METODE PENELITIAN A. Lokasi Penelitian
C. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
25
1) Teknik Observasi
Teknik Observasi dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung kepada obyek penelitian, terutama mengenai aktivitas dan hasil aktivitas nelayan.
2) Teknik Wawancara
Untuk memperoleh data secara lebih dalam, maka diadakan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disediakan.
3) Teknik Dokumentasi
Cara pengumpulan data ini digunakan untuk mendapat data sekunder, terutama yang berkaitan dengan obyek penelitian yakni dengan mengumpulkan data melalui keterangan secara tertulis yang ada hubungannya dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian yang diambil dari kantor Kecamatan Taka Bonerate dan kantor Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Kepulauan Selayar.
D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu sebagai berikut:
4) Teknik Observasi
Teknik Observasi dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung kepada obyek penelitian, terutama mengenai aktivitas dan hasil aktivitas nelayan.
5) Teknik Wawancara
Untuk memperoleh data secara lebih dalam, maka diadakan wawancara langsung kepada responden dengan menggunakan pedoman wawancara yang telah disediakan.
6) Teknik Dokumentasi
Cara pengumpulan data ini digunakan untuk mendapat data sekunder, terutama yang berkaitan dengan obyek penelitian yakni dengan mengumpulkan data melalui keterangan secara tertulis yang ada hubungannya dengan data yang dibutuhkan dalam penelitian yang diambil dari kantor Kecamatan Taka Bonerate dan kantor Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Kepulauan Selayar.
E. Teknik Analisis Data
Untuk memecahkan masalah-masalah, maka penulis menggunakan teknik analisis data sebagai berikut:
1. Analisis pendapatan usaha tangkap teripang, digunakan rumus yang dikemukakan oleh (Soeharno, 2009:109) yaitu:
= TR – TC Di mana:
TR = Y. Py TC = FC + VC Keterangan:
pendapatan (keuntungan) TR = total penerimaan
TC = total biaya
Y = Produksi teripang Py = Harga teripang FC = Biaya Tetap VC = Biaya Variabel
2. Analisis R/C adalah singkatan dari return cost ratio, dalam Soekartawi (2006: 85-86) dengan rumus sebagai berikut:
Sehingga
Keterangan:
R = Penerimaan (Revenue) C = Biaya (Cost)
Y = Output
FC = Biaya tetap (Fixed Cost)
VC = Biaya tidak tetap (Variable Cost)
Dengan kriteria jika:
R/C > 1 maka menguntungkan R/C < 1 maka mengalami kerugian R/C = 1 maka terjadi titik impas
3. Analisis SWOT
Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opprtunities and Threats atau kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman) digunakan untuk menyusun strategi kebijakan.
Penyusunan strategi dilakukan dengan memanfaatkan kekuatan dan peluang serta mengatasi kelemahan dan ancaman yang dihadapi oleh usaha tangkap teripang.
Untuk memudahkan analisis dengan pendekatan SWOT, Menurut Muhammad (2008:43) adapun langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Menentukan faktor strategi eksternal atau EFAS (external strategi factor analisys summary). Data eksternal dapat diperoleh dari lingkungan diluar usaha tangkap teripang. Berikut ini cara-cara penetuan faktor strategi eksternal (EFAS):
1) Susunlah dalam kolom 1 (5 sampai dengan 10 peluang dan ancaman)
2) Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai 1,0 (sangat penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Bobot maksimum adalah 1 atau 100 persen. Bobot maksimum didistribusikan pada semua faktor tersebut sesuai dengan derajat pengaruh masing-masing faktor.
3) Hitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outs tanding) sampai dengan 1 (poor). Pemberian nilai rating untuk faktor peluang bersifat positif (peluang yang semakin besar diberi rating +4, tetapi jika peluangnya kecil, diberi rating +1). Pemberian nilai rating ancaman adalah kebalikannya. Tidak ada keharusan menggunakan skor 1 sampai 4. Manajemen dipersilahkan untuk merumuskan sendiri skala penilaian yang hendak digunakan.
4) Kalikan bobot pada kolom 2 dengan rating pada kolom 3, untuk memperoleh faktor pembobotan dalam kolom 4. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4,0 sampai dengan 1,0.
5) Jumlahkan skor pembobotan pada kolom 4, untuk memperoleh total skor pembobotan bagi usaha pengolahan teripang. Nilai total ini menunjukkan bagaimana usaha tertentu bereaksi terhadap faktor-faktor strategis eksternalnya.
b. Mentukan Faktor strategi internal atau IFAS (internal strategi factor analisys summary). Data internal diperoleh dari dalam usaha tangkap teripang. Setelah faktor-faktor strategi internal suatu usaha diidentifikasi, suatu tabel IFAS disusun untuk merumuskan faktor-faktor strategi internal tersebut dalam kerangka Strength dan weakness. Tahapannya adalah :
1) Tentukan faktor-faktor yang menjadi kekuatan serta kelemahan dalam kolom 1.
2) Beri bobot masing-masing faktor dalam kolom 2, mulai 1,0 (paling penting) sampai dengan 0,0 (tidak penting). Bobot maksimum adalah 1 atau 100 persen. Bobot maksimum didistribusikan pada semua faktor tersebut sesuai dengan derajat pengaruh masing-masing faktor.
3) Hitung rating untuk masing-masing faktor dengan memberikan skala mulai dari 4 (outs tanding) sampai dengan 1 (poor), variabel yang bersifat positif (semua variabel yang masuk kategori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (berdasarkan pengaruh faktor-faktor tersebut terhadap kondisi usaha tangkap teripang. Variabel yang bersifat positif ( semua variabel yang termasuk dalam ketegori kekuatan) diberi nilai mulai dari +1 sampai dengan +4 (sangat baik) dengan membandingkan rata-rata industri atau dengan pesaing utama. Sedangkan variabel yang bersifat negatif, kebalikannya. Tidak ada keharusan menggunakan skor 1 sampai 4.
Manajemen dipersilahkan untuk merumuskan sendiri skala penilaian yang hendak digunakan.
Berdasarkan keterangan di atas, selanjutnya dapat dianalisis dengan menggunakan tabel sebagai berikut:
Tabel 4. Tabel Eksternal Faktor Analisys Strategy (EFAS)
Eksternal Factor Bobot Rating Skor Opportunies (O)
Treaths (T) Total
Tabel 5. Tabel Internal faktor analisis strategi (IFAS)
Faktor Internal Bobot Rating Skor Strength (S)
Weaknesses (W) Total
Setelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan usaha pengolaha teripang, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model-model kuantitatif perumusan strategi. Adapun alat yang dipakai untuk menyusun faktor-faktor strategi usaha tangkap teripang adalah matrik SWOT. Matrik ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi usaha tangkap teripang dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Matrik ini dapat menghasilkan empat set kemungkinan alternative strategis.
Berikut adalah tabel matriks SWOT beserta keterangannya.
Tabel 6 . Matriks SWOT IFAS EFAS
STRENGHTS (S) WEAKNESSES (W)
OPPORTUNITIES (O) STRATEGI SO
Maksi – Maksi
STRATEGI WO Mini – Maksi
THREATS (T) STRATEGI ST
Maksi – Mini
STRATEGI WT Mini –Mini Gambar 6. Matrix SWOT
Keterangan:
1) Strategi SO
Strategi ini dibuat dengan memanfaatkan seluruh kekuatan yang dimiliki untuk mengeksploitasi peluang yang tersedia. Startegi ini bersifat agresif, memacu pertumbuhan usaha. Strategi ini disebut juga maksi-maksi karena pengusaha mencoba menggunakan apa yang serba positif (maksimal) yang kini dimiliki.
2) Strategi ST
Ini adalah strategi dalam menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman. Strategi ini disebut ma3ksi – mini karna hanya memiliki satu variabel maksimal, yakni kekuatan dan variabel lainnya bersifat minimal yakni ancaman.
3) Strategi WO
Strategi ini diterapkan berdasarkan pemanfaatan peluang yang ada dengan cara meminimalkan kelemahan yang ada. Strategi ini disebut mini – maksi karena yang maksimal hanya satu variabel yakni peluang sedangkan satu variabel lainnya dinilai sebagai sesuatu yang minimal kerena hanya berupa kelemahan.
4) Strategi WT
Strategi ini merupakan strategi bertahan yakni berusaha meminimalkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman. Kerena sifatnya pasif dan tidak kedua variabel yang ada yang bersifat maksimal strategi WT disebut juga strategi mini – mini.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN