Bab V: Pembahasan Hasil Penelitian
METODE PENELITIAN A. Pendekatan dan Jenis Penelitian
C. Teknik Pengumpulan data
Teknik pengumpulan data merupakan cara-cara teknis yang dilakukan oleh seorang peneliti dalam mengumpulkan data-data penelitiannya. Beberapa teknik pengumpulan data yang digunakan dalam sebuah penelitian antara lain sepeti: teknik observasi, teknik komunikasi, teknik pengukuran, teknik wawancara, teknik telaah dokumen. Nurul Zuriah (2006) mengemukakan bahwasahnya dalam sebuah penelitian disamping perlu menggunakan metode yang tepat, juga memerlukan pemilahan tentang teknik dan alat pengumpulan data yang relevan dengan jenis dan model penelitian mengingat penggunaan teknik dan alat pengumpul data yang tepat memungkinkan diperolehnya data yang objektif.71
Adapun dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik telaah dokumen atau yang biasa disebut teknik studi dokumentasi. Dokumentasi berasal dari kata dokument, yang artinya barang-barang tertulis. Nurul Zuriah mengemukakan bahwa cara mengemukakan data melalui peninggalan tertulis seperti arsip, termasuk juga buku tentang teori, pendapat, dalil atau hukum, dan lain-lain yang berhubungan dengan masalah penelitian.72 Keuntungan telaah dokumen adalah bahwa bahan itu telah ada, tersedia, dan siap pakai,
70S Nasution, Metode Research, Penelitian ilmiah (Jakarta: Bumi Aksara, 2008), Hlm. 142 71
Nurul Zuriah, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan,(Jakarta: Bumi Aksara, 2006), Hlm 171
sehingga penelitian jenis ini tidak memerlukan biaya yang terlalu banyak, hanya memerlukan waktu untuk mempelajari serta mengkajinya.
Beberapa tahapan yang harus ditempuh oleh seorang peneliti dalam menggunakan metode dokumentasi adalah sebagai berikut:
1. Menghimpun atau mencari literatur yang berkaitan dengan objek penelitian.
2. Mengklasifikasikan buku berdasarkan jenisnya (Primer atau sekunder). D. Analisis Data
Mengacu pada pendapat Nurul Zuriah bahwasahnya analisis data dalam penelitian kualitatif adalah proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkip wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain yang dikumpulkan untuk meningkatkan pemahaman terhadap bahan-bahan tersebut agar dapat diinterpretasikan temuannya kepada pihak lain.73 Analisis data merupakan cara-cara teknis yang dilakukan oleh seorang peneliti untuk menganalisis dan mengembangkan data-data yang telah dikumpulkan.
Kemudian Nurul Zuriah mengutip dari pendapat Muslimin mengatakan bahwa ada lima jenis analisis data yang dipergunakan dalam penelitian kualitatif antara lain; analisis domain, analisis taksonomis, analisis kompensional, analisis tema kultural, serta analisis komparasi konstan. Adapun dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian analisis komparasi konstan, dimana peneliti berusaha mengkonsentrasikan dirinya pada deskripsi yang rinci tentang sifat dan ciri data yang dikumpulkan, sebelum berusaha menghasilkan
pernyataan-pernyataan teoritis yang lebih umum. Setelah memadainya rekaman deskripsi yang akurat barulah peneliti dapat memulai menghipotesiskan jaminan hubungan diantara fenomena-fenomena yang ada kemudian mengujinya dengan porsi data lain.74
Alasan peneliti menggunakan jenis analisis komparasi konstan karena berdasarkan data yang ada yaitu data berupa tulisan yang terdapat pada teks-teks buku karangan para ahli terkait dua kajian yang berbeda yakni nilai pendidikan multikultural Pancasila dan Piagam Madinah, maka analisis data menggunakan jenis analsis perbandingan (komparatif). Sebagaimana mengutip tulisan Moleong yang sesuai dengan langkah analisis perbandingan yaitu secara tetap membandingkan satu datum dengan data yang lain dan kemudian secara tetap membandingkan kategori dengan kategori lainnya.
Secara umum proses analisis datanya mencakup: reduksi data, kategorisasi data, sintesisasi dan diakhiri dengan menyusun hipotesis kerja. kemudian menurut Nurul Zuriah beberapa hal yang harus dilakukan ialah mengakumulasi data yang mengindikasikan hubungan-hubungan hipotesisnya.. Ada 3 (tiga) aspek kegiatan yang harus dilakukan dalam proses tersebut, yaitu:75
1. Menulis catatan atau note writing,
2. Mengidentifikasi konsep-konsep atau discovery or identification of concepts, dan
74Ibid, Hlm. 223 75Ibid, Hlm. 223
3. Mengembangkan batasan konsep dan teori atau development of concept definition and the elaboration of theory.
Kemudian dalam penelitian ini, digunakan metode analisis data sebagai berikut:
1. Metode Analisis Isi (Content Analysis)
Menurut Andi Prastowo dalam bukunya yang berjudul Memahami Metode-Metode Penelitian, ada empat macam definisi analisis isi (Content Analysis) yang selama ini berkembang, yaitu sebagai berikut:
a. Menurut Barelson, analisis isi merupakan suatu teknik penelitian untuk menghasilkan deskripsi yang objektif, sistematis, dan bersifat kuantitatif mengenai isi yang terungkap dalam komunikasi.
b. Menurut Budd, Thorpe dan Donahw, analisis konten adalah suatu teknik yang sistematis untuk menganalisis makna pesan dan cara mengungkapkan pesan. Dalam pandangan ini, penganalisis tidak hanya tertarik pada pesan, tetapi juga pada pertanyaan-pertanyaan lebih luas tentang proses dan dampak komunikasi.
c. Menurut Stone, analisis isi adalah suatu teknik untuk membuat inferensi (simpulan) dengan mengidentifikasi karakteristik khusus secara objektif dan sistematis.
d. Menurut Krippendorff, analisis isi adalah teknik penelitian untuk membuat inferensi yang valid dan dapat diteliti ulang berdasarkan
konteksnya . “inferensi yang valid” maksudnya adalah peneliti harus
ulang” berarti peneliti perlu secara eksplisit mengemukakan
langkah-langkah penelitinaannya sehingga memungkinkan orang lain melaksanakan penelitian terhadap fenomena yang sama.76
Berdasarkan dari pemahaman analisis isi dari beberapa tokoh diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis isi (content analysis) merupakan sebuah teknik yang digunakan untuk menarik kesimpulan. Analisis isi merupakan analisis atau pengkajian yang dilakukan secara mendalam terhadap suatu teks. Bagi penelitian ini analisis teks merupakan model analisis yang terbilang tepat untuk digunakan mengingat jenis penelitian ini adalah study pustaka yang memerlukan pengkajian pustaka yang mendalam. Dalam analisis isi yang membutuhkan riset kepustakaan Mestika Zed mengemukakan bahwa kegiatan tersebut terdiri dari empat tahap:77
a. Menyiapkan alat perlengkapan, hal ini berfungsi untuk mencatat isi dari suatu teks.
b. Menyusun bibliografi kerja, adalah catatan mengenai bahan sumber utama yang dipergunakan dalam sebuah penelitian.
c. Mengorganisasi waktu
d. Membaca dan mebuat cacatan penelitian 2. Metode Pengkajian Literatur.
Pengkajian literature merupakan teknik dimana seorang peneliti membaca literatur-litertur yang berkaitan dengan tema penelitian, baik
76Andi Prastowo, Memahami Metode-Metode Penelitian, (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media), Hlm. 79. 77Mestika Zed, Op.Cit, Hlm 16
berupa buku-buku, majalah-majalah, surat kabar, artikel, dan lain sebagainya.
Setiap penelitian tidak terlepas dari metode pengkajian literatur, pengkajian literature merupakan teknik yang dilakukan seorang peneliti dimana dia membaca literatur-literatur yang berkaitan dengan tema penelitian, baik berupa buku, jurnal, hasil peneltian sebelumnya maupun berupa surat kabar. Menurut Prof. Dr. S Nasution, MA sumber kepustakaan diperlukan untuk:
a. Untuk mengetahui apakah topik penelitian kita telah diselidiki orang lain sebelumnya, sehingga pekerjaan kita tidak merupakan duplikasi. b. Untuk mengetahui hasil penelitian orang lain dalam bidang
penyelidikan kita, sehingga kita dapat memanfaatkannya bagi penelitian kita.
c. Untuk memperoleh bahan yang mempertajam orientasi dasar teoritis kita tentang masalah penelitian kita.
d. Untuk mempermudah informasi tentang teknik-teknik penelitian yang telah diterapkan.78
Pengkajian literatur merupakan kegiatan, membaca, menulusuri, memahami literatur-literatur berupa buku, surat kabar, majalah, jurnal maupun hasil penelitian-penelitian sebelumnya untuk dijadikan dasar dalam penelitian yang akan kita lakukan dan menghindari kesamaan pada penelitian-penelitian lainnya.