• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Metode Penelitian 1. Jenis Penelitian

3. Teknik Pengumpulan Data

gambaran mengenai situasi yang diteliti. Menurut Neuman (1999, 22) definisi dari deskriptif yaitu penelitian yang mengharuskan peneliti untuk mendefinisikan subjek secara akurat. Penelitian deksriptif menitikberatkan pada kalimat pertanyaan how dan who, seperti bagaimana hal itu terjadi dan siapa saja yang terlibat di dalamnya. Untuk itu peneliti menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif untuk menjawab permasalahan yang diangkat.

“Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu. Termasuk tentang hubungan, kegiatan-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung, dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena” (Nazir, 2011:54-55).

2. Waktu dan Lokasi Penelitian

Waktu yang dibutuhkan peneliti dalam melakukan penelitian ini adalah bulan Februari 2017–April 2017. Penelitian dilakukan di Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Tengah yang bertempat di Jalan Pahlawan no.1 Semarang.

3. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian ini menggunakan beberapa teknik pengumpulan data sebagai sumber data penelitian yang dapat memenuhi kebutuhan informasi penelitian. Hal ini sejalan dengan pendapat Lofland (Moleong, 2000:112) bahwa sumber data utama (primer) dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata dan tindakan, selebihnya (sekunder) adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.

38 a. Data Primer

Data Primer adalah data yang diperoleh langsung dari sumbernya dengan cara mengamati dan mencatat untuk pertama kalinya (Marzuki, 1986). Data-data primer yang dibutuhkan dalam penelitian ini, penulis dapatkan melalui teknik:

1) Wawancara Mendalam

Wawancara mendalam adalah suatu cara untuk mengumpulkan data atau informasi dengan cara langsung bertatap muka dengan informan, dengan maksud mendapatkan gambaran lengkap tentang topik yang diteliti. Percakapan itu dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan yang diwawancarai (interview) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moleong, 2001:130). Metode ini dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada informan yang mengarah kepada fokus penelitian, maka sebelum melakukan wawancara terlebih dahulu disusun garis besar pertanyaan berupa panduan pertanyaan yang akan ditanyakan kepada informan (interview guide).

Wawancara mendalam dilakukan dengan informan yang sudah dipilih dan dianggap memenuhi kriteria. Dalam menentukan informan yang akan digunakan dalam wawancara mendalam, peneliti telah klasifikasi sesuai kebutuhan penelitian. Wawancara akan ditujukan kepada pihak-pihak yang memiliki

39

informasi, berkompeten dan mengetahui secara jelasaktivitas manajemen media di Bidhumas Polda Jateng. Adapun informan yang dipilih adalah:

a) Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Pol Drs. R. Djarod, P. H. M., M.H.

Informan yang bertanggungjawab kepada Kapolda Jateng atas semua aktivitas kehumasan yang ada di lingkungan Polda Jateng. Beliau menjabat sebagai Kabid Humas Polda Jateng sejak tahun 2016.

b) Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat AKBP Agung A., S.H., SIK

Informan yang mengetahui dan bertanggungjawab atas segala kegiatan yang berhubungan dengan penerangan masyarakat di Bidhumas Polda Jateng.

c) Analisis Kebijakan Sub Bidang Penerangan Masyarakat AKBP Dian Pratiwi, B.Sc.

Informan yang mengetahui dan bertanggungjawab atas segala pelaksana harian pengolahan pengumpulan informasi dan dokumentasi di Bidhumas Polda Jateng. d) Kepala Urusan Mitra Bidhumas Polda Jateng Kompol

drh. FDH Priyono, S.H.

Informan yang mengetahui segala kegiatan kemitraan dengan media dan stakeholder. Beliau bertanggungjawab

40

atas pelaksanaan media relations dan koordinasi dengan wartawan unit Polda Jateng.

e) Bamin Subbid Penmas Bidhumas Polda JatengBrigadir Polisi Agus Saibumi.

Informan yang bertanggungjawab atas penyelenggaraan dan pelaksanaan aktivitas manajemen media di Bidhumas Polda Jateng. Beliau tergabung dalam tim counter opini Bidhumas Polda Jateng.

f) Mitra Media Bidhumas Polda Jateng Imam Rahmayadi dari mediajateng.net sebagai wartawan media online Polda Jateng. Beliau merupakan wartawan senior yang tergabung dalam wartawan unit Polda Jateng.

b. Data Sekunder

Data sekunder adalah data yang bukan diusahakan sendiri pengumpulannya oleh peneliti, namun didapat dari buku-buku, majalah, brosur dan dokumen-dokumen lainnya yang relevan dengan permasalahan yang diuji (Marzuki, 1986). Data sekunder dalam penelitian ini penulis dapatkanmelalui teknik studi pustaka atau dokumen. Teknik studi pustaka adalah pencarian data dengan menggunakan data yang berasal dari buku-buku, surat kabar, catatan-catatan kerja, catatan-catatan-catatan-catatan khusus, literatur-literatur, serta sumber dokumen lain yang berhubungan dengan subyek yang diteliti untuk memperoleh teori dan fakta-fakta yang mendasar (Nawawi, 1998:133).

41

Teknik pengumpulan data dari berbagai pustaka, buku-buku yang berhubungan dengan tema penelitian yaitu manajemen media. Selain itu, penulis juga menggunakan dokumen milik Bidhumas Polda Jateng yakni laporan atau dokumen yang terkait dengan aktivitas manajemen media misalnya laporan bulanan giat penmas, laporan giat liputan, laporan kunjungan silaturahmi mitra media, brosur Promoter,dsb. 4. Teknik Analisis Data

Teknik analisis data merupakan tahapan kelanjutan dari peneliti untuk menganalisis data guna mencari, menata, dan merumuskan kesimpulan dari hasil wawancara dan dokumentasi. Analisis data menurut Patton dan Moleong (2000, 103) adalah proses mengatur urutan data, dan mengorganisasikannya ke dalam suatu pola, kategori, dan satuan uraian dasar. Peneliti membedakannya dengan penafsiran, yaitu memberikan arti yang signifikan terhadap analisis, menjelaskan pola uraian, dan mencari hubungan diantara dimensi-dimensi uraian.

Menurut Miles dan Huberman (1992, 16) analisis data setiap kasus dilakukan dengan menggunakan beberapa langkah, sebagai berikut:

a. Pengumpulan data

Pengumpulan data dilakukan dengan beberapa teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara wawancara mendalam kepada informan dan pengumpulan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan penelitian.

42 b. Reduksi data

Pada tahap ini, penulis melakukan proses pemilihan dan pemusatan data-data yang relevan dengan masalah penelitian. Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang data yang tidak diperlukan, mengorganisasi data sedemikian rupa sehingga simpulan akhir dapat ditarik. Peneliti melakukan reduksi data dengan cara menyederhanakan data dan memilih hal-hal pokok yang dianggap penting dan sesuai dengan fokus penelitian.

c. Penyajian data

Tahapan penggambaran fenomena sesuai dengan data yang telah direduksi. Penyajian data merupakan upaya penyusunan, pengumpulan informasi ke dalam suatu matriks atau konfigurasi yang mudah dipahami. Data-data yang telah tersusun kemudian disajikan dalam bentuk analisis sehingga akan tergambar permasalahan yang menjadi objek kajian. Penyajian ini bisa dalam bentuk matriks, grafik atau bagan yang dirancang untuk menghubungkan informasi.

d. Penarikan Kesimpulan

Dalam tahap ini peneliti melakukan penarikan poin-poin penting yang menjadi pokok pemikiran terhadap apa yang diteliti. Penarikan kesimpulan merupakan langkah terakhir dalam penelitian. Dimana peneliti membuat kesimpulan dari hasil pemikiran, dengan jalan melakukan perbandingan mengenai kenyataan di lapangan

43

dengan teori berdasarkan data yang telah didapat (Nasution, 1995:149). Dari data yang telah terkumpul, penganalisis kualitatif menyusun data di dalam satuan-satuan, kemudian dikategorikan sesuai dengan masalah-masalahnya. Untuk mendapatkan suatu deskripsi dari data yang telah terkumpul, data-data tersebut dihubungkan dan dibandingkan antara hasil interview dengan beberapa informan baik internal dan eksternal Bidhumas Polda Jateng. Kemudian langkah selanjutnya mengkategorikan dokumen berupa laporan-laporan sesuai kelompok data dan membandingkannya dengan hasil wawancara. 5. Validitas Data

Metode yang digunakan dalam menguji keabsahan data adalah metode triangulasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2000:178). Dalam penelitian ini, triangulasi dilakukan dengan membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif. Hal ini dapat dicapai dengan jalan:

1. Membandingkan data hasil pengamatan.

2. Membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

3. Membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu.

44

4. Membandingkan keadaan dan perspektif seseorang dengan berbagai pendapat dan pandangan orang seperti rakyat biasa, orang yang berpendidikan menengah atau tinggi, orang berada, orang pemerintahan.

5. Membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumen yang bersangkutan.

Pada tahap validitas ini, penulis menggunakan langkah 4 dan 5. Dalam penelitian ini, peneliti akan menganalisis data yang didapat dengan cara membandingkan data dari hasil wawancara dengan pihak internal dan eksternal Bidhumas Polda Jateng, serta membandingkan hasil wawancara dengan dokumen atau laporan milik Bidhumas Polda Jateng terkait aktivitas manajemen media. Teknik ini dikenal dengan triangulasi sumber.

Dokumen terkait