langsung dan hanya sebagai pengamat independen.
Dengan metode observasi ini diperoleh data sebagai berikut:
a. Lokasi Tempat Alih Fungsi Lahan Gebang Taman Kabupaten Jember b. Letak geografis Gebang Taman Kabupaten Jember
c. Dampak Alih Fungsi Lahan 2. Wawancara
Dalam penelitian ini penulis juga menggunakan wawancara sebagai salah satu teknik pengumpulan data. Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan agar dapat menemukan permasalahn yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan dalam jumlah responden yang sedikit.39 Wawancara adalah teknik mendapatkan informasi dengan cara bertanya langsung kepada responden, percakapan dengan maksud tertentu, percakapan tersebut dilakukan dengan dua belah
37 Ibid.,134.
38 Sutrisno Hadi, Metodologi Research Statistik (UGM), 1986
39 Sugiyono, Metode Penelitian., 137.
pihak, yaitu pewawancara yang mengajukan pertanyaan dan responden memberikan jawaban atas pertanyaan tersebut.40
Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan untuk mendapatkan data data sebagai berikut:
a. Faktor apa saja yang mempengaruhi alih fungsi lahan di lingkungan gebang taman.
b. Apa saja dampak positif dan negatif yang di timbulkan dengan adanya alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan.
3. Dokumentasi
Selain wawancara dan observasi, teknik pengumpulan data dalam penelitian kuantitatif dapat dilakukan dengan dokumentasi. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.41 Dengan demikian jelaslah bahwa metode dokumentasi yang dipakai pada penelitian ini digubakan oleh peneliti untuk mencari data-data yang sudah didokumentasikan seperti: buku-buku, laporan, arsip, majalah dan lain sebagainya. Adapun data diperoleh dari dokumentasi adalah:
a. Profil lingkungan Gebang Taman b. Peta lingkungan Gebang Taman
c. Dokumentasi lingkungan Gebang Taman pasca alih fungsi lahan
40 Ibid.,6.
41 Ibid., 240
E. Teknik Analisis Data
Analisis data dari hasil pengumpulan data, merupakan tahapan yang penting dalam penyelesaian suatu kegiatan penelitian ilmiah. Data yang terkumpul tanpa dianalisis menjadi tidak bermakna, tidak berarti, menjadi data yang mati dan tidak berbunyi. Oleh karena itu, analisis data ini untuk memberi arti, makna, dan nilai yang terkandung dalam data.42
Analisis data dalam peneltian kualitatif dilakukan sejak sebelum memasuki lapangan, selama dilapangan, setelah selesai di lapangan. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam analisis data adalah sebagai berikut:
1. Analisis sebelum dilapangan
Dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif biasanya telah melakukan analisis data sebelum peneliti terjun ke lapangan. Analisis data dilakukan terhadap data hasil studi pendahuluan, atau data sekunder, yang akan digunakan untuk menentukan fokus penelitian. Namun demikian fokus penelitian ini masih bersifat sementara, dan akan berkembang setelah peneliti mulai melakukan penelitian di lapangan.
2. Analisis data di lapangan
Dalam analisis data ini dikumpulkan saat pengumpulan data berlangsung dan setelah selesai dan pengumpulan data pada periode tertentu. Pada saat wawancara peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawab terhadap pihak yang diwawancarai. Bila jawaban dari pihak yang
42 Moh Kasiram, Metodologi Penelitian (Malang: UIN Maliki Press, 2010), 119.
diwawancarai dirasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi hingga tahap tertentu, diperoleh data yang kredibel.43
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan moleh Miles ans Huberman yaitu menganalisis data dengan tiga langkah:
a. Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, mengfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya.
Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.
Dalam mereduksi data, setiap peneliti akan dipandu oleh tujuan yang akan dicapai. Tujuan utama dari penelitian kualitatif adalah pada temuan. Oleh karena itu, kalau peneliti dalam melakukan penelitian, menemukan sesuatu yang dipandang asing, tidak dikenal, belum memiliki pola, justru itulah yang harus dijadikan perhatian peneliti dalam melakukan reduksi data.44
b. Data Display (Penyajian Data)
Setelah melakukan data reduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplaykan data. Penyajian data dalam penelitian kualitatif bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, slowchart dan sejenisnya. Yang paling sering digunakan
43 Ibid., 246.
44 Sugiyono, Metode Penelitian, 249.
untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Selanjutnya disarankan, dalam penyajian data selain dengan teks naratif, juga dapat disajikan berupa matrik, grafik, network (jejaring kerja) dan chart. Menurut Miles and Huberman
(1984) dengan mendisplaykan data maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakn kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.45
c. Conclution Drawing / Verivication (Penarikan Kesimpulan)
Langkah ketiga dalam analisis lapangan menurut Miles and Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya. Akan tetapi, apabila kesimpulan yang dikemukakan pad a tahap awal didukung oleh bukti-bukti yang valid dan konsisten saat peneliti kembali ke lapangan mengumpulkan data maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan yang kredibel.
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah peneliti berada di lapangan. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif merupakan
45 Ibid., 249
temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran sesuatu obyek yang awalnya masih remang-remang atau belum jelas sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kasual atau interaktif, hipostesi, atau teori.46
F. Keabsahan Data
Usaha-usaha yang henda dilakukan peneliti untuk memperoleh keabsahan data-data temuan selama dilapangan agar bisa diperoleh temuan yang absajh, maka perlu diteliti kredibilatasnya dengan menggunakan teknik keabsahan data.
Pemeriksaan keabsahan data ini diterapkan dalam rangka membuktikan temuan hasil penelitian dengan kenyataan di lapangan. Pada penelitian ini peneliti menguji keabsahan data yang diperoleh menggunakan teknik trianggulasi yang peneliti gunakan. Trianggulasi yaitu membandingkan dan mengecek data yang bersumber dari informan yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda. Data dicari melalui narasumber yaitu orang yang dijadikan sebagai sarana mendapatkan informasi atau data.47
Uji keabsahan data dalam penelitian hanya sering ditekankan pada uji validitas dan reabilitas data. Dalam penelitian kualitatif, temuan atau data dapat dikatakan valid apabila tidak ada perbedan antara yang dilaporkan peneliti dengan apa yang sesungguhnya terjadi pada obyek yang diteliti. Uji
46 Ibid., 253.
47 Jonathan Sarwono, metode penelitian kualitatif dan kuantittatif (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2006), 129.
validitas terdiri dari perpanjangan pengamatan, meningkatkan ketekunan dan trianggulasi.
Penelitian ini memilih menggunakan trianggulasi sumber dalam menguji keabsahan data yang diperoleh. Yaitu dengan cara menggali kebenaran informasi data yang telah diperoleh melalui bebrapa sumber. Beberapa cara yang biasa dilakukan peneliti untuk mengetahui keabsahan data melaui trianggulasi sumber adalah:
1. Membandingkan data hasil pengamatan dengan hasil wawancara
2. Membandingkan informasi yang didapat saat penelitian dengan diluar penelitian
3. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang berkaitan
G. Tahap-Tahap Penelitian
Sebagaimana suatu kegiatan ilmiah, sebuah penelitian dilaksanakan melalui prosedur kerja yang berurutan. Urutannya diperlihatkan melalui cara-cara penemuan masalah. Secara-cara garis besar prosedur kerja penelitian melalui tahapan-tahapan yaitu: tahapan sebelum lapangan, pekerjaan lapangan, analisis data dan penulisan laporan.
Tahap sebelum lapangan merupakan segala macam persiapan yang dibutuhkan sebelum penelitian dan terjun kedalam kegiatan lapangan, dalam tahapan ini peneliti melakukan rencana penelitian. Rencana ini berupa proposal penelitian, mengurus perijinan, dan instrumen penelitian.
Tahap selanjutnya yaitu, tahap lapangan, dimana tahap ini merupakan suatu tahapan dimana peneliti dengan sungguh-sungguh memahami latar belakang penelitian. Dalam tahap ini peneliti mencari dan mengumpulkan data-data yang dibutuhkan dalam penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data yang telah ditentukan.
Selanjutnya adalah tahapan penulisan laporan, pada tahap ini peneliti menganalisis data yang telah diperoleh dari lapangan, setelah data dianalisis barulah masuk ketahap selanjutnya yaitu penulisan laporan.