• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

D. Teknik pengumpulan Data

Metode pengumpulan data digunakan untuk memperoleh data yang di perlukan baik yang berhubungan dengan studi literatur atau kepustakaan maupun data yang dihasilkan dari lapangan, adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yakni:

a. Metode observasi

Metode observasi (pengamatan) merupakan sebuah teknik pengumpulan data yang mengharuskan peneliti turun ke lapangan mengamati hal-hal yang berkaitan dengan ruang, tempat, pelaku, kegiatan, benda-benda, waktu, peristiwa, tujuan dan perasaan. Hal-hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti yang menggunakan metode observasi yaitu:

1. Ruang atau tempat, yaitu dimana tugas peneliti mengamati ruang atau tempat tersebut untuk dicatat atau digambar. Dalam hal ini peneliti mengamati ruang rapat serta suasana rapat antara kepala madrasah, dewan guru, komite sekolah dan orang tua.

2. pelaku, yaitu peneliti mengamati ciri-ciri pelaku yang ada di ruang atau tempat. Peneliti mengamati hal-hal yang dilakukan oleh kepala madrasah, dewan guru, komite sekolah dan orang tua siswa.

3. Kegiatan, dimana pengamatan dilakukan pelaku-pelaku yang melakukan kegiatan di ruang sehingga menciptakan interaksi antara pelaku yang satu dengan pelaku yang lainnya dalam ruang atau tempat. Dalam hal ini peneliti mengamati kegiatan rapat madrasah yang dilakukan oleh kepala madrasah, wakil kepala madrasah, dewan guru, dan staf administrasi madrasah.

4. Benda-benda atau alat-alat, yang mana peneliti mencatat semua benda atau alat yang digunakan oleh pelaku untuk berhubungan secara langsung atau tidak

langsung dengan kegiatan pelaku. Notula rapat dan dokumen yang digunakan dalam kegiatan rapat serta LCD, Laptop, kamera dan sebagainya merupakan alat yang diperlukan dalam rapat untuk membahas peningkatan Mutu Pendidikan di MAN Kota Batu, dimana peneliti mencatat setiap waktu dari sebuah kegiatan. Waktu rapat dinas yang dilakukan oleh kepala madrasah, dewan guru, staf administrasi dan semua pemangku kepentingan (stakeholder).

5. Peristiwa, di mana peneliti mencatat yang terjadi selama kegiatan penelitian, meskipun peristiwa tersebut tidak menjadi perhatian atau peristiwa biasa, tetapi peristiwa tersebut sangat penting dalam penelitian. Suasana rapat dinas yang terjadi di madrasah serta semua pendapat yang disampaikan dicatat oleh peneliti untuk mengetahui strategi peningkatan mutu yang dilakukan oleh kepala madrasah, dewan guru dan para pemangku kepentingan.

6. Tujuan, peneliti mencatat tujuan dari setiap kegiatan yang ada, kalau perlu mencatat tujuan dari setiap bagian kegiatan. Kegiatan yang diadakan oleh kepala madrasah untuk meningkatkan mutu pendidikan dicatat oleh peneliti untuk mengetahui tujuan dari kegiatan yang dilakukan. Misalnya: kegiatan pembangunan mushola, ruang kelas, kegiatan rapat dinas, diskusi professional dan sebagainya.

7. Perasaan, peneliti perlu juga mencatatkan perubahan yang terjadi pada kegiatan, baik dalam bahasa verbal maupun nonverbal yang berkaitan dengan perasaan atau

emosi.40 Peneliti mencatat percakapan yang terjadi antara kepala madrasah, dewan

guru, serta

40 M.Djunaidi Ghony dan Faizan Al Mansur, Metedologi Penelitian Kualitatif, (Jogjakarta Ar Ruzz media, 2012) hlm 165

para pemangku kepentingan untuk mengetahui perasaan mereka terhadap kegiatan

musyawarah dan hasil musyawarah.41

b. Pengumpulan Data dengan Wawancara Kualitatif

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian kualitatif lebih menekankan pada teknik wawancara, khususnya wawancara mendalam.Cara utama yang dilakukan pakar metodologi kualitatif untuk memahami persepsi, perasaan, dan pengetahuan orang-orang adalah dengan wawancara nyang mendalam dan intensif.

Wawancara kualitatif merupakan salah satu teknik untuk mengumpulkan data dan informasi.Metode wawancara kualitatif menggunakan panduan wawancara yang berisi butir-butir pertanyaan untuk diajukan kepada informan.Hal ini hanya dalam memudahkan dalam melakukan wawancara, penggalian data dan informasi, dan selanjutnya bergantung improvisasi si peneliti di lapangan.

Pada dasarnya, metode-metode pengumpulan data dalam penelitian kualitatif sekaligus juga adalah metode analisis data, dengan kata lain prosedur metodis sekaligus juga strategi analisis data itu sendiri, sehingga proses pengumpulan data juga sekaligus adalah proses analisis data. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa wawancara adalah cara yang digunakan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dengan mengunakan pedoman tertentu. Selain itu, wawancara digunakan untuk mendapatkan keterangan atau pernyataan secara lisan dari responden, objek interview nya yaitu guru, siswa, dan data dukungan dari Kepala Madrasah.

41 Haris Herdiansyah, Wawancara, Observasi, dan Fokus Group sebagai instrument penggalian Data kualitatif (Depok: PT Rajagrafindo Persada, 2013) hlm 15

c. Pengumpulan Data dengan Dokumentasi

Dokumen adalah catatan peristiwa yang sudah berlalu.Dokumen dapat dipahami sebagai setiap catatan tertulis yang berhubungan dengan suatu peristiwa masa lalu, baik yang dipersiapkan maupun tidak dipersiapkan untuk suatu penelitian.Menurut Suharsimi Arikunto dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang tertulis.Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki buku-buku tentang K-13, majalah, dokumen, peraturan-peraturan, notulen-notulen, catatan harian, data siswa dan data penilaian siswa. Metode dokumentasi sangat penting, karena tanpa dokumentasi maka analisis penelitian tidak akan berjalan meskipun dokumentasi bukanlah hal yang pokok dalam berjalannya penelitian. Penggunaan metode ini lebih ditekankan pada data-data tentang penerapan pembelajaran tematik pada K-13 yang di dalamnya memuat seluruh data fisik baik itu data guru, siswa, bahan ajar yang digunakan, bentuk proses pembelajaran yang digunakan dan bentuk penilaian hasil belajar.

Dalam penelitian dan proses pencarian data, juga dapat mencarinya melalui informasi dan fakta yang tersimpan dalam bentuk surat, catatan harian, arsip foto, hasil rapat, cenderamata, jurnal kegiatan, dan sebagainya. Dalam penelitian ini, peneliti akan melacak informasi-informasi tertulis yang terkait dengan kinerja guru seperti sertifikat, perangkat pembelajaran, hasil penilaian siswa yang dilakukan guru, bukti fisik pengembangan kurikulum serta data-data lain yang memiliki relevansi terhadap penelitian.

Dokumen terkait