• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

E. Teknik Pengumpulan Data

Suatu penelitian perlu memperoleh data yang akurat, maka harus digunakan metode-metode pengumpulan data yang tepat, dengan metode yang tepat maka akan mempermudah jalannya penelitian. Selain itu dengan penelitian metode yang diharapkan dapat menemukan, mengembangkan dan menguji kebenaran.

Metode pengumpulan data adalah suatu cara yang dipakai oleh peneliti untuk memperoleh data yang diselidiki. Kualitas data ditentukan oleh kualitas alat pengambilan data atau alat ukur pengukurnya . Sesuai dengan masalah yang akan dibahas dalam penelitian ini penulis menggunakan teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi.

1. Wawancara

Wawancara merupakan suatu proses pembicaraan dalam situasi komunikasi langsung terarah antara dua individu untuk menggali data melalui tanya jawab atau percakapan. Wawancara yang dilakukan secara mendalam. Wawancara mendalam menurut Sugiyono (2006:320) untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka, dimana pihak yang diajak wawancara dimintai pendapat dan ide-idenya.

Angket (questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang harus dijawab atau daftar isian yang harus diisi berdasarkan pada sejumlah subjek berdasarkan atas jawaban dan isian itu peneliti mengambil keputusan mengenai subjek yang diselidiki selain itu untuk mengungkap kondisi subjek, angket juga digunakan untuk mendapatkan informasi yang relevan dengan tujuan penelitian dan untuk mendapatkan koefisien validitas dan reliabilitas tes setinggi mungkin (Sutrisno Hadi, 1998: 28)

Sutrisno Hadi (2002: 193) berpendapat bahwa ada dua pihak dalam wawancara, masing-masing mempunyai kedudukan yang berlainan. Pihak yang satu dalam kedudukan sebagai pengejar informasi (information hunter), sedang

pihak lainnya dalam kedudukan sebagai pemberi informasi (information

supplyer) atau informan. Sebagai information hunter penginterview mengajukan

commit to user

mengadakan paraphrase, mencatat atau mengingat-ingat jawaban-jawaban, dan mengadakan prodding (menggali keterangan yang lebih mendalam). Di pihak lain, sebagai informan interview menjawab pertanyaan-pertanyaan, memberikan penjelasan-penjelasan, dan kadang-kadang juga membalas mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Adanya dua pihak yang mempunyai kedudukan yang berlainan itu merupakan ciri interview yang berbeda dengan metode free talk dan metode diskusi. Hubungan antara interview adalah hubungan sepihak, hubungan yang tidak timbal balik, a face to face nonreciprocal relations.

Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi dari guru kelas V SLB C Dharma Bangsa Klaten. Wawancara dilakukan untuk memperoleh data yang berkaitan dengan proses belajar mengajar, kesulitan yang dihadapi subjek dan juga pada faktor-faktor yang berpengaruh dalam pembelajaran IPA dengan alat peraga miniatur.

2. Observasi

Observasi merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan cara melihat langsung subjek penelitiannya. Hadi Sutrisno (2002:19) mengemukakan bahwa observasi sebagai alat pengumpul data yang banyak digunakan untuk mengukur tingkah laku individu maupun proses terjadinya suatu kegiatan, yang diambil baik dari situasi yang sebenarnya ataupun dalam suatu buatan.

(Moleong, 1991:125) mengemukakan observasi adalah metode

pengumpulan data yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya dengan alasan: a. Teknik observasi didasarkan atas pengamatan secara langsung dan

pengalaman langsung adalah alat yang ampuh untuk mengetes suatu kebenaran.

b. Titik ini juga memungkinkan melihat dan mengamati sendiri

kemudian mencatat perilaku dan kejadian sebagaimana yang terjadi pada keadaan sebenarnya.

c. Observasi memungkinkan peneliti mencatat peristiwa dalam situasi

yang berkaitan dengan pengetahuan proporsional, maupun

pengetahuan langsung dari data.

Kelebihan observasi memungkinkan peneliti mampu memahami situasi- situasi rumit. Observasi dilakukan di dalam kelas yang menjadi subjek peneliti

commit to user

dan diarahkan pada tindak peneliti atau siswa dalam pembelajaran. Adapun kelemahan observasi menurut Hadi (2002: 138), antara lain:

a. Menyediakan waktu yang lebih banyak agar dapat melihat obyek yang kompleks dari berbagai segi, dari berbagai jurusan secara berulang- ulang.

b. Menggunakan orang (observers) yang lebih banyak untuk melihat obyeknya dari segi-segi tertentu dan mengintegrasikan hasil-hasil penyelidikan dari mereka itu untuk mendapatkan gambaran tentang keseluruhan obyeknya.

c. Mengambil lebih banyak yang sejenis agar dalam jangka waktu yang terbatas dapat disoroti obyek-obyek itu dari segi-segi yang berbeda- beda oleh penyelidik yang terbatas jumlahnya.

Observasi yang digunakan dalam penelitian untuk pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan cara observasi partisipan, yaitu suatu proses pengamatan yang dilakukan oleh observer dengan ikut mengambil bagian dalam kehidupan orang-orang yang diobservasi (Hadari Nawawi, 2005:104). Menurut Sugiyono (2006:310) observasi partisipan adalah peneliti terlibat dalam kegiatan sehari-hari dengan orang yang sedang diamati atau yang digunakan sebagai sumber data penelitian. Melalui observasi partisipan peneliti ikut serta atau ikut ambil bagian dalam aktivitas/kegiatan yang ada yaitu ikut terlibat dalam menggunakan alat peraga miniatur sehingga data yang diperoleh akan lebih lengkap, tajam dan sampai mengetahui ada pada tingkat makna dari setiap perilaku yang tampak.

Hal-hal yang diobservasi yaitu:

a. Perilaku siswa dalam mengikuti pembelajaran IPA

b. Identifikasi kemampuan awal siswa dan sesudah dilaksanakan siklus. c. Tindakan guru dalam pembelajaran.

3. Tes

Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu dan kelompok (Arikunto, 1998 : 127). Budiyono (2003:54) berpendapat “Tes adalah cara pengumpulan data yang menghadapkan sejumlah pertanyaan-pertanyaan atau suruhan-suruhan kepada subyek penelitian.

commit to user

Tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pilihan ganda. Mahfud Shalahuddin (1990 : 29) bahwa tes tertulis bentuk pilihan ganda mempunyai kelebihan dan kelemahan, yaitu:

a. Kelebihan:

1) Hanya memungkinkan satu jawaban yang benar. Hal ini akan menimbulkan sifat objektif.

2) Tes objektif sangat mudah dikoreksi.

3) Hasil pekerjaan tes objektif dapat dikoreksi secara cepat dengan hasil yang dapat dipercaya.

b. Kelemahannya:

1) Membutuhkan waktu yang relatif lama,

2) Adanya kecenderungan guru yang hanya menekankan

perhatiannya pada pokok bahasan tertentu sehingga tes tidak bersifat komprehensif,

3) Memungkinkan siswa melakukan untung-untungan dalam

menjawab, dan

4) Penggandaan tes objektif memerlukan waktu yang lama.

Sedangkan usaha yang dapat dilakukan untuk mengurangi kelemahan tes objektif yaitu:

a. Dalam penyusunan butir-butir soal tes objektif hendaknya

mendasarkan diri pada tabel spesifikasi yang telah dipersiapkan sebelumnya, sehingga tidak berpusat pada satu pokok bahasan saja, b. Kesulitan menyusun tes objektif dapat dilakukan dengan banyak

berlatih, mempelajari tes objektif yang disusun orang lain yang baik. Tes dilakukan untuk mengetahui hasil yang diperoleh siswa sebelum dan sesudah mendapatkan tindakan. Guna memudahkan pemahaman tentang tes yang digunakan dalam penelitian ini disajikan tabel tentang kisi-kisi soal tes IPA kelas V, yaitu sebagai berikut:

commit to user Tabel 1

Kisi-Kisi Soal Tes IPA Kelas V

Variabel Sub Variabel Indikator Bentuk Soal Nomor

Item Prestasi Belajar IPA Meningkatkan prestasi belajar IPA dengan menggunakan alat peraga miniatur 1.Menyebutkan nama-nama hewan 2.Menyebutkan nama-nama makanan hewan 3.Menyebutkan tempat hidup hewan Pilihan ganda 1,2,3,4 5,6,7 8,9,10

Tes disusun menggunakan validitas isi. Menurut Arikunto (2001: 67), suatu tes atau instrumen dikatakan memiliki validitas isi jika mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan, validitas isi dapat diusahakan tercapainya sejak saat penyusunan dengan cara merinci materi kurikulum atau materi buku pelajaran

Tes disusun berdasarkan sumber dari kurikulum, mengkaji buku sumber dan diminatkan bantuan ahli bidang studi. Untuk skoring penilaian sebaga berikut: a) Setiap pilihan ganda bernilai 1 (satu) dengan jawaban benar, jika tidak

menjawab atau menjawab salah tidak dihitung sehingga bernilai 0 (nol) Skor :

Jumlah soal pilihan ganda 10 x 1 = 10 Jumlah 10

Cara penilaian menurut Slameto (2001: 56) dengan menggunakan rumus tanpa denda : N = B

N = Nilai

B = Jumlah soal yang dijawab benar Jawaban kosong tidak diperhitungkan

commit to user Kriteria Penilaian : Benar 9 – 10 = A (Istimewa) Benar 7 – 8 = B (Baik) Benar 5 – 6 = C (Cukup) Benar 3 – 4 = D (Kurang)

Benar 0 – 2 = E (Sangat kurang)

Tabel 2

Penilaian tingkat penguasaan

No Tingkat Penguasaan Nilai Akhir

1 2 3 4 5 90 % ke atas 75 % - 89 % 60 % - 74 % 55 % - 59 % Kurang dari 55 % A B C D E Tabel 3

Jenis evaluasi penilaian

No Jenis evaluasi Jumlah soal Bobot dalam % Bobot tiap soal

1 Pilihan ganda 10 100 1

Total 10 100 -

4. Dokumentasi

Metode dokumentasi dan catatan lapangan. Metode dokumentasi yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkrip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya (Arikunto, 1998: 206). Metode ini digunakan untuk memperoleh data-data berupa nama- nama siswa dan daftar nilai tes awal dan tes akhir serta foto rekaman proses tindakan. Dalam hal ini catatan lapangan digunakan untuk mencatat kejadian – kejadian yang muncul pada saat proses pembelajaran IPA berlangsung yang belum terdapat pada pedoman observasi.

commit to user F. Prosedur Penelitian

Setiap siklus terdiri dari empat tahap, yaitu: (1) perencanaan tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) observasi dan interprestasi, dan (4) analisis dan refleksi untuk perencanaan siklus berikutnya. Penelitian ini, direncanakan dalam 2 siklus.

1. Rancangan tiap-tiap siklus a. Tahap perencanaan

Perangkat pembelajaran berupa penentuan kompetisi dasar yang akan dicapai, penentuan teman menulis pengalaman, menyiapkan hasil tulisan pengalaman, dan menyiapkan tes penilaian keterampilan menulis pengalaman.

b. Tahap Pelaksanaan

Tahap ini dilakukan dengan melaksanakan skenario pembelajaran yang telah direncanakan. Dalam satu siklus, ada dua kali tatap muka dengan alokasi waktu 2 × 45 menit, sesuai skenario pembelajaran. Tahap ini dilakukan bersamaan dengan observasi terhadap dampak tindakan. Metode yang digunakan yaitu tanya jawab dan diskusi.

c. Tahap Observasi

Tahap ini dilakukan dengan mengamati dan menginterprestasi aktivitas penerapan pembelajaran konstekstual pada proses pembelajaran (aktivitas guru dan siswa) maupun pada hasil pembelajaran keterampilan menulis ekposisi yang telah dilaksanakan untuk mendapatkan data tentang kekurangan dan kemajuan aplikasi tindakan pertama.

d. Tahap Analisis dan Refleksi

Pada tahap ini, dilakukan analisis hasil observasi dan interprestasi sehingga diperoleh kesimpulan bagian mana yang perlu diperbaiki atau disempurnakan dan bagian mana yang telah memenuhi target.

Dokumen terkait