• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III : METODE PENELITIAN

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Data adalah semua informasi atau bahan yang disediakan oleh alam (dalam arti luas) yang harus dicari/dikumpulkan dan dipilih oleh peneliti (Subroto,2007:38).

Teknik pengumpulan data menggunakan metode pengamatan ataupun observasi yang dilakukan di lapangan dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa FIB USU Semester IV dan VI.

Dalam proses penelitian, penulis menggunakan dua metode penelitian, diantaranya:

1. Library Research (Studi Kepustakaan)

Studi Kepustakaan dilakukan dengan mengumpulkan data-data dan teori-teori yang berasal dari kamus Oxford Concise English-Chinese Chinese-English, buku汉语教程 (Hànyǔjiāochéng) Jilid Dua, buku汉语精读课本 (Hànyǔjīngdúkèbĕn) Jilid Satu, buku 对外汉语教学语法释疑 201 例 (duìwàihànyǔyǔfăshìyí201lí),

Intisari Tata Bahasa Mandarin, Tata Bahasa Mandarin Itu Mudah, dan jurnal elektronik akademik Cina. Data-data yang dikumpulkan ini dijadikan data sekunder.

2. Field Research (Tinjauan Lapangan)

Tinjauan lapangan dilakukan dengan observasi (pengamatan) langsung dengan membagikan kuesioner kepada mahasiswa Program Studi Sastra Cina Fakultas Ilmu Budaya USU semester VI sebanyak 30 mahasiswa. Hasil penelitian dari kuesioner ini dijadikan sebagai data primer.

Langkah-langkah yang dilakukan dalam pengumpulan data:

1. Merancang kuesioner. Kuesioner yang telah disediakan berupa kalimat dalam bahasa Indonesia yang harus diterjemahkan dalam bahasa Mandarin oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI. Kuesioner yang dibuat oleh peneliti diambil dari buku 小学华文 (xiăoxuéhuáwén) jilid 2B-4A yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia.

Contoh kuesioner adalah sebagai berikut:

Terjemahkan kalimat-kalimat di bawah ini dalam bahasa Mandarin dengan menggunakan kata depan ba dan bei.

(2) Guru meletakkan (摆) sebuah belimbing (杨桃) di atas meja (桌子).

………

(3) Kue tart itu dipotong oleh ibu menjadi 5 potong.

………. (4) Belimbing itu diletakkan diatas meja.

……….

2. Membagikan kuesioner tersebut kepada mahasiswa yang akan diteliti. Sampel yang diambil mengambil rumusan Slovin yaitu sebagai berikut:

Keterangan: n = jumlah sampel

N = jumlah seluruh anggota populasi

e = toleransi terjadinya kegagalan, pada lazimnya hanya diperbolehkan 0,05.

Dalam penelitian ini, peneliti membagikan kuesioner kepada mahasiswa PSSC FIB USU semester VI sebanyak 30 mahasiswa, sehingga sampel yang

n = N Ne2

3. Mengumpulkan kembali angket/kuesioner yang telah dijawab oleh mahasiswa.

4. Memeriksa hasil dari jawaban yang telah diisi pada angket/kuesioner. 5. Mengklasifikasikan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa ke dalam dua kategori. Kategori yang pertama adalah jenis kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI dan alasan terjadinya kesalahan dalam penggunaan kata depan ba dan bei.

3.3 Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan untuk menjawab masalah penelitian atau untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian. Analisis data dimana datanya dapat berupa keterangan-keterangan yang dijaring melalui pengamatan (observasi) yang terdapat di lapangan dan kuesioner, di mana kuesioner merupakan wawancara tertutup. Adapun analisis yang dilakukan penulis adalah sebagai berikut:

1. Menganalisis letak kesalahan yang ditemukan penulis dalam kuesioner yang dibagikan dengan cara melihat penempatan kata depan ba dan bei ke dalam kalimat-kalimat tersebut.

2. Membahas hasil analisis data dengan didukung oleh teori-teori yang terkait dengan obyek penelitian, penelitian sebelumnya dan relevansi yang didapat dari junal-jurnal maupun buku-buku agar penulis dapat menyajikan dengan benar.

3. Memulai hasil penelitian

3.4 Data dan Sumber Data

Sumber data pada penelitian ini diambil pada penelitian ini adalah kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa semester VI dengan populasi sebanyak 30 mahasiswa PSSC FIB USU.

Data penelitian yang digunakan penulis terdiri dari data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diambil dari hasil kuesioner yang dibagikan kepada mahasiswa PSSC FIB USU semester VI sebanyak 27 sampel.

Data sekunder merupakan data-data yang dirujuk untuk mendukung hasil penelitian ini, di mana data-data yang mendukung penelitian ini diambil dari buku对

外 汉 语 教 学 语 法 释 疑 201 例 (duìwàihànyǔyǔfăshìyí201lí), 汉 语 精 读 课 本 (Hànyǔjīngdúkèbĕn) Jilid Satu dan 汉语教程 (Hànyǔjiāochéng) Jilid Dua, Intisari Tata Bahasa Mandarin dan Tata Bahasa Mandarin itu Mudah.

BAB 4

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KATA DEPAN BA DAN BEI DALAM BAHASA MANDARIN PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI

SASTRA CINA

Pada bab IV, penulis menjabarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh penulis berupa analisis kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI. Dalam menjabarkan jenis kesalahan dalam menggunakan kata depan ba dan bei, serta menjabarkan penyebab kesalahan yang dilakukan oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI. Kata depan ba dan bei adalah dua dari sekian tata bahasa yang unik dalam bahasa Mandarin, kata depan ba dan bei memiliki hubungan yang sangat erat, sehingga dalam bab IV ini, penulis juga menjelaskan transformasi ataupun perubahan bentuk dari kata depan ba dan kata depan bei.

dan bei beserta penyebab terjadinya kesalahan dalam penggunaan kedua kata depan tersebut.

4.1. Jenis Kesalahan Yang Dilakukan Mahasiswa PSSC FIB USU Semester VI Dalam Menggunakan Kata Depan Ba

Kata depan ba digunakan untuk menegaskan dan menerangkan bagaimana suatu tindakan menangani suatu benda dan hasilnya, dan penanganan ini seringkali menyebabkan benda yang dimaksud berpindah tempat, berubah kondisi atau terkena pengaruh lainnya.

Fungsi dari kata depan ba adalah memindahkan posisi dari objek. Tujuan dari pemindahan ini adalah untuk menjaga keseimbangan dalam sebuah kalimat. Dalam sebuah kalimat, sebuah kata kerja dapat berfungsi sebagai predikat, namun elemen-elemen yang mengikuti kata kerja tidak boleh terlalu rumit.

Menurut Huang Borong dan Liao Xudong dalam buku 现代汉语 (xiàndài

hànyǔ):所谓处置,是指谓语中动词词所表示的动作对字介引的对象施加

影响,使它产生某种结果,发生某种变化,或处于某种状态。如狗把兔子咬死

一句中,的结果是死了。这就是处置的意义。

penderita setelah ditambahkan kata depan ba, menyebabkan munculnya hasil dari perubahan tersebut, menyebabkan perubahan, ataupun keadaan yang lain. Seperti ‘anjing mengigit kelinci itu sampai mati’, hasil dari ‘mengigit’ adalah ‘mati’. Dalam kalimat mengandung makna perubahan posisi.)

Struktur kalimat yang menggunakan kata depan ba:

Subyek yang berada di depan kata depan ba adalah subyek pelaku, sedangkan obyek yang berada di belakang kata depan ba adalah obyek penderita, dimana obyek ini terkena pengaruh dari hasil perbuatan subyek.

Contoh:

1.

Pada

contoh (1), 人们 (rénmen) pada kalimat ini memiliki kedudukan sebagai subyek dan

竹子(zhúzi) mempunyai kedudukan sebagai obyek.

4.1.1 Tidak Ada Kata Bantu Di Dalam Kalimat

人们 把 竹子 做成 笛子。

rénmen zhúzi zuòchéng dízi.

Manusia membuat seruling dari bambu. Subyek + Kata Depan Ba + Obyek + Kata Kerja + Elemen

Predikat kata kerja dalam kalimat yang menggunakan kata depan ba tidak dapat berdiri sendiri, harus diikuti oleh elemen-elemen lainnya seperti 了(le), 着(zhe).

了(le) digunakan untuk kejadian ataupun tindakan yang telah dilakukan, seperti

dalam bahasa Inggris yang berupa past tense, sedangkan 着(zhe) digunakan untuk

kejadian ataupun tindakan yang sedang terjadi, seperti dalam bahasa Inggris berupa present continuous tense.

Contoh: 2.

Pada contoh (2) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, dimana kalimat ini merupakan kejadian yang telah selesai dilakukan, sehingga pada kalimat ini harus diletakkan kata bantu了(le). Seharusnya kalimat yang benar adalah:

我 把 饮料 喝 完。

yĭnliào wán.

Saya telah meminum habis minuman tersebut.

我 把 饮料 喝 完了。

3.

4.1.2 Tidak Ada Pelengkap Di Dalam Kalimat.

Di belakang kata kerja terdapat pelengkap 在(zài), 到(dào), 给(gěi), 成 (chéng). Pelengkap 给(gěi) digunakan untuk menerangkan hubungan kepemilikan atas benda yang dikenai tindakan. Pelengkap 在(zài), 到(dào) digunakan untuk menyatakan tempat, menerangkan orang atau benda setelah dikenai suatu tindakan menjadi berada di suatu tempat tertentu. Pelengkap 成(chéng) digunakan sebagai pelengkap hasil.

Tabel 1.1 Penggunaan pelengkap pada kalimat yang menggunakan kata depan ba.

Contoh:

Saya telah meminum habis minuman tersebut.

Subyek + 把 + Obyek + Kata Kerja + 给 + Hubungan kepemilikan 在 Tempat 成 Hasil 到 Tempat

4.

Pada contoh (4) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana pada kalimat ini terdapat kata “menjadi” sehingga kalimat ini harus disisipi oleh pelengkap成(chéng) untuk menunjukkan hasil dari memotong

tersebut. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut: 5.

Pada contoh (5) merupakan kalimat yang benar.

6.

Pada contoh (6) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB

妈妈 把 蛋糕 切 五块。

māma dàngāo qīe wŭkuài

Ibu memotong kue menjadi lima bagian.

妈妈 把 蛋糕 切成 五块。

māma dàngāo qīechéng wŭkuài. Ibu memotong kue menjadi lima bagian.

老师 把 杨桃 摆 桌子。

lăoshī yángtáo băi zhuōzi.

harus disisipi oleh pelengkap 在(zài) untuk menunjukkan tempat dari belimbing

tersebut berada. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut: 7.

Pada contoh (7) merupakan kalimat yang benar.

4.1.3 Tidak Ada Kata Keterangan Di Dalam Kalimat.

Kata keterangan yang digunakan pada kalimat yang menggunakan kata depan ba merupakan kata keterangan tempat. Kata keterangan tempat yang dipergunakan pada kalimat menunjukkan arah yang dituju oleh subyek.

Contoh:

8.

老师 把 杨桃 摆在 桌子。

lăoshī yángtáo băizài zhuōzi.

Guru meletakkan belimbing di meja.

老师 把 杨桃 摆在 桌子。

lăoshī yángtáo băizài zhuōzi.

Pada contoh (8) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana pada kalimat ini terdapat kata “atas”. Kata “atas” ini menunjukkan posisi belimbing itu berada. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut: 9.

Pada contoh (9) merupakan kalimat yang benar.

4.1.4 Bentuk Negasi Di Dalam Kalimat

Bentuk negasi sebuah kalimat yang menggunakan kata depan ba adalah meletakkan kata negasi不() dan没(méi) di depan kata depan ba. 不() dan没

(méi) sama-sama memiliki arti tidak, namun memiliki konteks yang berbeda. 不()

digunakan untuk menerangkan bahwa suatu masalah yang telah terjadi, sedangkan没

(méi) digunakan untuk menerangkan suatu masalah belum terjadi.

Contoh:

老师 把 杨桃 摆在 桌子上。

lăoshī yángtáo băizài zhuōzishang.

Guru meletakkan belimbing di atas meja.

同学们 不把 桌子 搬到 教室外面。

10.

Pada contoh (10) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana pada kalimat di atas terdapat kata “tidak”, namun penggunaan 不() dan 没(méi) sering salah dipergunakan. Dalam kalimat ini

kejadian tersebut belum terjadi, sehingga kata negasi yang tepat adalah 没(méi). Kalimat yang benar adalah sebagai berikut:

11

Pada contoh (11) merupakan kalimat yang benar.

4.2 Jenis Kesalahan Yang Dilakukan Mahasiswa PSSC FIB USU Semester VI Dalam Menggunakan Kata Depan Bei

Kata depan bei merupakan kata depan yang memiliki makna pasif, dimana kata depan ini digunakan untuk menjelaskan hasil dari orang ataupun benda yang terpengaruh. Biasanya bei dapat diganti dengan “叫” (jiào) ataupun “让” (rang) yang

tóngxuĕmen zhuōzi bāndào jiàoshìwàimiàn.

Murid-murid tidak memindahkan meja ke luar kelas.

同学们 没把 桌子 搬到 教室外面。

tóngxuĕmen méi zhuōzi bāndào jiàoshìwàimiàn. Murid-murid tidak memindahkan meja ke luar kelas.

sama- sama memiliki makna pasif. Namun jiao dan rang lebih banyak dipakai dalam bahasa lisan.

Menurut Li Shan dalam jurnal 现代汉语被字句研究 (xiàndài hànyǔ bèizìjù

yănjiū) : “‘含蒙受义,表示一种遭受现象,这种语义上的独特之外,使汉语

字句于被动意义之外,一开始就多了一层不幸,不如意,不愉快,有所损

害的语义色彩。

(Kata bei itu sendiri memiliki arti merasakan sesuatu yang buruk ataupun menderita, selain arti yang khusus, kata depan bei ini awalnya berarti menemui hal-hal yang tidak beruntung, tidak sesuai dengan harapan, tidak menggembirakan, mengalami kerugian. )

Struktur kalimat yang menggunakan kata depan bei:

Struktur kalimat yang menggunakan kata depan bei:

Subyek yang berada di depan kata depan bei adalah obyek penderita yang terkena pengaruh tindakan dari subyek pelaku, sedangkan obyek yang berada di belakang kata depan bei adalah subyek pelaku yang melakukan suatu tindakan.

Subjek (obyek penderita) + Kata Depan Bei + Obyek (subyek pelaku) + Kata Kerja +

12.

Pada contoh (12), dalam kalimat ini我的钱包(wŏdeqiánbāo) adalah obyek penderita dan dalam kalimat ini, dia sebagai subyek sedangkan小偷(xiăotōu) adalah subyek pelaku dan dalam kalimat ini dia sebagai obyek.

4.2.1 Tidak Ada Kata Depan Bei

Kata depan bei pada kalimat ini menunjukkan bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat pasif. Tanpa kata depan bei, maka kalimat tersebut bukan merupakan kalimat pasif.

Contoh: 13.

我的钱包 被 小偷 偷走了。

wŏdeqiánbāo bèi xiăotōu tōuzoule.

Dompet saya dicuri oleh pencuri.

杨桃 摆在 桌子上。

yángtáo băizài zhuōzishang.

Pada contoh (13) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana kalimat tersebut terdapat kata kerja dengan awalan di-. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut:

14.

Pada contoh (14) merupakan contoh kalimat yang benar.

4.2.2 Tidak Ada Kata Bantu Di Dalam Kalimat.

Predikat kata kerja dalam kalimat yang menggunakan kata depan ba tidak dapat berdiri sendiri, harus diikuti oleh elemen-elemen lainnya seperti 了(le), 着(zhe). 了(le) digunakan untuk kejadian ataupun tindakan yang telah dilakukan, seperti

dalam bahasa Inggris yang berupa past tense. Contoh:

15.

杨桃 被 老师 摆在 桌子上。

yángtáo bèi lăoshī băizài zhuōzishang.

Guru meletakkan belimbing di meja.

饮料 被 我 喝 完。

yĭnliào bèi wán.

Pada contoh (15) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, dimana kalimat ini merupakan kejadian yang telah selesai dilakukan, sehingga pada kalimat ini harus diletakkan kata bantu了(le). Seharusnya

kalimat yang benar adalah: 16.

Pada contoh (16) merupakan contoh kalimat yang benar.

4.2.3 Tidak Ada Pelengkap Di Dalam Kalimat

Di belakang kata kerja terdapat pelengkap 在(zài), 到(dào), 给(gěi), 成 (chéng). Pelengkap 给(gěi) digunakan untuk menerangkan hubungan kepemilikan atas benda yang dikenai tindakan. Pelengkap 在(zài), 到(dào) digunakan untuk menyatakan tempat, menerangkan orang atau benda setelah dikenai suatu tindakan menjadi berada di suatu tempat tertentu. Pelengkap 成(chéng) digunakan sebagai pelengkap hasil.

饮料 被 我 喝 完了。

yĭnliào bèi wánle.

Minuman tersebut telah habis diminum.

Tabel 1.2 Penggunaan pelengkap pada kalimat yang menggunakan kata depan bei. Contoh:

17.

Pada contoh (17) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana pada kalimat ini terdapat kata “menjadi” sehingga kalimat ini harus disisipi oleh pelengkap成(chéng) untuk menunjukkan hasil dari memotong tersebut. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut:

18.

Kerja 在 Tempat

成 Hasil

到 Tempat

蛋糕 被 妈妈 切 五块。

dàngāo bèi māma qīe wŭkuài

Kue dipotong oleh ibu menjadi lima bagian.

蛋糕 被 妈妈 切成 五块。

dàngāo bèi māma qīechéng wŭkuài.

4.2.4 Tidak Ada Kata Keterangan Di Dalam Kalimat

Kata keterangan yang digunakan pada kalimat yang menggunakan kata depan bei merupakan kata keterangan tempat. Kata keterangan tempat yang dipergunakan pada kalimat menunjukkan arah yang dituju oleh subyek.

Contoh:

19.

Pada contoh (19) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana pada kalimat ini terdapat kata “atas”. Kata “atas” ini menunjukkan posisi belimbing itu berada. Pada kalimat di atas obyek 老师(lăoshī) dapat dihilangkan, ini disebabkan obyek pelaku pada kalimat di atas telah diketahui. Kalimat yang benar adalah sebagai berikut:

20.

杨桃 被 老师 摆在 桌子。

yángtáo bèi lăoshī băizài zhuōzi.

Belimbing itu diletakkan di atas meja.

杨桃 被 老师 摆在 桌子上。

yángtáo bèi lăoshī băizài zhuōzishang.

Pada contoh (20) merupakan kalimat yang benar.

4.2.5 Bentuk Negasi Di Dalam Kalimat

Bentuk negasi sebuah kalimat yang menggunakan kata depan bei adalah meletakkan kata negasi不() dan没(méi) di depan kata depan bei. 不() dan没

(méi) sama-sama memiliki arti tidak, namun memiliki konteks yang berbeda. 不()

digunakan untuk menerangkan bahwa suatu masalah yang telah terjadi, sedangkan没 (méi) digunakan untuk menerangkan suatu masalah belum terjadi.

Contoh: 21.

Pada contoh (21) merupakan kesalahan yang diperbuat oleh mahasiswa PSSC FIB USU semester VI, di mana pada kalimat di atas terdapat kata “tidak”, namun penggunaan 不() dan 没(méi) sering salah dipergunakan. Dalam kalimat ini

kejadian tersebut belum terjadi, sehingga kata negasi yang tepat adalah 没(méi). Kalimat yang benar adalah sebagai berikut:

桌子 不被 同学们 搬到 教室外面。

zhuōzi bèi tóngxuĕ

men

bāndào jiàoshìwàimiàn. Meja tidak dipindahkan oleh murid-murid ke luar kelas. Subyek + 没/不 + Kata Depan Bei + Obyek + Kata Kerja + Elemen

22.

Pada

contoh (22) merupakan kalimat yang benar.

4.3 Faktor Kesalahan Yang Diperbuat Mahasiswa PSSC FIB USU Semester VI Dalam Menggunakan Kata Depan Ba dan Bei.

4.3.1 Pengaruh Bahasa Ibu

Bahasa ibu merupakan bahasa pertama yang dipelajari oleh seseorang, baik dalam belajar maupun berkomunikasi. Mahasiswa Indonesia terkena pengaruh dari bahasa ibu, sehingga dalam mempelajari bahasa Mandarin masih membawa logat bahasa Indonesia. Mahasiswa Indonesia dalam mempelajari kata depan ba dan bei mengalami kesulitan dikarenakan kata depan ba dan bei dalam bahasa Mandarin merupakan sebuah bentuk gramatikal yang unik. Kata depan ba dan bei sama sekali tidak terdapat dalam bahasa Indonesia.

Susunan struktur dalam bahasa Indonesia dan Mandarin berbeda, mahasiswa Indonesia membawa pengaruh dari bahasa ibu sehingga dalam membuat kalimat mahasiswa sering mengikuti struktur bahasa Indonesia.

桌子 没被 同学们 搬到 教室外面。

zhuōzi méi bèi tóngxuĕ

men

bāndào jiàoshìwàimiàn. Meja tidak dipindahkan oleh murid-murid ke luar kelas.

23.

Struktur kata pada contoh (23) merupakan struktur kata yang salah. Mahasiswa sering menerjemahkan sebuah kalimat Indonesia ke dalam bahasa Mandarin tanpa melihat struktur yang tepat. Dalam bahasa Mandarin kata keterangan tempat seperti 在田里 (zài tiánli) harus diletakkan di belakang subyek, sehingga struktur kalimat yang benar adalah sebagai berikut:

24.

Struktur kalimat pada contoh (24) merupakan struktur kalimat yang benar, di mana keterangan tempat ataupun waktu harus diletakkan di depan.

4.3.2 Pengaruh Bahasa Tujuan

Bahasa tujuan merupakan bahasa yang sedang dipelajari dan dipahami oleh mahasiswa. Ketika mempelajari bahasa Mandarin, maka bahasa Mandarin merupakan

Petani menanam padi di sawah.

农夫 种田 在 田里。

nóngfū zhòngtián zài tiánli.

Petani menanam padi di sawah.

农夫 在田里 种田。

nóngfū zài tiánli zhòngtián.

bahasa tujuan. Ketika mahasiswa sedang mempelajari bahasa Mandarin, mereka tidak memperhatikan penggunaan khusus dari kata depan ba dan bei. Mahasiswa sering menganggap kata depan ba dan bei hanya sebatas kata depan, sehingga dalam penggunaan kata depan ba dan bei sering terjadi kesalahan.

4.3.3 Materi Pengajaran Kata Depan Ba dan Bei

Faktor bahan dan cara pengajaran merupakan salah satu alasan terpenting yang menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan saat mempelajari kata depan ba dan bei, terutama dalam bahan ataupun materi pembelajaran. Buku-buku tentang bahasa Mandarin yang sering dijumpai tidak mengupas gramatikal kata depan ba dan bei secara menyeluruh. Dalam buku Hanyujiaocheng Jilid Dua tidak mengupas gramatikal tentang kata depan ba dan bei secara menyeluruh.

Dalam penggunaan kata depan ba dan bei, ada hal-hal yang harus diperhatikan, di antaranya adalah penggunaan kata kerja. Tidak semua kata kerja dapat dipergunakan dalam kalimat yang menggunakan kata depan ba dan bei. Ada beberapa kategori kata kerja tidak dapat dipergunakan dalam kalimat, diantaranya adalah:

Dokumen terkait