• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

F. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:

1. Observasi, yaitu dengan cara mengumpulkan data melalui pengamatan langsung di tempat penelitian. Hasil dari pengumpulan tersebut peneliti digunakan sebagai tambahan data informasi dalam penelitian.

2. Wawancara, yaitu kegiatan dilakukan guna mendapatkan informasi secara langsung dengan mengungkapkan pertanyaan-pertanyaan pada responden.

3. Dokumentasi, penelitian yang menggunakan barang-barang Dokumentasi adalah mencari data dan informasi dari benda-benda tertulis, seperti dokumen peraturan, serta saat sedang melakukan wawancara sebagai bukti

4. Studi Kepustakaan, yaitu penulis mengambil data-data yang bersumber dari buku-buku yang berhubungan dengan masalah yang diteliti oleh peneliti.5

4 Ibid, h. 8.

5 Hartono, Metode Penelitian, (Yogyakarta: Nusa Media , 2011), Cet.. Ke-2 h. 62.

G. Teknik Analisis Data

Setelah data-data terkumpul, selanjutnya data tersebut disusun dengan menggunakan metode sebagai berikut:

1. Metode Deduktif, yaitu dengan cara menggambarkan dan menguraikan data-data yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti secara umum dan kemudia dianalisa untuk memperoleh kesimpulan yang bersifat khusus.

2. Metode Induktif, yaitu dengan cara menggambarkan data-data yang bersifat khusus yang berkaitan dengan masalah yang diteliti sehingga memperoleh kesimpulan secara umum.

3. Metode Deskriptif, yaitu menggambarkan secara tepat dan benar masalah yang dibahas sesuai dengan data yang diperoleh kemudian dianalisa sehingga dapat ditarik kesimpulannya.

63 BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang penulis lakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana Kota Pariaman, sudah menjalankan perannya. Akan tetapi hasilnya optimal. Hal ini terkait dengan data 3 terakhir dengan angka pelaporan yang sama, meskipun masih belum optimal DP3AKB tetap berupaya melakukan berbagai upaya dalam penanggulangan ini seperti sosialisasi, bantuan hukum, pemberian tempat rehabilitas untuk para korban, dan mentoring terhadap korban jika dibutuhkan.

2. Faktor yang mempengaruhi pelaksanaan peran Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB terhadap tindak kekerasan seksual di kota Pariaman, yaitu terkait faktor masyrakat yang masih merasa malu untuk melaporkan dan mengambil jalan tengah upaya pengucilan terhadap pelaku, kurangnya pengawasan orang-orang terdekat terhadap anak-anak, kurangnya kecakapan dalam menggunakan teknologi. Selain itu faktor kurangnya bantuan dari pemerintah sehingga mengakibatkan rumah aman yang harusnya menjadi tempat rehabilitas bagi para korban yaitu anak-anak harus digabung dengan tempat rehab para psk, dan kurangnya kesadaran masyarakat peduli terhadap korban.

3. Tinjauan fiqh siyasah yang berkaitan dengan permasalahan ini adalah siyasah dusturiyah adalah hubungan pemimpin dan rakyatnya. Dalam hal ini, pemerintah harus menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pemegang kekuasaan dalam pemerintahan. Sebagai seorang pemegang kekuasaan, pemerintah diharapkan dapat mensejahterakan dan melindungi masyarakatnya, tidak terkecuali anak-anak. Hal ini sejalan dengan tuntutan syara’ terkait dengan memberikan kemaslahatan kepada masyarakatnya.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan penelitian yang penulis lakukan. Maka, penulis memberikan saran yaitu:

1. Kepada pemerintahan Kota Pariaman untuk memberikan dukungan kepada Dinas yang menanggulangi perhatian kepada masyarakat termasuk anak-anak dalam tindakan kekerasan yang maraknya terjadi.

Serta pihak DP3AKB lebih memberikan upaya pencegahan kepada masyarakat baik ke desa-desa maupun ke sekolah.

2. Terkait faktor yang melatarbelakangi hal ini terjadi, adanya upaya dalam pengawasan dari pihak keluarga dan masyarakat terhadap pelaku yang dicurigai, menggunakan teknologi secara baik, serta peningkatan sarana dan prasarana dari pemerintahan kepada dinas untuk menunjang korba dari tindak kekerasan seksual.

3. Kepada orang-orang terdekat hendaknya melindungi anak-anak dari upaya tindak kekerasan yang akan terjadi dan memikirkan akibat yang akan terjadi kedepannya kepada para korban. Serta mendekatkan diri kepada Allah SWT dengan beribadah kepada-Nya semua permasalahan akan dimudahkan oleh-Nya.

Al-Utsaimin. Shalih, Politik Islam Panduan Syari’at Bagi Pemimpin dan Yang Dipimpin Penjelasan Kitab Siyasah Syar’iyah, Jakarta:Griya Ilmu, 2015.

Asshiddiqie. Jimly, Hukum Tata Negara dan Pilar-Pilar Demokrasi, Jakarta:

Sinar Grafika, 2012.

Candra. Mardi, Aspek Perlindungan Anak Indonesia, Jakarta Timur: Kencana, 2018.

Daud. Abi, Sunan Abi Daud, Riyadh : Al-Ma’arif, 1988.

Fajar. Mukti dan Yulianto Achmad, Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Goddard. Chris, Child Abuse And Child Protection, Melbourne: Churchill Livingstone, 1996.

Hartono, Metode Penelitian, Yogyakarta: Nusa Media , 2011.

Iqbal. Muhammad, Fiqh Siyasah Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam cetakan ke-3, Jakarta: Prenada media Group, 2018.

Iqbal. Muhammad, Fiqh Siyasah, Jakarta: Kencana, 2016.

Jalal Ad-Din „Abdurrahman As-Suyuthi, Al-Asybah wa An-Nazhair min Qawa’id wa Furu’ Asy-Syafi’iyyah, Dar As-Salam, 1432 H.

Mujar Ibnu Syarif dan Khamami Zada, Fiqh Siyasah Doktrin Dan Pemikiran Politik Islam, Jakarta: Erlangga, 2008.

Ramadhan. Muhammad, Kontekstualisasi Doktrin Politik Islam dalam Fiqh Siyasah, Jawa Barat: PT. Nasya Expanding Management, 2019.

Shihab. M. Quraish, Tafsir Al-Mishbah Jilid II,V, VII, VIII, X, XIV Jakarta : Lentera Hati, 2002

Subagyo. Joko, Metode Penelitian Dalam Teori dan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta, 2011.

Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif , Bandung: Alfabeta CV, 2012.

Supriyadi dan Melly Setyawati, Perlindungan Anak dalam Rancangan KUHP, Jakarta: ELSAM, 2007.

Taj. Abdurahman, Siyasah Syar‟iyyah wa Fiqh Islami, Mesir: al-Alukah,t.th.

UNICEF, Kekerasan terhadap anak di mata anak indonesia : Hasil konsultasi anak tentang kekerasan terhadap anak di 18 provinsi dan nasional, Jakarta: UNICEF, 2005.

B. Perundang-Undangan

Pariaman, Peraturan Daerah No 13 tahun 2013, Lembaran Daerah Kota Pariaman Tahun 2013 Nomor 82

Republik Indonesia, Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia 1945, Lembaran Negara Republik Indonesia, No. 75, 1959

Republik Indonesia, Undang-undang No 35 Tahun 2014, Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297

C. Jurnal

Anhusadar. La Ode, dkk, “Fenomena Kekerasan Seksual terhadap Anak”, dalam Shautut Tarbiyah, Volume ., No. 35., (2016), h. 54-55.

Ariyani. Nyoman Mas, “Perlindungan Hukum Terhadap Anak Sebagai Korban Kekerasan Seksual Di Provinsi Bali” dalam Kertha Partika, Volume38., No. 1.,(2016), h. 18.

dalam Suhuf., Volume 28., No. 1., (2016), h. 48.

Fadhli. Asbabul, “Aspek Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dalam Perspektif Islam”, dalam Al-Risalah, Vol.12, No.1 (2012), h. 7.

Fatia. Azhariah, “Perlindungan Anak dalam Perspektif Islam”, dalam Al-Muqaranah, Volume V., No. 1., (2014), h. 1.

Fitriani. Rini, “Peranan penyelenggaraan perlindungan anak dalam melindungi dan memenuhi hak-hak anak,” dalam Hukum, Volume 2., No. 2., (2016), h.251.

Hyoscyamin. Darosy Endah, “Peran Keluarga dalam Membangun Karakter Anak”, dalam Jurnal Psikologi Undip, Volume 10., No.2., (2011), h. 1.

Lewoleba. Kayus Kayowuan, “Studi Faktor-faktor terjadinya tindak kekerasan seksual pada anak-anak”, dalam Esensi Hukum, Volume 2., No. 1., (2020), h. 36-37

Maknun. Lu'luil, “Kekerasan terhadap Anak yang dilakukan oleh Orang Tua (Child Abuse),” dalam Muallimuna, Volume 3., No. 1., (2017), h.66.

Muhajir. Achmad, “Hadhanah dalam Islam Hak Pengasuhan Anak dalam Sektor Pendidikan Rumah”, dalam Jurnal SAP, Volume 2., No. 2., (2017), h. 166.

Noviana. Ivo, “Kekerasan Seksual terhadap Anak: Dampak dan Penanganannya”

dalam Sosia Informa, Volume 01., No. 1., (2015), h.15.

Shofiyah, “Konsep Perlindungan Anak dalam Perspektif Alquran,”, dalam Jurnal Ilmu Komunikasi dan Penyiaran Islam, Volume 1., No. 1., (2017), h. 48.

Surayda. Helen Intania, “perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual dalam kajian hukum islam” , dalam IUS Constituendum, Volume 2., No.

1., h. 27-29.

D. Internet

Abdulmu’thi. Abdul Muhammad, Yang tua dihormati yang kecil disayangi, Artikel diakses pada 2 November 2022 dari https://asysyariah.com/yang-tua-dihormati-yang-kecil-disayangi/

Mufti Makarim, Memaknai Kekerasan, artikel diakses pada 1 April dari https://referensi.elsam.or.id/wpcontent/uploads/2014/12/MEMAKNAI%C 3%A2%E2%82%AC%C5%93KEKERASAN%C3%A2%E2%82%AC%C 2%9D.pdf

Pemerintahan Kota Pariaman, artikel diakses pada1 April 2022 dari

https://info.metrokota.go.id/dinas-pemberdayaan-perempuan-perlindungan-anak-pengadilan-penduduk-dan-keluarga-berancana/

Tejomukti. Ratna Ajeng, dkk., Lima Hadist Nabi Muhammad tentang Merawat Anak Perempuan, artikel diakses pada 30 april 2022 dari

https://www.republika.co.id/berita/r3j30u430/lima-hadits-nabi-muhammad-tentang-merawat-anak-perempuan

Widaningsih, Keberuntungan orang tua di akhirat ditentukan oleh hal ini, artikel

diakses pada 20 November 2022 dari

https://kalam.sindonews.com/read/342420/72/keberuntungan-orang-tua-di-akhirat-ditentukan-oleh-hal-ini-1613919763

Yose Hendra, Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Pariaman Meningkat 2021, artikel diakses pada 30 April 2022 https://mediaindonesia.com/nusantara/464182/kasus-kekerasan-terhadap-perempuan-dan-anak-di-pariaman-meningkat-pada-2021

Kemenpppa.go.id/

Kasim Riau, 2017.

Fadhli Asbabul, Aspek Pencegahan Kekerasan terhadap Anak dan Perspektif Islam, Skripsi: STAIN Batusangkar, 2012.

Fardila. Deli, Peranan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dalam Mencegah Pelecehan Seksual terhadap Anak di Kota Pekanbaru, Skripsi: Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim Riau, 2017.

Hendy Isharyanto, Analisis Fiqh terhadap Implementasi Indikator Kabupaten Kota Layak Anak,, Skripsi: Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung: 2020.

Muhammad Zaki, Perlindungan Anak dalam Perspektif Islam, Skripsi: IAIN Raden Intan Lampung, 2014.

Mutiah. Diana, “Kesehatan mental dari perspektif kultural”, Skripsi: Universitas Sumatra Utara, 2015.

Putri. Dewi Eko, dkk., Kekerasan terhadap Anak, Penanaman Disiplin, dan Regulasi Emosi Orang Tua, Skripsi: Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, 2018.

sekarang ini, apakah masih terus meningkat atau sudah mulai berkurang ? 2. Bagaimana proses penanganan dari DP3AKB terkait kasus kekerasan yang

terjadi di Kota Pariaman ini ?

3. Siapakah pelaku kasus kekerasan terhadap anak tersebut ?

4. Apa saja faktor fyang melatarbelakangi terjadinya kekerasan terhadapa anak ?

5. Apakah DP3AKB sudah melaksanakan perannya dengan baik, sesuai dengan tugas yang telah ditetapkan?

6. Apa saja kendala dalam pelaksanaan peran yang dihadapi oleh DP3AKB ? 7. Upaya apa saja yang dilakukan oleh DP3AKB dalam mengatasi agar

tindak kekerasan terhadap anak ini berkurang ?

8. Apa saja upaya dari DP3AKB dalam menangani korban dari tindak kekerasan terhadap anak tersebut ?

9. Apakah ada mentoring kembali terhadap korban setelah korban di bantu dalam hal hukum ?

10. Apakah DP3AKB sudah menjalankan tugas dan perannya sesuai dengan Perda No 13 Tahun 2013 Kota Pariaman ini?

Wawancara dengan Ibuk Gusniyeti Zaunit selaku Kepala Dinas pada tanggal 29 September 2022 di Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan KB Kota Pariaman.

Wawancara dengan ibuk Yati Syerlina selaku Kepala Divisi Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 29 September 2022 di Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan KB Kota Pariaman.

Perlindungan Anak pada tanggal 29 September 2022 di Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan KB Kota Pariaman.

Wawancara dengan ibuk Desratih Four Frawisda selaku Analisis Pemberdayaan Anak pada tanggal 29 September 2022 di Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Dan KB Kota Pariaman.

Perlindungan Anak dan KB di Kota Pariaman.

Dokumen terkait