• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN A. Pendekatan Penelitian

D. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Tanpa mengetahui teknik pengumpulan data, maka peneliti tidak akan mendapatkan data yang memenuhi standar data yang ditetapkan. Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih

6Rony Kountur, Metode Penelitian untuk Penulisan Skripsi dan Tesis (Jakarta:PPM, 2004), hlm.137.

21 luas dan mendalam terhadap situasi sosial pendidikan yang diteliti, maka teknik pengumpulan data bersifat trianggulasi, yaitu menggunakan berbagai teknik pengumpulan data secara gabungan/

simultan. Analisis data yang dilakukan bersifat induktif berdasakan fakta-fakta yang ditemukan di lapangan dan kemudian dikonstruksikan menjadi hipotesis atau teori. Dalam penelitian kualitatif, pengumpulan data dilakukan pada natural setting (kondisi yang alamiah), sumber data primer, dan teknik pengumpulan data lebih banyak pada wawancara mendalam (in depth interview), observasi (participan observation), dan dokumentasi.7

1) Obeservasi

Observasi atau pengamatan adalah alat pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematik gejala-gejala yang diselidiki.8 Dalam pengertian lain disebutkan bahwa metode observasi atau disebut dengan pengamatan adalah kegiatan pemusatan perhatian terhadap suatu obyek dengan menggunakan seluruh panca indera. Metode ini dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap objek kemudian hasil pengamatan tersebut dituangkan dalam sebuah catatan. Adapun yang mejadi objek pengamatan dalam penelitian ini adalah penggunaan tafsir Jalalain sebagai referensi di dayah salaf aceh besar.

Teknik observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi non partisipan dan teknik observasi terbuka. Yang dimaksud dengan teknik observasi non partisipan, yakni pengamat hanya melakukan satu fungsi, yaitu mengadakan

7 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung: PT.Alfabet, 2010), hlm. 308-309

8 Narbuko dan Abu Achmadi, Metode Penelitian, (Jakarta: Bumi Askara, 2007), hlm. 70.

22 pengamatan.9 Teknik observasi nonpartisipan digunakan karena dalam proses penelitian ini peneliti tidak ikut serta dalam kegiatan, akan tetapi hanya berperan mengamati kegiatan. Kalaupun ikut dalam kegiatan itu hanya dalam lingkup yang terbatas sesuai kebutuhan peneliti untuk memperoleh data yang benar-benar valid.

Pemilihan teknik jenis ini dilakukan agar peneliti dapat lebih fokus dalam melakukan pengamatan terhadap objek yang sedang diamati sehingga data observasi yang dihasilkan benar-benar valid dan sesuai dengan kondisi yang sedang diamati. Adapun teknik observasi terbuka, kehadiran pengamat secara terbuka diketahui oleh subjek yang secara sukarela memberikan kesempatan kepada pengamat untuk mengamati peristiwa yang terjadi, dan mereka menyadari ada orang yang mengamati hal yang dilakukan oleh mereka.10 Dengan demikian kehadiran peneliti dalam menjalankan tugasnya diketahui oleh orang-orang yang sedang diamati, sehingga terjalin hubungan/interaksi yang wajar antara pengamat dengan orang yang sedang diamati.

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data tentang keadaan geografis, sarana dan prasarana yang dimiliki, kondisi sekitar, dan juga melihat tafsir jalalain sebagai referensi dayah salaf di kabubaten Aceh Besar.

2) Wawancara

Wawancara ialah proses mendapatkan keterangan untuk melakukan tanya jawab sambil bertatap muka antara si penulis (pewawancara) dengan orang yang memahami informasi ( responden atau informan) dengan menggunakan pedoman wawancara.11 Teknik wawancara yang dilakukan dalam penelitian ini secara terpimpin, yaitu menggunakan pertanyaan yang sudah

9 Moelong, Metodologi Penelitian Kualitatif, (Bandung : PT Remaja Rosdakarya, 2018), hlm. 176.

10 Moelong, Metodologi Penelitian Kualitatif..., hlm. 190.

11 Dadang Kahmad, Metode Penelitian Agama Prespektif ilmu perbandingan agama (Bandung: Alfabet, 2005), hlm. 72.

23 disiapkan sebelumnya.12 Pewawancara menentukan terlebih dulu data yang diperlukan. Pewawancara juga menyusun pertanyaan-pertanyaan dengan cara-cara tertentu agar memunculkan jawaban-jawaban yang berkorespondensi dengan kategori-kategori yang sudah ditentukan pada aspek teori.13 Selanjutnya penulis mentranskrip atau menjabarkan hasil wawancara kedalam sebuah analisa. Wawancara ini ditujukan kepada pimpinan dayah salaf di kabupaten Aceh Besar.

3) Dokumentasi

Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlaku.

Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan, cerita, biografi, peraturan, dan kebijakan. Dokumen yang berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan lain-lain. Sedangkan yang berbentuk karya, misalnya karya seni, yang berupa gambar, patung, film dan lain-lain.Studi dokumen merupan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif. Hasil penelitian dari observasi atau wawancara, akan lebih kredibel kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, masyarakat dan autubiografinya.

Metode dokumentasi peneliti gunakan untuk mengumpulkan data yang dibutuhkan oleh peneliti terkait pelaksanaan pembelajaran tafsir Jalalain di dayah salaf Aeh Besar.

Data-data tersebut seperti bagan pengurusan, foto bangunan dayah dan wawancara.

12 Atep adya Barata, Dasar-Dasar Pelayanan Prima (Jakarta: PT. Elex Media Koputindo. 2003), hlm. 118.

13 Fandi Rosi Sarwo Edi, Teori Wawancara Psikodignostik (Yogyakarta : PT.Leutika Nouvalitera, 2016), hlm. 19.

24 E. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data adalah teknik yang digunkan untuk menganalisis data penelitian. Analisis data adalah suatu proses penelitian yang dilakukan setelah semua data yang diperlukan terkumpul dan data tersebut di telaah secara tuntas guna memecahkan permasalahan penelitian yang sudah diperoleh secara lengkap.14 Analisis data terbagi dua yaitu kualitatif dan kuantitatif.

Creswell (2008) mengartikan kualitatif sebagai suatu pendekatan atau penelusuran untuk mengeksplorasi dan memahami suatu gejala sentral atau gejala di sekitar kita. Untuk mengetahui gejala tersebut peneliti mewawancarai informan atau orang yang bersangkutan dalam penelitian dengan mengajukan beberapa pertanyaan yang umum dan meluas.15

Terdapat tiga jalur analisis kualitatif, yaitu:

1. Reduksi data, yaitu bentuk analisis yang bertujuan untuk menggolongkan , menajamkan, mengarahkan, membuang data yang tidak perlu dan mengkoordinasi data dengan cara sedemikian rupa sehingga dapat diambil kesimpulan pada akhir pembahasan.

2. Penyajian data, yaitu menyajikan data setelah sekumpulan informasi disusun atau didapatkan dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi baik dalam bentuk grafik, tabel, uraian dan sejenisnya sehingga memberi kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.

3. Penarikan kesimpulan, setelah peneliti terus-menerus meneliti di lapangan dan didukung oleh data-data yang telah di

14 Ali Muhson, Teknik Analisis Kuantitatif (Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta, 2006), hlm. 1.

15 Raco, Metode Penelitian Kualitatif (Jakarta: PT.Gramedia Widiasarana Indonesia, 2010), hlm. 7.

25 perolehdari hasil observasi dan wawancara penelitian yang awalnya belum jelas sehingga menjadi lebih rinci dan akurat.16

16 Ivanovich Agusta, Teknik Pengumpulan dan Analisis Data Kualitatif (Bogor: Pusat Penelitian Sosial Ekonomi. Litbang Pertanian, 2003),hlm.10.

26 BAB IV

HASIL PENELITIAN